
Ningrum, Miranda dan Rebecca duduk berdampingan dalam suatu ruangan
“gugup banget sih aku” gumam ningrum menangkup kedua
pipinya menetralisir perasaan gugupnya
“biasa aja kali ningrum, kamu juga kan sudah sering tampil di acara besar bareng jonathan, dan kalian juga sudah nikah lama” sahut
Miranda tak mengerti kegugupan ningrum
Ningrum menoleh memberi tatapan tajam ke pada
Miranda “walaupun aku sudah sering menghadiri acara besar sama mas jo, bukan
berarti saat acara pernikahan aku tak merasa gugup” kesal ningrum pada Miranda “emang kamu
gak gugup?” Tanya ningrum
“ya gugup sih” balas Miranda terkekeh
“itu sama aja kan” balas ningrum mencebikkan bibirnya kesal
“sudah, jangan rebut lagi” pinta Rebecca mencoba menengagi kedua perempuan di sampingnya
Ningrum dan Miranda menoleh serempak “iya kakak
ipar” sahut ningrum dan Miranda bersamaan
Rebecca menatap tak suka panggilan kedua adik iparnya itu “bisa gak sih hilangin kata kakak ipar dariku” pinta Rebecca
Miranda menggeleng “kita gak mau kena omel sama kak zian, nanti kita kena amuk lagi gara-gara gak sopan sama kamu” ucap Miranda mengingat dirinya yang sering kena tegur zian karena memanggik Rebecca tanpa makai embel-embel kakak ipar
“ya ampun kamu masih masukin hati ucapan ayahnya rayanza?”
Tanya Rebecca
“kami bukan tersinggung, tapi apa yang diucapkan kak
zian adalah kebenaran jadi emang kita harus memanggilmu dengan kakak ipar”
balas ningrum
“tapi aku jauh lebih muda dari kalian” sahut Rebecca
“tapi tetap saja kau istri kakak kami, jadi kami harus menghormatimu” balas Miranda
Mama kaila membuka pintu ruangan dimana mempelai
wanita sedang menunggu
“gimana? Sudah siap?” Tanya mama kaila
“iya mah” sahut ningrum, Miranda dan Rebecca serempak
3 orang pria memakai setelan tuksedo berwarna hitam
memasuki ruangan mempelai wanita
“gimana? Ganteng gak ayah?” Tanya ayah virza
“gantengan juga aku” sahut ayah baratha menatap anak
perempuannya “iya kan Miranda
“sudah, sudah, bagi anak perempuan kita. Tetap kita
yang paling tampan ngalahin suami dan anaknya “ ayah Robert melirik ketiga wanita di hadapannya “iya kan?” Tanya ayah Robert
“tentu saja, bagi kami semua ayah kami tetap yang paling tampan dari semua pria” balas ningrum
__ADS_1
“tapi tetap yang paling kami cintai, suami kami” kekeh Miranda
“tapi kalian akan tetap jadi cinta seumur hidup kami” tambah Rebecca menenangkan hati ayah mereka
Ketiga ayah paruh baya itu mengusap pipinya yang
menangis haru dengan ucapan anak perempuan mereka satu-satunya itu
***
“cek cek cek “ terdengar suara pria sedang mencoba
mic yang ada di tangannya
“bagus” seru Julian tersenyum
“baik, semua undangan kita akan mulai acara akbar kali ini” ucap Julian tersenyum kearah para undangan
“acara resepsi pernikahan, Julian” sahut rafaysamengoreksi ucapan Julian yang menurutnya salah
Julian menoleh kearah rafasaya “aku gak salah kalia sahabatku” balas Julian
Rafasaya berkacak pinggang kearah Julian.
Rafasya bertugas menjadi ketua panitia penyelenggara
acara resepsi pernikahan keluarga bagaskara yang bertugas mengatur jalannya acara pernikahannya agar acara tak ada kesalahan apapun, untuk itulah ia
kesal jika Julian keluar dari panduan acara
Julian terkekeh melihat raut wajah rafasya “ biasa aja kali sya” pinta Julian
Julian menatap barisan para tamu undangan “cobakalian bantu aku lihat keseliling, mulai dekor dan pernak-pernik detil acara
ini, berikut para tamu undangan yang hadir disini” pinta Julian pada para tamu undangan
Para tamu undangan menurut permintaan Julian untuk
“lihat dekorasi yang begitu megah ini, sebulan loh waktu yang kita habiskan untuk mendekor semua ini, dan perencanaannya dilakukan
selama satu tahun” ucap Julian menceritakan proses acara resepsi pernikahan anak keluarga bagaskara
“dan lihat menu makanan di sini, berasal dari Negara
mana saja menu nya, bahkan kokinya di datangkan langsung dari Negara asalnya”
tambah Julian
Julian tersenyum kearah para tamu undangan “dan yang paling waaauww adalah para tamu undangn bukan?” Tanya Julian meminta pendapat para tamu undangan
Para tamu undangan saling tatap dan terkekeh “iya juga” sahut salah satu tamu undangan menyadari bahwa tamu yang hadir adalah orang-orang besar
“benar kan apa yang aku bilang” sahut Julian menoleh kearah rafasya
“kalian semua adalah orang-orang besar dari dunia bisnis dan dunia kedokteran dan jangan lupakan dari dunia politik juga mafia”
tambah Julian menekankan kata mafia di akhir membuat para tamu undangan terkekeh
“baiklah kita sudahi acara basa-basinya” seru Julian
tersenyum
“saya Julian Malik pembawa acara yang dipercaya oleh keluarga besar Virza bagaskara dalam membawa jalannya acara resepsi pernikahan
ketiga anak-anak tuan virza bagaskara dan nyonya kaila Pradana menyatakan acara
resepsi pernikahan dimulai”seru Julian
“baik, mempelai pria dipersilahkan memasuki panggung” pinta Julian
__ADS_1
Diawali dengan jonathan yang naik ke atas panggung diikuti aditya dan zian menaiki panggung dengan suara riuh tepuk tangan dari para tamu undangan melihat kedatangan pria-pria tampan
Julian mengangkat tangannya untuk menyudahi suara
teriakan “kita sedang menghadiri acara resepsi pernikahan loh, bukan acara temu
idol KPOP” ucap Julian mengingatkan para
tamu undangan membuat tawa para tamu undangan pecah tak terkeculai ketiga mempelai pria
Julian melirik ketiga pria tampan di hadapannya
dengan tatapan penuh arti “gak salah sih kalau kalian yang nikah duluan?” Tanya
Julian memindai tubuh ketiga mempelai pria di hadapannya yang terlihat sempurna dan wauw menurut sebagian kaum hawa
“kenapa?” Tanya zian
Julian meminta orang untuk memberikan ketiga
mempelai MIC agar suara mereka terdengar jelas oleh para paara tamu undangan
yang begitu banyak
“bagaimna tidak banyak, sekitar 5000 tamu undangan
datang dalam satu kurun waktu, belum terhitung jika ada tamu yang membawa
pasangan dan anak membuat rumah mama kaila dan ayah virza begitu padat akan
banyaknya manusia membuat orang-orang besar di sana seolah sama rata karena
mama kial membuat semua tamu undangannya dilayani dengan standar yang sama
“kenapa?” ulang zian bertanya
“ya iyalah kalian lebih dulu menikah, secara kalian
lebih tampan dariku, makanya aku masih jomblo sampai detik ini”kekeh Julian
menjawab pertanyaan zian
“jangan lupa, kita jauh lebih berkuasa” sahut
jonathan
“lebih kaya darimu” tambah zian
“dan sudah punya orang yang kita cintai dan
mencintai kita “ tambah aditya terkekeh kea rah Julian
“kalian ngehina aku?” Tanya Julian yang di balas
kekehan oleh mempelai pria
“aku pergi ini, pergi” ancam Julian berpura-pura
akan pergi
“tidak” balas serempak ketiga mempelai pria tersebut
memeluk Julian
“jangan pergi” pinta aditya dengan nada memohon
menampakaan wajah lucunya agar Julian tak jadi marah
“ok ok karena kalian semua sahabatku akna aku
__ADS_1
lupakan kekesalan dan penghinaanku kali demi hari bahagia kalian” seru Julian