Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
rasa jeruk yang manis (season 2)


__ADS_3

***


Zian mengendarai mobilnya  membelah jalanan “kita mau kemana om, dari


tadi gak sampai-sampai?” tanya rebecca yang sedari tak tahu kemana tujuan zian


membawanya


“mau ajak kamu ke salah satu resort keluargaku”


balas zian


Rebecca menyilangkan dadanya “ngapain kita berdua kesana?”


tanya rebecca


Zian mengacak-acak rambut rebecca “mikir apaan sih


kamu?” tanya zian terkekeh


“ya terus ngapain om ngajak kesana coba?” tanya


rebecca


“besok kan akhir pekan, kamu gak kuliah kan?  Saya mau minta bantuan kamu untuk mendesain


taman resort. Soalnya aku lihat taman yang kamu tata di rumah  cukup bagus, dan saat aku minta pendapat mama


katanya gak masalah minta bantuan kamu” balas rebecca


“oh, kirain apa” balas rebecca bernafas lega


“ngomong-ngomong kapan om tanya tentang resort itu


ke tante?” tanya rebecca yang cemas jika ucapannya tadi siang pada mama kaila


disampaikan pada zian


“kemarin, aku nanya mama” balas zian terkekeh “tapi


tadi siang mama nelpon aku loh” ucap zian teringat percakapannya dengan mama


kaila saat berada di kantor


“tante kaila bilang ke om zian ya? kalau rebecca


sudah cerita ke tante” tanya rebecca


Zian tersenyum “bilangnya aja gak mau jadi pacarku


tapi sudah bilang ke orangtuaku kalau kita pacaran” balas zian


Rebecca menunduk “yakan rebecca sudah biasa cerita


apapun ke tante kaila, hal yang mama dan ayah gak tau saja, tante kaila tau


semua” rebecca menghitung dengan tangannya “mulai dari kesukaanku, apa yang aku


benci, pertama kali aku datang bulan, hal paling aku takuti. Pokoknya semuanya


tante kaila tahu” rebecca menoleh kearah zian “alasanku memilih kuliah di


Indonesia saja, Cuma tante kaila yang tahu” cerita rebecca panjang lebar


“kamu cerita semuanya ke mama, emangnya mama juga


cerita sama kamu?” tanya zian


“tentu saja cerita, mulai dari saat om yang gak


punya pacar dikirain om suka sama cowok, terus ningrum yang dulu kerjaannya


lari lompat pagar setiap ngehindar dari kakak-kakaknya ningrum, terus aditya


yang kerjaannya ngurus organisasi di kampus saja, terus kakek hafizhan yang


harus diajak ngomong pelan padahal tante sering kelepasan teriak, terus…” zian


menutup mulut rebecca dengan telunjuknya “sudah kebanyakan ceritanya” pinta


zian

__ADS_1


Rebecca tersenyum “iya om, rebecca gak akan ceritain


kebiasaan buruk om yang Cuma tante kaila tahu kok” ucap rebecca


“apa?” tanya zian tak percaya


“yakin mau rebecca sebutin?” tanya rebecca


“sudah ah, jangan di bahas lagi” balas zian tak


ingin denger ceita mamanya


***


Zian memarkirkan mobilnya di tempat parkir resort


milik keluarga zian yang akan di renofasi


Zian menoleh pada rebecca yang sudah tertidur “rebecca”


panggil zian mengusap pipi rebecca


“iya” balas rebecca membuka matanya


“kita sudah sampai?” tanya rebecca mengedarkan


pandangannya kea rah luar kaca mobil


“iya sudah sampai, tadi aku sudah minta orang untuk


bersihin kamar buat kamu istirahat” ucap zian


“iya om” balas rebecca turun dari mobil mengikuti


zian yang turun dari mobil


“emang taman yang mana yang mau di desain om?” tanya


rebecca mengedarkan pandangannya


“besok saja lihatnya, ini sudah gelap, kamu juga pasti


capek” balas zian mengantar rebecca ke kamar yang disiapkan untuk rebecca di


“tapi rebecca gak bawa baju ganti om, terus gimana?”


tanya rebecca menyadari dirinya yang tak membawa baju ganti


“tadi aku sudah minta asistenku untuk membelikanmu


baju, paling sudah ada di dalam kamar kamu ” ucap zian membuka pintu kamar


rebecca


“kamu mandi dulu saja, abis itu kita makan malam”


ucap zian


“iya om” balas rebecca memasuki kamarnya


***


Rebecca sudah selesai mandi dan berganti pakaian,


rebecca bergegas keluar untuk makan malam bersama zian


“hai sayang” sapa zian dari balik pintu saat rebecca


membuka pintu


Rebecca mengusap dadanya “ ya ampun om, bisa gak sih


kalau datang itu gak kaya hantu nongol gitu aja” ucap rebecca yang terkejut


Zian merangkul pinggang rebecca  “maaf, tadi niatnya mau ketuk pintu kamar


kamu, eh malah orangnya sudah keluar, berasa ikatan batin kita kuat banget ya”


balas zian tersenyum


“gombal banget sih om” balas rebecca tersenyum

__ADS_1


“sudah yuk makan” ajak zian menuju tempat makan


malam yang sudah disiapkan zian


Rebecca melirik tempat makan yang disiapkan zian


“ada acara apaan om?” tanya rebecca melirik meja makan besar yang sudah dihias


dengan bunga dan lampu-lampu cantik disekitarnya


“emangnya harus ada acara kalau mau ngehias tempat


makan?” tanya zian menautkan kedua alisnya


“enggak sih om” balas rebecca


“ya sudah” kekeh zian


“tapi ya om, rebecca tuh masih penasaran. Kenapa


harus rebecca?” tanya rebecca


“apanya?” balas zian tak mengerti maksud rebecca


“kenapa om ngajak rebecca pacaran? Secara kan yang


suka om zian banyak banget. Itu kata tante kaila ya…” ucap rebecca


“emmmmm” zian menopang tangannya di dagu


“mau tau aja apa mau tau banget?”  tanya zian dengan senyum jahilnya


“ngeselin banget jawabnya” balas rebecca


“gak papa sih, ngerasa nyaman saja kalau berdebat


dengan kamu. Dan senang saat melihatmu tersenyum” balas zian


“gitu aja?” tanya rebecca merasa ada yang kurang


“terus harus gimana?” tanya zian


“ya gak harus gimana-gimana sih om, tapi berasa


janggal saja” balas rebecca


“aku itu emang bukan orang romantic. Mungkin karena


turunan ayah sih. Tapi aku dan ayah adalah tipikal orang yang setia. Saat aku


memutuskan kau yang jadi pasangan hidupku maka kau akan jadi wanita


satu-satunya dalam hidupku” balas zian menunjuk rebecca


“masaaa???” tanya rebecca tak percaya


“sekarang mungkin gak percaya, tapi nanti kamu pasti


percaya, saat sudah menjadi istri dan ibu dari anak-anakku” balas zian yakin


“kalau gak romantis emang iya benar. Buktinya Om


ngomong cinta ke rebecca aja gak Cuma bilang mau jadiin pasangan hidup doang.


Kan gak ada romantic-romantisnya” balas rebecca minum jus yang ada dimeja


Zian berjalan kearah rebecca membuat rebecca


menghentikan acara minumnya karena zian sudah ada di hadapannya


Zian langsung merebut gelas yang dipegang rebecca


“cup”zian ******* bibir rebecca dan meletakkan gelas rebecca di meja


“rasa jeruk, ternyata manis” zian mengusap bibirnya


dengan ibu jari  yang habis bersentuhan


dengan bibir rebecca


Rebecca yang awalnya termenung “om!’teriak rebecca

__ADS_1


“jangan asal serobot cium rebecca terus geh” kesal rebecca


__ADS_2