Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
terlalu takut dengan dunia ( season 2)


__ADS_3

jack tengah duduk di sofa dengan bermain ponsel


"kakak" panggil rebeca


jack mendongak, tersenyum melihat kedatangan adiknya rebeca dan ningrum


“kasih, kau disini juga?” tanya jack melihat kasih di samping ningrum


“iya kak, kasih nemenin ningrum yang sendirian, jadi kasih disini sekarang” balas kasih


“ya sudah yuk rebeca kita pulang, sudah malam ” ajak jack yang sudah lelah bekerja seharian


“rebeca boleh nginep sini gak kak?” tanya rebeca


penuh harap


“nanti mama marah kalau kamu nginep sini” balas jack


Rebeca tertunduk lesu mendapati jawaban kakaknya


“kalau gak kakak ikut nginep sini aja, jadi kan


kakak gak akan kena oceh kelamaan kalau ikutan menginap ” usul ningrum


“emang gak masalah kalau kakak ikutan menginap?” tanya jack


“gak masalah kak, kamar di rumahku kan banyak. Kakak bisa nempatin kamar tamu yang di lantai bawah atau mau kamar tamu yang di


lantai atas?” tanya ningrum memastikan menunjuk arah kamar tamu yang ada di rumahnya


jack tersenyum sambil sesekali melirik kasih “terima kasih ya rum” balas jack


“ya sudah yuk ngobrol di ruang tengah saja ya” ajak ningrum untuk berpindah tempat


saat akan berjalan, kasih menghentikan langkahnya “rum aku ke taman saja boleh kan?” tanya kasih


Ningrum mengangguk “ya sudah, tapi jangan lama-lama ya, diluar dingin” ucap ningrum


Jack mengikuti langkah ningrum, sambil sesekali menoleh ke arah kasih “apa kasih ada


masalah?” tanya jack


ningrum menautkan kedua alisnya “kenapa kakak bisa tanya seperti itu?” tanya ningrum


Jack menghela nafas panjang “sorot matanya terlihat penuh jeritan yang tertahan” ucap jack yang cukup kenal baik kasih


“kakak kenal kasih sejak kapan?” tanya ningrum


penasaran


Jack melangkah duduk di sofa menatap ningrum dan rebeca “duduklah, akan aku ceritakan” pinta jack


Ningrum dan rebeca duduk mengikuti arahan jack


“aku mengenalnya sekitar 4 tahun lalu, saat usianya masih 15 tahun” ucap jack


“tapi kan kakak tinggal di perancis sedangkan kasih di jerman. Bukannya jauh ya kak jerman sama perancis?” tanya ningrum dengan polosnya


Jack terkekeh “naik pesawat juga Cuma butuh waktu 1 jam doang jadi gak terlalu jauh” balas jack


ningrum berdecih “ya elah ka, naik pesawat ya deket lah kak, disini ke Surabaya aja Cuma sebentar kalau naik pesawat tapi kalau naik mobil kan jauh bisa seharian jadi kemungkinan pertemuannya kecil” balas ningrum

__ADS_1


“aku bertemu dengannya saat berkunjung ke hotel om john” balas jack


“jadi kakak kenal dengan om john davis? ” tanya ningrum


Jack mengangguk “iya kenal, kami ada kerjasama


bisnis dengan hotel om john” balas jack


Ningrum mulai kepo “terus kakak gimana ceritanya pertemuan dengan kasih” tanya ningrum


Jack tersenyum “jangan terlalu ingin tahu” jack


mengusap kepala ningrum “kakak ngobrol sama kasih dulu ya” pamit jack untuk menyusul kasih


"setengah-setengah amat sih ceritanya kakakmu rebeca" ucap ningrum kesal


Jack mencari keberadaan kasih di halaman belakang. Jack melihat kasih yang menyandarkan kepalanya di tiang gazebo taman belakang rumah ningrum


Jack berjalan menghampiri kasih “kau sedang memikirkan apa?” tanya jack membuyarkan


lamunan kasih


“ah” kasih membenarkan posisi duduknya “ kakak


ngapain kesini?” tanya kasih gugup karena terkejut


Jack mengusap kepala kasih “jawab dulu pertanyaan kakak baru kakak jawab pertanyaan mu” balas jack


“aku tidak memikirkan apa-apa kak” balas kasih tersenyum


"kau masih sama seperti dulu, terlalu tertutup" ucap Jack


"aku beneran gak papa kak" balas kasih


Kasih tersenyum ke arah jack “aku masih tak bisa


menutupi apapun dari kakak” balas kasih


Jack meraih tangan kasih menggenggamnya erat “jangan biasakan menyimpan semuanya seorang diri kasih, berbagilah dengan orang lain.


Kalau kau tak mau membaginya dengan kakak kau bisa membaginya dengan ningrum


atau rebeca” pinta jack


“aku belum bisa kak” ucap kasih mulai berkaca-kaca


Jack membawa kasih dalam dekapannya “jangan


menahannya kasih, aku sakit melihatmu terluka seperti ini” ucap jack mengelus punggung kasih lembut


“hiks hiks hiks aku gak bisa kak, seperti ada yang


menahan ku bicara” balas kasih menangis memegang dadanya


“ya sudah, menangis lah. Kakak disini” balas jack


memeluk erat kasih


Ningrum dan rebeca berjalan mencari keberadaan jack dan ningrum karena hari sudah malam, ingin meminta kasih untuk beristirahat


ningrum menghentikan langkahnya saatelihat keberadaan Jack dan kasih “hei kakakmu dekat dengan kasih ya” tanya ningrum pada rebeca yang ada di sebelahnya

__ADS_1


Rebeca mengedikkan bahunya “gak tahu, kakak bukan orang yang terbuka. Teman-temannya saja aku gak tahu. Aku gak nyangka kalau kak


jack dekat dengan kasih” balas rebeca ikut melihat kasih yang menangis dalam pelukan jack


“ya sudah, biarkan saja mereka, kita tunggu mereka masuk saja” ajak ningrum meninggalkan kasih dan jack


***


Jack masuk dengan membopong kasih yang tertidur dalam dekapannya “kasih tidur dimana?” tanya jack


Ningrum berdiri “dia tidur kak?” tanya ningrum melihat kasih yang tertidur


“iya, dimana kakak harus bawanya?” tanya jack


“ayo kak, kasih tidur di lantai atas, rebeca sudah tidur lebih dulu” balas ningrum


Jack mengikuti ningrum menuju kamar ningrum yang berada di lantai atas dan menidurkan di samping rebeca


“terima kasih ya kak” ucap ningrum membenarkan


selimut kasih


“boleh kakak bicara rum?” tanya jack


Ningrum menoleh ke arah jack “boleh, kakak mau


bicara apa?’ tanya ningrum


“kita bicara di luar ya” pinta jack


Ningrum menuntun jack menuju balkon lantai 2 tak jauh dari kamarnya


ningrum menghentikan langkahnya saat sampai balkon “kakak mau bicara apa?” tanya ningrum


Jack menyandarkan tubuhnya di balkon “apa kasih selalu tertutup denganmu?” tanya kak jack


“emmmm, gimana ya, beberapa hal dia terbuka denganku tapi di beberapa hal lain dia sangat tertutup” balas ningrum


Jack menghela nafas “tolong selalu temani kasih ya” pinta jack


“sebenarnya kasih kenapa sih kak. Aku tahu betul


masalahnya berat tapi dia selalu bilang baik-baik saja. Aku jadi bingung harus


pa?” ucap ningrum


“jadi benar dia ada masalah?” tanya jack balik


“iya kak” balas ningrum


“apa masalahnya?’ tanya jack


“maaf kak untuk ini aku gak bisa bicara, karena di


luar kapasitas ku untuk bicara” balas ningrum


“dia masih saja selalu menyimpan semua hal seorang diri” gumam jack


Ningrum membenarkan posisi duduknya “coba ceritakan padaku agar aku mengerti kak” pinta ningrum


Jack memilih duduk di hadapan ningrum “dia orang yang terlalu takut menghadapi dunia” kak jack mulai menceritakan tentang kasih

__ADS_1


dan ningrum mendengarkan secara seksama


__ADS_2