
tak terasa waktu 6 bulan terlewati dengan sekejap mata. 6 bulan di inggris harus lilia lewati dengan sepi karena kesibukan hafizhan dan dirinya yang selalu di nomor duakan setelah tugas kuliah dan pekerjaannya
lilia melihat sekeliling terlihat sepi "lebih baik jalan-jalan saja" gumam lilia bergegas berganti pakaian
lilia memilih deretan toko yang berada di sepanjang jalan untuk ia lihat-lihat dan membeli beberapa barang di sana
"lapar" gumam lilia mengelus perutnya yang sudah meronta-ronta untuk di isi
"ah makan disana saja " putus lilia saat melihat restoran spaghetti
lilia memilih tempat duduk di bagian ujung. lilia memanggil pelayan dengan lambaian tangan " saya pesan ini dan ini" tunjuk lilia pada daftar menu restoran itu
saat sedang menunggu pesanannya, mata lilia membelalak tajam "hafizhan" gumam lilia saat melihat hafizhan datang bersama seorang wanita bule, cantik dan seksi
hafizhan dan wanita tersebut duduk tak jauh dari lilia. lilia pun lebih mudah mengawasi dan mendengar isi obrolan mereka
"gimana tuan hafizhan, apa setuju dengan proposal kami? " tanya wanita tersebut
hafizhan membolak balikan halaman dokumen tersebut "iya saya setuju, nanti akan saya sampaikan pada atasan saya untuk di tandatangani" balas hafizhan menerima proposal wanita tersebut dan menyimpannya dalam tak kerjanya
hafizhan makan dan saling bercanda membuat hati lilia tercubit " aku saja tak diberi kesempatan melihat tawamu itu" gumam lilia mendengar suara tawa hafizhan yang jarang sekali lilia dengar belakangan ini
pesanan lilia datang dan lilia menyantapnya dengan lahap sambil mencuri dengar obrolan hafizhan bersama kolega bisnisnya "ternyata aku tak sebanding dengan pekerjaanmu sampai membuatmu tak menganggap ku ada" gumam lilia yang berkali kali menelfon hafizhan tapi di abaikan dan lilia melihatnya secara langsung saat hafizhan hanya melirik ponselnya yang bergetar
"aku ingin jalan-jalan karena bosan, jangan tunggu aku pulang" pesan lilia yang dikirim pada hafizhan
lilia berjalan-jalan di salah satu taman kota, melihat ada bangku kosong lilia memutuskan duduk " apa aku tak sebanding dengan ambisi mu"gumam lilia melihat ponselnya yang tak ada notifikasi apapun ataupun pesan dari hafizhan
setelah cukup lama duduk, lilia memutuskan untuk pulang ke apartemen karena waktu yang sudah malam
__ADS_1
"ceklek" lilia membuka pintu apartemen hafizhan
"dari mana saja kamu! " teriak hafizhan mengagetkan lilia
lilia cukup terkejut tapi coba ia abaikan dan menaruh sepatunya dalam lemari khusus alas kaki " dari jalan-jalan" balas lilia datar merapihkan sepatunya
hafizhan mendekati lilia "kenapa kau tak memberitahuku, kau tahu aku sangat mengkhawatirkan mu tak mendapatimu di apartemen" ucap hafizhan
lilia terkekeh " lihat ponselmu" pinta lilia dengan wajah kesalnya
hafizhan mengecek ponselnya yang terdapat 10 panggilan dari lilia dan sebuah pesan "maaf lilia, aku tak tahu kalau kau menelfon ku sejak tadi" ucap hafizhan
"tentu saja kau tak tahu, karena kau tak perduli padaku dan hanya sibuk dengan urusanmu saja" balas lilia
"aku benar-benar minta maaf lilia" pinta hafizhan
"tolong pahami aku lilia? " ucap hafizhan menghentikan langkah lilia
lilia terkekeh, menatap tajam hafizhan " apa tak bisa sebentar saja, barang sebentar kau menemaniku. 6 bulan zhan aku disini dan hanya kau anggap sebagai barang saja. sekalipun kau tak pernah mengajakku keluar ataupun sekedar mengobrol lama denganku" keluh lilia "telfonku saja sering kau abaikan" lilia mendekat ke hadapan hafizhan menatapnya tajam "apa aku hanya penghangat ranjangmu saja! " bentak lilia yang mulai hilang kesabaran dengan hafizhan
hafizhan terperangah dengan ucapan lilia
"gak gitu sayang, aku sibuk kan demi masa depan kita" balas hafizhan
"masa depan kau bilang? masa depan seperti apa? " tanya lilia
. " aku ingin memberikan kehidupan yang nyaman untukmu" balas hafizhan
"aku bukan orang mengutamakan materi zhan, walaupun tanpa bantuanmu aku juga masih bisa menuruti keinginanku dengan hasil kerja kerasku. aku hanya meminta sedikit waktumu untukku, apa itu begitu sulit" ucap lilia dengan suara lirih dan sorot mata sendu
__ADS_1
hafizhan berbalik mengusap wajahnya dan menghela nafas panjang " mungkin lebih baik kau pulang ke Indonesia dan kita akan membahas pernikahan setelah aku pulang ke sana" ucap hafizhan
lilia membelalakan matanya lebar "heheheh" lilia terkekeh "kau mengusirku?" tanya lilia tak percaya
hafizhan memeluk erat lilia "bukan seperti itu sayang, aku hanya ingin kau tenang di sana. disini aku tak ada waktu untuk menemanimu karena kesibukkan ku" ucap hafizhan lirih
lilia melepas pelukan hafizhan paksa " berapa kali aku bilang, aku tak menuntut materi darimu. aku bisa membantumu mencari uang! " teriak lilia
hafizhan mulai tersulut emosi "aku yang tak bisa membiarkanmu bekerja untuk membantuku. karena aku mampu mencukupi semua kebutuhanmu. aku pasti bisa memberikan kehidupan jauh lebih baik dari saat kau tinggal bersama orang tuamu" ucap hafizhan menepuk-nepuk dadanya menunjuk dirinya
lilia tersenyum kecut "aku pikir kau akan bahagia dengan keberadaan ku di sampingmu tapi nyatanya aku hanya sebuah beban untukmu " lilia berbalik memunggungi hafizhan " baik aku akan pulang besok" ucap lilia tak ingin berdebat lagi dengan hafizhan
hafizhan mengejar lilia, menarik lilia dalam pelukannya "jangan bilang seperti itu sayang, aku bahagia sekali kau datang dan kau sama sekali bukan beban untukku. tapi kali ini aku benar-benar sedang sibuk sayang" ucap hafizhan
"hmmmmm" balas lilia mendorong hafizhan menjauh "aku akan pulang dan tak akan membahas pernikahan lagi denganmu. terserah mau menikah atau tidak" gumam lilia
hafizhan kembali menarik lilia ke dalam pelukannya, menangkup wajah lilia mencium bibir ranum lilia, menghisapnya dan memangut dengan lembut "maafkan aku sayang, aku janji akan lebih mengutamakan dirimu sepulang aku nanti ke Indonesia" lilia tak sanggup menahan air matanya yang terjun bebas dari sudut matanya
hafizhan mulai menyentuh setiap inci tubuh lilia dengan penuh hasrat. awalnya lilia menolak tapi hafizhan memberikan sentuhan demi sentuhan memabukkan membuat lilia menyerah dan pasrah terhadap perbuatan hafizhan
"aaaahhh" ******* pelepaaan hafizhan dan lilia menggema di seluruh ruangan
setelah selesai bercinta lilia merebahkan tubuhnya di samping hafizhan. hafizhan mengecup kening lilia lembut
"maaf sayang tadi aku tidak pakai pengaman dan kelepasan di dalam" ucap hafizhan merasa bersalah pada lilia karena biasanya hafizhan sangat berhati-hati agar lilia tak hamil
lilia hanya diam saja tak menanggapi hafizhan "tapi jangan khawatir sayang kalaupun dia ada" hafizhan mengelus perut rata lilia"tak masalah karena kita akan segera menikah" ucap hafizhan tersenyum merengkuh tubuh lilia dari belakang
tak berselang lama hafizhan memejamkan matanya mengeluarkan suara dengkuran halus "sebenarnya apa yang kau inginkan zhan? aku benar-benar tak mengerti. kenapa aku merasa tak ada artinya sama sekali di matamu" batin lilia menggenggam erat tangan hafizhan yang memeluknya menumpahkan cairan bening dari sudut matanya tanpa suara
__ADS_1