
Maura memerankan sebagaimana mestinya menjadi seorang ibu, begitu juga dengan Ganan yang juga memerankan sebagai peran seorang ayah. Keduanya benar benar diuji kesabaran dalam merawat ketiga anaknya yang masih bayi.
Owek.. owek.. owek.. ngek.. suara tangisan bayi bergantian, membuat Nessa dan Ganan terperanjat kaget dan terbangun dari tidurnya ditengah malam.
"Sayang.. cup cup cup cup... sayang.. tenang ya..." pelan pelan Nessa menenangkan Rey dari tangisannya dan mengecek diapers yang dikenakan putranya. Begitu juga dengan Gans yang juga ikut menenangkan bayi Zakia yang jauh lebih histeris nangisnya, membuat kedua orang tuanya terbangun dan segera masuk kedalam kamar Ganan.
"Sayang, coba kamu cek diapersnya." Perintah Nessa yang masih menyusui Rey sambil menenangkan Zakka dengan cara menepuk nepuk pah*anya pelan, agar tangisannya mereda.
Sedangkan Ganan membuka diapers yang dikenakan Zakksa sambil membungkukkan badannya.
Cuuuuurrrrr... air seni putranya yang masih hangat meluncur ke wajah sang Ayah yang terlihat masih sangat mengantuk, kedua matanya pun mendadak terang berubah menjadi 100 watt.
"Aaaaaaaa" teriak Ganan yang merasa risih pada bagian wajahnya.
Kakek Angga yang melihat ekspresi Ganan tertawa lepas. Sedangkan istrinya dan Maura menahan tawanya.
"Sini biar papa saja yang menggantikan diapersnya, kamu sana cuci muka. Lumayan dapat kehangatan ditengah malam, kapan lagi kalau bukan saat saat seperti ini." Perintah sang ayah sambil meledek putranya.
Ganan yang merasa risih, dirinya segera pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan mengganti pakaiannya yang terkena air seni putranya.
Dengan telaten, tuan Angga menggantikan diapers ke cucunya yaitu Zakka. Sedangkan Omma Qinan menggendong Ney yang juga terbangun, namun tidak seperti Rey dan Zakka. Yang selalu membangunkan kedua orang tuanya ditengah malam.
Kakek Angga masih memakaikan diapers kepada cucunya dengan sangat hati hati, disamping tulangnya masih muda dan juga badannya yang terlihat masih mungil.
Dengan pelan dan sangat hati hati, kakek Angga mengangkat pa*ha sebelah kiri untuk diangkat dipakaikan diapers. Disaat mengangkat satu paha dengan meletakkan tangan kirinya dibagian bawah pan*tat cucunya, tiba tiba sesuatu yang tidak diinginkannya pun terjadi.
Brooooootttt!!!! tepat pada telapak tangan kiri milik kakek Angga yang sedang berada pada bagian bawah. Ditariknya tangan milik sang kakek dan dilihatnya dengan seksama sesuatu yang berada ditelapak tangannya. Kakek Angga kesulitan untuk menelan salivanya saat melihat sesuatu yang menurutnya sangat menjijikkan.
__ADS_1
Huwek huwek huwek... seketika itu juga, kakek Angga mual mual saat melihat sesuatu yang menjijikkan sesuatu yang ada ditelapak tangannya.
Tanpa pikir panjang, kakek Angga segera masuk kedalam kamar mandi. Namun naas, saat masuk ke kamar mandi kaki kakek Angga tersandung kotak sampah yang berada di dekat pintu kamar mandi.
"Aaaaawwww...!!" Pluuuuk. Tanpa sengaja, kakek Angga melayangkan tangan kirinya ke wajah putranya yang tidak lain Ganan yang hendak keluar dari kamar mandi.
"Apa, ini...!!!" teriak Ganan yang merasa jijik dengan sesuatu yang ayahnya dapatkan dari Zakka cucu kesayangannya.
"Maafkan papa, Ganan. Itu koto*ran putramu si Zakka."
"Apa....!! kotoran?" huwek huwek huwek.
Ganan pun segera mencuci mukanya kembali dan sambil muntah muntah karena mual. Sedangkan kakek Angga segera mencuci tangannya. Keduanya sibuk di kamar mandi, wajah Ganan berubah kemerahan karena berkali kali menahan mual pada bagian perutnya.
Sedangkan Maura dan ibu mertua tertawa lepas melihat suaminya masing masing yang sudah diberi hadiah oleh Zakka.
Nayla sudah tidur dengan pulas, begitu juga dengan Rey yang juga sudah tertidur pulas. Tinggal Zakka yang sangat susah untuk tidur, Zakka akan tidur jika berada di gendongan sang kakek.
Ganan yang merasa sudah puas dikerjain, dirinya langsung menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur. Sedangkan kakek Angga tiba tiba terbelalak melihat Zakka yang masih berada digendongan istrinya.
"Zakka belum tidur?" tanya sang kakek dan mendekati cucunya yang masih berada di gendongan istrinya.
"Tentu saja, bukankah Zakka akan tertidur jika kamu yang menggendongnya. Hemmmm.." jawab istrinya sambil menggendong cucunya.
Sedangkan Ganan sudah tertidur pulas, kakek Angga pun ikut menjatuh tubuhnya di samping Ganan. Maura sendiri sedang pergi ke dapur untuk mengambil dot.
"Loh loh loh... kok, tidur... ayo bangun. Kasihan Zakka minta di gendong, sayang.." ucap Omma Qinan yang masih terlihat mesra meski sudah menjadi kakek nenek, namun keduanya masih memanggil dengan sebutan sayang satu sama lainnya.
__ADS_1
"Aku sangat mengantuk, sayang.... kamu gendong dulu cucu kita, nanti jika menangis baru aku yang akan menggendongnya." Jawabnya yang tanpa sadar langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur anaknya, sampai sampai kakek Angga lupa dengan Maura menantunya. Sehingga dirinya langsung tidur begitu saja tanpa ada beban sedikitpun.
"Kalau kamu tidur di samping Ganan, lalu menantumu disuruh tidur dimana?" tanya sang istri mengingatkan.
Owek owek owek owek... suara tangisan dari Zakka mengagetkan kakek Angga yang baru saja merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Kan.. si Zakka menangis. Sudahlah, gendong dulu cucu kamu ini. Bukankah Zakka tidak mau tidur, jika bukan kamu yang menggendongnya." Ucap Omma Qinan lalu menyerahkan Zakka pada kakek Angga.
"Iya iya iya..." jawabnya lalu segera menggendong cucu kesayangannya, siapa lagi kalau bukan Zakka yang selalu tidur pulas di gendongan kakek Angga.
"Zakka, sayang.. sudah malam.. tidur, ya nak.. kakek juga ngantuk. Tidur ya, sayang... la la la lala.." sambil geleng geleng mengajak sang cucu untuk tidur.
"Anak pinter... pasti nurut sama kakek, kita tidur ya, sayang... Zakka bobo oooo Zakka bobo, kalau tidak bobo, di seruduk kebo."
"Mana ada kebo, lagu dari mana itu." Ucap Omma Qinan, kemudian geleng geleng kepala heran dengan tingkah sang suami.
"Yang terpenting Zakka terhibur dan segera tidur." Jawabnya, sedangkan Maura hanya tersenyum mengumpat.
"Terserah kamu saja, yang terpenting Zakka segera tidur. Kasihan dari tadi tidak bisa tidur, lihatlah Rey dan Ney sudah pulas tidurnya.
"Zakka, sayang... kita nyanyi lagi ya.. Zakka bobo, oooh Zakka bobo.. kalau tidak bobo, digigit Omma.."
"Loh loh loh.. kok Omma yang menjadi sasaran, kalau mau menghibur cucunya itu yang bener. Ini nih, yang membuat cucunya suka nangis menjerit. Pasti terbawa mimpi dengan lagu yang kamu nyanyikan begitu membosankan."
"Kata siapa, nih lihat. Zakka sudah tidur pulas, kan? siapa dulu dong kakeknya, Angga Wilyam yang gantengnya tidak ada yang bisa menandingi."
"Kata siapa masih ganteng, tuh lihat. Kening kamu sudah hampir meluas, apa masih mau dikatakan ganteng? hemmm.."
__ADS_1
"Tapi kamu tetap cinta, kan?" ledek kakek Angga yang tanpa menyadari ada Maura yang memperhatikan tingkahnya sendiri.
Seperti apa, ya... jika Zakka dan Rey dan juga Ney ketika sudah berumur 5 tahun, apakah akan lebih membuat sang kakek kualahan atau mendadak seperti jantungan. Di tunggu kelanjutannya, ya... 😊😊😊😁😁