
“ningrum!”
teriak kaila dari balik jendela kamar melirik tajam ningrum anak bungsunya
Ningrum berbalik tersenyum pada kaila mamanya “maaf mah” ucap ningrum melambaikan
tangannya bergegas berlari keluar rumahnya
“dasar anak gadis satu itu, susah banget di atur” gumam mama kaila komat-kamit
menuju meja makan tempat keluarganya
berada
muka kaila terlihat kesal menahan amarah “kenapa sih sayang?” tanya virza, sekarang dipanggil ayah virza ya
“itu anak gadis kamu, lari lewat jendela karena gak pengen dikerubungi sama kakak-kakaknya yang overprotektif” tatap tajam mama kaila pada aditya anak keduanya yang sering mengikuti adiknya kemanapun
Aditya memutar bola matanya malas “adit susul saja ya” ucap aditya bergegas menuju
halaman tempat mobilnya terparkir
“stop! Balik kamu” teriak mama kaila menghentikan langkah kak Aditya pergi
Kak aditya kembali menuju meja makan “ini nih, yang bikin adik kamu makin bangkang,
kamu tuh sudah gede harusnya punya pacar gak gangguin adik kamu yang sudah kelas 2 SMA” tunjuk kaila pada kak aditya
“udah mah, jangan marah-marah” ucap zian mencoba menghentikan kemarahan mamanya
Mama kaila menatap tajam zian bagaskara, anak pertamanya “kamu juga, berapa usiamu
sekarang? Sudah waktunya nikah gak kerja doang yang dipikirin. Cari pacar sana!” kesal mama kaila menatap jengah zian putra sulungnya
“sabar kai” ucap kakek hafizhan menasehati menantunya itu
mama Kaila menghela nafas panjang, mengontrol emosinya, mengingat penyakit ayah mertuanya yang tak boleh kena kejutan ataupun perkataan keras “ maaf yah, kaila Cuma kesal sama anak-anak kai saja. Satupun gak ada yang beres” ucap kaila menatap kedua anaknya secara bergantian,
mama kaila menarik nafas dalam mencoba meredam emosinya
Kakek hafizhan menggelengkan kepalanya “namanya anak-anak” balas kakek hafizhan
keluarga besar virza melanjutkan makan dengan diam, hanya suara sendok yang saling bersautan
“pagi tante” sapa anak-anak sahabat mama kaila yang berada satu kampus dengan aditya anak kedua mama kaila
mama Kaila menatap jengah anak-anak sahabatnya itu “sudah pergi adik kalian” ucap mama kaila tanpa di tanya
mata rafasya, Martin, romi dan julian terbelalak lebar “kok bisa?” tanya mereka semua serempak
mama kaila menghela nafas kasar “ya kalian ngikutin ningrum, kaya perangko gitu, lama-lama risih lah adik kalian.
Lagian katanya dia lagi naksir mahasiswa yang lagi penelitian di sekolahnya” cerita mama kaila sambil senyum-senyum tak jelas
__ADS_1
“apa?! " teriak semua orang kaget ningrum naksir seseorang
“sih kutu kupret, sapa ya namanya” ucap rafasya menggaruk tengkuk yang tak gatal
“si Raksa….” Ucap Romi menambahi jawaban rafasya
“iya si Raksa Martadinata ya? ” tambah martin
Zian yang mulai risih perdebatan keluarganya menyudahi makannya dan bersiap pergi dari meja makan “udah lah, kalian saja yang urus ningrum
ya, saya mau kerja “ ucap zian melambaikan tangannya meninggalkan keluarga dan sahabat
adiknya itu untuk kerja di kantor adhitama group
Ya kini perusahaan ayah virza dan mama kaila sudah masuk dalam satu group yaitu adhitama
group. ayah virza mengurus kantor pusat sedangkan zian mengurus beberapa kantor di
bawah naungan adhitama group. Sedangkan kaila masih mengurus klinik miliknya. Lebih tepatnya membantu mengawasi karena mamavkaila lebih sering di rumah mengurus keluarganya.
rafasya menyenggol lengan aditya “yuk dit” ajak para sahabatnya itu untuk bergegas ke kampus
ayah Virza menggelengkan kepalanya melihat para pemuda di hadapannya yang sedang buru-buru berlari pergi “ dulu parah ayahnya ngikutin kamu sayang kemana-mana
sekarang anaknya yang ngikutin anakmu
kemanapun” gumam virza pada istrinya
bisa ngikutin ningrum sama adit terus, yang bikin heran lagi anak gadis kamu bisa ngilang dari mereka terus padahal 5 orang yang selalu ngikutin dia kemanapun ”
balas mama kaila melirik ke lima pria di hadapannya yang menjauh
saat sampai pintu aditya berbalik menatap mama nya “dah mah” aditya melambaikan tangannya di ikuti ke empat sahabatnya itu “ dah tante, om, kakek”
***
Ningrum mengedarkan pandangan ke sekeliling sekolah yang masih terlihat sepi sambil
berjalan mengendap-endap seperti pencuri
“ untung, gak ketemu sama anakan somplak itu” gumam ningrum mengelus dadanya lega
“eh ningrum kamu sudah berangkat? " tanya raksa mengagetkan ningrum
Ningrum mengelus dadanya yang terkejut, sejurus kemudian melihat raksa ningrum tersenyum
sumringah “eh kakak” balas ningrum berusaha seramah mungkin
“kamu piket ya?” tanya kak raksa
Ningrum mengangguk “ iya kak” balas ningrum
“ya sudah yuk masuk, kakak juga kebagian tugas piket gantiin bu rika wali kelas mu” kelas kak raksa
__ADS_1
mata ningrum berbinar mendengar bu Rika wali kelasnya di gantikan tugasnya oleh orang lain “berarti bu rika gak masuk dong? ” tanya ningrum tersenyum bahagia
raksa mengangguk “iya, nanti kakak yang masuk ke kelas mu menggantikan bu rika” balas kak raksa
"ok" Ningrum mengangkat jempolnya bergegas berlari menuju kelasnya
Ningrum menjalankan tugas piket nya begitu pula raksa
***
Bel berbunyi pertanda sudah masuk sekolah, ningrum berlari masuk ke dalam kelasnya setelah selesai bersih-bersih di depan kelas
kak raksa berjalan memasuki kelas Ningrum “selamat pagi semua” sapa kak raksa pada para murid kelas 2 C
“hari ini kakak menggantikan bu rika mengisi jam pelajaran biologi di kelas kalian” jelas kak raksa
“asyik! " teriak Miranda sahabat ningrum
“plak”
ningrum memukul lengan Miranda “gak usah keganjenan” ucap ningrum mengingatkan
“apaan sih rum, aku tuh bahagia banget, ada kak raksa yang ngajar biologi” balas
Miranda tersenyum sambil menyatukan tangannya menyandarkan di pipi sebelah kirinya menatap raksa yang rupawan
“kita mau belajar apa sih kak? Belajar tentang bagian-bagian tubuh ya kak? Atau mau
belajar tentang hati, kita bisa pakai hati aku buat dilihat kak, tapi di sana Cuma ada kamu saja” teriak Miranda pada kak raksa
“huuuuu” sorakan teman-teman sekelas ningrum mendengar banyolan khas miranda yang suka menggoda sambil bercanda
Kak raksa tertawa dengan tingkah Miranda yang terkenal absurd “bukan itu, kita mau
belajar tentang bakteri. kalau kamu mau jadi bahan percobaan untuk pembelajaran juga boleh” ucap kak raksa
Semua orang tertawa dengan celetukan kak raksa
“ tampan” batin ningrum melihat kak raksa yang berada di depannya
Kak raksa mulai memberikan materi dengan menggunakan PPT di layar proyektor yang ada di kelas Ningrum agar lebih mudah
memperlihatkan contoh bakteri pada para siswa.
Pelajaran bisa diikuti dengan baik oleh kelas 2C tanpa hambatan berarti “ baik sekian pelajaran untuk hari ini, untuk tugasnya kumpul pada ningrum kalau sudah selesai ya” pinta kak raksa sebelum keluar kelas
mendengar bukan namanya yang disebut miranda mengerucutkan bibirnya kesal “aku saja rum yang antar ke kantor” pinta Miranda saat melihat ningrum bersiap-siap mengumpulkan tugas teman-temannya
Ningrum menatap tajam sahabatnya “gak bisa” ningrum mulai mengumpulkan tugas yang diberikan kak raksa saat pelajaran biologi
“huuuuh, bilang saja gak mau kehilangan momen dengan kak raksa yang tampan itu” gumam
Miranda memajukan bibirnya kesal
__ADS_1