
“malam semuanya” sapa ningrum pada seluruh anggota keluarganya yang sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menonton TV
kak aditya menatap tak suka kepulangan adiknya yang sudah melewati jam 10 malam “dari mana kamu jam segini baru pulang?” tanya kak aditya dengan nada tinggi
ningrum duduk di sebelah mama kaila memeluknya erat sambil mengambil camilan di tangan mama kaila “dari liat konser” jawab ningrum datar
“sama siapa!?” tanya kak aditya melotot
ningrum memasukkan camilan ke dalam mulutnya “sama kak raksa” balas ningrum datar
kak aditya membelalakkan matanya lebar “siapa yang izinin kamu sama dia?!” bentak kak aditya kesal
“noh mami” tunjuk ningrum pada mamanya dengan tatapan matanya yang tepat berada di sampingnya
Mami kaila melotot pada kak aditya “ngapa memang kalau mami ngizinin adik kamu nonton konser?" tanya mama kaila
Kak aditya ketakutan mendengar mamanya yang memberi izin ningrum nonton konser tanpa sepengetahuan dirinya “ gak mih, kirain ningrum seenaknya nyelonong pergi" balas kak aditya terkekeh menahan ketakutannya
mama kaila berbalik tersenyum pada ningrum “kamu ngapain saja disana?” tanya mami
kaila
“nonton EXO lah mah, emang ngapain lagi” jawab ningrum datar
“selain itu?” tanya mami kaila penasaran
Ningrum memegang sudut kepalanya dengan telunjuk tangan “ oh sama kak raksa ngajak ningrum pacaran” jawab ningrum datar
“apa!?” teriak semua anggota keluarga ningrum terkecuali mama kaila yang senyum-senyum sendiri
Mami kaila menatap tajam keluarganya “hussst” mengisyaratkan semua orang untuk diam
“terus kamu pacaran sama kak raksa kamu itu?” tanya mami kaila semangat
“ningrum menggeleng “ enggak” balas ningrum
mama kaila membelalakkan matanya memundurkan tubuhnya kebelakang “lah kenapa ?” tanya mami kaila heran
ningrum menyudahi makan camilannya “ya iya lah mah. ningrum tolak, secara ningrum masih kelas 2 SMA masa mau pacaran, ih ogah ah mi, mending main sama temen-temen ningrum saja” balas ningrum polos
“hahahahahaha” tawa renyah keluarga ningrum mendengar jawaban anggota keluarga termudanya
__ADS_1
Mami kaila memanyunkan bibirnya kesal “kenapa gak ada anak mami yang punya pacar sih” gumam mami kaila kesal memakan camilannya
ayah virza gemas melihat mama kaila “kamu aja dulu gak pernah pacaran kan kai, yang ada langsung nikah sama aku” ejek ayah virza
Mami kaila melotot pada ayah virza suaminya “sama aja kali, mas aja gak pernah pacaran dan langsung nikah sama kaila ” balas mami kaila tak mau kalah
ningrum mulai risih dengan perdebatan keluarganya itu “udah ah ningrum mau mandi dan tidur” ucap ningrum menaiki tangga menuju kamarnya
“lucu banget anak kamu, gabungan dari kita ya kai” ucap ayah virza melihat kepergian ningrum anaknya
“gabungan apa? Yang ada sifat kamu semua turun ke dia “ balas mama kaila kesal
sesampainya di kamar, ningrum langsung bergegas mandi dan berganti pakaian tidurnya yang bernuansa kartun beruang madu berwarna kuning itu kesukaan ningrum
Ningrum mengeringkan rambutnya yang basah karena habis keramas dengan hairdryer. “apaan tuh” ningrum mendengar suara dari balik jendela kamarnya yang mencurigakan menurutnya
Ningrum bersiap di dekat jendela kamar dengan sebuah buku besar “bugh” ningrum memukul kepala orang yang masuk kamarnya tiba-tiba
“aduh” teriak seorang pria kesakitan memegangi punggungnya yang terkena timpukan buku
“mampus kamu, berani-beraninya maling ya” bentak ningrum melihat pria itu kesakitan
ningrum langsung melempar bukunya ke sembarang arah setelah tahu rafasya lah yang kena timpuk “ya ampun kak, ngapain kakak masuk kamarku malam-malam gini ” tanya ningrum
rafasya memilih duduk di tepi ranjang ningrum “kakak mau nanyain kabar kamu” balas kak rafasya menatap ningrum
ningrum menautkan kedua alisnya “kenapa gak telfon saja” tanya ningrum
“kalau bisa ngapain kaka manjat dinding, malam-malam gini, kalau ketahuan ayah kamu bisa mati aku kena amuk ” balas kak rafasya
Ningrum melihat ponselnya dan terkekeh
“maaf lupa cas” ningrum bergegas mengisi daya baterai ponselnya
kak rafasya mendelik tajam arah ponsel ningrum yang mati "kebiasaan deh suka lupa isi baterai" gumam kak rafasya menatap tajam ningrum "kamu gak tahu seberapa khawatirnya aku karena kamu gak balas pesanku, sampai bela-belain manjat tembok rumah orang" ucap kak rafasya berkacak pinggang
ningrum yang tahu kemarahan kakaknya itu pun menampilkan senyum termanisnya "maaf" ningrum bergelayut manja di lengan kak rafasya "maaf ya kak, tadi terlalu asyik nonton konser sih" balas ningrum dengan suara manjanya
rafasya menyipitkan matanya " konser? konser apa? " tanya rafasya
"konser EXO, Ningrum seneng banget bisa lihat CHEN dari dekat seperti tadi" Ningrum mempraktikkan gerak bernyanyi dengan girang
__ADS_1
rafasya duduk di tepi ranjang " dengan siapa kau pergi? " tanya rafasya
"kak raksa" balas ningrum datar
"apa? " tanya kak rafasya langsung berdiri menatap tajam ningrum
Ningrum mengangguk menganggap biasa saja dengan respon rafasya" Ningrum ke sana sama kak raksa" Ningrum menarik rafasya duduk di tepi ranjang
"tahu gak kak? tadi dia bilang suka sama Ningrum dan bilang mau nunggu Ningrum siap pacaran" tambah Ningrum
rafasya mendelik ke arah ningrum tanpa berucap apapun " apaan sih ka" Ningrum memukul lengan rafasya karena tatapan rafasya yang menurut ningrum lucu
"kamu suka dia? " tanya rafasya
"suka" balas ningrum datar
rafasya menghembuskan nafasnya kasar "terus nanti kamu mau jadi pacarnya gitu? " tanya rafasya dengan raut kesal
"emmmm" ningrum menopang dagu dengan 1 tangannya "itu belum ningrum pikirin" balas ningrum
"terus" tanya rafasya
"terus apanya? ningrum masih pengen main, bukan pacaran" balas ningrum menabok punggung rafasya
rafasya ranpak bernafas lega " bagus kalau gitu" gumam rafasya
ningrum tak begitu jelas mendengar rafasya "apa kak? " tanya ningrum
"tidak" jawab rafasya menggeleng
"sekarang kakak kan sudah lihat ningrum, pulang sana! ningrum mau tidur" usir ningrum mendorong rafasya menuju jendela kamarnya tempat awal rafasya masuk
"kamu gak kasihan sama kakak apa rum? masa nyuruh kakak manjat tembok lagi" ucap rafasya dengan raut wajah memelas
ningrum berkacak pinggang " salah siapa? salah ningrum? enggak kan. salah sendiri kakak naik tembok pagar jadi pulang lagi lewat tembok pagar rumah " balas ningrum terus mendorong rafasya turun melalui tembok pagar rumahnya
rafasya turun melalui tembok dengan perlahan "beneran nih ru? " tanya rafasya meminta ningrum agar tak menyuruhnya pergi melalui tembok pagar yang cukup tinggi
ningrum mengibaskan tangannya " sudah sana" ningrum menutup jendela kamarnya dan mematikan lampu kamarnya menyuruh rafasya bergegas pergi
rafasya tersenyum simpul melihat ke arah jendela kamar ningrum "selamat malam" gumam rafasya menuruni tembok pagar rumah ningrum secara perlahan
__ADS_1