Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Anak O'neills jonathan (season 2)


__ADS_3

***


Jonathan menjemput ningrum di rumahnya “ayo ke rumah sakit rum” ajak jonathan menghampiri ningrum yang duduk di taman rumah


“ningrum gak mau” balas ningrum membuang mukanya kasar


Jonathan duduk di samping ningrum “jangan gitu rum, kita harus tahu kondisinya” ucap  jonathan melirik perut rata ningrum


“ningrum gak mau” balas ningrum menggelengkan kepalanya pelan


Jonathan berlutut di hadapan ningrum “kasihan dia rum, kalau kamu mau marah sama mas jo aja, gak papa kok, tapi jangan sama dia” jonathan mengusap perut rata ningrum “dia gak salah rum” bujuk jonathan


Ningrum memejamkan matanya mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya “mas jo mohon, ke dokter ya” pinta jonathan menggenggam  tangan ningrum


***


Ningrum melihat jendela dan menangis dalam diam tenggelam dalam pikirannya


“sudah rum jangan menangis lagi ya” pinta jonathan berniat mengusap air mata ningrum


Ningrum menghindar i sentuhan jonathan “maaf rum” ucap jonathan menarik tangannya kembali konsen menyetir


25 menit berkendara ningrum dan jonathan sampai di rumah sakit besar yang akan jadi tempat ningrum mengecek kandungannya


“ayok rum”ajak jonathan saat  membuka pintu mobilnya


Ningrum hanya diam saja tak menjawab” ayok” jonathan agak memaksa ningrum untuk turun dari mobil


Ningrum dan jonathan berjalan menuju ruang dokter kandungan kemudian  duduk di kursi tunggu


“tadi mas sudah daftar, kita tinggal tunggu saja giliran kita” ucap jonathan memegang nomor antrian di tangan kanannya


jonathan dan ningrum menunggu dalam diam “nyonya ningrum bagaskara” panggil suster


“itu giliran kita rum” jonathan menarik tangan ningrum untuk berdiri dan berjalan menuju ruangan dokter


Jonathan masuk ke dalam ruangan dokter kandungan dengan menggandeng tangan ningrum


“selamat sore dok” sapa jonathan ramah pada dokter


“sore tuan “ sapa balik dokter menyalami jonathan, kemudian  berniat menyalami ningrum tapi tak di jawab ningrum


Jonathan merasa tak enak dengan dokter yang akan memeriksa kandungan ningrum “ah maaf dok, istri saya masih dalam keadaan berduka, jadi agak susah bicara” ucap jonathan meminta pengertian dokter


dokter mengangguk paham “ya sudah kita langsung  saja” dokter mengajak ningrum ke ranjang periksa dengan

__ADS_1


jonathan yang mengikuti langkah dokter dan berdiri di samping ranjang


Dokter mengarahkan alat USG ke perut ningrum “keadaan bayi anda cukup sehat tuan” ucap dokter melihat layar monitor


“syukurlah” ucap jonathan lega


“oh ya dokter, apa kita  sudah bisa melihat jenis kelaminnya ? Saya dengar saat usia kehamilan masuk 4 bulan sudah bisa melihat jenis kelamin?” tanya jonathan ingin mengetahui jenis kelamin anak ningrum


Dokter kandungan mengkerutkan keningnya “memang saat usia 4 bulan kita bisa melihat jenis kelamin. Tapi usia kandungan istri anda baru menginjak 8 minggu, jadi ini masih terlalu dini untuk melihatnya” balas  dokter dengan tersenyum ramah pada jonathan


Ningrum memejamkan matanya “apa dok? 8 minggu, berarti istri saya hamil dua bulan?” tanya jonathan memastikan


jonathan ingat betul kalau ningrum dan rafasya sudah tidak bertemu selama 3 bulan saat sebelum rafasya meninggal, di tambah sekarang sudah  3 minggu rafasya meninggal


“iya tuan” balas  dokter


Jonathan menatap tak percaya kearah ningrum, ningrum hanya memejamkan matanya tak mau menatap jonathan


“baiklah pak karena gak ada masalah dengan kandungan istri anda , saya akan langsung   bikinin resep  untuk penguat janin dan vitamin, nanti tebus ke apotik ya” ucap dokter


“baik dok” balas jonathan ramah


***


Jonathan membantu ningrum memasang  sabuk pengamanya lalu beralih memasang sabuk pengaman  untuk dirinya sendirinya


Jonathan melajukan mobilnya dengan larut dalam pikiran sendiri. Berkali kali ia mengusap air matanya, menangis dalam diam tak berani berucap apapun pada ningrum


Ningrum yang menyandarkan kepalanya di jendela mulai risih  mendengar jonathan yang berkali kali terisak


“mau mas jo  tangisi berapa kalipun, orang yang yang harus kita  mohon mafnya sudah tak ada” ucap ningrum ikut menangis mengingat suaminya yang sudah meninggal


Jonathan mengerem mobilnya, melepas sabuk pengamannya menoleh kearah ningrum menangkup wajahnya mengeluarkan isak tangisnya yang tak bisa ia tahan lagi


Jonathan menarik nafas dalam “maaf rum” jonathan memeluk ningrum erat  “maafkan aku” pinta jonathan


“untuk apa minta maaf?” tanya ningrum


“kau hamil anakku, dan aku gak tahu itu” balas jonathan sesenggukan


“walaupun kau tahu juga gak akan menghapus dosa kita padanya mas” balas ningrum


“ini salah mas,  bukan salah kamu” ucap jonathan


“sama saja mas, kita berdua salah. Anak ini gak mungkin  ada kalau kita berdua gak melakukannya” balas ningrum terisak

__ADS_1


‘maaf rum, maafkan mas jo” ucap jonathan menangis sesenggukan mengetahui kenyataan kalau ningrum mengandung anaknya bukan rafasya suaminya dulu. apalagi ningrum hamil saat ningrum masih istri sah rafasya


“kita salah mas” balas ningrum ikut menangis bersama jonathan


***


Jonathan membawa ningrum ke sebuah pantai di malam hari


“pakai ini rum, sudah malam” ucap jonathan memakaikan selimut agar ningrum tetap hangat


Ningrum menahan tangan jonatahan agar tetap di bahunya “bagaimana mas? bagaimana kita bisa melanjutkan hidup kita?” tanya ningrum


“ini bukan salah kamu rum, tapi salah mas yang kurang ajar padamu” balas jonathan


“tapi kita gak akan melakukannya kalau saat mas berhenti ningrum gak menahan mas” balas ningrum


“jangan terlalu banyak berfikit rum, kamu sedang hamil kasihan anak kita” balas jonathan mengusap perut ningrum


“tapi ningrum merasa berdosa padanya mas” balas ningrum


“kita yang akan menebusnya, bukan anak kita yang menebusnya” balas jonathan menyandarkan wajah ningrum di dada bidangnya


“apa karena hal ini kau selalu menolak ke dokter?” tanya jonathan


“dia sudah gak pulang 3 bulan sebelum ia meninggal. Saat dia baru pergi aku masih rutin mendapat tamu bulananku mas. tapi saat kita melakukaanya aku sudah tak pernah dapat tamu bulananku. Jadi bagaimana mungkin aku gak tahu anak siapa yang aku kandung” ucap ningrum


“maafin mas ya rum” pinta jonathan


“awalnya aku ingin memohon ampun padanya, dan akan menerima apapun keputusannya tapi aku gak tahu kalau akhirnya aku tak bisa meminta maaf padanya mas. hatiku sakit sekali aku merasa begitu berdosa padanya” balas ningrum


“maaf” ucap jonathan mengusap air matanya


Ningrum mendongak kearah jonathan “apa mas menyesal melakukannya dengan ningrum ?” tanya ningrum


Jonathan mengangguk “iya mas menyesal” balas jonathan


Wajah ningrum langsung tertunduk mendengar ucapan jonathan hatinya serasa teriris


Jonathan menyentuh dagu ningrum agar menatapnya  “menyesal kenapa kita bertemu setelah kau jadi istri orang lain” balas jonathan


“hiks hiks hiks” ningrum terisak dengan pernyataan  jonathan


“cup” jonathan mengecup lama bibir ningrum yang sudah basah akan air mata “aku akan menebusnya seumur hidupku rum” ucap jonathan ******* bibir ningrum


Walaupun ningrum masih menangis tapi ia membalas perlakuan jonathan dan mengalungkan tangannya di leher jonathan

__ADS_1


__ADS_2