
***
Sekitar jam 1 dini hari rebecca dan zian sampai di rumah
“ayok sudah sampai” ucap zian menoleh kearah rebecca yang hanya diam saja
rebecca meletakkan jari telunjuk di bibirnya “diam!” teriak rebecca kesal
Rebecca keluar dari mobil, berjalan dengan langkah cepat masuk dalam rumah
Zian menyusul langkah rebecca yang begitu cepat memasuki rumah keluarga bagaskara
“kamu kenapa sih marah-marah?” tanya zian yang melirik kearah tangga di rumahnya tapi tak melihat sosok rebecca
Zian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan rebecca, zian menoleh ke ruang keluarga yang terlihat ada cahaya samar-samar di sana. Zian menghampirinya, mendapati rebecca sedang duduk di sofa menyalakan TV “kenapa malah disini? Katanya kamu gak suka waktu tidurmu terganggu, ini sudah jam 1 loh, Kan biasanya kau bangun pagi nanti kamu lelah kalau waktu tidurmu hanya sebentar ” tanya zian panjang lebar
“percuma” balas rebecca memencet remote TV untuk menonton acara hiburan
Zian duduk di sebelah rebecca “percuma gimana?” tanya zian yang duduk tepat disebelah rebecca
rebecca melirik tajam zian yang ada disebelahnya, dan terlalu dekat sampai tak ada jarak yang memisahkan “jangan terlalu dekat dong” ucap rebecca yang bergesar menjauhi zian
“ya sudah jawab dulu, percuma gimana? Tanya zian menoleh ke arah rebecca
“aku tuh punya gangguan tidur sejak kecil, aku harus tidur di jam biasa aku tidur. Kalau sampai terlewat aku bisa gak tidur semalaman. Ningrum tahu itu makanya dia gak pernah mengajakku main sampai jam 10 malam
walaupun dia dan kasih main bisa sampai jam 2 malam dulu” balas rebecca
“hah?” zian menganga mendengar jawaban rebecca
“biasa aja” rebecca melempar muka zian yang sedang menganga, membuatnya makin kesal
Zian mengambil bantal yang mengenai wajahnya “maaf aku gak tahu, kamu gak bilang sih” balas zian
Rebecca berkacak pinggang “kok bisa om bilang aku ngomong sama om? Kan rebecca sudah ngomong kalau rebecca gak mau waktu tidur rebecca terganggu. Dan om malah bilang gak maslah kalau sehari saja waktu tidurku terganggu. Gimana gak kesel coba aku om!” balas rebecca yang berteriak
“sudah, jangan teriak-teriak nanti pegawai di rumah bangun loh, gara-gara dengar teriakan kamu” ucap zian
“bangun apa? Orang di rumah ada orang enggak, kan semuanya gak ada yang nginep, mereka kesini jam 5” balas rebecca
“oh”balas zian mengangguk-angguk paham
“sudah om pergi sana. Rebecca mau nonton film saja” ucap rebecca mengusir zian
Zian mendekat kearah rebecca, mengambil remot TV dan duduk di samping rebecca
“apaan sih om?” tanya rebecca saat remot nya di ambil
“katanya mau nonton fiml, ini lagi di cariin” balas zian memilih film barat terbaru
Rebecca mengambil remotnya kembali “ya sudah sana tidur, jangan ganggu rebecca” balas rebecca
“mau nemenin kamu aja nonton sampai pagi” balas zian
“ ah terserah aja” balas rebecca mengambil camilan yang ada di meja dan menonton film yang dipilihkan zian
“sejak kapan kamu susah tidur?” tanya zian ikut mengambil camilan yang ada di tangan rebecca
__ADS_1
Rebecca melirik kesal kearah zian karena mengambil camilan yang ada di tangannya padahal ada camilan lain di meja “sejak aku SMP, aku sudah seperti ini” balas rebecca
“sudah pernah periksa?” tanya zian
“sudah, tante kaila kan dokterku sejak SMP” balas rebecca
“lah, bukannya kamu waktu SMP diperancis kok malah mama yang jadi doktermu?” tanya zian
“lah ngapa? Kan sekarang zaman canggih kali om. Bisa konsul lewat video call, lagian kalau sama tante kaila lebih enak karena aku sudah mengenalnya sejak dulu” balas rebecca
“emangnya kenapa kamu susah tidur?” tanya zian
Rebecca menoleh kearah zian “mau tauuuuu aja” balas rebecca memanyunkan bibirnya
Zian mengacak-ngacak rambut rebecca “kamu ini bisa aja” balas zian terkekeh
Rebecca melihat zian yang tertawa jadi terkesima “om bisa ketawa juga?” tanya rebecca dengan wajah polosnya
“ya bisa lah, emangnya aku batu apa? gak bisa ketawa” balas zian
“ya kirain gak bisa, kan selama rebecca tinggal disini om cuma cemberut saja gak pernah senyum sedikitpun” ucap rebecca
“masa begitu sih?” tanya zian
“iya” balas rebecca
“kamu nyaman pakai baju itu, malam-malam?” tanya zian melirik pakaian rebecca yang masih memakai gaun
“enggak, tapi males mau naik ke atas jadi biarin saja” balas rebecca
Zian menoleh kearah rebecca dan tersenyum “cup” zian memiringkan wajahnya mengecup bibir rebecca singkat, yang memang kebetulan jarak mereka sangat dekat
Rebecca membelalakkan mata saat zian menciumnya dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya setelah zian mengecup bibirnya “ingin kamu saja yang jadi pacarku?” balas zian singkat
Rebecca menatap tajam kearah zian “main serobot ciuman pertamaku saja om ini!” teriak rebecca
Zian terkekeh melihat reaksi rebecca “ya kamu mau gak jadi pacarku?” tanya zian
“enggak!” balas rebecca membuang mukanya kasar
“kenapa?” tanya zian tak tersinggung dengan penolakan rebecca
“ya om ngeselin” balas rebecca
Zian mengacak-ngacak rambut rebecca gemas “jangan ngacak-ngacak rambut rebecca” kesal rebecca mendorong tangan zian menjauh
“kenapa? Kan sekarang kamu pacarku?” balas zian
“idiiih” rebecca memundurkan tubuhnya “sejak kapan aku jadi pacar om zian. Ogah” balas rebecca
“sejak hari ini” balas zian tersenyum
“ogah” balas rebecca
“bodo, sekarang kamu pacarku” ucap zian menyandarkan kepalanya di pundak rebecca
“sana” rebecca menggoyangkan bahunya tapi zian tak mau menjauh
__ADS_1
Zian dan rebecca menonton film sampai jam 5 pagi berdua di ruang keluarga
“loh, tuan muda nonton dari semalem?” tanya pelayan di rumah zian bernama mbok jum saat baru sampai rumah untuk bekerja, karena pelayan di rumah mama kaila tidak ada yang diharuskan menginap kecuali satpam
Zian menoleh ke samping “ah iya bi “ balas zian mengalihkan pandangannya dari menonton layar TV
Mbok jum melirik rebecca yang sedang tertidur bersandar di pundak zian
“itu non rebecca sampai ketiduran, nonton jam berapa sih tuan sampai ketiduran gitu?” tanya mbok jum
Zian menoleh kearah rebecca “jam 1 bu, kita pulang dari acara pesta jam 1 terus malah keasikan ngobrol disini” balas zian tersenyum
“tumben tuan akrab sama non rebecca biasanya juga berantem” balas mbok jum
zian tersenyum menanggapi ucapan mbok jum “ya sudah mbok, saya bawa rebecca ke kamarnya ya, kasian dia pasti capek “ ucap zian membawa rebecca naik ke kamarnya yang berada di lantai atas (kamar yang dulu pernah dipakai rafasya)
Zian membaringkan tubuh rebecca, menyelimutinya sebatas dada “cup”zian mengecup kening rebecca dan tersenyum ke arahnya
“kalau sedang tidur gini, kamu manis banget seperti anak kelinci” gumam zian mengusap pipi rebecca
Zian beranjak dari ranjang berniat keluar kamar rebecca “euhg” rebecca menggeliat terbangun dari tidurnya
“apa aku membangunkanmu?” tanya zian melihat rebecca yang bangun dan duduk membuka matanya
Rebecca mengedarkan pandangannya “kapan aku sampai kesini?” tanya rebecca melihat dirinya yang sudah sampai di kamar
“barusan aku yang menggendongmu kesini” balas zian
“aku tadi tidur om?” tanya rebecca
“iya” zian mengangguk
“ini jam berapa?” tanya rebecca
“jam 5 pagi” balas zian
“wah, aku bisa tidur jam segitu” ucap rebecca girang
“emang biasanya kau gak bisa tidur sampai jam berapa?” tanya zian
“biasanya sih aku tidur di hari berikutnya” balas rebecca tersenyum
Zian ikut tersenyum melihat senyuman di wajah rebecca “kalau tersenyum seperti itu cantik sekali” ucap zian
“apaan sih om, sana keluar” rebecca melempar bantal kearah zian
Kali ini zian dengan sigap menangkapnya “tidur lagi saja, pasti kau masih capek” ucap zian
“gak perlu. Mau mandi saja, biasanya kan aku sudah bantu mbok jum masak kalau jam segini” balas rebecca
“ya sudah, aku mau mandi dan tidur sebentar, nanti tolongan bangunin jam 9 ya, karena aku ada rapat jam 10 pagi” pinta zian
“iya” balas rebecca bangun dari ranjangnya
“cup” zian mengecup kening rebecca tanpa aba-aba “terimakasihpacarku” ucap zian berlari takut mendapat amukan rebecca
“dasar om ngeselin!”teriak rebecca memegang keningnya “dasar ngeselin” gumam rebecca tersenyum simpul menuju kamar mandi
__ADS_1