Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Mama Kaila pulang (season 2)


__ADS_3

1 bulan kemudian


Mama kaila, ayah virza dan kakek hafizhan pulang dari korea setelah hampir 4 bulan di sana untuk mengurus masalah bisnis . Semua keluarga beserta sahabat mama kaila dan ayah virza berkumpul di rumah ningrum untuk menyambut kedatangan mereka pulang


“rum mama kamu sudah sampai mana?” tanya nenek angel memastikan kepulangan mama


kaila dan ayah virza


“katanya bentar lagi mereka sampai nek” balas ningrum melihat ponselnya


Kasih yang kebetulan  ikut bergabung karena


permintaan ningrum yang ingin mengenalkan kasih pada orang tuanya  mulai tak nyaman karena ada raka yang juga ada di sana


“nona ada apa?” tanya mas ojo yang melihat raut muka kasih kurang nyaman  nyaman


Kasih menggeleng “gak apa mas” balas kasih menutupi kegundahan hatinya dari pengawalnya itu


Raka sebenarnya ingin mendekat dan menyapa kasih tapi ningrum sudah mewanti-wanti untuk menjaga jarak sejauh mungkin kalau gak ningrum akan buat keributan mengalahkan angin ribut agar


membuat raka menyesal


Melihat wajah raka yang galau sambil melirik kasih. rafasya dan Julian kompak mendekat ke arah raka “kenapa om galau ya?” ejek rafasya yang dikuti kekehan Julian


“apa sih?’ tanya raka ketus menatap tak suka kedua sahabatnya


Timbul keinginan di hati rafasya untuk menambah garam di luka yang baru terkelupas


sedikit di hati Raka “om lihat dia gak?’ tunjuk rafasya pada jack sepupunya


yang ikut berada disana menemani Rebecca bersama om Robert, sedangkan tante lisa


tidak ikut karena ia yang tak suka dengan keluarga ningrum tapi om Robert ada di sana


untuk menyambut sahabatnya mama kaila dan ayah virza sekaligus bertegur sapa


karena sudah lama tak bertemu


“siapa dia ?” tanya raka melirik jack


“dia sepupuku” balas rafasya


Raka menautkan kedua alisnya tak paham maksud rafasya “terus?” tanya raka


“dia mengenal kasih jauh lebih lama dari om Raka , dan dia selalu menemui kasih saat


kasih ada di rumah ini. Dan juga dia suka kasih sejak lama ” balas rafasya


“apa?!”teriak raka


Semua orang menatap ke arah raka karena teriakan Raka yang cukup kencang  “maaf semuanya, kami hanya sedang bercanda”


ucap rafasya menunduk meminta maaf  agar


semua orang tak melihat mereka lagi


“jaga sikap om ngapa” ucap rafasya tak percaya dengan reaksi om Raka

__ADS_1


“ya salah sendiri kamu bilang dia deketin kasih!” bentak Raka


Rafasya


terkekeh “ya kenapa?  gak salah juga kan?  kasih kan bukan siap-siapa om dan om juga


gak mau nikah sama kasih kan?” balas rafasya


“tapi kita kan?” balas raka menggantungkan ucapannya


“kenapa?” tanya rafasya  tersenyum menyindir “diajuga gak mau bicara sama om sama sekali  kan, terus apa usaha om untuk dekat dengannya?


” tanya rafasya dengan menggelengkan telunjuk tangannya “gak ada” tambah rafasya


Raka berdecak “ya gimana mau bicara? pengawalnya itu” tunjuk raka dengan tatapan matanya pada mas ojo  “ 24 jam di


sampingnya, tanganku pernah patah tahu gara-gara dia” raka menunjukkan


tangannya yang pernah dipatahkan mas ojo, masih ada bekas berwarna biru di sana


Julian mencebikkan bibirnya “baru juga  patah


tangan, gimana kasih yang  patah hati dan


kecewa berat sama om” ejek  Julian


“halo semua” teriak mama kaila saat memasuki rumahnya yang sudah sangat ramai dengan


para  keluarga dan sahabatnya


“mama!" ningrum  berlari menghambur ke dalam


“ayah” ningrum beralih memeluk ayahnya lalu kakek hafizhan


Semua kerabat serta sahabat menyalami mama kaila dan virza juga kakek hafizhan bahagia


Setelah di rasa bersalaman dengan semua orang , mama kaila tersenyum di hadapan para


tamu di kediamannya “terima kasih semua sudah datang menyambut kepulangan kami” ucap mama kaila


“dan silahkan di nikmati hidangan yang disiapkan ningrum anak saya, semoga hidangan yang sederhana ini, bisa cocok di lidah semua orang" tambah mama kaila


***


Semua sibuk mengobrol masing-masing  dengan


kenalannya karena memang yang berkumpul di rumah mama kaila adalah orang dekat


“mah


kenalin sepupu kak rafasya jack dan Rebecca” ningrum memperkenalkan keluarga


suaminya satu persatu


Mama kaila melirik Rebecca dan jack bergantian dan juga Robert sahabatnya yang berada


di samping jack dan Rebecca “ah kau anak lisa, sih mulut pedas yang kebanyakan

__ADS_1


cabe itu ya? ” tanya  mama kaila sembari


tertawa ringan


“mah” ucap ningrum memperingati mamanya agar tak menyinggung keluarga suaminya


Mama


kaila memukul mulutnya yang tak ada rem  itu “ maaf ya Robert aku selalu tak bisa mengontrol mulutku kalau bicara tentang istrimu” ucap mama kaila meminta maaf pada Robert yang biasa saja dengan ocehan mama kaila


“tak masalah  kai, memang mulut istriku pedas”


kekeh Robert


“biarpun dia pedas, tapi kau juga tetap cinta kan?” ejek ayah virza


“tentu saja, kalau tidak mana mungkin aku betah dengannya selama bertahun-tahun dan


punya anak yang ganteng dan cantik ini” ucap om Robert memamerkan jack dan rebeca yang memang terlihat tampan dan cantik


“oh ya tante, kemarin aku sedikit mengubah tatanan kebun tante, aku sudah minta


izin pada ningrum sih.  tapi harusnya aku


minta izin dulu pada tante, maaf ya” Rebecca meminta maaf dengan kelancangannya


Mama kaila melirik ke arah tamannya yang terlihat dari jendela kaca rumahnya  yang berukuran besar. membuat taman belakang


rumah mama kaila  terlihat dengan jelas


“wah kau yang menatanya?” tanya mama kaila terkesima dengan hasil kerja tangan


Rebecca yang terlihat mengagumkan bagai mama kaila


Rebecca tersenyum senang karena tatanan kebunnya membuat mama kaila senang “tidak juga tante , kemarin rebeca meminta bantuan tukang kebun tante untuk menatanya ”


balas rebeca


Mama kaila mengangguk  dan tersenyum “bagus


sekali” mama kaila menatap rebeca “  kau


suka dengan tanaman ya?” tanya mama kaila


“suka tante” balas rebeca semangat


“kalau begitu sering-sering kesini, nanti tante ajarin kamu merangkai bunga dan


merawat tanaman” balas mama kaila


Rebecca mengangguk “iya tante” balas Rebecca semangat


“maafin anakku ya kai, dia memang sangat suka tanaman sejak kecil. Di kamarnya saja


banyak sekali tanaman lebih banyak dari baju yang ia miliki” ucap om Robert meminta pengertian mama kaila


“gak masalah Robert, aku malah seneng jika ada yang suka tanaman sepertiku. Anakku satupun

__ADS_1


tak ada yang suka hanya bisa merusaknya saja” balas mama kaila menatap tajam ningrum yang memang suka merusak tanaman mama kaila sejak kecil


__ADS_2