Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
seringlah berkunjung kemari (season 2)


__ADS_3

Semua mata tertuju pada kasih. Bagaimana tidak hotel light adalah hotel bintang 5 yang cukup terkenal, bukan hanya hotelnya tapi kerajaan bisnis milik keluarga davis uang cukup besar di kawasan eropa, bahkan tersebar di beberapa negara lain, bahkan di Indonesia pun ada


“kalau kau keponakan john davis berarti kau anak Williams davis?” tanya kakek sakti yang mengenal keluarga besar davis


“om kenal ayahku?” tanya kasih


“tentu saja kenal, di dunia bisnis seperti kami mana ada yang tidak kenal ayahmu. Virza dan kaila orang tua ningrum juga pasti kenal” balas kakek sakti


Kerajaan bisnis keluarga davis cukup dikenal banyak kalangan bisnis. Keluarga davis ada


William davis sang kakak dan john davis sang adik. Mereka berdua masing-masing punya perusahaan yang cukup besar, tapi lebih besar milik sang kakak William davis karena perusahaan pusat di pegang olehnya.


“waaaah hebat” ningrum mengacungkan kedua jempolnya takjub dengan keluarga kasih yang cukup terkenal, karena orang tuanya memang pernah beberapa kali membahas ada kerjasama dengan keluarga davis


“keluargamu juga hebat kata om” balas kasih yang pernah mendengar cerita tentang keluarga


besar ningrum dari om john saat sedang mengobrol di telpon


“kamu pakrab ya sama om kamu?” tanya raka


“iya kami memang akrab, mungkin malah hanya dengan beliau saja aku akrab, kalau sama tante kurang akrab karena jarang bicara, sedangkan dengan sepupuku juga kurang karena, sejak SMP mereka memilih bersekolah di asrama sampai


sekarang mereka sudah


kuliah sepertiku, dan mereka  juga tidak


pernah di rumah” jelas kasih


“bagaimana kabar orang tuamu?” tanya kakek sakti


Kasih terdiam sesaat “emm terakhir aku ngobrol sih baik kalau sekarang gak tahu” balas kasih memaksakan senyumnya


Semua orang menyipitkan matanya mendengar penuturan kasih “emang kapan terakhir kamu


ngobrol dengan orang tuamu? ” tanya rafasya


“emmmmm”


kasih meletakkan satu jarinya di dagu “sekitar 3 tahun lalu” balas kasih datar


“apa?!”


teriak semua orang kaget bahwa 3 tahun kasih tak mengobrol dengan orang tuanya


“bukannya orang tuamu Cuma punya satu anak dan itu kau kan?  masa mereka gak pernah telfon kamu?” tanya kakek sakti heran


“mungkin mereka terlalu sibuk mengurus bisnisnya, mereka lebih sering tanya ke om langsung sih ketimbang bertanya pada kasih” balas kasih tetap tersenyum


nenek angel menatap iba pada kasih “pasti kamu kesepian? Sering kesini aja, biasanya juga kakaknya ningrum sering kesini

__ADS_1


ya kalau gak ke rumah ningrum sih karena pusatnya mereka berkumpul kan kalau


ada ningrum di sekitar mereka” kekeh nenek angel mencoba membuat kasih nyaman


“terima kasih tante” balas kasih


Mereka melanjutkan makan dengan diam dan hanya suara sendok yang saling bersautan. Setelah selesai makan, mereka melanjutkan makan buah di ruang keluarga sambil berbincang


“kamu nginep sini ya rum” pinta nenek angel


Ningrum menggaruk tengkuknya yang tak gatal “kalau ningrum di sini, kasian kak rafasya


nanti gak ada yang nemenin” balas ningrum


“ya nginep saja sama suamimu” pinta nenek angel


“kak rafasya gak biasa nginep tempat orang lain nek” balas ningrum yang sebenarnya tak nyaman tinggal di rumah neneknya, karena rafasya yang selalu mengajak kerja lembur setiap malam


“kok bawa-bawa nama kak…”belum sempat rafasya menyelesaikan ucapannya, kakinya sudah


di injak keras oleh ningrum "aaakhh" teriak rafasya kesakitan


Ningrum melirik tajam pada rafasya lalu menoleh pada neneknya “maaf ya nek, nanti


kasihan sama kakak” balas ningrum memaksakan senyumnya


pengantin baru, jadi biarkan saja mereka berduaan jangan ganggu masa-masa indah


mereka yang sekarang masih bisa berduaan, sebelum orang tuanya pulang" ucap kakek sakti mengusap pundak nenek angel


Nenek angel menoleh pada ningrum “hehehehe nek” senyum ningrum ingin meminta


pengertian pada neneknya yang masih ingin berduaan dengan rafasya


“iya ya, dulu saja kalau kamu lagi kesal sama kakak-kakakmu itu lari ke sini,


sekarang sudah punya suami gak ingat nenek lagi” ucap nenek angel membuang mukanya sebal


Ningrum menghambur memeluk nenek angel “nenek jangan ngomong gitu dong, kan ningrum


jadi gak enak” ucap ningrum bermanja pada nenek angel


Rafasya melirik jam dinding yang sudah pukul 9 “rum pulang yuk, besok kan kakak ada


rapat pagi, jugaan kamu mau ke rumah mama pagi-pagi kan?” ajak rafasya untuk pamit pulang


“ah sudah malam ya” ningrum ikut melirik jam dinding di ruang keluarga kakek sakti “ya sudah


ayuk” ningrum menoleh pada kakek dan neneknya “kita pulang ya kek, nek” pamit

__ADS_1


ningrum


Melihat sahabatnya yang mau pamit kasih pun berdiri “ya sudah kasih juga mau pulang


tante, sudah malam” pamit kasih


Raka yang sedang minum kopi menghentikannya sesaat “kamu pulang sama siapa?” tanya


raka masih memegang cangkirnya


“sendiri lah bang, kan kasih bawa mobil” balas kasih


“tidak bo…” belum selesai raka menyelesaikan ucapannya cangkir kopinya mengenai ujung


baju kasih, membuat baju yang kasih pakai menjadi kotor


“aduh”cicit kasih saat kopi mengenai bajunya


“panas gak sih, gak papa kan” ucap raka mengusap-usap baju kasih yang terkena tumpahan kopi, takut mengenai kulit kasih


“gak papa kok bang, kasih kan sudah mau pulang, jadi gak masalah, nanti tinggal ganti di rumah saja " balas kasih


nenek angel melihat kejadian itu jadi tak enak hati pada kasih karena kecerobohan putranya itu “raka bawa kasih ke ruang baju mama, suruh dia pilih baju yang pas buat dia, sepertinya ada beberapa baju mama dulu yang muat untuk kasih” pinta nenek angel


“iya mah” balas raka


“gak perlu tante, Cuma kotor dikit aja kok” tolak kasih tak enak hati


“udah gak papa, kan aang yang sudah ngotorin baju kamu” balas raka


Raka menarik tangan kasih mengantarkan kasih ke lantai 2, dimana ruang baju mamanya berada


Nenek angel melirik kepergian putranya ke lantai atas


“yuk rum, katanya mau pulang? Biar nenek antar sampai depan” ajak nenek angel


“nek nanti suruh om raka antar kasih ya, kasihan dia pulang sendirian. Kan ningrum yang ajakin dia kesini. Padahal tadi rencananya kita mau antar kasih sampai rumah dulu baru pulang” ucap ningrum yang di angguki rafasya


“iya nek, kita tadi rencananya gitu, eh malah bajunya ketumpahan kopi, tapi kita sudah kemalaman" tambah rafasya


“ya sudah, sehabis kasih ganti pakaian, nenek minta raka untuk antar kasih pulang, biar mobilnya nanti sopir rumah yang bawa” balas nenek angel


Ningrum memeluk nenek angel “ya sudah, kita pamit ya nek, titip kasih” ucap ningrum


lalu beralih memeluk kakek sakti “malam kakek” pamit kasih dan rafasya


Ningrum dan rafasya melambaikan tangannya dan masuk mobil, melajukan mobil mereka


meninggalkan kediaman keluarga wirayudha

__ADS_1


__ADS_2