
masuk kalian! " bentak ayah lilia melihat hafizhan dan lilia di depan gerbangi8
hafizhan menelan salivanya kasar "iya om" hafizhan turun dari motornya dan memasuki rumah lilia mengikuti langkah ayah lilia
ayah lilia membawa hafizhan dan lilia ke ruang tamu rumahnya "duduk kalian" tunjuk ayah lilia pada sofa di hadapannya
ayah lilia ikut duduk di dampingi mama lilia. ayah lilia diam saja memandangi hafizhan dan lilia secara bergantian dengan tatapan tajam setajam silet😅
"ekhem" lilia berdehem berusaha memecah keheningan "ayah dan mamah sudah bangun? tumben sekali kompakan bangun pagi" ucap lilia memaksakan senyum canggungnya
ayah lili mendelik "bukan baru bangun tapi tidak tidur semalaman" ucap ayah lilia penuh dengan penekanan "bagaimana bisa orang tua tidur dengan nyenyak saat anak gadisnya belum pulang pada dini hari seperti ini" tambah ayah lilia
"glek" lilia menelan saliva nya kasar karena gugup yang melanda dirinya saat menghadapi kedua orang tuanya
"lilia sudah telfon mama kalau terjebak hujan, ini saja kita langsung pulang setelah hujan reda" ucap lilia menjelaskan
ayah lilia mengangkat sebelah alisnya "apa kau fikir ayah tak tahu hujan di sana sudah berhenti sejak jam 1 pagi tadi? jadi harusnya kau sudah sampai rumah dari tadi" ucap ayah lilia tak percaya dengan ucapan anaknya
"jangan meremehkan kemampuan ayahmu! " bentak ayah lilia
"tapi yah" lilia ingin beradu pendapat lagi tapi di tahan hafizhan "sudah cukup biar aku yang bicara" ucap hafizhan
hafizhan menatap mama dan ayah lilia secara bergantian
"om dan tante saya minta maaf kalau telat mengantarkan lilia telat " ucap hafizhan menunduk memberikan hormat pada kedua orang tua lilia
ayah lilia naik pitam menatap tajam hafizhan "apa kau pikir maaf bisa menyelesaikan semuanya! " bentak ayah lilia
"sabar yah" mama lilia mengusap lengan suaminya berusaha menenangkan ayah lilia
"apa kau pikir dengan permohonan maaf memang tidak bisa menyelesaikan masalah begitu saja?" tanya ayah lilia
hafizhan menatap ayah lilia " benar kalau permintaan maaf tak akan bisa menyelesaikan masalah begitu saja. dan apapun yang saya ucapkan tak akan membenarkan keadaan saya dan saya tahu kalau saya salah . untuk itu saya akan melamar lilia pada om dan tante untuk jadi istri saya " ucap hafizhan
lilia membelalakkan matanya lebar "jangan main-main zhan! " bentak lilia
__ADS_1
hafizhan menatap lilia tersenyum "aku gak pernah main-main" hafizhan beralih menatap serius kedua orang tua lilia" aku serius mau melamar lilia untuk jadi istri saya om dan saya bersungguh-sungguh untuk itu" ucap hafizhan mantap
lilia mengela nafas memejamkan matanya sesaat "pernikahan bukan candaan hafizhan" ucap lilia mengingatkan hafizhan
ayah lilia kesal dengan sikap lilia"diam kamu! ayah tidak memintamu bicara" ucap ayah lilia memperingati
ayah lilia kembali memberi tatapan tajam pada hafizhan "tolong bicara yang jelas, apa maksudmu bicara seperti ini kepada saya ? " tanya ayah lilia meminta penjelasan
hafizhan membenarkan posisi duduknya "saya cinta sama anak om dan serius mau hidup dengannya jadi saya ingin melamarnya untuk jadi istri saya. saya melamarnya bukan untuk membenarkan perbuatan saya yang telat mengantarkan lilia pulang, tapi untuk memberi jaminan pada diri saya sendiri kalau saya serius menjalin hubungan dengan lilia dan bertanggung jawab untuk dirinya dan diri saya
" jelas hafizhan
ayah lilia bernafas lega " saya gak pernah minta kamu nikahi anak saya loh" ucap ayah lilia
hafizhan tersenyum "tentu tidak om tapi saya yang meminta anak om untuk saya dan saya akan sangat berterima kasih kalau keluarga om mengizinkan saya ikut jadi bagian keluarga" balas hafizhan
ayah hafizhan mengangkat tangannya "tapi saya gak menerima lamaran kacangan seperti ini ya, saya harus menjamin kepastian saat ada orang melamar putri satu-satuku dan kesayanganku" ucap ayah lilia memperingati hafizhan
"tenang saja om, saya akan meminta keluarga saya segera datang untuk melamar lilia pada om dan tante" balas hafizhan
1 minggu kemudian
hafizhan dan keluarganya datang berkunjung ke rumah lilia sesuai dengan waktu yang sudah di sepakati kedua keluarga
hafizhan berjalan beriringan bersama keluarga adhitama dengan membawa berbagai macam bingkisan
" kamu gak bilang-bilang sih kalau punya pacar, malah langsung tahu kamu mau nikah" protes bagaskara pada adiknya
hafizhan tersenyum "kan ini sudah bilang" balas hafizhan
"sudah -sudah ributnya nanti lagi, jangan bikin malu" ucap nyonya yolanda mengingatkan kedua anaknya
tuan johan mengetuk pintu rumah keluarga lilia
"tok tok tok" pintu di buka oleh seorang pelayan di rumah lilia
__ADS_1
pelayan yang sudah mengenali siapa hafizhan mempersilahkan masuk " masuk tuan dan nyonya, tuan dan nyonya kami sudah menunggu di ruang tamu" sapa pelayan lilia ramah
tuan johan tersenyum bertemu hardy kennedy yang sudah lama ia kenal karena sama-sama pengusaha "selamat malam hardi" sapa tuan johan memeluk hardy kennedy ayah lilia
"wah, selamat malam kak johan " balas ayah hardy membalas pelukan tuan johan menepuk punggung tuan johan pelan
"ini kami bawa bingkisan ala kadarnya sebagai teman berkunjung" ucap tuan johan menyerahkan berbagai macam bingkisan yang di pegang semua keluarga adhitama pada ayah hardy
"wah repot-repot sekali" ayah hardy menerima bingkisan tersebut dan menyerahkannya pada pelayan
" kalian sudah datang saja saya sudah senang" ucap ayah hardy sopan
"ini bukan apa-apa kok" balas tuan johan
"silahkan duduk" ucap ayah hardy menunjuk sofa di hadapannya agar keluarganya besar adhitama duduk
hafizhan mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan "lilia mana om? " tanya hafizhan yang tak mendapati keberadaan lilia
tuan joha tertawa "anakku terlalu merindukan putrimu ternyata" ucap tuan johan
"namanya anak muda" balas ayah hardy ramah
ayah hardi menoleh pada hafizhan "paling bentar lagi juga turun, maklum lah perempuan,kebanyakan oles sana olea sini" ucap ayah hardy
"selamat malam semua " sapa lilia pada keluarga hafizhan calon suaminya
lilia begitu cantik dan anggun dengan memakai baju mini dress berwarna salem yang menampilkan kecantikan lilia, dan kulit putih mulus lilia yang sangat cocok dipadukan dengan pakaian dan aksesoris yang lilia pakai
hafizhan membelalakkan matanya terpesona dengan kecantikan pujaan hatinya itu
sedangkan bagaskara terperangah dengan wanita di hadapannya "bagaimana bisa kau? " batin bagaskara menatap lilia dengan tatapan yang sulit untuk di jelaskan
ayah hardy berdiri merangkul putri kesayangannya itu " perkenalkan ini putriku lilia kenedsy ka johan dan kak yolanda" ucap ayah hardy memperkenalkan lilia dengan bangga
nyonya yolanda tersenyum ramah "pantas saja hafizhan langsung ingin melamar putrimu, dia sangat cantik. pasti hafizhan takut kehilangan putrimu kalau sampai telat melamarnya" ucap nyonya yolanda menyindir hafizhan yang menatap lilia tanpa berkedip
__ADS_1