Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
kau milikku!


__ADS_3

lilia dan hafizhan menatap tajam pelayan restoran yang mengucapkan kata pesan kamar


"glek" pelayan tersebut menelan Saliva nya kasar mendapat tatapan tajam lilia dan hafizhan " maaf kalau saya salah bicara, saya hanya memberikan usul hanya karena hujan yang akan lama, melihat warna awan sekarang" pelayan memilih pergi


"tunggu! " teriak hafizhan menghentikan langkah pelayan


"kami pesan satu kamar" lilia menatap tajam hafizhan "kamu gak lihat hujannya seperti apa? kita bisa celaka kalau memaksakan diri untuk pulang di saat kondisi hujan seperti ini " ucap hafizhan


"tapi zhan" ucap lilia


***


lilia dan hafizhan duduk di tepi ranjang dalam diam memandangi tirai kaca di hadapan mereka yang terlihat deraian hujan lebat dan kabut pekat yang menyelimuti tempat itu " sebaiknya kau kabari orang tuamu agar mereka tak khawatir" ucap hafizhan memecah keheningan


lilia melihat ponselnya bingung "hmmmm" gumam lilia menggigit kuku jarinya


"kalau kau takut? biar aku saja yang bicara" hafizhan mengambil paksa ponsel lilia


"apa namanya? " tanya hafizhan mulai membuka ponsel lilia yang hafizhan ketahui sandi nya


"mama lilia" balas lilia lirih


hafizhan memencet tombol panggil pada nomor mama lilia "tut tut tut" hafizhan menunggu mama lilia mengangkat telfonnya

__ADS_1


"ada apa sayang? " tanya mama lilia dari seberang sana


" maaf tante, ini saya hafizhan. begini tante kami sedang di puncak saat ini, saat kami akan pulang tiba-tiba turun hujan. saya memakai motor jadi terpaksa berteduh dulu sampai hujannya reda, gak papa kan tan? " tanya hafizhan


mama lilia mengangkat sebelah alisnya "kalian ngapain ke puncak? " tanya mama lilia berusaha sesopan mungkin pada hafizhan yang sudah ia kenal karena sering mengantar jemput lilia ke rumahnya


"kita makan di sini tante , untuk merayakan kelulusan ku. maafin hafizhan ya tante, tapi hafizhan janji akan langsung bawa lilia pulang ke rumah saat hujan reda, jam berapapun itu" balas hafizhan


mama lilia bergumam " emmm baiklah tunggu saja sampai hujannya reda baru kalian pulang. tapi ingat! jaga baik-baik anak tante dan kembalikan dia dengan utuh tanpa kurang satu apapun dari tubuhnya" ucap mama lilia penuh penekanan


"baik tante, kalau hujan reda hafizhan pasti langsung antar pulang lilia jam berapapun itu dan saya juga janji akan menjaga liliadengan baik " ucap hafizhan


"tante pegang janji kamu. sekarang berikan ponselnya pada lilia" hafizhan pun menyerahkan ponsel pada lilia seperti permintaan mama lilia


lilia menerima ponselnya dari tangan hafizhan dan meletakkan benda pipih itu ke dekat telinganya " iya mah" terlihat lilia mengangguk dan menjawab ia, pada semua perkataan mamanya


"tante bilang Apa?" tanya hafizhan penasaran


lilia menatap manik mata hafizhan " mama bilang jangan macem-macem dan jangan karena sebuah hujan malah bawa seorang anak pulang" ucap lilia dengan polosnya


hafizhan menelan salivanya kasar " mama kamu mikir apa sih? mana mungkin aku macam-macam denganmu, pakai bilang bawa pulang anak segala" ucap hafizhan terkekeh menutupi kegugupan nya


lilia ikut terkekeh " mama tahu itu kalau kamu gak akan macam-macam. mama itu gak yakin padaku katanya. mama kan tahu betul aku suka sama kamu dan senang ngikutin kamu kemanapun jadi dia takut aku menyerahkan diri padamu di saat keadaan mendukung seperti ini dingin di tengah hujan dan tak ada orang mengawasi" ucap lilia tanpa sadar "oooops " lilia buru-buru menutup mulutnya yang kelepasan bicara

__ADS_1


hafizhan membelalakkan mata menatap lilia mendengar ucapan lilia "kau menyukaiku? " tanya hafizhan "sejak kapan? dan bagaimana bisa kau menyukaiku? " tambah hafizhan


lilia memejamkan matanya menghela nafas panjang berusaha menetralisir kegugupannha " karena sudah ketahuan ya sudah" lilia mendongak menatap manik mata hafizhan " aku menyukaimu. menyukaimu sejak pertama kita bertemu. aku selalu membuat alasan untuk bisa mengikutimu, dekat denganmu karena aku menyukaimu. dan aku menangis saat kau bilang akan ke London karena sedih tak akan melihat pria yang sudah memiliki hariku ini dalam kurun waktu yang lama dan juga takut kehilanganmu saat kau tak berada dalam jangkaunku" ucap lilia dengan mata mulai berkabut


hafizhan terperangah dengan setiap ucapan lilia "kenapa bisa kau menyukaiku yang seperti ini? " tanya hafizhan tak percaya dengan perkataan lilia


"karena kau tampan" balas lilia terkekeh


hafizhan ikut terkekeh dengan jawaban lilia " ada-ada saja kau" cicit hafizhan " tapi" hafizhan kembali menatap lekat lilia "kau tahu kan aku seperti apa? aku adalah pria dingin sedingin kulkas. itu julukan yang orang-orang berikan bahkan keluargaku pun beranggapan seperti itu. aku adalah orang yang cuek dan tidak peka" ucap hafizhan


lilia menggenggam tangan hafizhan " aku memang bilang menyukaimu karena tampan tapi sebenarnya aku sendiri tak yakin dengan alasannya. yang aku tahu kalau dengan melihatmu aku akan sangat bahagia. dengan berada di dekatmu membuat hatiku begitu hangat, saat tak ada dirimu membuatku selalu memikirkan cara untuk berada di dekatmu dan ucapan dinginmu itu seolah angin yang menyejukkan hatiku membuatku bahagia saat mendengar suaramu" ucap lilia panjang lebar "suka tak perlu banyak alasan, hanya dengan perasaan bahagia saat dengan memikirkannya saja sudah cukup untukku" tambah lilia


hafizhan menelaah setiap ucapan lilia "cup" hafizhan mengecup kilas lilia membuat lilia membelalakkan matanya lebar mendapat perlakuan tiba-tiba hafizhan


hafizhan mengelus pipi lilia lembut " kalau seperti itu, berarti aku juga menyukaimu, bahagia dengan kehadiranmu dan merasa nyaman dengan kebiasaan yang tak pernah aku lakukan. kau... dan hanya kaulah wanita yang bisa membuatku toleransi dengan segala hal yang asing untukku" ucap hafizhan tersenyum


"kau adalah satu-satunya wanita yang paling berharga untukku" tambah hafizhan dengan penuh penekanan


lilia balik tersenyum pada hafizhan "cup" lilia mengecup balik hafizhan "Terima kasih. Terima kasih sudah menyukaiku" ucap lilia


hafizhan tersenyum pada lilia lembut. hafizhan meraih tengkuk lilia menciumnya lembut. lilia pun membalas setiap perlakuan hafizhan. ia mengalungkan tangannya di leher hafizhan


hafizhan menekan tengkuk lilia makin memperdalam ciumannya menggigit kecil bibir bawah lilia agar lilia membukanya. hafizhan mengabsen setiap isi rongga lilia. lidah mereka saling mmbelit bertukar saliva.cukup lama mereka saling berpangutan, merasa kehabisan pasokan oksigen hafizhan menyudahi ciuman mereka " aaaaah" mereka menghirup oksigen sebanyak-banyaknya

__ADS_1


hafizhan memeluk lilia dengan satu tangan memegang punggung lilia dan satunya memegang tengkuk lilia"mulai hari ini kau lilia kennedy adalah milik hafizhan adithama dan hanya akan jadi miliknya seorang " ucap hafizhan penuh penekanan


lilia mengangguk "iya, aku hanya akan jadi milikmu" balas lilia tersenyum


__ADS_2