
rafasya menoleh ke arah sumber suara. Mata rafasya terbelalak lebar saat melihat siapa yang memanggilnya
“ayah!” ucap rafasya menarik lengannya yang memeluk ningrum dengan gerakan cepat, rafasya bergegas turun dari ranjang aira, berdiri tegak di hadapan ayahnya
Ningrum membuka matanya saat ada suara yang cukup menusuk telinganya “ada apaan sih kak?” tanya ningrum menarik baju rafasya yang berada di sampingnya mengucek-ngucek matanya yang baru bangun tidur
Ayah kevin mengeratkan rahangnya menggertakan giginya. menggebrak pintu kamar ningrum cukup keras, melangkah masuk ke kamar ningrum menghampiri rafasya anaknya “plak” ayah kevin menampar pipi rafasya cukup keras
Rafasya mengelus pipinya yang berdenyut nyeri. mengusap sudut bibirnya yeng mengeluarkan darah segar
“apa ini didikan ku padamu!” bentak ayah kevin
Ningrum yang melihat adegan tersebut langsung berdiri mengusap pipi rafasya “kenapa om
nampar kakak? Kakak salah apa?” tanya ningrum khawatir dengan pipi rafasya yang tercetak jelas bekas tangan berwarna merah itu
ayah kevin menatap tajam ke arah ningrum “diam kamu rum, om lagi bicara dengan anak om yang kurang ajar ini” ucap ayah kevin melarang ningrum bicara
“tapi om” balas ningrum tak terima
Mama Karin bergegas menarik ningrum untuk menjauh “biarkan om kamu bicara dengan kakakmu” pinta mama Karin
Ayah kevin menatap tajam ke arah anak laki-lakinya itu “coba jelaskan! Kenapa kau bisa ada di kamar ningrum dan tidur satu ranjang dengannya!” bentak ayah kevin
meminta penjelasan
rafasya menunduk tak mampu bicara “itu…”ucap kevin tak mampu berucap
“apa ini kelakuanmu di belakang kami? orang tua ningrum meminta kamu menjaganya bukan merusaknya. Kalau bukan karena bibi yang kerja disini nelfon om sakti, mana mungkin kita bergegas datang kesini untuk memeriksanya” ucap ayah kevin dengan wajah merah padam
pelayan di rumah ningrum tak sengaja melihat rafasya dan ningrum yang tidur satu ranjang dari balik celah pintu ningrum yang tak tertutup rapat, saat pelayan sedang membersihkan lantai bagian atas tempat kamar ningrum berada
Rafasya yang awalnya hanya menunduk kini mendongak “kakek sakti tahu?” tanya rafasya cemas
Ayah kevin tersenyum kecut “takut kamu? Setelah kakeknya tahu cucunya di goda olehmu” balas om kevin tajam
ningrum mulai tak tega dengan rafasya yang makin di pojokan “kakak gak gitu om, ningrum yang minta kakak nemenin ningrum semalem jadi bukan salah kakak, lagian kita gak ngapa-ngapain om”ucap ningrum membela rafasya
__ADS_1
Semua orang mendelik kerah ningrum, tak percaya kata ningrum yang meminta rafasya menemaninya “diam kamu rum” pinta rafasya, yang tak ingin ningrum melanjutkan ucapannya
***
Keluarga kakek sakti yang sudah datang mengajak keluarga rafasya untuk berkumpul di ruangan keluarga ningrum melakukan video call dengan ayah virza serta mama kaila untuk menceritakan kejadian yang terjadi
“jadi saat kami sampai, kami melihat rafasya tidur di kamar ningrum sambil memeluknya bahkan menciumnya” ucap ayah kevin dengan wajah lesu menceritakan peristiwa yang barusan terjadi
Ayah virza hanya diam saja dengan ekspresi datarnya dan mama kaila menutup mulutnya tak percaya
ayah kevin menunduk malu “maafkan aku ya za, kai, anakku malah berbuat kurang ajar pada putrimu” ucap ayah kevin memohon maaf pada para sahabatnya
“tapi om, kita gak ngapa-ngapain” ucap ningrum menambahi
ayah virza menghela nafas panjang “sekarang om mau tanya sama kamu sya, apa yang ingin kamu ucapkan ke kita?” tanya ayah virza pada rafasya
rafasya menundukkan wajahnya “maaf om” ucap rafasya dengan wajah tertunduk merasa bersalah
“karena kejadiannya sudah begini, ya sudah kalian nikah saja!” putus ayah virza
Rafasya dan ningrum membelalakan matanya lebar menatap layar tv yang di jadikan sambungan video call “apa?!” teriak rafasya dan ningrum serempak
“kamu tuh seorang gadis, dengan kejadian ini bagaimana kamu bisa dapat pasangan yang baik nanti?" tanya mama kaila
Rafasya menatap ningrum dengan rasa bersalah tapi ia hanya bisa diam saja, tak mampu berucap sepatah katapun
“ya sudah kalau ningrum gak nikah-nikah. Pokoknya ningrum gak mau nikah sama kakak” balas ningrum melipat tangannya di dada dan membuang muka kasar
Hati rafasya begitu sakit mendengar ningrum yang tak mau menikah dengannya, walaupun
dia sendiri pun tak pernah berfikir akan menikah dengan ningrum dengan cara seperti ini
“ok. kalau gitu” ayah kevin mendongak menatap ayah virza yang berada di layar
“kita laporkan rafasya saja pada polisi dengan tuduhan pelecehan, jadi nama ningrum tetap terjaga” usul ayah kevin
“yah!”teriak mama Karin “dia itu anak kita satu-satunya, tega kamu!”teriak mama Karin merangkul tubuh rafasya, tak rela suaminya memasukkan anak satu-satunya ke penjara
__ADS_1
“dia itu udah salah mah” balas ayah kevin dengan wajah sendu
Ningrum dilema “om jangan laporin kakak, ningrum gak mau kakak dipenjara” ucap ningrum mengguncang lengan ayah kevin
“ini demi nama baik kamu rum, soalnya cerita kamu tidur satu kamar dengan rafasya sudah tersebar” balas ayah kevin
rafasya tak tega melihat wajah sedih ningrum “udah gak papa rum, kakak gak papa di penjara demi menjaga nama baik kamu dan tetap jaga kamu bisa nikah dengan orang baik" balas rafasya memaksakan senyumnya
Kakek sakti berdiri dan menghampiri rafasya “oke kalau gitu kita ke kantor polisi sekarang untuk buat laporan”ajak kakek sakti menarik lengan rafasya
Ningrum menahan tangan rafasya “ jangan kek” pinta ningrum menggelengkan kepalanya dengan mata mulai berkaca-kaca
“kan kamu sendiri yang gak mau nikah sama dia? jadi demi jaga nama baik kamu dia harus di penjara” balas kakek sakti melepas tangan ningrum kasar dan menarik rafasya
Air mata ningrum mulai terjun bebas dari sudut matanya “enggak” ningrum berlari memegang kakeknya “enggak kek, ningrum yang salah bukan kakak, ningrum yang manja sama kakak” ningrum merosot memegang tubuh kakeknya “jangan bawa kakak kek” mohon ningrum dengan isak tangis
Rafasya tak tega dengan tangisan ningrum yang memilukan “jangan nangis rum, kak kuat liat kamu nangis gini” ucap rafasya berjongkok mensejajarkan tubuhnya mengusap pipi ningrum yang sudah basah
“ningrum gak mau kakak masuk penjara, kakak gak salah” ucap ningrum dengan isak tangis
Raka yang jadi penonton geleng-geleng kepala melihat adegan di depannya “kalau kamu gak mau rafasya masuk penjara, ya udah nikah aja! Gampang kan” ucap raka anak kakek sakti dan oma angel yang datang belakangan karena harus mengurus acara pesta di rumahnya yang harus di tunda karena kejadian ningrum
Rafasya dan ningrum menatap raka dengan tatapan tak pecaya “kan salah kalian sendiri ngapain tidur satu ranjang dengan tanpa status yang jelas. ya terima resikonya, mau nikah atau masuk penjara? Sesimpel itu kok pusing” ucap raka datar
“plak” oma angel memukul kepala raka dengan tasnya “kalau ngomong itu yang benar raka!” bentak oma angel
Raka mengaduh kesakitan “kok raka yang kena sih mah?” kesal raka karena mendapat pukulan dari mamanya
“udah yuk buruan ke kantor polisi” ajak kakek sakti mengabaikan pertengkaran istri dan anaknya, menarik tubuh rafasya agar berdiri
Ningrum menahan lengan rafasya membuat semua orang menatap ke arah ningrum
“aku akan menikah dengan kakak jadi jangan bawa kak rafasya ke kantor polisi” ucap ningrum
“apa?!” teriak rafasya tak percaya dengan apa yang ia dengar
Ningrum beranjak dari duduknya melepas pegangan tangan kakek sakti dari tangan rafasya
__ADS_1
“aku akan menikah dengan kak rafasya jadi gak ada alasan kakek untuk membawanya” ucap ningrum menatap tajam kakeknya