
Ningrum memakai mini dress berwarna biru toska dan kalung berlian pemberian rafasya membuat dirinya begitu anggun
“cantik gak kak?” tanya ningrum berputar di depan rafasya menunjukkan penampilannya
“cantik, istriku selalu cantik” rafasya mencium bibir ningrum gemas
Ningrum membelalakan matanya lebar “iiiih kakak, rusak lipstick ningrum” keluh ningrum karena rafasya yang ******* bibir
ningrum membuat lipsticknya rusak
Rafasya terkekeh “maaf ya sayang, abis kamu gemesin banget sih” balas rafasya
“oh ya rum, mama sudah cerita belum tentang mereka?” tanya rafasya
Ningrum mengerti arah pertanyaan rafasya “iya,
mama tadi pagi sudah ngomong sama ningrum” balas ningrum
“maaf ya rum” pinta rafasya
Ningrum menggenggam tangan suaminya “kakak gak usah minta maaf, kakak kan sekarang
suami ningrum, keluarga kakak berarti keluarga ningrum juga” balas ningrum
Rafasya memeluk erat tubuh ningrum “terima kasih ya rum, terima kasih sudah nerima kakak yang banyak kekurangan ini” ucap rafasya
Ningrum membalas pelukan rafasya “makasih juga sudah cinta ningrum yang masih kekanak-kanakan ini” ningrum melonggarkan
pelukannya “dan tolong mengerti ningrum ya bang kalau mungkin nanti ningrum agak ngeyel dikit, soalnya ningrum sudah dapat izin dari mama” ucap ningrum
Rafasya menautkan kedua alisny"maksudnya? " rafasya tak paham arah ucapan Ningrum
"mama Minta Ningrum, untuk balas setiap ucapan keluarga kakak yang bisa nyakitin hati ayah kevin" jelas ningrum
rafasya mengangguk “kapan kakak gak pernah mengerti kamu” rafasya menyentil hidung
ningrum gemas
Ningrum tersenyum manja ke arah rafasya “yuk kak turun, paling mereja sudah mau sampai” ajak ningrum turun ke lantai bawah
“mama, ayah” sapa ningrum menghampiri ayah dan mama mertuanya yang sedang berdiri tak jauh dari tangga
“cantik banget, anak mama” puji mama Karin yang melihat ningrum begitu cantik dengan
gaun mini dress berwarna biru toska yang baru di belikan rafasya
“mama juga cantik” balas ningrum
Mereka sekeluarga berjalan ke arah pintu untuk menyambut kedatangan keluarga mama Karin
tak lama menunggu, mobil berwarna hitam berhenti di halaman rumah keluarga ayah kevin
Ningrum melirik siapa yang turun dari mobil “Karin” sapa lisa saudara perempuan mama Karin, memeluknya erat
__ADS_1
“apa kabar lisa?” mama Karin membalas pelukan tante lisa sepupunya itu
“dimana suamimu?” tanya mama Karin yang tak melihat suami sepupunya itu
“nanti dia akan menyusul dengan anak laki-lakiku” balas tante lisa “oh ya ini rebeca anak
bungsuku” tante lisa memperkenalkan anak perempuannya yang bernama rebeca
“malam tante” sapa Rebecca sopan
“malam” balas mama Karin
“oh iya lisa, kamu belum pernah bertemu anakku kan? Ini rafasya putraku” tunjuk mama
Karin pada rafasya “dan di sebelahnya adalah istrinya ningrum” ucap mama Karin
memperkenalkan ningrum
Tante lisa menatap sinis rafasya dan ningrum “ anakmu menikahi gadis belia?” tanya
tante lisa dengan nada sinis
“iya tante, kak rafasya menikahi gadis belia, tapi jangan khawatir kami punya buku nikah kok, karena aku sudah cukup umur untuk menikah” balas ningrum dengan tersenyum
Tante lisa membuang muka kasar “anak jatuh memang tidak jauh dari ayahnya” gumam tante lisa
hal itu masih terdengar jelas di indera pendengaran Ningrum “iya tante, suamiku sama tampannya dengan ayahnya” balas ningrum tetap tersenyum
Tante lisa menatap sinis ningrum
Rafasya yang melihat ayahnya menyunggingkan senyumnya, sedikit lega
Ningrum berniat mengikuti langkah mamanya tapi di tahan rafasya “bagus sayang” rafasya
mengangkat jempolnya pada ningrum
Ningrum tersenyum mengangguk, mereka berdua menyusul keluarganya untuk masuk dalam rumah
Mama Karin mengajak tante lisa dan rebeca untuk duduk di ruang keluarga
“Robert dan jack kemana?” tanya mama Karin
“mereka sedang membahas bisnis dengan perusahaan mitra bisnis mereka” balas tante lisa
Mama Karin mengangguk paham “oh ya rebeca tahun depan akan masuk universitas ya?”
tanya mama Karin
“iya tante. Rencananya aku akan kuliah di Indonesia” balas rebeca
“ wah kamu akan kuliah disini?” tanya mama Karin
“iya tante, aku ingin mencari suasana berbeda ” balas rebeca
__ADS_1
“lalu kau akan tinggal dimana?” tanya mama Karin
“belum tahu tante, tapi kata kakak dia akan tinggal di Indonesia selama bisnisnya, jadi aku ikut
kakak saja untuk tinggal di mana ” balas rebeca
tante lisa melirik mama Karin “oh ya karin, apa kau bahagia?’ tanya tante lisa melirik ayah kevin
Ayah kevin hanya tersenyum miring menatap tante lisa yang meremehkanya “ aku bahagia, sangat bahagia lisa, suamiku sangat mencintaiku dan memanjakanku, aku juga punya anak yang sangat baik juga menantu yang cantik “balas mama Karin menatap rafasya dan Ningrum bergantian
Tante lisa berdecih “bagaimana bisa kau bahagia dengan lelaki seperti itu” ucap tante lisa meremehkan
Ningrum mengigit bibir bawahnya kesal dengan ucapan tante lisa “tentu saja mama Karin bahagia,
ayah sayang banget sama mama, apapun yang mama mau akan selalu diberikan ayah. Mama mau kemana ayah selalu menuruti keinginannya dan selalu menemani” ucap ningrum membanggakan ayah mertuanya
“itu karena dia kurang kerjaan saja” balas tante lisa melipat tangannya di dada menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa
Ningrum berdecih “kurang kerjaan juga gak masalah, yang penting kan uang ayah tetap masih mengalir untuk menuruti keinginan mama, walaupun tanpa harus sering di kantor ” balas ningrum
Ningrum menunjuk tubuh mama Karin dengan tatapan matanya “coba lihat apa yang mama pakai, bukankan sulit untuk di dapat” ningrum kemudian melirik pakaian tante lisa yang memang kelasnya di bawah mama Karin. Karena memang mama Karin adalah orang yang pemilih dalam berpakaian, tapi ayah kevin tak pernah mempermasalahkan gaya istrinya yang di anggap masih mampu untuk ia turuti
“kau”tunjuk tante lisa ke arah ningrum dengan raut wajah kesal
Ningrum dan tante lisa masih bertukar tatapan tajam, sampai tiba-tiba suara seseorang mebuyarkan itu semua “malam semua”sapa om Robert suami tante lisa menghampiri
“malam Robert” ayah kevin berdiri menyapa suami sepupu istrinya itu
Om Robert memeluk ayah kevin “apa kabar kau?” tanya om robert sopan pada ayah kevin
Ayah kevin membalas pelukan om Robert “kabarku baik, bagaiamana dengan kau?” tanya
ayah kevin ramah
Ayah kevin dan Robert cukup akrab karena om Robert orang yang mudah di ajak bicara
dan tak pernah menyinggung masalah penyakit ayah kevin, dan selalu menegur istrinya jika menyinggung ayah kevin
ayah kevin melirik pria berbadan tegang yang berada di belakang om Robert “kau
pasti jack, anak pertama Robert?” tanya ayah kevin
“iya om” balas jack berjabat tangan dengan ayah kevin
“silahkan duduk” ajak ayah kevin
“kau pasti rafasya” tunjuk jack pada rafasya beralih ke ningrum “dan kau istri rafasya, siapa ya….” Jack Nampak mengingat nama istri sepupunya itu
“ningrum, namaku ningrum kak” ningrum mengarahkan tangannya ke arah jack untuk berjabat tangan
“salam kenal” ucap jack sopan
Jack menoleh pada rafasya “kau pintar sekali cari istri, dia Sangat cantik ” ucap jack
__ADS_1
“terima kasih” balas rafasya sopan
“karena kita semua sudah berkumpul, ayo makan dulu, nanti kita bisa lanjut untuk mengobrol lagi” ajak mama Karin membawa keluarga jauhnya ke meja makan