Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Zeil dan Alfan yang gelisah


__ADS_3

Di Amerika, tidak terasa hari ini adalah hari pernikahan putri Zio dengan Serly. Zio pun tidak menyangka jika dirinya akan memiliki seorang menantu, dan akan menyerahkan putri kesayangannya menjadi milik orang lain.


Aku merasa baru kemarin mengejar cintanya Qinan, dan kini aku akan memiliki seorang menantu. Aku benar benar tidak menyangka, jika perjalanan hidupku begitu cepat. Aku bukan orang munafik, meski aku sudah memiliki seorang istri yang begitu menyayangiku. Tapi aku tidak dapat melupakan masa masa indahku dulu. Andai.. iya, itu andai saja... kini semua menjadi bagian keluargaku. Batin Zio saat berdiri didepan cermin.


"Sayang... kamu sedang memikirkan apa?" tanya istrinya yang tiba tiba mengagetkan suaminya yang sedang fokus di depan cermin.


"Aku hanya sedang bahagia, karena hari ini adalah hari pernikahan putri kita. Kamu tahu? sebentar lagi kita akan menjadi seorang kakek dan nenek. Sungguh, aku tidak menduganya. Bagaimana menurutmu, sayang?" jawab sang suami dan bertanya.


"Iya, benar. Aku pun tidak menyangka waktu begitu cepat, dan sebentar lagi putri kita akan menjadi milik suaminya. Kita sudah tidak bisa mengatur sepenuhnya." Jawab sang Istri, Tuan Zio pun segera memeluk istrinya.


Kenapa kamu selalu bersikap lain saat bertemu Qinan. Apa aku yang terlalu cemburu, hingga aku salah mengartikannya. Bukankah dari dulu suamiku selalu ada untuk Qinan, aaah kenapa aku berpikiran buruk dengan suamiku sendiri. Sedangkan Qinan saja sangat mencintai suaminya. Kemesraan nya saja dari dulu tidak pernah dibuat buat. Batin Nyonya Serly saat berada dipelukan sang suami.


"Sudah, nanti kita dikira pingin resepsi lagi. Ayo kita keluar, temui Kak Angga dan Qinan." Ajak sang Suami.


"Baik, sayang.. Ganan dan istrinya tidak ikut, kah?" tanya istrinya.


"Kak Angga bilang, Ganan dan Istrinya sedang liburan di Kampung. Dan kamu tau tidak, sebentar lagi kak Angga akan menjadi seorang kakek. Waktu begitu cepat, kita pun akan menyusulnya. Begitu juga kak Ferdi, sudah mempunyai menantu. Benar benar aku tidak menyangkanya. Sayangnya Ganan dan Istrinya tidak datang." Jawabnya senyum bahagia.


"Iya, dunia begitu sempit dan juga cepat. Kenapa bisa terjadi, benar benar aku tidak menduganya." Ucap sang istri.

__ADS_1


Tuan Zio dan juga istrinya kini menemui keluarga yang sedang berkumpul disuatu ruangan tertentu. Sedangkan Nyonya Serly segera menemui putrinya yang sedang di rias, sudah tidak sabar akan rasa penasarannya ingin melihat puterinya dirias pengantin.


Zeil... Mama tidak menyangka, bahwa kamu hari ini akan menikah. Sungguh waktu yang begitu cepat, meski usia kamu masih sangatlah muda. Tetapi kamu mampu untuk menerima pernikahan ini. Batin Nyonya Serly sambil melangkahkan kakinya untuk menemui putri kesayangannya.


Dan tepatnya hari yang ditunggu tunggu oleh keluarga Wilyam kini telah tiba waktunya untuk resepsi pernikahan Zeil dengan Alfan. Dan Hanya Ganan dan Maura yang tidak bisa menghadiri di hari bahagianya Zeil dan Alfan.


Waktu yang sudah tidak lama lagi acaranya pun akan segera dimulai. Perasaan Zeil dan Alfan kini campur aduk rasanya, meski Alfan sudah berani menyatakan perasaannya. Namun dihari pernikahan ini serasa seperti mendapat tantangan yang penuh rintangan.


Walau hanya beberapa kalimat, namun penuh arti yang sangat panjang. Alfan tidak ada henti hentinya mengatur pernapasannya, agar dirinya dijauhkan rasa gugup.


Tirta yang sedang menemani Alfan saat menunggu waktunya dimulai mencoba untuk menenangkan Alfan agar tidak gugup saat ijab qobul. Namun tetap saja, Alfan sedikit kesulitan untuk menepis pikiran rasa takut dan gugupnya.


"Kamu tidak perlu tegang, Fan. Kalau mau tegang mah nanti malam." Ledek Tirta yang merasa dirinya sudah merdeka jika menginginkannya. Sedangkan Alfan sendiri bingung untuk membayangkannya.


Sedangkan Zeil sendiri sedang sibuk di rias oleh MUA yang handal dan terkenal. Zeil sibuk memandangi wajahnya sendiri lewat cermin didepannya. Perasaannya campur aduk, jantungnya pun berdetak sangat kencang. Sampai sampai sulit untuk mengontrolnya.


"Zeil, hari ini kamu benar benar terlihat sangat cantik dan juga anggun. Aku yakin, calon suami kamu pasti akan kagum setelah melihat kamu berubah penampilan." Ucap Nessa memuji.


"Benarkah? aaah Zeil jadi malu deh, kak Nessa bisa saja." Jawab Zeil yang masih gugup.

__ADS_1


"Lihatlah Nona, apakah masih ada yang kurang?" tanya salah satu MUA sambil mengajak Zeil untuk berdiri didepan cermin. Lagi lagi Zeil kagum akan penampilannya sendiri, yang dimana dirinya terlihat sangat cantik dan juga anggun. Zeil pun senyum senyum sendiri saat melihat penampilan, serasa tidak percaya. Namun kenyataannya memanglah benar, bahwa dirinya akan menjadi seorang istri.


Benarkah ini aku? terlihat cantik dan sempurna. Dan sebentar lagi aku akan menjadi seorang istri, lalu... aaaaaah aku tidak bisa membayangkan. Di usiaku yang masih dini, kini aku sudah menggelar statusku menjadi seorang istri. Apa kata teman temanku di kampus? semoga saja, aku tidak lagi dikejar kejar preman kampus. Batin Zeil yang teringat akan sosok laki laki yang slalu mengejar ngejarnya.


"Zeil, kamu kenapa melamun?" tanya sang Ibu mengagetkan.


"Aaah iya, Zeil hanya seperti mimpi. Tidak menyangka jika hari ini Zeil akan segera menikah, dan sebentar lagi Zeil akan menjadi seorang istri, Mam..." jawab Zeil tersenyum bahagia dan sang Ibu langsung memeluk putri semata wayangnya.


"Alhamdulillah, akhirnya hari ini waktu yang kamu tunggu tunggu telah datang hari bahagiamu, sayang.." ucap Tantenya.


"Tante Qinan.. tante sudah datang? dimana kak Ganan dan kak Maura? Zeil ingin memeluk kak Maura, Zeil sudah kangen." Sapa Zeil dan bertanya.


"Kakak kamu tidak bisa ikut, karena masih liburan di Kampung kak Maura. Dan kak Maura sedang hamil muda, jadi... kak Maura tidak bisa ikut. Sebentar lagi Tante akan mempunyai cucu." Jawabnya tersenyum bahagia.


"Wah... kak Ganan benar benar memberi kabar gembira buat Zeil, dan sebenar lagi Zeil akan dipanggil tante.." ucap Zeil tertawa riang.


"Untukmu keponakan Tante, selamat ya, sayang... semoga acaranya berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apa pun. dan menjadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah tentunya. Aamiin.. tante ikut bahagia atas pernikahan kamu." Ucapnya memberi selamat dan memeluk Zeil.


"Aamiin.. terimakasih, Tante.. dan selamat juga buat tante. Karena sebentar lagi tante akan menjadi Oma." Jawab Zeil tersenyum dalam pelukan tantenya, kemudian tantenya segera melepaskan. Karena takut riasannya akan rusak.

__ADS_1


"Buat kak Nessa, semoga segera menyusul kak Maura. Aamiin.." ucap Zeil menyemangati.


"Aamiin... terimakasih Zeil, selamat juga untuk kamu. Semoga menjadi kelurga sakinah, mawadah dan Warohmah." Jawab Nessa dan memberi selamat dan memeluk sebentar.


__ADS_2