Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Pernikahan part 1 (season 2)


__ADS_3

Ningrum, Miranda dan Rebecca duduk berdampingan dalam suatu ruangan


“gugup banget sih aku” gumam ningrum menangkup kedua


pipinya menetralisir perasaan gugupnya


“biasa aja kali ningrum, kamu juga kan sudah sering tampil di acara besar bareng jonathan, dan kalian juga sudah nikah lama” sahut


Miranda tak mengerti kegugupan ningrum


Ningrum menoleh memberi tatapan tajam ke pada


Miranda “walaupun aku sudah sering menghadiri acara besar sama mas jo, bukan


berarti saat acara pernikahan aku tak merasa gugup” kesal ningrum pada Miranda “emang kamu


gak gugup?” Tanya ningrum


“ya gugup sih” balas Miranda terkekeh


“itu sama aja kan” balas ningrum mencebikkan bibirnya kesal


“sudah, jangan rebut lagi” pinta Rebecca mencoba menengagi kedua perempuan di sampingnya


Ningrum dan Miranda menoleh serempak “iya kakak


ipar” sahut ningrum dan Miranda bersamaan


Rebecca menatap tak suka panggilan kedua adik iparnya itu “bisa gak sih hilangin kata kakak ipar dariku” pinta Rebecca


Miranda menggeleng “kita gak mau kena omel sama kak zian, nanti kita kena amuk lagi gara-gara gak sopan sama kamu” ucap Miranda mengingat dirinya yang sering kena tegur zian karena memanggik Rebecca tanpa makai embel-embel kakak ipar


“ya ampun kamu masih masukin hati ucapan ayahnya rayanza?”


Tanya Rebecca


“kami bukan tersinggung, tapi apa yang diucapkan kak


zian adalah kebenaran jadi emang kita harus memanggilmu dengan kakak ipar”


balas ningrum


“tapi aku jauh lebih muda dari kalian” sahut Rebecca


“tapi tetap saja kau istri kakak kami, jadi kami harus menghormatimu” balas Miranda


Mama kaila membuka pintu ruangan dimana mempelai


wanita sedang menunggu


“gimana? Sudah siap?” Tanya mama kaila


“iya mah” sahut ningrum, Miranda dan Rebecca serempak


3 orang pria memakai setelan tuksedo berwarna hitam


memasuki ruangan mempelai wanita


“gimana? Ganteng gak ayah?” Tanya ayah virza


“gantengan juga aku” sahut ayah baratha menatap anak


perempuannya “iya kan Miranda


“sudah, sudah, bagi anak perempuan kita. Tetap kita


yang paling tampan ngalahin suami dan anaknya “ ayah Robert melirik ketiga wanita di hadapannya “iya kan?” Tanya ayah Robert


“tentu saja, bagi kami semua  ayah kami tetap yang paling tampan dari semua pria” balas ningrum

__ADS_1


“tapi tetap yang paling kami cintai, suami kami” kekeh Miranda


“tapi kalian akan tetap jadi cinta seumur hidup kami” tambah Rebecca menenangkan hati ayah mereka


Ketiga ayah paruh baya itu mengusap pipinya yang


menangis haru dengan ucapan anak perempuan mereka satu-satunya itu


***


“cek cek cek “ terdengar suara pria sedang mencoba


mic yang ada di tangannya


“bagus” seru Julian tersenyum


“baik, semua undangan kita akan mulai acara akbar kali ini” ucap Julian tersenyum kearah para undangan


“acara resepsi pernikahan, Julian” sahut rafaysamengoreksi ucapan Julian yang menurutnya salah


Julian  menoleh kearah rafasaya “aku gak salah kalia sahabatku” balas Julian


Rafasaya berkacak pinggang kearah Julian.


Rafasya bertugas menjadi ketua panitia penyelenggara


acara resepsi pernikahan keluarga bagaskara yang bertugas mengatur jalannya acara pernikahannya agar acara tak ada kesalahan apapun, untuk itulah ia


kesal jika Julian keluar dari panduan acara


Julian terkekeh melihat raut wajah rafasya “ biasa aja kali sya” pinta Julian


Julian menatap barisan para tamu undangan “cobakalian bantu aku lihat keseliling, mulai dekor dan pernak-pernik detil acara


ini, berikut para tamu undangan yang hadir disini” pinta Julian pada para tamu undangan


Para tamu undangan menurut permintaan Julian untuk


“lihat dekorasi yang begitu megah ini, sebulan loh waktu yang kita habiskan untuk mendekor semua ini, dan perencanaannya dilakukan


selama satu tahun” ucap Julian menceritakan proses acara resepsi pernikahan anak keluarga bagaskara


“dan lihat menu makanan di sini, berasal dari Negara


mana saja menu nya, bahkan kokinya di datangkan langsung dari Negara asalnya”


tambah Julian


Julian tersenyum kearah para tamu undangan “dan yang paling waaauww adalah para tamu undangn bukan?” Tanya Julian meminta pendapat para tamu undangan


Para tamu undangan saling tatap dan terkekeh “iya juga” sahut salah satu tamu undangan menyadari bahwa tamu yang hadir adalah orang-orang besar


“benar kan apa yang aku bilang” sahut  Julian menoleh kearah rafasya


“kalian semua adalah orang-orang besar dari dunia bisnis dan dunia kedokteran dan jangan lupakan dari dunia politik juga mafia”


tambah Julian menekankan kata mafia di akhir membuat para tamu undangan terkekeh


“baiklah kita sudahi acara basa-basinya” seru Julian


tersenyum


“saya Julian Malik pembawa acara yang dipercaya oleh keluarga besar Virza bagaskara dalam membawa jalannya acara resepsi pernikahan


ketiga anak-anak tuan virza bagaskara dan nyonya kaila Pradana menyatakan acara


resepsi pernikahan dimulai”seru Julian


“baik, mempelai pria dipersilahkan memasuki panggung” pinta Julian

__ADS_1


Diawali dengan jonathan yang naik ke atas panggung diikuti aditya dan zian menaiki panggung dengan suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan melihat kedatangan pria-pria tampan


Julian mengangkat tangannya untuk menyudahi suara


teriakan “kita sedang menghadiri acara resepsi pernikahan loh, bukan acara temu


idol KPOP” ucap Julian mengingatkan  para


tamu undangan membuat tawa para tamu undangan pecah tak terkeculai ketiga mempelai pria


Julian melirik ketiga pria tampan di hadapannya


dengan tatapan penuh arti “gak salah sih kalau kalian yang nikah duluan?” Tanya


Julian memindai tubuh ketiga mempelai pria di hadapannya yang terlihat sempurna dan wauw menurut sebagian kaum hawa


“kenapa?” Tanya zian


Julian meminta orang untuk memberikan ketiga


mempelai MIC agar suara mereka terdengar jelas oleh para paara tamu undangan


yang begitu banyak


“bagaimna tidak banyak, sekitar 5000 tamu undangan


datang dalam satu kurun waktu, belum terhitung jika ada tamu yang membawa


pasangan dan anak membuat rumah mama kaila dan ayah virza begitu padat akan


banyaknya manusia membuat orang-orang besar di sana seolah sama rata karena


mama kial membuat semua tamu undangannya dilayani dengan standar yang sama


“kenapa?” ulang zian bertanya


“ya iyalah kalian lebih dulu menikah, secara kalian


lebih tampan dariku, makanya aku masih jomblo sampai detik ini”kekeh Julian


menjawab pertanyaan zian


“jangan lupa, kita jauh lebih berkuasa” sahut


jonathan


“lebih kaya darimu” tambah zian


“dan sudah punya orang yang kita cintai dan


mencintai kita “ tambah aditya terkekeh kea rah Julian


“kalian ngehina aku?” Tanya Julian yang di balas


kekehan oleh mempelai pria


“aku pergi ini, pergi” ancam Julian berpura-pura


akan pergi


“tidak” balas serempak ketiga mempelai pria tersebut


memeluk Julian


“jangan pergi” pinta aditya dengan nada memohon


menampakaan wajah lucunya agar Julian tak jadi marah


“ok ok karena kalian semua sahabatku akna aku

__ADS_1


lupakan kekesalan dan penghinaanku kali demi hari bahagia kalian” seru Julian


__ADS_2