
***
Zian mengendarai mobilnya membelah jalanan “kita mau kemana om, dari
tadi gak sampai-sampai?” tanya rebecca yang sedari tak tahu kemana tujuan zian
membawanya
“mau ajak kamu ke salah satu resort keluargaku”
balas zian
Rebecca menyilangkan dadanya “ngapain kita berdua kesana?”
tanya rebecca
Zian mengacak-acak rambut rebecca “mikir apaan sih
kamu?” tanya zian terkekeh
“ya terus ngapain om ngajak kesana coba?” tanya
rebecca
“besok kan akhir pekan, kamu gak kuliah kan? Saya mau minta bantuan kamu untuk mendesain
taman resort. Soalnya aku lihat taman yang kamu tata di rumah cukup bagus, dan saat aku minta pendapat mama
katanya gak masalah minta bantuan kamu” balas rebecca
“oh, kirain apa” balas rebecca bernafas lega
“ngomong-ngomong kapan om tanya tentang resort itu
ke tante?” tanya rebecca yang cemas jika ucapannya tadi siang pada mama kaila
disampaikan pada zian
“kemarin, aku nanya mama” balas zian terkekeh “tapi
tadi siang mama nelpon aku loh” ucap zian teringat percakapannya dengan mama
kaila saat berada di kantor
“tante kaila bilang ke om zian ya? kalau rebecca
sudah cerita ke tante” tanya rebecca
Zian tersenyum “bilangnya aja gak mau jadi pacarku
tapi sudah bilang ke orangtuaku kalau kita pacaran” balas zian
Rebecca menunduk “yakan rebecca sudah biasa cerita
apapun ke tante kaila, hal yang mama dan ayah gak tau saja, tante kaila tau
semua” rebecca menghitung dengan tangannya “mulai dari kesukaanku, apa yang aku
benci, pertama kali aku datang bulan, hal paling aku takuti. Pokoknya semuanya
tante kaila tahu” rebecca menoleh kearah zian “alasanku memilih kuliah di
Indonesia saja, Cuma tante kaila yang tahu” cerita rebecca panjang lebar
“kamu cerita semuanya ke mama, emangnya mama juga
cerita sama kamu?” tanya zian
“tentu saja cerita, mulai dari saat om yang gak
punya pacar dikirain om suka sama cowok, terus ningrum yang dulu kerjaannya
lari lompat pagar setiap ngehindar dari kakak-kakaknya ningrum, terus aditya
yang kerjaannya ngurus organisasi di kampus saja, terus kakek hafizhan yang
harus diajak ngomong pelan padahal tante sering kelepasan teriak, terus…” zian
menutup mulut rebecca dengan telunjuknya “sudah kebanyakan ceritanya” pinta
zian
__ADS_1
Rebecca tersenyum “iya om, rebecca gak akan ceritain
kebiasaan buruk om yang Cuma tante kaila tahu kok” ucap rebecca
“apa?” tanya zian tak percaya
“yakin mau rebecca sebutin?” tanya rebecca
“sudah ah, jangan di bahas lagi” balas zian tak
ingin denger ceita mamanya
***
Zian memarkirkan mobilnya di tempat parkir resort
milik keluarga zian yang akan di renofasi
Zian menoleh pada rebecca yang sudah tertidur “rebecca”
panggil zian mengusap pipi rebecca
“iya” balas rebecca membuka matanya
“kita sudah sampai?” tanya rebecca mengedarkan
pandangannya kea rah luar kaca mobil
“iya sudah sampai, tadi aku sudah minta orang untuk
bersihin kamar buat kamu istirahat” ucap zian
“iya om” balas rebecca turun dari mobil mengikuti
zian yang turun dari mobil
“emang taman yang mana yang mau di desain om?” tanya
rebecca mengedarkan pandangannya
“besok saja lihatnya, ini sudah gelap, kamu juga pasti
capek” balas zian mengantar rebecca ke kamar yang disiapkan untuk rebecca di
“tapi rebecca gak bawa baju ganti om, terus gimana?”
tanya rebecca menyadari dirinya yang tak membawa baju ganti
“tadi aku sudah minta asistenku untuk membelikanmu
baju, paling sudah ada di dalam kamar kamu ” ucap zian membuka pintu kamar
rebecca
“kamu mandi dulu saja, abis itu kita makan malam”
ucap zian
“iya om” balas rebecca memasuki kamarnya
***
Rebecca sudah selesai mandi dan berganti pakaian,
rebecca bergegas keluar untuk makan malam bersama zian
“hai sayang” sapa zian dari balik pintu saat rebecca
membuka pintu
Rebecca mengusap dadanya “ ya ampun om, bisa gak sih
kalau datang itu gak kaya hantu nongol gitu aja” ucap rebecca yang terkejut
Zian merangkul pinggang rebecca “maaf, tadi niatnya mau ketuk pintu kamar
kamu, eh malah orangnya sudah keluar, berasa ikatan batin kita kuat banget ya”
balas zian tersenyum
“gombal banget sih om” balas rebecca tersenyum
__ADS_1
“sudah yuk makan” ajak zian menuju tempat makan
malam yang sudah disiapkan zian
Rebecca melirik tempat makan yang disiapkan zian
“ada acara apaan om?” tanya rebecca melirik meja makan besar yang sudah dihias
dengan bunga dan lampu-lampu cantik disekitarnya
“emangnya harus ada acara kalau mau ngehias tempat
makan?” tanya zian menautkan kedua alisnya
“enggak sih om” balas rebecca
“ya sudah” kekeh zian
“tapi ya om, rebecca tuh masih penasaran. Kenapa
harus rebecca?” tanya rebecca
“apanya?” balas zian tak mengerti maksud rebecca
“kenapa om ngajak rebecca pacaran? Secara kan yang
suka om zian banyak banget. Itu kata tante kaila ya…” ucap rebecca
“emmmmm” zian menopang tangannya di dagu
“mau tau aja apa mau tau banget?” tanya zian dengan senyum jahilnya
“ngeselin banget jawabnya” balas rebecca
“gak papa sih, ngerasa nyaman saja kalau berdebat
dengan kamu. Dan senang saat melihatmu tersenyum” balas zian
“gitu aja?” tanya rebecca merasa ada yang kurang
“terus harus gimana?” tanya zian
“ya gak harus gimana-gimana sih om, tapi berasa
janggal saja” balas rebecca
“aku itu emang bukan orang romantic. Mungkin karena
turunan ayah sih. Tapi aku dan ayah adalah tipikal orang yang setia. Saat aku
memutuskan kau yang jadi pasangan hidupku maka kau akan jadi wanita
satu-satunya dalam hidupku” balas zian menunjuk rebecca
“masaaa???” tanya rebecca tak percaya
“sekarang mungkin gak percaya, tapi nanti kamu pasti
percaya, saat sudah menjadi istri dan ibu dari anak-anakku” balas zian yakin
“kalau gak romantis emang iya benar. Buktinya Om
ngomong cinta ke rebecca aja gak Cuma bilang mau jadiin pasangan hidup doang.
Kan gak ada romantic-romantisnya” balas rebecca minum jus yang ada dimeja
Zian berjalan kearah rebecca membuat rebecca
menghentikan acara minumnya karena zian sudah ada di hadapannya
Zian langsung merebut gelas yang dipegang rebecca
“cup”zian ******* bibir rebecca dan meletakkan gelas rebecca di meja
“rasa jeruk, ternyata manis” zian mengusap bibirnya
dengan ibu jari yang habis bersentuhan
dengan bibir rebecca
Rebecca yang awalnya termenung “om!’teriak rebecca
__ADS_1
“jangan asal serobot cium rebecca terus geh” kesal rebecca