Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Berusaha meluluhkan hati ibu anakku (season 2)


__ADS_3

***


Zian berjalan kearah mama kaila dan ayah virza yang sedang duduk di sofa ruang keluarga  “mah, kasih tahu napa? Rebecca di mana?” Tanya zian menempel di bahu mama kaila dan bersikap manja pada mamanya


Mama kaila mendorong kasar zian “ogah” balas mama kaila menolak mentah-mentah permintaan zian


zian menekuk wajahnya “ya ampun mah tega banget sama anak sendiri. Zian kangen banget sama Rebecca. Sudah setengah bulan gak ketemu rasanya kaya udah setahun mah” zian menggelengkan kepalanya "bukan setahun tapi seabad"  ucap zian dengan nada memohon


mama kaila menatap tajam zian “salah sendiri bentak-bentak Rebecca saat lagi hamil, gara-gara zivanca lagi. Kalau mama jadi Rebecca juga males ketemu kamu yang sudah bikin sakit hati” balas mama kaila yang sedang asyik menonton TV


zian menoleh ke arah ayah virza "yah kasihani zian napa” pinta zian


ayah virza menoleh sebentar kearah zian “ogah” balas ayah virza ketus


Jonathan dan ningrum sedang mengajak Arthur bermain di lantai depan mama kaila dan ayah virza"arthur sayang" ucap jonathan yang sedang mengajah arthur bermain


zian melirik ke arah ningrum yang kebetulan berhadapan denganya “bantuin bujuk ayah napa rum?” pinta zian


Ningrum mendongak  “kayanya ningrum aja masih di ambekin sama ayah sama mama, gimana bau bujuk coba? Ningrum masih bisa di sini kan Cuma gara-gara Arthur. Kalau gak ada Arthur mungkin sudah di usir dari kemarin kali kak” balas ningrum jujur


zian berganti menoleh ke arah jonathan “ya udah jo, kamu bantuin aku cari Rebecca, kan anak


buah kamu hebat-hebat pasti bisa kalahin anak buah om boy yang umpetin Rebecca” pinta zian pada jonathan


jonathan menggaruk tengkuknya yang tak gatal “maaf ya zian, aku gak berani sama ayah kamu. Katanya kalau aku bantuin kamu nanti aku di suruh keluar dari rumah tapi ningrum gak boleh keluar bareng aku” balas jonathan tak enak hati pada zian


"aaaaaaaakhhhhhh!" teriak zian membuat arthur berlonjak kaget karena teriakan zian yang cukup keras


sehingga jonathan memilih menggendong arthur keluar ruangan "kita keluar ya, anak ayah" ucap jonathan menggendong arthur menjauh dan di ikuti ningrum


“tega banget sih kalian sama aku” ucap zian merengek pada ayah virza dan mama kaila


“kamu aja tega bikin Rebecca menangis sesenggukan kaya waktu itu” balas mama kaila, mengingat bagaimana rebecca menangis saat itu

__ADS_1


“mama kan tahu sendiri pertemanan aku sama zivanca gimana?” Tanya zian


mama kaila menghela nafas “mama tahu zian, tapi Rebecca kan gak tahu” balas mama kaila yang memang mengetahui pertemanan seperti apa antara zian dengan zivanca


“ya makanya itu, zian mau jelasin langsung ke Rebecca tapi kalian malah ngelarang zian buat ketemu Rebecca” balas zian


“ya dia yang minta ke mama, mana tega mama nolaknya ” balas mama kaila


“hiks hiks hiks kalian tega ya” ucap zian mulai menangis


ayah virza dan mama kaila  hanya diam saja mendengar tangisan zian dan tetap menatap layar televisi untuk menonton acara kesukaan mama kaila


“kalau kalian gak kasihan sama zian coba kasihan sama Rebecca dong” pinta  zian


ayah virza menautkan alisnya “kasihan gimana? Semua kebutuhan dan keinginan Rebecca ayah penuhi dengan baik kok” balas ayah virza


“kalau tentang kebutuhan yang ayah maksud, zian yakin ayah bisa memenuhinya dengan baik. tapi ayah lupa ya kalau Rebecca sedang hamil?” Tanya zian


“kalau ayah gak lupa, gimana bisa ayah biarin Rebecca sendirian dalam posisi hamil seperti ini?” Tanya zian


Zian menoleh kearah mama kaila “pasti mama masih inget kan waktu hamil zian dulu?” Tanya zian


Mama kaila mengangguk pelan "iya, mama masih inget" balas mama kaila


“kalau bukan karena bantuan om somplak,  mana bisa mama menjalani kehamilan mama sendirian tanpa ada ayah di samping mama?” Tanya zian menoleh kearah mama kaila dan ayah virza secara bergantian


“zian tahu salah, tapi zian pengen menemani Rebecca saat sedang hamil anak zian mah. Terus nanti kalau keluarganya tahu saat dia hamil dia di biarkan sendiri, apa kata mereka mah, yah? Pasti mereka bakal larang zian ketemu Rebecca dan anak zian nanti” zian menatap ayahnya “emangnya ayah mau cucu ayah


gak boleh ketemu sama kakek dan neneknya?” Tanya zian makin memanasi ayahnya


Kakek hafizhan yang baru masuk ruang keluarga dan ikut mendengar pertanyaan zian jadi ikut berpikir  dan menyahut pertanyaan zian “iya za, kasihan Rebecca sendirian, harusnya biarin kita jaga dia” ucap kakek hafizhan


“tapi virza dah terlanjur janji sama Rebecca yah” balas ayah virza lirih

__ADS_1


“masa ayah tega sih, biarin anak zian kaya zian dulu? sendirian tanpa ayah” Tanya zian menangis sesenggukan


ayah virza menghela nafas panjang “ayah memang gak bisa ngasih tahu tentang tempat dia tinggal. Tapi ayah masih bisa ngasih tahu tempat yang kemungkinan dia datangi” ucap ayah virza


zian menatap serius ayahnya “dimana yah?” Tanya zian


“tapi kemungkinan berhasilnya kamu sendiri yang bisa berusaha ya” ucap ayah virza


“iya yah” balas zian semangat


“bentar lagi kan jadwal periksa Rebecca, dia bakal balik ke rumah sakit tempat ia periksa kehamilannya pertama kali,  jadi kamu coba sendiri kesana ” ucap ayah virza


“ok” balas zian senang dan bergegas pergi


Zian menoleh kearah ayahnya “berhubung lagi usaha meluluhkan hati ibu anakku, jadi ayah yang handel kantor sendiri ya” ucap zian bergegas berlari, menghindari amukan ayah virza


“dasr kau ya, lagi-lagi pada ngerjain ayahnya!” teriak ayah virza melempar bantal kearah zian, tapi orangnya sudah berlari jauh sehingga bantal sofa hanya jatuh ke lantai


“sudah mas sabar” ucap mama kaila mengelus lengan ayah virza


Ayah virza bergelanyut manja di lengan mama kaila


“kenapa anak kita bikin kita pusing kaya gini ya kai?” Tanya ayah virza bermuka seolah-olah menangis


“sabar za. Nanti kalau kamu sudah ketemu sama cucu-cucu kamu, kamu juga gak akan inget anak-anakmu yang nyebelin” ucap kakek hafizhan terkekeh


“gitu ya yah?” Tanya ayah virza menoleh ke kakek hafizhan dan  tersenyum


Ayah virza meliri kearah kakek hafizhan dengan tajam saat ia mulai tersadar akan sesuatu “jadi ayah juga gitu?” lupa sama aku yang ngeselin karena anak-anak aku?” Tanya ayah virza menebak jalan pikiran kakek hafizhan


“itu tau kalau kamu ngeselin” kekeh kakek hafizhan


“ayah!” teriak ayah virza kesal, dan kakek hafizhan hanya tertawa melihat tingkah anaknya

__ADS_1


__ADS_2