
virza menangis dalam pelukan kaila dengan suara sembilu membuat hati kaila ikut merasakan sakit yang dialami suaminya
"ada kaila di sini menemani mas" ucap kaila di sela tangis virza sembari mengusap punggung virza
"bagaimana ini kai? mas mencari tahu begitu lama tapi saat mas tahu tentangnya. dia bilang bukan dia " virza makin mempererat pelukannya
"apa aku harus percaya padanya? " Tambah virza semakin terisak
"kalau boleh kai bicara, lebih baik lupakan kejadian dulu mas, toh setelah kita tahu kejadian dulu ayah dan ibu mas tak bisa hidup lagi" balas kaila dengan suara lirih
virza mengendurkan pelukannya dan mendorong pelan kaila agar bisa bertatapan dengannya
"kenapa kamu bicara seperti itu? " Tanya virza menghentikan tangisnya tiba-tiba tapi masih sesenggukan karena saking terkejutnya
kaila mulai gugup mendengar pertanyaan virza " itu karena kai gak mau mas sedih terus" balas kaila sedikit tergagap
"kenapa kamu jawabnya gitu? " Tanya virza heran melihat kaila yang biasanya sangat yakin dan percaya diri kali ini seperti ada hal yang di tutupi
kaila berfikir sejenak untuk mencari alasan
"ayo kaila, pikirkan jawaban yang gak akan bikin suami kamu curiga" batin kaila menggigit bibir bawahnya karena gugup
" itu karena mas yang nanya tiba-tiba ke kai, kaila melihat mas yang menangis jadi sempat bingung mau berkata apa karena khawatir? " Balas kaila tersenyum
"kamu begitu pedulinya sama mas ya? " tanya virza terharu mendengar ucapan kaila
"tentu saja, mas kan suami kaila yang paling kaila sayang dan cinta" balas kaila
kaila membawa virza untuk duduk di sofa
"coba deh mas ceritakan apa yang terjadi sampai membuat mas sedih seperti ini? " tanya kaila mencoba mengalihkan kecurigaan virza
"tadi tuan hafizhan adhitama datang kesini, dia bilang ke mas untuk jangan coba-coba mengorek kehidupannya" balas virza
"dia tahu kalau kita menyelidikinya? " tanya kaila
" iya, bahkan dia dengan lantang kalau kau yang mencoba mengorek kehidupan pribadinya" balas virza
kaila menggigit kuku jarinya" emang benar kata kakek kalau jangan coba-coba mengusiknya" gumam kaila
"apa kai? mas gak dengar" tanya virza yang mendengar gumaman tak jelas dari kaila
"gak kok mas. terus apa lagi? " tanya kaila
__ADS_1
" bukan dia yang menyebabkan orang tua mas meninggal, dia hanya berada di tempat dan waktu yang salah saja. dia juga bilang seberapapun dia benci ayah dia gak akan menyakiti ibu" balas virza
"dia juga bilang, memang dia menggunakan berbagai cara menghancurkan ayah tapi tidak dengan membunuh. dia hanya tak suka namanya di kaitkan dengan kematian orang yang ia benci" tambah virza
"ada lagi gak mas? " tanya kaila
"gak ada, dia langsung pergi" balas virza
kaila tampak berpikir serius dan virza melihatnya bingung
"mikir apaan sih kai? serius banget" tanya virza
kaila tersadar dari lamunannya karena mendengar pertanyaan virza
"enggak mas, sepertinya lebih baik kita jangan mencari tahu hal itu lagi karena memang bukan dia, kejadian waktu itu adalah murni kecelakaan karena supir truk yang menabrak mobil ayah dan ibu mabuk berat" balas kaila
virza menatap lekat dan bola mata membulat lebar pada istrinya
"dari mana kau tahu itu semua?" tanya virza
"dari om sakti, dulu hal itu sulit dilacak karena ayah kak jancent yang menutupinya, tapi tidak dengan sekarang, jadi kaila dengan mudah mendapat informasi itu" balas kaila
"lalu kenapa dia bisa ada di situ? " tanya virza tampak berfikir sambil menyangga dagunya dengan kedua tangannya
"bagaimana bisa aku bilang ayah kandungmu melakukan tes DNA padamu dan ternyata kau adalah anak kandungnya. dan dia mengejar ayahmu untuk membuat perhitungan karena menjauhkan mu darinya dan membuat ia kecewa pada ibumu selama bertahun-tahun tapi malah kecelakaan itu terjadi" batin kaila
"apa dia seberbahaya kata orang? " tanya virza menatap manik mata kaila
"kakek bilang sih iya, mereka berdua dan om sakti gak berani mengusik kalau gak ada masalah" balas kaila
"begitu ya" balas virza
" apa dia gak bilang untuk menjaga hubungan baik, kan dia om mas" tanya kaila
"enggak, yang ada dia bilang jangang saling mengusik, dan hanya komunikasi bisnis saja" balas virza
"tapi ya kai, mas merasa aneh" ucap virza
"aneh gimana? " tanya kaila
"mas gak benci dia seperti pikiran mas sebelum bertemu dengannya. walaupun memang bukan dia yang membunuh ayah dan ibu tapi mas tahu betul perseteruan mereka dulu malahan ada rasa hangat dan akrab saat bersamanya, apa ada masalah pada tubuh mas ya? apa perlu ke rumah sakit? " tanya virza
kaila tersenyum tipis " ya iya lah, dia kan ayah kandung mas" batin kaila
__ADS_1
virza yang melihat kaila senyum sendiri tanpa menjawab pertanyaannya, ia pun jadi kesal
"kai! di tanya malah bengong" rajuk virza
" iya maaf mas, pulang yuk dah malam" ajak kaila
" ya sudah yuk pulang" balas virza mengambil jas nya dan menggandeng kaila ke luar ruangan menuju lift
" mas makan di luar ya" ajak kaila saat berada dalam lift
pintu lift terbuka, mereka pun keluar, pegawai yang masih berjaga memberi hormat pada virza dan kaila
"emang zian gak marah di tinggal lagi sendirian di rumah kelamaan" balas virza
" enggak lah, dia kan malam ini nginap di rumah kakek, karena lusa mau berangkat, katanya bau beres- beres" balas kaila kesal mengingat bahwa ia diabaikan zian karena akan di ajak liburan
" ya sudah yuk mau makan dimana? " tanya virza mengelus puncak kepala kaila
"kaila mau makan ayam bakar" balas kaila semangat
" restoran mana? " tanya virza membukakan pintu mobil untuk kaila
" gak di restoran tapi yang di pinggir jalan mas, sambal di restoran biasanya kurang enak, kai mau yang pedas " balas kaila tersenyum membayangkan makanan yang akan ia makan
"apa?! " balas virza terkejut
"apa sih mas teriak-teriak" ucap kaila mengusap telinganya yang berdengung
" kan mas gak suka pedas sayang" balas virza
"ya mas nanti pesannya jangan yang pedas lah, yang mau makan kan kaila bukan mas" ucap kaila kesal
virza terkekeh" mas kira kamu mau ngajak mas makan juga makanan pedas lagi, kamu kan tahu sendiri kalau mas makan makanan pedas perut mas bisa sakit sampai 3 hari" balas virza
" kaila gak setega itu kali mas" ucap kaila kesal
" iya maaf ya, sayang nanti mau makan seberapa banyak mas bayarin deh" balas virza
"kaila juga bisa bayar sendiri" ucap kaila
virza menepuk jidatnya " iya juga kan kamu bosnya" balas virza tersenyum
"nyonya bos" ucap kaila tersenyum
__ADS_1
" iya kan emang istriku tersayang adalah bos" ucap virza memberi hormat ala tentara
"benar emang kai bosnya" ucap kaila tertawa senang