
Matahari sudah menyingsing menandakan hari sudah pagi. Ningrum mengurai pelukan jonathan berjalan dengan
selimut yang menutup tubuh bagian depannya menuju lemari yang terdapat pakaian miliknya
Ningrum menoleh kearah jonathan “ingat pembicaraan kita hari ini mas” ningrum mengambil pakaiannya berjalan menuju kamar mandi di kamarnya
Melihat ningrum yang sudah masuk kamar mandi. Jonathan mengambil handuk yang ada lemari kamar ningrum, memakainya untuk menutupi bagian tubuh bawahnya, keluar kamar ningrum dan berjalan dengan lesu menuju kamarnya yang berada di lantai 2
Mendengar bunyi pintu tertutup yang menandakan jonathan sudah pergi, ningrum jatuh terisak dengan perbuatannya hari ini “hiks hiks hiks” ningrum menekuk lututnya menyembunyikan wajahnya di kedua pahanya “maafkan aku
kak, maaf…..” tangis ningrum pecah memikirkan suaminya yang sedang berjuang menyelamatkan perusahaanya
Flash back end
***
Semua keluarga besar wirayudha dan bagaskara berkumpul di rumah jonathan termasuk ayah virza dan rafasya yang sudah di ikat tante fransiska
“prok prok prok” fransiska bertepuk tangan dengan hasil kerja keras anaknya menuruti keinginannya untuk menghancurkan keluarga bagaskara dan wirayudha
“bagus, ini baru anakku” puji fransiska pada Raksa anaknya
“terima kasih ma” balas raksa bangga atas pujian mamanya
“kau benar-benar sakit fransiska”teriak mama kaila pada tante fransiska
“diam kau jangan hina mamaku” bentak raksa tak terima mamanya dihina oleh mama kaila
Fransiska berjalan mendekati mama kaila mencengkram pipi mama kaila erat “gara-gara kau hidupku menderita!” bentak fransiska
“penderitaan mu adalah hasil perbuatan mu! Bukan ulahku” balas mama kaila tajam walaupun pipinya di cengkram fransiska
“kau merebut orang yang aku cintai” ucap fransiska tajam
“sudah ku bilang aku tak pernah merebut apapun darimu” teriak mama kaila
Fransiska menunjuk virza “apa kau bilang tak merebutnya?” tanya fransiska
mama kaila berdecih “lihat” ucap mama kaila menatap raksa “apa kau yakin dia mencintai ayahmu?” tanya mama kaila pada raksa
Hati raksa mulai goyah “jangan kau dengarkan mereka raksa, mereka hanya mencoba memutarbalikkan fakta. Jangan lupakan penderitaan ayahmu yang selalu merasa bersalah akibat perbuatan mereka” ucap fransiska lantang
“yang mencoba menyetir raksa adalah kau bukan aku ataupun keluargaku. Jelas-jelas kau tahu alasan kenzo merasa bersalah dan selalu menomor satukan keluarga kami!” teriak mama kaila
__ADS_1
“cukup jangan pojokan mama ku lagi!” bentak raksa
mama kaila menatap raksa dengan perasaan iba “jangan mengulangi kesalahan ayahmu dan juga om kamu raksa, jangan sampai kau hidup dalam penyesalan karena perbuatan mu seperti mereka yang sudah berbuat salah” ucap mama kaila memperingatkan Raksa untuk tidak mengulangi perbuatan keluarga besarnya
“diam” raksa berlari menuju ruangan ningrum, menariknya paksa dan mendekatkan pisau tajam di leher ningrum membuat keluarga ningrum dan wirayudha panik
“jangan lukai ningrum” teriak semua orang melarang Raksa melukai ningrum
“baik, pertama aku ingin agar kau kaila merasakan sakit” ucap fransiska kearah mama kaila
“jangan fransiska, biar aku saja” sela ayah virza melarang
fransiska melukai mama kaila orang yang sangat dicintainya
Tante fransiska tersenyum remeh “baik, kalau gitu semuanya saja” ucap fransiska memerintahkan anak buahnya untuk memukul anggota keluarga wirayudha dan bagaskara tanpa terkecuali
“stop!” jangan lukai keluargaku” pinta ningrum berteriak histeris melihat keluarganya dipukuli di depan matanya, tapi keluarga ningrum tetap di pukuli
Fransiska berjalan mendekat kearah ningrum “nanti juga tiba giliran mu” ucap fransiska dengan seringainya
Raksa menatap tak percaya kearah mamanya “tidak mah, mama kan janji akan melepaskan ningrum” ucap raksa tak terima dengan ucapan mamanya
Tante fransiska menatap tajam Raksa “apa kau berani membantah mama sekarang!”teriak fransiska
“bukan seperti itu mah, tapi kan mama sudah janji melepaskan ningrum” balas raksa takut akan kemarahan mamanya
Fransiska beralih menghampiri ningrum mencekik lehernya kuat, “ kalian semua harus mati!” teriak fransiska mencengkram kuat leher ningrum, membuat wajah ningrum membiru karena mulai kehabisan nafas
Raksa ingin menyelamatkan ningrum, tapi ia tak sanggup membantah mamanya. Ia hanya menatap sedih keadaan ningrum yang menyayat hatinya
“stop!” teriak seorang pria dengan lantang
Pria tersebut berlari sekuat tenaga menendang tubuh tante fransiska sampai terpental cukup jauh, tak memperdulikan fransiska yang seorang wanita
Anak buah jonathan dan om boy mengambil alih situasi dan melumpuhkan anak buah Raksa tanpa terkecuali
“uhuk uhuk uhuk” ningrum terbatuk karena cekikannya terlepas
Jonathan langsung menghampiri ningrum “kau gak papa
kan rum?’ tanya jonathan memindai tubuh ningrum yang kehabisan nafas
Ningrum menggeleng “aku gak papa mas” balas ningrum
__ADS_1
dengan suara lirih
“bagaimana kau berani masuk!” teriak raksa menatap
tajam jonathan sepupunya yang ikut campur dalam pembalasan dendamnya
Jonathan menghampiri raksa dan mencekiknya kuat “bukankah sudah aku peringatkan berhenti. Mamamu sudah gila!” teriak jonathan tak memberikan kesempatan Raksa untuk melawannya
suara raksa tercekat karena cekikan jonathan “mamaku tidak gila, dia hanya terluka karena
perbuatan keluarga mereka” balas raksa menunjuk keluarga besar wirayudha dan bagaskara dan sisa tenaganya
“apa kau pikir dia waras, jika membunuh kakak kandungnya dengan tangannya sendiri?” tanya jonathan menunjuk tante fransiska
raksa menautkan kedua alisnya “apa maksudmu?” tanya raksa tak mengetahui perihal tante fransiska yang membunuh kedua orang tua jonathan
Jonathan mendorong tubuh raksa menjauh “dia” tunjuk jonathan pada tante fransiska “yang membunuh kakak kandungnya, daddy ku dan juga mommy ku hanya karena tidak menuruti keinginannya untuk balas dendam yang di luar nalar kewarasan!” teriak jonathan
Raksa menggeleng “itu bohong, mamaku tidak seperti itu” elak raksa tak percaya kalau mamanya membunuh kakak serta kakak iparnya
Jonathan mencengkeram pipi raksa kembali “kau pikir ayahmu mati karena bunuh diri, akibat rasa bersalahnya?” tanya jonathan yang mengetahui kebenaran di balik
kematian kenzo ayah raksa
Raksa menautkan alisnya “apa maksudmu?” tanya raksa tak paham
“ayahmu meninggal karena menyelamatkan mamamu yang
mencoba bunuh diri. Dan bodohnya kau di tipu mamamu, dia meninggalkan ayahmu yang sekarat begitu saja padahal karena ayahmu lah mamamu yang gila itu masih hidup.” Ucap jonathan
“jangan membohongiku!” bentak raksa tak terima dengan kenyataan yang baru ia dengar
“om jancent!” teriak jonathan memanggil om jancent
masuk
Om jancent langsung membawa tab yang berisi sebuah vido dan memperlihatkannya pada raksa “kalau kau gak percaya lihat ini” om jancent memberikan sebuah video CCTV saat kenzo adiknya meregang nyawa karena di tinggal begitu saja oleh fransiska
“aku mencarinya selama ini, ingin menguburnya hidup-hidup karena mencelakai adikku, tapi ternyata dia disini” ucap om jancent
menatap tajam fransiska
Tante fransiska mulai kelabakan karena belangnya ketahuan “jangan percaya itu raksa, mereka merekayasa nya, mereka menipumu” ucap tante fransiska mencoba membela diri
__ADS_1
Raksa terisak menatap tajam kearah mamanya “mama menipuku selama ini, mama bilang ayah bunuh diri karena tertekan tapi ini apa?” tanya raksa menunjuk video yang dibawa om jancent
“gak benar” tante fransiska menggelengkan kepalanya