
lilia telah kembali ke tanah air, ia memutuskan ikut membantu di perusahaan ayahnya
"pagi, ayah, mah" sapa lilia duduk di kursi untuk menyantap sarapannya
"pagi anak mama" balas mama lilia
"pagi juga sayang" balas ayah hardy
"oh ya lilia, kapan rencana pernikahanmu dengan hafizhan dilaksanakan? ini sudah hampir 1 tahun setelah kelulusan mu loh, sudah terlalu lama melewati tanggal yang di tetapkan saat pertunangan kalian" tanya ayah hardy
lilia tersenyum "dia sedang menyelesaikan pendidikan nya yah, jadi biarkan saja. nanti juga kami menikah" balas lilia
"kami hanya khawatir sayang, hafizhan dulu bilang akan menikahi mu setelah kamu lulus, tapi ini sudah hampir 1 tahun loh setelah kelulusan mu. dan 2 tahun kau sudah bertunangan dengannya" ucap mama lilia
"iya sayang, bukannya kamu menemaninya selama 6 bulan di sana, ayah pikir kalian akan menikah" ayah hardy menatap dengan cemas putrinya itu" dia tak lupa kan dengan syarat yang dulu pernah ayah kasih padanya dulu? " tanya ayah hardy
lilia berusaha menutupi kegugupan nya "nanti lilia tanyakan lagi ya yah" lilia makan dengan cepat dan bergegas menuju tempat perusahaan tempat lilia bekerja untuk menghindari pertanyaan orang tuanya
sesampai lilia di kantor, para pegawai memberi hormat padanya karena semua pegawai tau lilia adalah anak pemilik perusahaan
"pagi nona" sapa para pegawai
lilia tersenyum menunduk" pagi" balas lilia bergegas menuju ruangannya di lantai 16
"tok tok tok" terdengar suara ketukan pintu di balik pintu ruangan lilia
"masuk " ucap lilia
"maaf nona, ada tamu yang mencari anda" ucap Ardi sekertaris lilia
"siapa? " tanya lilia
"itu tuan bagaskara dari adhitama group" balas Ardi
"persilahkan dia masuk" lilia membereskan mejanya dan merapihkan dokumen yang baru selesai ia baca
"Hai lilia" sapa bagaskara masuk ke ruangan kerja lilia
lilia menghampiri bagaskara " Hai kak" lilia memeluk bagaskara sebagai Salam
"duduk kak" ajak lilia ke sofa di ruangannya
"ini dokumen yang kemarin sudah aku revisi" bagaskara menyerahkan dokumen pada lilia
lilia menerima dokumen itu dan membacanya "sudah kak" lilia langsung menandatangani dan menyerahkan pada bagaskara
"gimana kabarmu dan hafizhan lilia? kapan pernikahan kalian di laksanakan? " tanya bagaskara membuka obrolan
"kenapa tak tanya langsung pada adik kakak? " balas lilia
bagaskara tersenyum "dia terlalu sibuk, sampai-sampai mengabaikan keluarga" balas bagaskara terkekeh
"sama saja kak, dia jarang menghubungi ku" balas lilia
__ADS_1
bagaskara menatap heran lilia "tapi kalian baik-baik saja kan? " tanya bagaskara khawatir
"baik kak" balas lilia
bagaskara melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah 12 siang" makan dulu ya lilia, ini sudah jam makan siang" ajak bagaskara
"iya kak" balas lilia mengambil tasnya
lilia dan bagaskara berjalan beriringan menuju lobi tempat mobil bagaskara sudah terparkir, terdengar riuh para pegawai yang menatap iri pada lilia dan bagaskara yang para pegawai kira sebagai tunangan lilia, karena para pegawai yang hanya tahu lilia bertunangan dengan pewaris adhitama group tanpa tahu wajahnya
bagaskara membukakan pintu mobil untuk lilia " silahkan" ucap bagaskara mempersilahkan lilia masuk
"Terima kasih kak" ucap lilia sopan masuk dalam mobil
melihat lilia yang belum memasang sabuk pengamannya, bagaskara ingin membantu memasangkannya "sini aku bantu" baru bagaskara akan mendekat "biar aku sendiri kak" balas lilia memasang sabuk pengamannya dengan cepat
ada rasa kecewa di wajah bagaskara " kita mau makan dimana? " tanya bagaskara sambil memegang kemudinya
"terserah kakak saja, aku sama sekali tak pilih-pilih dengan makanan" balas lilia sopan
"baiklah kalau begitu" bagaskara mengajak lilia makan di restoran seafood di dekat kantor lilia
"kau mau pesan apa" bagaskara menyerahkan buku menu pada lilia
"kakak saja yang pilih" lilia menahan buku menu yang disodorkan padanya dengan tangan
" baiklah" bagaskara mulai memesan dan memberitahu pada pelayanan
"hmmm" lilia mendongak menatap bagaskara "apa kau bahagia dengan adikku? " tanya bagaskara
lilia mengangguk tersenyum " lumayan" balas lilia
bagaskara mengangkat sebelah alisnya " kok lumayan? " tanya bagaskara
"gimana ya kak? tau sendiri kan setelah 2 bulan bertunangan dia langsung terbang ke Inggris, 6 bulan di sana dia selalu sibuk, sekarang kita jarang komunikasi jadi kakak pikir apa yang harus aku rasakan? " ucap lilia
"tapi kalian kan sudah pacaran sebelum pertunangan jadi harusnya kau tahu bahagia atau tidak bersamanya " tanya bagaskara
lilia tersenyum " aku baru pacaran 1 minggu sebelum kami bertunangan kak, dan kakak tahu sendiri gimana cueknya adik kakak itu" balas lilia
"aku pikir... " ucap bagaskara menggantung saat Makanan pesanan sudah berdatangan
" makan dulu kak" ajak lilia menyantap makanan yang sudah di hidangkan
bagaskara mengangguk " hoek hoek hoek" lilia berlari saat makanan akan ia santap
"lilia" bagaskara mengejar Lilia dengan khawatir
bagaskara bolak balik di depan kamar mandi dengan khawatir
"cklek" lilia keluar dengan wajah pucat
bagaskara buru-buru menghampiri lilia "kau kenapa? " tanya Bagaskara
__ADS_1
"aku......" belum selesai lilia berucap ia jatuh pingsan
dengan sigap bagaskara menangkap lilia sebelum terjatuh" lilia! " teriak bagaskara memanggil lilia
bagaskara berlari membopong lilia menuju mobilnya dan bergegas menuju rumah sakit
***
bagaskara bolak-balik di depan ruang UGD menunggu lilia di periksa oleh dokter
dokter pun keluar dari ruang UGD, bagaskara buru-buru menghampirinya " gimana keadaannya dok " tanya bagaskara cemas
dokter tersenyum dengan kepanikan bagaskara "istri anda hanya lelah tuan, tapi lebih baik anda periksakan istri anda ke dokter obgyn karena kemungkinan besar istri anda sedang hamil" ucap dokter
bagai tersambar petir dia siang bolong hati bagaskara serasa tertimpa batu besar "hamil? " tanya bagaskara
"iya tuan" dokter menepuk bahu bagaskara dan bergegas pergi
bagaskara jatuh terduduk di kursi tunggu "hamil? " gumam bagaskara
ia tahu tak pantas bagi dirinya untuk berharap tapi ia tak mampu menutupi rasa sakitnya saat tahu orang yang di cintanya hamil anak orang lain terutama hamil dengan adiknya sendiri
bagaskara melangkahkan kakinya dengan tertatih. melihat tatapan kosong lilia, hatinya makin berdenyut nyeri "lilia" panggil bagaskara
lilia tersadar dari lamunannya "iya kak" balas lilia
"apa kau sudah pernah melakukannya dengan adikku? " tanya bagaskara yang tak mampu lilia jawab
"apa kau sudah pernah berhubungan badan dengan hafizhan? " tanya bagaskara dengan suara serendah mungkin
pertahanan lilia seakan runtuh "iya kak" lilia mengangguk mengiyakan
hati Bagaskara begitu sakit serasa mendapat tusukan ribuan pedang di dadanya
"telfon dia sekarang juga" pinta bagaskara tegas
"baik kak" lilia langsung menelfon hafizhan
"ada apa sayang? " tanya hafizhan dari balik seberang telfon
"bisa kita bicara sebentar" tanya lilia
"ada apa sayang? " tanya hafizhan
"aku... " belum selesai lilia bicara hafizhan memotongnya
"aku telfon lagi nanti ya, sekarang aku sedang sibuk" hafizhan menutup teleponnya tanpa menunggu balasan lilia
lilia menatap ponselnya "hiks hiks hiks" dia sedang sibuk kak" tangis lilia pun pecah
bagaskara duduk di samping lilia dan memeluknya " tenang lilia, kalau dia masih tak pulang, aku yang akan menyeretnya pulang" ucap bagaskara menenangkan
bagaskara mengusap lembut punggung lilia dan lilia memeluk erat bagaskara seolah menyalurkan sakit yang sedang ia rasakan dengan menangis di dada bidang bagaskara
__ADS_1