Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
rasa di pedulikan (season 2)


__ADS_3

***


"Bagaimana bisa aku jadi istri om, orang kartu keluarga dan segala macam yang dibutuhkan buat kita nikah semuanya ada di


perancis” Tanya Rebecca


“waktu kamu kabur dan aku tahu kalau kamu sedang hamil, aku langsung ke perancis untuk menemui orang tua kamu dan meminta kartu keluarga kamu untuk mendaftarkan pernikahan kita” balas zian tersenyum


“emang mama gak marah?” Tanya Rebecca


“tentu saja marah. Tapi seperti yang kamu bilang saat itu, mama kamu adalah orang yang kolot jadi dia langsung lempar kartu keluargamu dan mengancam ku untuk cepat menikah denganmu, karena kau sudah hamil" balas zian


melihat raut wajah rebecca, Mama kaila langsung menggenggam tangan Rebecca “omongan mamamu mah gak masalah buatku, Yang ngomongnya jauh lebih pedas dari mamamu juga ada di sini" ucap zian melirik mama kaila "Tapi aku tetap paling menyayanginya di atas siapapun”


balas zian menatap mama kaila


mama kaila begitu terharu dengan ucapan zian, lalu beralih menoleh ke arah rebecca "ya sayang, mamamu memang pedas kalau ngomong tapi semua yang sudah tahu sifat mamamu tak akan mempermasalahkan ucapannya” balas mama kaila


“benarkah?” Tanya Rebecca memastikan


“tentu saja Rebecca, kau tak ingat bagaimana dulu aku menjawab setiap ucapan mamamu?" sahut ningrum membenarkan ucapan mama kaila


“kalian gak bohong kan?” Tanya Rebecca


“enggak, sayang tante kan sudah mengenal mama kamu


jauh sebelum kamu lahir jadi tante gak pernah sakit hati lagi dengan ucapan mama kamu yang pedesnya kaya cabe setan itu. Ya walaupun terkadang tante akan selalu balas ucapan mama kamu sih” balas mama kaila


Rebecca tersenyum kearah mama kaila


zian menoleh ke arah ayah virza “berarti zian gak di usir kan?” Tanya zian memastikan pada ayahnya


ayah virza menghela nafas “ya sudah” balas ayah virza pasrah


ayah virza menajamkan matanya ke arah zian “tapi jangan buat suara gaduh di malam hari loh, mentang-mentang hampir sebulan gak ketemu” ucap ayah virza memperingati zian putra sulungnya


zian menautkan kedua alisnya “ayah lupa ya kalau kamar anak-anak ayah kedap suara


semua? Kan Cuma kamar tamu saja yang gak kedap suara” balas zian tersenyum menang


Mama kaila menahan tawanya “tapi kamu lupa sesuatu ya?” Tanya mama kaila


zian menaikkan sebelah alisnya “lupa apa?” Tanya zian


“kan Rebecca belum lama ini pendarahan, dan dia yang


masih hamil trisemester pertama, jadi gak boleh di gempur” balas mama kaila terkekeh


zian membelakkan matanya lebar “apa gitu mah?” Tanya zian


“iya lah” balas mama kaila tertawa lantang

__ADS_1


“mama gak ngerjain zian kan?” Tanya zian memastikan


Jonathan terkekeh “iya tau, dulu saja aku dan ningrum gak kaya gitu sampai usia kandungan ningrum masuk trisemester 2, karena satu waktu pernah kita kaya begitu waktu masih awal-awal kehamilan, ningrum suka keram” tambah


jonathan


“aku juga gitu kali kak, gak kayak gitu sama miranda, kasihan dia kenapa-napa. mana kakak ketambahan Rebecca yang abis pendarahan kemarin” tambah aditya terkekeh


“rasain tuh, kena batunya kamu” ucap ayah virza tertawa penuh kemenangan


“kok gitu sih?” kesal zian


“hahahahaha” tawa keluarga besar bagaskara menertawakan raut wajah zian yang seolah tak Terima dengan hal tak boleh menyentuh istrinya padahal dia sudah susah-susah datang ke Perancis untuk mengurus pernikahan


Rebecca yang melihat tawa keluarga suaminya begitu


menenangkan seakan mengangkat ketakutan yang ada dalam hatinya


***


Rafasya dan Mila pergi ke daerah-daerah pedalaman


yang cukup eksotis dan menarik untuk di kunjungi


“kamu kok nyari tempat liburan yang di pelosok kaya gini


sih sya?” Tanya mila yang sedang memapah rafasya berjalan ke kamar inap mereka


“bukannya gitu sya, kamu kan belum sembuh total, jalanmu saja masih kesusahan kaya gini, nanti kamu kecapean loh? Ya walaupun aku papah kamu tapi bukan berarti kamu gak capek kan? ” balas  Mila


Mila mendudukkan rafasya ke tepi ranjang “kamu mau mandi


dulu? Apa makan dulu?” Tanya Mila


“kayanya mandi dulu deh” balas rafasya yang merasa


cukup kegerahan karena perjalanan mereka yang cukup jauh


“ya sudah mandi saja dulu” Mila langsung membuka baju rafasya tanpa meminta persetujuan rafasya


Rafasya menahan tangan Mila yang akan membuka bajunya “kamu mau ngapain?” Tanya rafasya


“lah katanya mau mandi” balas Mila


“iya memang aku mau mandi tapi kamu ngapain ?” Tanya rafasya mengulang pertanyaannya


“ya bantuin kamu mandi” balas mila polos


“gak perlu, aku bisa mandi sendiri” balas rafasya


“kenapa? Biasanya juga aku bantuin mandi kamu” balas

__ADS_1


mila yang memang sudah terbiasa membantu rafasya mandi


“yakan itu dulu, sekarang beda” balas rafasya


“apa bedanya? Sama saja. Lagian aku juga sudah lihat


kamu dari atas sampai bawah waktu ngerawat kamu jadi apa masalahnya?” Tanya Mila


wajah rafasya merona merah dengan ucapan mila “iya itu kan dulu karena aku gak bisa mandi sendiri, sekarang aku bisa mandi sendiri” balas rafasya


“ya sudah terserah kamu saja” balas Mila


“ya sudah aku mandi dulu, nanti tinggal kamu yang mandi” ucap rafasya berusaha berdiri


“tunggu dulu” mila menahan  langkah rafasya yang ingin masuk kamar mandi “kenapa tadi


kamu bilang kita gantian mandi? Aku kan bias mandi di kamarku sendiri, ngapain juga nungguin kamu mandi”  Tanya mila


“aku Cuma pesan satu kamar saja” balas rafasya datar


Mila tersenyum kearah rafasya “jadi pesan satu kamar nih?” Tanya mila dengan nada meledek


Rafasya menjadi gugup “jangan salah paham ya?  Biasanya kan kamu nungguin aku tidur dulu


baru tidur di kamarmu, jadi dari pada kamu bolak balik kamar dan ngabisin uang, ya sudah pesan 1 kamar saja. Lagian kamar ini cukup besar kok” balas rafasya


Mila melirik kamar inap mereka yang terbilang cukup


besar dan ranjang yang cukup besar pula “ah ya memang cukup besar” balas mila tersenyum


Muka rafasya sudah merah seperti tomat yang sudah matang “sudah lah aku mau mandi dulu” ucap rafasya bergegas menuju kamar mandi


Setelah mereka selesai membersihkan diri, rafasya dan


mila memutuskan untuk makan di dalam kamar


“kok malah makan di kamar sih mil?” Tanya rafasya


“kamu tuh sudah capek seharian ini karena perjalanan


kita yang memakan waktu cukup lama jadi sekarang kamu harus mengistirahatkan tubuh kamu jangan terlalu capek” balas Mila


“kamu cerewet banget” balas rafasya memanyunkan bibirnya


“biarin cerewet, yang penting kan cerewetnya demi


kebaikan kamu” balas Mila tak perduli dengan ucapan rafasya


Rafasya menyunggingkan senyumnya mendengar ucapan


mila

__ADS_1


__ADS_2