
“kenapa? Kau tak siap melakukannya denganku?” Tanya rafasya dengan deru nafas memburu dan mata
yang sudah berkabut gairah
“bukan begitu sya, tapi kamu belum sembuh betul, aku
takut kamu terlalu capek” balas Mila
Rafasya yang mengungkung tubuh Mila merubah posisinya dan membuat Mila berada di atasnya dengan sekali gerakan “kalau kamu takut aku capek, ya sudah kamu saja yang kerja” tawar rafasya duduk memeluk Mila dan mencium tengkuk Mila dengan penuh gairah
“aku yang kerja?” Tanya Mila dengan suara tersengal
karena rafasya yang terus menciumi leher jenjang mulusnyab dan makin turun kebawah,
membuka pengait benda berkacamata itu dan membuangnya ke sembarang arah
“ahhhhh” Mila merasakan geli saat rafasya mulai memainkan benda kembar yang menantang jiwa kelelakian rafasya itu
Rafasya mendongak kearah Mila “katanya kamu gak pengen aku capek, tapi kenapa malah diam saja?” rafasya lembali memainkan benda dihadapannya itu layaknya squisy itu, meremas dan memilinnya serta sesekali mengulumnya dan memberikan gigitan kecil di sana
“emmmm” Mila mencoba menahan gelanyar aneh yang
sedang ia rasa "sebenarnya aku pengen yang kerja agar kamu tak kecapean tapi gimana caranya? Aku gak tahu gimana sya?” Tanya Mila polos
Rafasya menghentikan aktivitasnya, membelalakkan matanya lebar, mendongak kearah Mila “masa kamu gak tahu gimana caranya?” Tanya rafasya
“ya gak tahu lah, pernah nyobain aja gak, jadi gimana bisa ngelakuinnya sya" balas Mila
memukul lengan rafasya
Rafasya terkekeh “emang kamu belum pernah kaya gitu?”
Tanya rafasya
Mila menatap tajam kearah rafasya “kamu piker aku
apaan? aku kan belum pernah menikah, jadi mana mungkin sudah pernah begitu” balas Mila mengerucutkan bibirnya
Rafasya tersenyum, lalu membalik tubuh mila agar berada di bawahnya “ya sudah aku yang akan ajarin kamu” ucap rafasya kembali ******* bibir Mila
Mila mendorong pelan tubuh rafasya “tapi kaki kamu gimana sya?” Tanya mila masih khawatir dengan kondisi kaki rafasya
“kita coba dulu, kira-kira aku bisa gak? Kan selama sakit belum di cobain, kira-kira masih kuat gak” ucap rafasya kembali *******
bibir Mila
Rafsya mulai melepaskan benda yang tersisa di tubuhnya dan juga yang masih melekat di tubuh Mila, rafasya mengarahkan senjata perangnya ke liang kenikmatan milik mila “pelan ya sya” pinta Mila menggigit jarinya takut saat akan ada yang berusaha menjebol gawang pertahanannya
Rafasya tersenyum “iya” balas rafasya mulai menancapkan senjata perangnya
“aaaakkkhhhh” teriak Mila mencengkeram bahu rafasya
kuat
“sakit ya?” Tanya rafasya menghentikan kegiatannya
__ADS_1
“iya” ucap Mila menahan sakit
rafasya melihat Mila yang kesakitan jadi tak tega “kalau sakit banget, kita sudahi dulu saja, lanjut besok lagi saja ya ” ucap rafsya berniat menarik senjata pamungkasnya itu
“jangan” mila menahan lengan rafasya agar tak
menjauh “aku akan tahan” ucap mila
“tapi kamu kelihatan sakit banget” Tanya rafasya
“gak papa, aku masih bisa menahannya. Nanti kalau
kamu takut aku sakit, malah kamu yang sakit” balas mila
“kenapa kamu bisa bilang gitu?” Tanya rafasya bingung
“kata orang kan, kalau nahan itu bikin kepala cenut-cenut dan bahkan bisa sakit kalau di tahan” balas mila yang pernah mendengar cerita tentang itu saat pernah mengikuti seminar
Rafasya terkekeh “aku gak sampai segitunya tega sama kamu mil” balas rafasya ingin beranjak
“sudah lanjutkan saja” mila menarik tengkuk rafasya
dan rafasya melanjutkan kegiatan panas mereka dengan suara-suara memabukkan di penjuru ruangan
Untung saja kamar mereka kedap suara, karena memang
kamar yang dipesan rafasya adalah kamar khusus bulan madu sehingga terlihat luas dan dengan pemandangan yang indah
Rafasya terus memompa mila sampai bermandikan
keringat “sya aku mau pipis” ucap mila mengeratkan pegangannya di bahu rafasya
“ih aku mau pipis sya, masa dikeluarin bareng?” Tanya
Mila dengan suara tak jelas karena rafasya yang makin kuat memompa tubuh Mila
“tak apa, ayo bersama keluarkan” balas rafasya makin
kuat mengguncang tubuh Mila
“aaaaaaakhhhh” teriak Mila
Rafasya mengecup kening Mila cukup laman dan berbaring di samping Mila “Terima kasih” ucap rafasya menoleh kearah Mila
Mila menoleh kearah rafasya “terima kasih buat apa?”
Tanya mila bingung dengan suara yang masih memburu
“terima kasih selalu ada di sampingku selama ini,
terima kasih sudah merawatku, dan terima kasih sudah mau jadi istriku” ucap rafasya mengecup bibir Mila
Mila tersenyum kearah rafasya “iya” ucap mila
memiringkan tubuhnya berniat memeluk tubuh rafasya
__ADS_1
“akkkkh!” teriak mila kesakitan saat menggeser tubuhnya
“kenapa?” Tanya rafasya khawatir
“sakit” balas Mila
“apanya?” Tanya rafasya
“itu” tunjuk mila pada bagain tubuh bawah miliknya dengan
lirikan matanya
“coba aku lihat” pinta rafasya menarik selimut mila
Mila menahan selimut yang akan di tarik rafasya “jangan malu ah” ucap mila
Rafasya terkekeh “kenapa malu, aku juga sudah melihat semuanya” balas rafasya menarik paksa selimut mila
“mana?” Tanya rafasya memindai tubuh bagian bawah mila
“sudah ah jangan di lihat lagi, ucap mila menutup bagian intinya dengan kedua tangan
Rafasya melirik bekas noda merah di atas seprai, membuat rafasya menyunggingkan senyumnya
“ya sudah, aku basuh dengan air hangat saja” ucap
rafasya mengambil air hangat dan handuk kecil
Rafasya membersihkan inti mila dengan perlahan “sebenarnya
aku ingin menggendongmu saja untuk berendam, tapi sepertinya aku belum bisa menggendongmu,
jadi maaf ya” ucap rafasya sembari membersihkan inti mila
Mila tersenyum “seperti ini juga sudah cukup baik
untukku, dulu aku kira kau benar-benar tak bisa melakukannya. Dan tadi saat kau
mengajakku menikah aku sudah memantapkan hati untuk jadi perawan seumur hidup,
tapi ternyata sekarang sudah gak perawan lagi” ucap mila terkekeh
“tapi tentang tidak punya anak itu mungkin benar mila” ucap rafasya menunduk
Mila berusaha duduk dan memeluk rafasya “gak punya anak juga gak masalah sya, kalau benar ingin kita juga bisa adopsi, banyak anak yang membutuhkan orang tua di luar sana. Ada kamu di sisiku itu sudah cukup” balas mila
“terima kasih” balas rafasya membalas pelukan mila
Mila mengeratkan pelukannya, membuat tubuh polos mereka saling bersentuhan “kau mau menggodaku lagi ya mil?” Tanya rafasya
Mila melonggarkan pelukannya “menggoda apanya?” Tanya
mila bingung
“lihat tuh, dia jadi bangun lagi gara-gara kamu” ucap rafasya menunjuk senjata perangnya yang sudah berdiri tegak bersiap akan berperang kembali
__ADS_1
“ah, harus di tidurin lagi ya?” Tanya mila menutup mulutnya
rafasya mendorong tubuh mila sampai jatuh di ranjang “ya sudah lanjut lagi saja” ucap rafasya kembali menggempur mila habis-habisan, sampai pagi menjelang