Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Keluarga yang punya sifat sama dan tak jauh beda


__ADS_3

Virza mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi . tak berapa lama virza sampai di tempat tujuan, virza turun dari mobilnya melangkahkan kakinya  dengan cepat  “tuan hafizhan ada?” tanya


virza pada pelayan di rumah tuan hafizhan


para pelayan tuan hafizhan menatap virza dengan heran “ada tuan, saya panggilkan dulu ya. Silahkan duduk tuan” balas pelayan tuan hafizhan mempersilahkan virza duduk dengan sopan


Virza memilih melangkah ke arah foto besar di ruang tamu yang Nampak terlihat jelas senyum di wajahnya, yang selama ini tak pernah ia lihat sepanjang hidupnya


“cantik kan?” tanya tuan hafizhan ikut menatap foto itu, bersebelahan dengan virza


mata virza mulai mengembun tetap memandang foto besar itu “dari mana anda mendapatkan foto ini, sejauh yang aku ingat mama tak pernah tersenyum seperti ini?” tanya virza tanpa mengalihkan pandangannya dari foto mendiang mama lilia yang tersenyum lebar


tuan hafizhan membayangkan kenangan dulu saat lilia menemani dirinya berjalan-jalan “ini foto saat ibumu menemaniku membuang penat saat aku menggarap skripsi” ucap tuan hafizhan menoleh pada virza


Virza berbalik dan menatap tajam tuan hafizhan “apa maksud anda memperlihatkan ini padaku?” tanyanvirza meminta penjelasan


Tuan hafizhan tersenyum  “ah, sepertinya kau tahu” gumam  tuan hafizhan melihat tatapan virza padanya yang seolah tak terkejut tentang foto lilia


“Memang tak salah kalau kau anakku" tambah tuan hafizhan terkekeh


"Apa maksudmu?!" teriak virza kesal dengan tuan hafizhan yang dengan enteng mengatakan dia anaknya


tuan hafizhan menghela nafas panjang " aku tak ada maksud apapun. Aku hanya ingin menghabiskan sisa hidupku dengan bersantai” balas tuan hafizhan datar kembali menatap foto mama lilia


“pengalihan seluruh harta?  Apa itu bukan tanpa maksud?” tanya virza tak terima dengan penjelasan tuan hafizhan padanya yang masih sulit virza pahami


“hanya sudah tak mampu mengurusnya saja. jadi ingin memberikannya padamu karena itu hak mu, disitu ada kerja keras kedua kakek mu yang aku rebut dulu” ucap tuan hafizhan datar


virza mengeratkan rahangnya menahan emosi di dadanya “apa kau pikir aku akan memaafkan mu dengan berbuat seperti ini?” tanya virza


“aku saja tak pernah memaafkan diriku. Jadi untuk apa aku memohon maaf mu” tuan


hafizhan menatap virza dengan tersenyum

__ADS_1


“kau tahu? Apa yang ibumu ucapkan saat menghembuskan nafas terakhirnya ?” tanya tuan hafizhan yang di jawab gelengan kepala oleh virza


tuan hafizhan tersenyum memandang virza “dia memintaku menjagamu dan jangan menyakiti hatimu, dia bilang padaku bahwa bagimu kak bagaskara jauh  lebih berharga ketimbang dia ibu kandungmu dan apalagi aku ayah kandung yang tak pernah diketahui olehmu ” ucap tuan hafizhan terkekeh tapi matanya mulai berkaca-kaca


“haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaakh!" teriak hafizhan  menyalurkan kesal yang ia rasa "Untuk apa kau mengucapkannya?!” tanya virza kesal dengan tuan hafizhan


“karena kau yang terlalu pintar pasti sudah menyadarinya bahwa bagaskara bukan ayah kandungmu tapi akulah ayah kandungmu. jadi buat apa aku menutupinya lagi ” balas tuan hafizhan datar


“kau!" tunjuk virza pada tuan hafizhan "jangan memajang foto mamaku, aku sama sekali tak suka!” bentak virza membuang mukanya


“kau boleh minta apapun, tapi tidak untuk ini” balas tuan hafizhan tetap menatap foto mama lilia


" ah memang sulit bicara dengan tua bangka nyebelin seperti anda" virza pergi dari rumah tuan hafizhan dengan kesal menahan amarah pada tuan hafizhan yang sulit untuk di ajak bicara menurut virza


“aaahhh" tuan hafizhan menghela nafas panjang "dia sama sepertimu, suka merajuk” gumam tuan hafizhan


mendengar suara mesin mobil yang makin menjauh tuan hafizhan sudah tak mampu menahan tangisnya “hiks hiks hiks “ kapan kau menjemput ku lilia, aku sangat merindukanmu. sangat dan sangat merindukanmu” tangis tuan hafizhan secara tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangan dari foto lilia kennedy di hadapannya


***


"mas virza kok gak pulang-pulang" gumam kaila berjalan bolak-balik seperti mesin setrika


“tin tin tin” bunyi klakson mobil berhenti depan rumah kaila


“ah pasti itu mas virza pulang” gumam kaila bergegas menuju halaman depan tempat mobil virza terparkir


“mas” panggil kaila melihat suaminya turun dari mobil


Virza sudah tak mampu membendung air matanya “kai” tangis virza berlari  memeluk istrinya


Kaila membalas pelukan virza, mengelus punggung virza lembut “mas gak papa?” tanya kaila merasa cemas


virza terisak dalam pelukan kaila “siapa yang bilang mas gak papa? Mas sebal banget sama sih tua Bangka itu! “ ucap virza dengan kesal

__ADS_1


kaila menautkan kedua alisnya " sebal kenapa?” tanya kaila lirih


“dia itu gak minta maaf sama sekali sama mas, dan dia bilang gak butuh maaf dari mas karena dia sendiri saja gak maafin dirinya jadi buat apa mas maafin dia. Nyebelin gak kai? " tanya virza dengan suara tinggi


Kaila terkekeh mendengar penuturan virza “sama, memang sama” cicit kaila mendengar rajukan suaminya


virza menautkan kedua alisnya memandangi kaila istrinya “sama apanya?” tanya virza tak paham dengan maksud istrinya


“sama angkuhnya kaya mas, ayah dan anak emang sama, dan itu turun juga ke anakmu, makanya kaila bilang sama!" ucap kaila meninggikan suaranya lalu kembali tertawa


Virza menunjuk dirinya “aku sama kaya dia?" virza menggoyang-goyangkan jari telunjuknya” gak ada kata sama antara aku dan dia ” ucap virza menunjuk udara seolah menunjuk tuan hafizhan


kaila mengalah dan menyudahi perdebatannya


“iya” ucap kaila mengelus lengan virza “tapi mas tahu kan penyakitnya?” tanya kaila


Virza mengangguk “mas sudah tahu dari kak boy. dan mas juga sudah cari tahu tentang donor untuknya” balas  virza


“mas masih peduli sama ayahnya mas ya?” tanya kaila terkekeh


Virza gugup “peduli apa? hanya ingin membantu saja, kan dia kasih uangnya ke mas jadi harus mas bantu kan” ucap virza gengsi


“iya ya” balas kaila membawa virza untuk masuk ke dalam rumah


***


Keadaan virza dan tuan hafizhan adithama mulai membaik dengan bantuan kaila, zian juga sudah mulai memanggilnya kakek, kaila pun memanggil ayah, tapi virza masih tak mau memanggil hafizhan ayah karena masih kesal dengan ucapan tak butuh kata maaf dari tuan hafizhan tempo lalu


alhamdulillah cerita untuk Menikah karena perjodohan season 1 selesai ya..


tapi nerissa akan lanjutkan season 2 ya...


semoga para pembaca tetap setia membaca novel nerissa ningrum Menikah Karena Perjodohan

__ADS_1


terima kasih banyak☺


__ADS_2