Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Kenyataan yang mengejutkan


__ADS_3

kaila dan ke lima sahabatnya melakukan sesi konseling sampai jam 3 sore


cukup lama memang karena diselingi dengan canda tawa para sahabat yang jarang menghabiskan waktu bersama karena ke sibukkan mereka masing-masing


" kai sudah sore kami pamit ya" ucap kevin ingin cepat-cepat pulang dari rumah angel


kaila terkekeh "takut ketemu om sakti ya? " ledek kaila


kevin menajamkan pandangannya ke arah kaila " ih ngeledek saja" kevin menoleh ke arah ketiga sahabatnya " udah yuk pulang" kevin menarik tangan hafis, arga dan morgan agar cepat pulang


kaila dan angel melihat kepergian empat serangkai somplak sembari tersenyum simpul


" kai kamu pulangnya nanti ya, tunggu mas sakti pulang, nanti dia ngomel-ngomel lagi kalau kamu langsung pulang tanpa menyapa om mu itu " pinta angel


" iya" balas kaila


angel mengusap bahu kaila " ya sudah kamu tunggu di ruang keluarga dulu ya, aku mau mandi dulu rada panas soalnya" ucap angel


" ok tante" balas kaila


angel menatap tak suka ucapan kaila yang memanggilnya tante "jangan panggil itu" ucap angel kesal


" ya kenapa? kan kamu istrinya om aku jadi ya tanteku dong" balas kaila terkekeh


"pokoknya malas" balas angel bergegas masuk kamarnya untuk mandi


kaila menonton TV sambil memakan camilan yang disediakan pelayan untuk menunggu kepulangan om sakti


" ya ampun kai ternyata kau disini! berapa kali om menelfon mu tapi tak kau angkat hah? " Teriak om sakti saat memasuki rumah dan melihat keberadaan kaila yang sedari tadi ia cari


kaila menatap tajam om sakti "apaan sih om datang-datang kok teriak gitu, biasa saja kali? " tanya kaila tetap asyik memakan camilannya


"liat ponselmu berapa banyak panggilan dari om" pinta om sakti  dengan raut wajah kesal pada keponakannya itu


kaila mengambil ponselnya untuk mengeceknya " banyak amat om, maaf ya om tadi kaila silent karena sedang konseling memang ada apa om mencari kaila? " tanya kaila


om sakti menghampiri kaila duduk disampingnya "tau gak om hari ini ada dapat kabar menggemparkan " ucap om sakti semangat


"kabar apa? " Tanya kaila masih asyik memakan camilannya


"tadi kan om dateng ke rumah tua bangka nyebelin itu karena dia menghubungi om terus, jadi om ke sana dan waktu om ke sana dia cerita banyak hal tentang kejadian tempo dulu yang mencengangkan buat om" ucap om sakti tanpa jeda


"tenang geh om kalau cerita itu ada jedanya dan langsung ke intinya saja. nah sekarang apa hubungannya dengan kai kan kai gak kenal sama si tua bangka nyebelin siapa itu" balas kaila


" ih sih doni lo kai, dia cerita tentang suami kamu" ucap om sakti menjelaskan


"suamiku? emang cerita apa? " tanya kaila meletakkan camilannya dan menatap om sakti dengan serius


"dia anak kandung hafizhan adhitama" ucap om sakti setengah berteriak

__ADS_1


" apa?! " teriak kaila terkejut


"dia bilang ke om, kalau hafizhan adhitama gak bunuh orang tua virza, tapi nyoba nyelamatin mereka, ibunya virza sih tepatnya saat itu tapi karena kecelakaan itu begitu parah orang tua virza meninggal di tempat.


waktu dan tempat yang salah membuatnya seolah bersalah dan dia minta doni menutupi kejadian itu karena gak mau virza tahu tentangnya" ucap om sakti


" tapi om suamiku sudah mulai mencari tahu tentangnya" balas kaila cemas


" kata doni, lebih baik jangan cari tahu tentangnya karena kalau suami kamu sampai tahu kenyataan ayah yang selama ini dia anggap ayah kandungnya ternyata bukan, dan ayah kandungnya adalah orang yang dianggap sebagai pembunuh maka hati suami kamu gak akan sanggup menerima" ucap om sakti


"tunggu dulu om kaila masih belum bisa mencernanya" ucap kaila meminta jeda sebentar untuk berfikir


"jadi gini kai kata doni, ibunya virza pernah pacaran sama Adhitama cukup lama tapi entah karena apa malah menikah dengan bagaskara terus semenjak itu mereka selalu berseteru merebutkan harta keluarga" balas om sakti


" oh ya dan yang terpenting kai om dengar dari boy kalau dia tahu kamu menyeledikinya jadi dia datang ke kantor suami kamu untuk memperingatinya" ucap om sakti


"apa?! " balas kaila bergegas pergi tanpa berpamitan dengan om sakti


"eh kai gak makan malam dulu apa? " ucap angel melihat kepergian kaila yang terburu-buru


angel menatap suaminya " dia kemana mas kok cepet amat larinya" tanya angel


" mengatasi perang Dunia" balas om sakti setengah bercanda


"perang Dunia apa? " balas angel bingung


" sudah lah sayang lebih baik temani mas makan, mas lapar" ucap om sakti mengalihkan perhatian angel


" halo, siapa ini? " tanya kaila saat mengangkat telfon dari nomor yang tak dikenalnya


" saya hafizhan adhitama, sebaiknya kita bertemu sekarang" ucap tuan adithama


"untuk apa? " tanya kaila


"untuk memperjelas semuanya, dan agar kau bisa tahu apa yang harus kau bicarakan dengan suamimu nanti" ucap tuan adhitama


kaila langsung putar balik menuju alamat yang disebutkan


kaila sampai di sebuah rumah yang cukup besar, ia dipandu seorang pelayanan, langkahnya terhenti sesaat kala melihat sebuah foto besar yang terasa tak asing di hadapannya tapi seperti pernah melihatnya


"bukankah dia cantik? " tanya tuan Hafizhan saat melihat kaila melihat foto dihadapannya dengan heran


kaila menoleh sekilas ke arah tuan hafizhan "langsung saja pada intinya, untuk apa anda ingin bertemu" tanya kaila langsung pada intinya saat bertemu dengan tuan Hafizhan


tuan hafizhan menyunggingkan senyumnya "mungkin kau sudah sedikit tahu" balas tuan hafizhan


kaila menyipitkan matanya "anda sengaja membuat saya tahu? " tanya kaila


"kalau benar-benar mencintai suamimu buat dia tidak mencari tahu tentangku" pinta tuan Hafizhan

__ADS_1


"kenapa dia gak boleh tahu kalau kau ayahnya? " tanya kaila langsung pada intinya


tuan hafizhan terkekeh "perseteruan ku dengan bagaskara selama ini membuatku jadi pria yang buruk di matanya, aku menggunakan segala cara menghancurkannya karena dia merebut kasih sayang ayah dan merebut wanitaku jadi bagaimana bisa dia menerima punya ayah sepertiku, lebih baik seperti ini" ucap tuan Hafizhan


kaila kembali melirik foto di hadapannya "apa anda begitu mencintai ibu mas virza? " Tanya kaila


"tentu saja, bahkan sampai detik ini aku tak menikah karena tak bisa melupakannya" ucap tuan Hafizhan memandang foto seorang wanita yang cukup besar


"apa dia ibu mas virza? " Tanya kaila memandang foto besar itu


" iya" balas tuan hafizhan


"mungkin kalau kau bicara baik-baik dengannya dia tak akan membencimu" ucap kaila


"biarlah dia menganggap ayahnya adalah bagaskara" balas tuan hafizhan


" anda mengenal ayahku bukan? " Tanya kaila penasaran akan cerita ayahnya yang begitu banyak terkait dengan tuan hafizhan


"ya, dia sahabatku satu-satunya yang percaya bahwa aku orang baik" balas tuan hafizhan


"jadi ayah membantu mas virza karena permintaan anda? " Tanya kaila


tuan hafizhan menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman "memang tak salah kamu jadi putrinya, kau pintar sama seperti ayahmu dan baik hati sama seperti ibumu" balas tuan adhitama


kaila menghela napas panjang tak mengerti jalan pikiran tuan hafizhan"kenapa anda membuat jalan yang sulit untuk suamiku? " Tañva kaila


"aku hanya tak ingin dia kecewa punya ayah seperti ku" balas tuan Hafizhan dengan mata berkaca-kaca


"sampai kapan anda mau menutupinya? " tanya kaila


" sampai aku mati" balas tuan hafizhan


kaila menoleh ke arah tuan hafizhan memberikan tuan hafizhan sebuah tatapan tajam " baik, aku pegang ucapan anda" ucap kaila


***


kaila bergegas pergi menuju kantor suaminya, ia berlari dengan tergesa-gesa menuju ruangan virza


kaila berpapasan dengan raka yang sedang di depan ruangan virza "dimana suamiku? " tanya kaila


"di dalam nyonya" balas raka


kaila melihat jam dinding sudah pukul 8 malam " pulang saja, aku yang akan mengurusnya" ucap kaila


"baik nyonya" balas raka meninggalkan kantor


kaila membuka pintu dan melihat suaminya yang menangis lirih dengan menutupi wajahnya menggunakan kedua tangan


"mas" sapa kaila menghampiri virza

__ADS_1


virza menatap arah suara yang datang "kai" ucap virza langsung memeluk kaila erat dan menangis sesenggukan


"menangislah kalau itu bisa mengurangi bebanmu mas, kaila disini menemani mas" ucap kaila balik memeluk virza


__ADS_2