
Ningrum dan kasih berjalan bersama menuju kelasnya
“kamu sudah menyelesaikan tugasmu?” tanya kasih
“sudah dong, kamu gimana?” tanya ningrum balik
“aku juga sudah, tinggal di kumpulkan saja “ balas kasih mengeluarkan tugas kuliahnya di atas meja
“nanti ikut ke rumah nenek yuk” ajak ningrum
Kasih menoleh ke arah Ningrum “nenek? Orang tua om kamu?” tanya kasih memastikan
“iya lah, mana aku punya nenek yang lain, kan kak rafasya sudah gak punya kakek dan nenek. aku mau ngambil hadiah untuk mama mertuaku di sana” balas ningrum
kasih menyipitkan matanya “emangnya gak papa aku ke sana?” tanya kasih
“gak papa, malahan nenek yang suruh aku ajak kamu ke sana, soalnya nenek pengen kenal
teman baru aku. Secara aku tuh jarang banget punya temen karena kakakku yang
selalu mengelilingiku dulu” balas ningrum terkekeh
kasih mengangguk “ya sudah, nanti selesai kita kuliah kita ke sana bareng” balas kasih
Ningrum memeluk kasih dari samping “terima kasih”ucap ningrum senang
***
Ningrum dan kasih datang berkunjung ke rumah nenek angel dengan membawa banyak bingkisan
“nenek”panggil ningrum saat memasuki ruang keluarga rumah nenek angel
Nenek angel melirik bawaan ningrum dan kasih yang begitu banyak “kamu bawa apaan rum?” tanya nenek angel
Ningrum melirik barang bawaanya yang sudah pindah tangan ke pelayanan rumah neneknya “itu kasih, pengen bawa buah tangan katanya gak enak kalau berkunjung gak bawa apa-apa” balas ningrum
Nenek angel melirik kasih “ya ampun nak, gak perlu repot-repot. Kamu datang berkunjung saja sudah membuat nenek senang” balas nenek angel mengusap punggung tangan kasih
“itu bukan apa-apa kok” kasih menggaruk tengkuknya yang tak gatal “kasih harus panggil apa ya? Anda masih sangat cantik banget masa di panggil nenek?” tanya kasih
“gak maslah kok, kamu kan temen ningrum jadi gak papa kalau ikutan manggil saya
nenek” balas nenek angel
“tapi bukannya aneh kalau saya panggil nenek sedangkan, saya panggil anak anda dengan
sebutan abang? kan berasa bang raka cucu mamanya ” balas kasih
Nenek angel menaikkan sebelah alisnya “abang?” tanya nenek angel
“itu nek, om raka di panggil abang sama kasih, karena kasih gak mau panggil om sama
om sakti yang masih muda” jelas ningrum
“oooh” nenek angel mengangguk paham "kamu boleh panggil sesukamu, tante juga gak masalah" tambah nenek angel
__ADS_1
“ya sudah duduk yuk”ajak nenek angel pada ningrum dan kasih
“katanya nenek mau nitip hadiah buat mama Karin” tanya ningrum
“ada di lantai atas, yuk pilih dulu, kamu kan lebih kenal mertuamu jadi lebih tahu seleranya” pinta nenek angel
Nenek angel, ningrum dan kasih melangkah ke lantai dua tempat ruangan khusus barang
nenek Angel di sana “yuk masuk” nenek angel membawa mereka masuk ke ruangan
yang cukup besar dengan banyak lemari pakaian serta tas dan sepatu juga perhiasan
“kamu pilih yang di sana ya” nenek angel menunjuk pada tumpukkan barang yang masih ada dalam paper bag
“banyak amat nek” tanya ningrum melihat tumpukan barang yang begitu banyak
“itu juga buat tante mu yang lain sama kakak-kakakmu, kemarin nenek belanja banyak
waktu di inggris” ucap nenek angel terkekeh mengingat seharian ia habiskan untuk berbelanja
“ya sudah, ningrum pilih ya” ningrum mulai memilih barang yang di beli nenek angel
“kamu juga boleh pilih mana yang kamu suka?” tawar nenek angel pada kasih
Kasih menepuk dadanya “aku juga?” tanya kasih
“iya, ada banyak kok, jadi gak akan kurang kalau kamu ambil satu” balas nenek angel
“iya” angel mulai memilah-milah barang belanjaan nenek angel, sampai ia melirik sebuah kalung dengan batu berwarna biru sebagai liontin nya “apa ini boleh?” tanya kasih menunjukan kalung yang masih berada dalam kotak perhiasan
“itu” nenek angel mengerutkan keningnya
“ini gak boleh ya?” tanya kasih dengan nada sedikit kecewa
Nenek angel merasa tak enak hati “bukan tak boleh, tapi itu yang beli raka bukan tante” balas
nenek angel
Kasih menunduk “ya sudah” ucap kasih
Nenek angel memutuskan menelfon raka “ada apa mah?” tanya raka saat panggilannya sudah tersambung
“kalung yang ada liontin batu safir, boleh untuk mama?” tanya nenek angel
“untuk apa? Bukannya mama bilang waktu itu gak suka, dan bukannya perhiasan mama ada banyak ya” balas raka
“emang buat siapa sih?” tanya nenek angel
“ngapa sih mama nanya, biasanya juga gak pernah pengen tahu” balas raka
“kamu kan laki, buat apa coba? Kan pacar juga gak punya” balas nenek angel kesal
“brak” raka membuka pintu kasar “apaan sih mah, Cuma gara-gara sebuah kalung ngajakin
anaknya berdebat” ucap raka yang barusan tiba
__ADS_1
Nenek angel berniat menghampiri raka tapi di tahan kasih “sudah gak papa tante, emang
kasih suka tapi itu kan punya bang raka jadi gak usah di perdebatkan” pinta kasih
Raka menoleh pada kasih, menyipitkan matanya “kau menginginkannya?” tanya raka
Kasih melambaikan tangannya “enggak kok bang, tadi kasih Cuma di suruh milih sama
tante dan merasa suka aja, tapi kalau itu punya abang, ya sudah” balas kasih
“ya sudah buat kamu saja” balas raka datar
“ah” mulut kasih langsung menganga lebar mendapati jawaban dari raka
“aku aja dulu gak tahu ngapa beli, kalau kamu suka ambil saja” ucap raka bergegas pergi
“kamu mau kemana?” tanya nenek angel
“balik ke kantor, raka Cuma ngambil ini” balas raka menunjukkan map yang ada di tangan
kanannya
Kasih tersenyum melihat kepergian raka
“aneh ya om kamu rum” tanya nenek angel sambil melihat kepergian raka
“iya, sama kaya orang tuanya”balas ningrum ikut menatap kepergian raka
Kasih dan nenek angel menoleh bersamaan kearah ningrum “plak” nenek ningrum memukul
kepala ningrum gemas
“kalau ngomong" nenek angel menatap tajam Ningrum "suka benar” tawa nenek angel di ikuti ningrum
Kasih melihatnya tersenyum “senangnya punya keluarga” batin kasih
nenek angel melirik kasih yang hanya terdiam “duh maaf ya kasih, keluarga kita emang suka asal ceplas ceplos kaya gini, jangan kaget ya” ucap
nenek angel
“kasih malah seneng lihatnya, keluarga kalian begitu akrab” balas kasih
“bantuin nenek masak yuk rum, bentar lagi waktu makan malam ” pinta nenek angel
“idiiih, gak salah minta bantuin ningrum, emang nenek lupa kalau ningrum gak bisa masak?” tanya
ningrum
“tahu, justru karena tahu jadi minta bantuan kamu sekalian ngajarin kamu masak, kasihan
kali kalau suami kamu yang masak terus, kan harusnya kamu yang masakin dia
bukan suami yang masakin untuk istri padahal dia juga sudah capek kerja buat ngasih kamu uang jajan” ucap nenek angel
“iya ya nek, ya dah yuk belajar” balas ningrum menggandeng lengan neneknya
__ADS_1
“ayo sih, kamu juga belajar masak sama tante” ajak nenek angel
“iya tante” balas kasih