
Miranda mencari kesetiap sudut ruangan dalam bar seperti orang kesetanan, karena khawatir. miranda memeriksa setiap sudut ruangan mencari aditya tapi tak kunjung menemukan aditya. Ia memutuskan untuk membuka setiap ruangan VIP yang ada dalam bar satu persatu seperti orang gila
Miranda membuka pintu terakhir dengan kasar “brak” Miranda menatap tajam kearah Aditya yang dipaksa meminum satu gelas oleh orang-orang suruhan cindy
“apa yang kalian lakukan!” teriak mendorong pria yang mencekal aditya dengan kasar
Cindy yang kesal acaranya di ganggu maju kedepan
“siapa kau berani menggangguku!” teriak cindy ke arah miranda
“diam kau!” tunjuk Miranda mulai kesal karena keadaan aditya yang sudah mulai hilang kesadaran karena banyak minum atas paksaan cindy
“jangan berani macam-macam kau disini. Ini adalah bar milikku” kesal Miranda mendorong tubuh Miranda kasar
miranda menatap tajam ke arah cindy “kalau kau berani bersikap di luar batas, aku bisa menelpon O’neills jonathan sekarang” ancam Miranda menunjuk cindy “akan aku bilang padanya kalau kakak iparnya di buat tak sadar di Bar milik mu. Dan apa kau pikir Bar mu akan bertahan jika dia mulai kesal padamu” ancam Miranda
Semua orang yang membantu cindy kabur karena mendengar nama O'neills jonathan yang terkenal sebagai pembisnis besar dan berdarah dingin
setelah melihat kepergian semua orang dan hanya tinggal cindy orang sendiri . Miranda memapah tubuh aditya keluar dari bar dengan susah payah
“miko”teriak Miranda saat sudah dekat dengan mobil aditya
Miko langsung berlari saat melihat aditya sudah tak sadarkan diri “cepat pulang ke rumah mas aditya” ucap Miranda
“iya nona” balas miko langsung membantu aditya masuk mobil dan bergegas masuk mobil untuk membawa
Miko mengendarai mobil dengan mengebut agar cepat sampai di rumah Aditya
“sudah sampai nona” ucap miko menengok kebelakang
“ini sudah malam jadi kamu pulang saja, biar aku yang mengurusnya” pinta Miranda
“baik nona. terima kasih” balas miko patuh
miko langsung bergegas meninggalkan rumah aditya setelah sebelum membantu memapah aditya sampai depan pintu depan rumah aditya
Miranda bersusah payah membawa aditya masuk ke dalam rumah “ngapain mas kesana sih, bisa minum aja gak” gumam Miranda memapah tubuh aditya masuk dalam kamar aditya yang berada di lantai bawah
“akkkkh” Miranda melempar tubuh aditya ke atas ranjang dengan kasar. Miranda melepaskan sepatu aditya dan melepas jas aditya agar bisa nyaman tidur
“aku pulang ya mas” pamit Miranda
“jangan pergi” aditya menahan tangan Miranda
“aku merindukanmu” ucap aditya lirih ke arah miranda "aku sangat sangat merindukanmu" tambah aditya
Miranda duduk ditepi ranjang memandangi wajah aditya “Miranda juga kangen mas aditya ” lirih Miranda terisak
__ADS_1
Aditya menarik tubuh Miranda mengecup bibir Miranda. Miranda membalas pangutan aditya dengan tak kalah antusias
Awalnya aditya memangut Miranda biasa saja tapi lama kelamaan pangutan tersebut makin menuntut. Tangan aditya sudah mulai menjamah segala penjuru tubuh Miranda sampai membuat pakaian miranda paling luar terlepas begitu saja akibat perbuatan aditya
“mas” ucap Miranda mendorong tubuh aditya menjauh
“mas menginginkanmu” balas aditya makin mengerat pelukannya
“tubuh kamu panas banget mas” ucap Miranda lirih saat aditya terus mengecupnya dan tak mau berhenti walaupun sudah di larang Miranda
miranda sadar dengan apa yang terjadi pada aditya “ah sial, dasar wanita ****** itu!” gumam Miranda menyumpahi cindy yang memberikan obat perangsang pada aditya
“kita ke kamar mandi ya mas” Miranda membawa aditya masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam air dingin
“lepasin Miranda” pinta aditya yang sudah diikat tangan dan kakinya oleh Miranda menggunakan dasi yang tadi di pakai Aditya
“aku gak bisa mas, nanti kamu kelepasan” balas Miranda menatap aditya dari samping bath up
“apa kau sebegitunya tak menginginkanku” ucap aditya lirih dengan mata mulai mengembun
Miranda mengusap pipi aditya “bukan begitu mas, tapi keadaanmu sekarang sedang tidak baik” balas Miranda
“tapi kau bisa saja menolongku” balas aditya lirih menatap Miranda dengan wajah memohon
“tapi kita belum menikah mas” balas Miranda
“bukan gitu mas” balas Miranda menangkup kedua pipi aditya
“bohong, kau tak pernah menginginkanku dan tak pernah mencintaiku” ucap aditya
“enggak mas nggak gitu. Miranda cinta mas dan mau menikah dengan mas aditya” balas Miranda
“bohong!” balas aditya makin terisak
“cup” Miranda mengecup bibir aditya “Miranda cinta sama mas” Miranda mulai melepaskan ikatan di tangan dan kaki aditya
Aditya membawa Miranda masuk dalam bath up dan memadu kasih di dalam bath up
Mereka mengulang-ulang perpaduan kasih mereka sampai subuh menjelang
“cup” aditya mengecup punggung polos Miranda yang berada dibawahnya, lalu bergegas menaikkan selimut dan tidur dengan saling berpelukan
***
ponsel Aditya berdering berkali-kali dan tak ada jawaban dari aditya karena sang pemilik masih tidur terlelap
kali ini gantian ponsel Miranda yang berdering “hallo” balas aditya mengangkat telpon
__ADS_1
“kok kamu yang angkat aditya, bukannya kamu masih marahan sama adikku. kalian sudah baikan?” tanya dimas saat menelpon adiknya
aditya melirik ponsel yang ia pegang “ah” aditya bangun dari tidurnya membelalakkan matanya lebar mendapati Miranda tidur di sebelahnya dalam keadaan polos begitupun dirinya yang hanya tertutup selimut sebatas dada
“kamu ada hal penting menelpon Miranda?” tanya Aditya
“enggak juga sih, Cuma mau nanya kabar Miranda saja. Syukur deh kalau kamu sudah baikan sama Miranda. Jangan keterusan berantem ya” ucap dimas
“iya dim. Aku gak akan putus lagi dengan adikmu” balas aditya tersenyum kearah Miranda yang masih tidur terlelap di sampingnya
“ya sudah, bilangin adikku suruh nelpon mama nanti ya, kata mama dia kangen Miranda” ucap dimas
“iya dim, nanti aku sampaikan” balas aditya menutup ponsel Miranda
Aditya mengecek ponselnya dan menelpon miko “ Miko” panggil aditya
“ya ampun tuan, gak tahu ya sudah berapa kali aku menelpon hari ini?” tanya miko yang memang sudah beberapa kali menelpon Aditya tapi tak kunjung mendapat jawaban
“maaf ya miko, aku baru bangun, kepala pusing sekali. Aku hari ini gak ke kantor ya” ucap aditya
“ya sudah tuan istirahat saja. Oh semalem nona Miranda yang anter tuan ke rumah loh” ucap miko memberitahukan perihal Miranda pada aditya
“iya aku tahu” balas aditya menutup ponselnya
Aditya mengusap pipi Miranda yang masih pulas tertidur lalu memeluknya dari belakang mengucap pundak Miranda berkali-kali
Perbuatan aditya membuat Miranda terganggu dan terbangun dari tidurnya “agh” Miranda merasa kesakitan saat menggerakkan tubuhnya
“kenapa? Sakit?” Tanya aditya melirik wajah Miranda
“masih nanya lagi, ya sakit lah mas, remuk badanku” balas Miranda yang merasa badannya remuk akibat pergulatannya bersama Aditya
“maaf ya Miranda, harusnya kita nikah dulu, gak main asal kaya gini” ucap aditya merasa bersalah pada Miranda
“ah sudah lah, sudah kejadian juga. Mau bilang apa coba?” balas Miranda
Aditya membalikkan tubuh Miranda “kita akan menikah secepatnya, aku pasti akan terus meminta restu ayahmu” ucap aditya
Miranda mengangguk “iya mas” balas Miranda
“Miranda” panggil aditya
“ada apa?” Tanya Miranda
“boleh sekali lagi gak?” tanya aditya penuh harap
“ya ampun mas, kita tuh baru berhenti jam 5 tadi, capek mas” balas Miranda
__ADS_1
“ah sekali aja” aditya terus mengecup bibir Miranda, dan bagian-bagian tubuh lainnya yang sensitive membuat Miranda tak mampu menolak keinginan aditya