Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Kebahagiaan Alfan dan Zeil


__ADS_3

Tidak terasa acaranya pun akan segera dimulai, sedangkan Alfan kini sudah berada diantara para saksi. Perasaannya pun campur aduk tidak karuan, Alfan sambil mengatur pernafasannya dan berusaha menenangkan perasaannya sendiri. Agar tidak terlihat gugup.


Didalam gedung sudah dipadati para tamu dan juga sudah dihadiri keluarga Wilyam yang tinggal di Amerika. Suasana sangat ramai dan juga ikut bahagia atas pernikahan Zeil dengan Alfan. Kakek Wilyam dan juga kakek Kosim kini duduk berdampingan, kebahagiaan terlihat diantara kedua kakek. Yang dimana cucu kesayangannya kini akan menikah.


Sedangkan calon pengantin perempuan kini sudah duduk di samping calon pengantin laki laki. Keduanya terlihat malu malu dan gugup pastinya. Meski keduanya seperti Tommy and Jerry, namun saat akan mengikrarkan ikatan sucinya membuat keduanya menbeku tidak bersuara.


Zeil yang dimana menjadi anak periang, kini tiba tiba berubah 180°. Zeil hanya terdiam tanpa menunjukkan ekpresi cerianya, justru ekspresi gugup dan malu yang terlihat.


Sedangkan Alfan sendiri justru terlihat tenang, meski yang sebenarnya sangat gugup dan malu. Tapi Alfan berhasil menutupi rasa gugupnya. Justru terlihat sangat serius dan terlihat benar benar lelaki bertanggung jawab. Wajahnya pun terlihat lebih tampan dan berwibawa. Zeil sendiri tidak berani menengok ke arah Alfan, karena rasa malu dan juga rasa gugupnya.


Apa....? nanti malam aku akan tidur bersama lelaki jutek ini. Benarkah? aku tidak lagi mimpi, kan? kenapa aku merasa begitu gugup. Aaaah.... aku benar benar tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam. Akankah aku akan di.... aaaah kenapa aku memikirkan itu... batin Zeil bingung untuk menghadapi satu tempat tidur dengan suaminya.


"Bagaimana, ini? apakah semuanya sudah siap untuk dimulai acara ijab qobulnya?" tanya pak Penghulu serius.


"Sudah siap, Pak..." jawab Tuan Zio yang selaku Ayah dari calon pengantin perempuan.


"Baiklah, saya akan mulai acaranya." Ucap pak Penghulu. Sedangkan para saksi dan juga para tamu undangan ikut menyaksikan acara ijab qobul yang akan segera dimulai.


Kalimat demi kalimat, kini telah terucap oleh pak Penghulu. Begitu juga dengan Alfan, yang begitu mantap dan serius menjawab pertanyaan dari pak Penghulu. Dan begitu seksama mendengarkan ucapan dari Tuan Zio selaku wali Zeil.


"Saya nikahkan anak saya yang bernama Zeilyn Wilyam binti Zio Wilyam dengan mas kawin Xxx dibayar tunai." Ucap Tuan Zio tegas.


"Saya terima nikahnya Zeilyn Wilyam binti Zio Wilyam dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Jawab Alfan dengan tegas dan serius.

__ADS_1


"Bagaimana saksi? sah?" tanya pak Penghulu.


"Sah...." jawab semua para saksi dan juga para tamu undangan serempak.


"Alhamdulilah..." ucap pak Penghulu.


"Alhamdulillah.." ikut yang lainnya serempak.


Setelah ijab qobul telah diikrarkan, kini Zeil segera mencium punggung tangan suaminya. Meski sangat gugup dan malu, Zeil berusaha tersenyum di depan suaminya.


Alfan pun segera berdoa untuk istrinya, kemudian mencium lembut kening istrinya. Zeil pun kaget dibuatnya saat sangat suami mencium keningnya dengan lembut dan romantis. Zeil tidak menyangka, jika Alfan yang terlihat sangat kaku. Bahkan sangat dingin, namun kini telah menunjukkan rasa cintanya didepan publik akan perasaannya terhadap Zeil. Perasaannya Zeil pun sangat bahagia atas perlakuan Alfan yang begitu romantis.


Zeil pun tersenyum bahagia atas perlakuan sang suami. Kemudian keduanya segera sungkem dengan kedua orang tua dan juga kedua kakeknya.


"Selamat ya, Zeil.. semoga kebahagiaan selalu menyertaimu. Aamiin.." ucap Nessa dan memeluknya.


"Zeil, selamat untukmu. Dan akhirnya sekarang kamu bisa sepuasnya untuk bermain Tommy and Jerry di satu ruangan yang terkunci." Ucap Tirta memberi ucapan selamat, dan pastinya tidak akan lupa untuk meledek Zeil. Alfan yang mendengarkannya pura pura tidak mengerti.


"Tenang, kak Tirta tidak perlu khawatir. Kita berdua akan bermain dengan jinak." Jawab Zeil asal, sedangkan Alfan dan Tirta saling menatap dan melotot tidak percaya atas jawaban dari Zeil. Sedangkan Zeil segera membekam mulutnya dengan kedua telapak tangannya penuh rasa malu.


"Pintar jawab sekarang, ya... bagus lah." Ucap Tirta menggoda.


"Kak Tirta tidak perlu memberi pertanyaan yang cukup membingungkan untuk Zeil. Lihat lah, aku yang polos seperti ini bisa apa?" jawab Zeil dibuat cemberut. Sedangkan Alfan tersenyum tipis mendengar penuturan dari istrinya.

__ADS_1


"Sampai lupa, jika didekatmu ada suami kamu. Selamat ya, Fan. Semoga menjadi keluarga sakinah mawadah dan warohmah untuk kalian berdua. Soal hadiah, kalian bulan madu di Amerika. Menyenangkan, bukan?" ucap Tirta memberi ucapan selamat untuk Alfan dan istrinya.


"Terimakasih, Tuan.. semoga Tuan Muda segera dikaruniai sang buah hati. Aamiin..." jawab Alfan.


"Tuan? aku bukan Tuan Muda. Aku Tirta, dan kamu sudah menjadi bagian keluargaku. Panggil saja Tirta, atau sesuka kamu. Tapi jangan panggil aku dengan sebutan Tuan Muda, karena dari dulu aku paling risih dengan sebutan itu. Menggelikan bagiku, masih ada sebutan yang lebih baik dari Tuan Muda. Bagiku sangat sulit untuk mencari teman untuk dijadikan saudara." Jawab Tirta menjelaskan.


"Baik, kak... aku akan memanggilmu seperti istriku memanggilmu." Ucap Alfan.


Nessa yang mendengarkannya pun tidak menyangka. Jika dirinya sangat beruntung memiliki suami yang tidak menyukai sesuatu yang berlebihan.


Lagi dan lagi, aku dibuatnya bertambah rasa cintaku kepada suamiku. Sungguh, suamiku selalu memperlihatkan yang tidak pernah aku sangkakan. Sungguh beruntungnya aku bersuamikan dia yang selalu membuatku nyaman jika aku berada di dekatnya. Batin Nessa bahagia.


"Aaah sudahlah, aku sudah sangat lapar. Dan aku sangat tergoda dengan aroma masakan yang sudah dihidangkan. Jika kalian berdua ingin menikmati momen ini, pergilah. Cari tempat yang sesuai dengan perasaan kalian. Aku tidak munafik, begitu juga dengan kalian berdua. Sudah, sana... aku mau makan bersama istri tercintaku. Aku rasa kalian belum lapar, dan aku jamin kalian akan merasakan lapar setelah kalian berdua merdeka." Ucap Tirta meledek dan segera menggandeng istrinya untuk mengambil makanan yang sudah dihidangkan.


Sedangkan Alfan segera menggandeng tangan istrinya untuk berpindah tempat, agar keduanya leluasa untuk melepas rasa gugupnya. Sementara para tamu undangan dan juga keluarga Wilyam sedang menikmati makan siangnya didalam gedung.


Kini hanyalah dua insan yang berada di ruang privat di dalam gedung. Zeil yang semakin gugup saat hanya berdua dengan suaminya. Perasaan keduanya tidak karuan, detak jantungnya pun tidak bisa di kontrolnya.


Alfan memberanikan diri untuk menatap lekat wajah istrinya. Keduanya beradu pandang dalam lamunannya. Zeil yang semakin terpojok di sudut ruangan, membuatnya semakin gugup dan cemas.


Apa yang akan dilakukannya padaku, jujur aku tidak mengerti. Mungkinkah? aaaah ini kan ruangan kosong. kursi saja hanya ada dua, itupun bukan busa. Aduh.... Zeil.. kamu mikirin apa sih.. ingat Zeil.. ini bukan kamar.. jangan mikirin yang kotor. Batin Zeil dengan perasaannya yang masih berkecamuk.


Hei readers setia... sambil menunggu cerita Dipaksa Menikah Dengan Pria lumpuh. Author sudah ada cerita yang tidak kalah serunya loh... mau intip? buka profil Author ya... dan cari judul novel "Istriku Janda Kembang" sudah on going setiap hari.

__ADS_1


Terimakasih...


__ADS_2