
1 bulan kemudian
Mama kaila, ayah virza dan kakek hafizhan pulang dari korea setelah hampir 4 bulan di sana untuk mengurus masalah bisnis . Semua keluarga beserta sahabat mama kaila dan ayah virza berkumpul di rumah ningrum untuk menyambut kedatangan mereka pulang
“rum mama kamu sudah sampai mana?” tanya nenek angel memastikan kepulangan mama
kaila dan ayah virza
“katanya bentar lagi mereka sampai nek” balas ningrum melihat ponselnya
Kasih yang kebetulan ikut bergabung karena
permintaan ningrum yang ingin mengenalkan kasih pada orang tuanya mulai tak nyaman karena ada raka yang juga ada di sana
“nona ada apa?” tanya mas ojo yang melihat raut muka kasih kurang nyaman nyaman
Kasih menggeleng “gak apa mas” balas kasih menutupi kegundahan hatinya dari pengawalnya itu
Raka sebenarnya ingin mendekat dan menyapa kasih tapi ningrum sudah mewanti-wanti untuk menjaga jarak sejauh mungkin kalau gak ningrum akan buat keributan mengalahkan angin ribut agar
membuat raka menyesal
Melihat wajah raka yang galau sambil melirik kasih. rafasya dan Julian kompak mendekat ke arah raka “kenapa om galau ya?” ejek rafasya yang dikuti kekehan Julian
“apa sih?’ tanya raka ketus menatap tak suka kedua sahabatnya
Timbul keinginan di hati rafasya untuk menambah garam di luka yang baru terkelupas
sedikit di hati Raka “om lihat dia gak?’ tunjuk rafasya pada jack sepupunya
yang ikut berada disana menemani Rebecca bersama om Robert, sedangkan tante lisa
tidak ikut karena ia yang tak suka dengan keluarga ningrum tapi om Robert ada di sana
untuk menyambut sahabatnya mama kaila dan ayah virza sekaligus bertegur sapa
karena sudah lama tak bertemu
“siapa dia ?” tanya raka melirik jack
“dia sepupuku” balas rafasya
Raka menautkan kedua alisnya tak paham maksud rafasya “terus?” tanya raka
“dia mengenal kasih jauh lebih lama dari om Raka , dan dia selalu menemui kasih saat
kasih ada di rumah ini. Dan juga dia suka kasih sejak lama ” balas rafasya
“apa?!”teriak raka
Semua orang menatap ke arah raka karena teriakan Raka yang cukup kencang “maaf semuanya, kami hanya sedang bercanda”
ucap rafasya menunduk meminta maaf agar
semua orang tak melihat mereka lagi
“jaga sikap om ngapa” ucap rafasya tak percaya dengan reaksi om Raka
__ADS_1
“ya salah sendiri kamu bilang dia deketin kasih!” bentak Raka
Rafasya
terkekeh “ya kenapa? gak salah juga kan? kasih kan bukan siap-siapa om dan om juga
gak mau nikah sama kasih kan?” balas rafasya
“tapi kita kan?” balas raka menggantungkan ucapannya
“kenapa?” tanya rafasya tersenyum menyindir “diajuga gak mau bicara sama om sama sekali kan, terus apa usaha om untuk dekat dengannya?
” tanya rafasya dengan menggelengkan telunjuk tangannya “gak ada” tambah rafasya
Raka berdecak “ya gimana mau bicara? pengawalnya itu” tunjuk raka dengan tatapan matanya pada mas ojo “ 24 jam di
sampingnya, tanganku pernah patah tahu gara-gara dia” raka menunjukkan
tangannya yang pernah dipatahkan mas ojo, masih ada bekas berwarna biru di sana
Julian mencebikkan bibirnya “baru juga patah
tangan, gimana kasih yang patah hati dan
kecewa berat sama om” ejek Julian
“halo semua” teriak mama kaila saat memasuki rumahnya yang sudah sangat ramai dengan
para keluarga dan sahabatnya
“mama!" ningrum berlari menghambur ke dalam
“ayah” ningrum beralih memeluk ayahnya lalu kakek hafizhan
Semua kerabat serta sahabat menyalami mama kaila dan virza juga kakek hafizhan bahagia
Setelah di rasa bersalaman dengan semua orang , mama kaila tersenyum di hadapan para
tamu di kediamannya “terima kasih semua sudah datang menyambut kepulangan kami” ucap mama kaila
“dan silahkan di nikmati hidangan yang disiapkan ningrum anak saya, semoga hidangan yang sederhana ini, bisa cocok di lidah semua orang" tambah mama kaila
***
Semua sibuk mengobrol masing-masing dengan
kenalannya karena memang yang berkumpul di rumah mama kaila adalah orang dekat
“mah
kenalin sepupu kak rafasya jack dan Rebecca” ningrum memperkenalkan keluarga
suaminya satu persatu
Mama kaila melirik Rebecca dan jack bergantian dan juga Robert sahabatnya yang berada
di samping jack dan Rebecca “ah kau anak lisa, sih mulut pedas yang kebanyakan
__ADS_1
cabe itu ya? ” tanya mama kaila sembari
tertawa ringan
“mah” ucap ningrum memperingati mamanya agar tak menyinggung keluarga suaminya
Mama
kaila memukul mulutnya yang tak ada rem itu “ maaf ya Robert aku selalu tak bisa mengontrol mulutku kalau bicara tentang istrimu” ucap mama kaila meminta maaf pada Robert yang biasa saja dengan ocehan mama kaila
“tak masalah kai, memang mulut istriku pedas”
kekeh Robert
“biarpun dia pedas, tapi kau juga tetap cinta kan?” ejek ayah virza
“tentu saja, kalau tidak mana mungkin aku betah dengannya selama bertahun-tahun dan
punya anak yang ganteng dan cantik ini” ucap om Robert memamerkan jack dan rebeca yang memang terlihat tampan dan cantik
“oh ya tante, kemarin aku sedikit mengubah tatanan kebun tante, aku sudah minta
izin pada ningrum sih. tapi harusnya aku
minta izin dulu pada tante, maaf ya” Rebecca meminta maaf dengan kelancangannya
Mama kaila melirik ke arah tamannya yang terlihat dari jendela kaca rumahnya yang berukuran besar. membuat taman belakang
rumah mama kaila terlihat dengan jelas
“wah kau yang menatanya?” tanya mama kaila terkesima dengan hasil kerja tangan
Rebecca yang terlihat mengagumkan bagai mama kaila
Rebecca tersenyum senang karena tatanan kebunnya membuat mama kaila senang “tidak juga tante , kemarin rebeca meminta bantuan tukang kebun tante untuk menatanya ”
balas rebeca
Mama kaila mengangguk dan tersenyum “bagus
sekali” mama kaila menatap rebeca “ kau
suka dengan tanaman ya?” tanya mama kaila
“suka tante” balas rebeca semangat
“kalau begitu sering-sering kesini, nanti tante ajarin kamu merangkai bunga dan
merawat tanaman” balas mama kaila
Rebecca mengangguk “iya tante” balas Rebecca semangat
“maafin anakku ya kai, dia memang sangat suka tanaman sejak kecil. Di kamarnya saja
banyak sekali tanaman lebih banyak dari baju yang ia miliki” ucap om Robert meminta pengertian mama kaila
“gak masalah Robert, aku malah seneng jika ada yang suka tanaman sepertiku. Anakku satupun
__ADS_1
tak ada yang suka hanya bisa merusaknya saja” balas mama kaila menatap tajam ningrum yang memang suka merusak tanaman mama kaila sejak kecil