
virza menahan kedua tangan kaila diatas kepala kaila " kamu gak ingat pertanyaan zian tadi? " tanya virza berbisik ditelinga aira sambil meniupnya pelan
kaila merasa kebingungan dengan tingkah virza suaminya "apa? " tanya kaila gugup dan geli dengan perbuatan virza
"adik" balas virza mengedipkan sebelah matanya pada kaila dengan genit
muka kaila bersemu merah bagai tomat yang sudah matang dan siap dipanen "adik apa? " tanya kaila seolah tak paham dan memalingkan mukanya
"oh jadi kamu gak tahu? ya sudah biar mas kasih tahu ya" virza mulai ******* benda kenyal berwarna merah muda di hadapannya dengan lembut dan menuntut, kaila pun membalasnya dengan tak kalah menuntut
mereka saling berpangutan cukup lama, sambil tangan virza yang lihai melepaskan satu persatu benda yang melekat ditubuh kaila dan juga yang melekat pada dirinya
kini mereka dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun dan hanya tertutup selimut putih "semoga disini cepat tumbuh ya" ucap virza mengecup perut kaila yang masih rata dengan lembut
" iya semoga ya mas" balas kaila tersenyum
virza kembali mengecup setiap inci tubuh kaila dan mereka pun melanjutkan acara membuat adik untuk zian dengan semangat menggebu
***
pagi mulai datang, mentari mulai bersinar makin terik menembus sela-sela gorden kamar kaila dan virza
virza yang pertama mengerjapkan mata karena merasa silau dengan cahaya yang masuk ke matanya melalui celah gorden kamarnya , virza mulai membuka mata lalu tersenyum melihat kaila ada dalam dekapannya, ia mencium aroma tubuh kaila
"cup" virza mencium pipi kaila dari belakang dengan lembut dan cukup lama
"pagi sayang" sapa virza membelai rambut kaila dengan lembut
kaila mulai membuka matanya karena sentuhan virza " pagi juga sayang" balas kaila tersenyum memandang wajah suaminya
"bangun yuk sarapan, mas laper" ajak virza sambil mengelus pipi kaila
"tapi kai belum masak mas, pasti lama kalau nunggu kai masak dulu" balas kaila merasa tak enak hati pada virza
virza tersenyum simpul pada kaila "paling juga sudah disiapin sama pelayan, kan zian hari ini sekolah pagi, jadi mereka pasti sudah masak untuk kita saat kamu gak turun ke dapur" balas virza santai
kaila membelalakkan matanya lebar" emang ini jam berapa mas? " tanya kaila menatap tajam virza
virza melihat jam di meja sebelahnya " jam 9" jawab virza enteng
"apa?! " teriak kaila
virza mengusap telinganya yang berdenging " gak usah teriak kai, mas gak budeg" ucap virza
" plak" kaila memukul lengan virza karena kesal
" ya mas kenapa gak bangunin kai, ini sudah siang mas, kita kan harus kerja" balas kaila kesal
__ADS_1
" tadi waktu mas bangunin kamu, kamu bilang nanti masih ngantuk. Terus mas harus gimana dong? " ucap virza tak merasa berdosa sama sekali, sambil mengelus lengannya yang habis dipukul kaila
kaila tampak berfikir dan mengingat bahwa benar virza membangunkannya tapi dia sendiri yang bilang masih ngantuk
"tenang saja, mas tadi sudah bilang orang kantor kamu kalau kamu gak masuk" balas virza
"ah mas sih, bikin kaila begadang sampai subuh jadi kan kai ngantuk dan gak bisa bangun pagi" keluh kaila kesal
" tapi kamu suka kan? " tanya virza menoel bibir kaila yang sedang mode kesal
kaila menampik tangan virza " ih sebel" ucap kaila bergegas masuk kamar mandi dengan melilitkan selimut ke tubuhnya
"tunggu sayang, ikut" ucap virza menyusul kaila masuk kamar mandi dengan gerakan cepat
kaila menoleh ka arah virza " mas ngapain ikut masuk? " tanya kaila saat melihat virza ikut masuk kamar mandi
" mandi lah, emang mau ngapain? " balas virza cuek
"alah mas itu, suka modus bilang mau mandi tapi tangannya jalan-jalan terus! " teriak kaila
"ya gak papa sih kai, kan sekalian" balas virza terkekeh
"malas" balas kaila kesa, berjalanl menuju bath up untuk berendam
virzamengikuti kaila masuk dalam bath up memeluk kaila dari belakang " dosa loh kai nolak keinginan suami" ucap virza mengingatkan bahwa permintaan suami harus di turuti, dan berdosa jika menolak
" mas tadi dah bilang sama si somplak, jadwal konselingnya besok saja, soalnya mau bikin ponakan buat mereka" ucap virza santai
"ih mas" kaila mencubit virza kesal
"sakit kai" ucap virza mengelus perut yang dicubit kaila
"bodo amat" balas kaila kesal
virza mengusap punggung kaila, membantu kaila untuk membersihkan diri, sambil ala-ala buat adik untuk zian, hehehehe
setelah selesai mandi dan memakai pakaian, virza membantu kaila mengeringkan rambutnya di depan meja rias
" kenapa istriku cantik banget sih" ucap virza mencium pipi kaila gemas
kaila memutar bola matanya malas "gombal" balas kaila
setelah kaila selesai berdandan mereka pun menuju meja makan untuk mengisi perut yang memang sudah keroncongan karena sudah jam 11 siang
"mas mau makan apa? " tanya kaila mengambilkan makanan untuk virza yang sudah tersedia di meja makan
virza melihat beraneka macam makanan yang sudah disiapkan "pakai cumi, sama sayur capcay saja" balas virza selesai memutuskan
__ADS_1
kaila mengambil makanan yang di inginkan virza " nih mas" ucap kaila menyerahkan piring berisi makan yang diminta
mereka makan sambil mengobrol banyak hal "mas, zian katanya mau ikut liburan kakek saat libur sekolah nanti, boleh gak? " tanya kaila
" emang kemana liburannya? " tanya virza
"katanya sih mau ke Korea yang deket, karena zian liburnya cuma seminggu" balas kaila
"yang ikut siapa saja? " tanya virza
"kakek biyan, kakek prayoga sama kak boy dan beberapa pengawal katanya" balas kaila
"om kamu gak ikut? " tanya virza
" gak lah mas kan angel masih hamil, masa mau ditinggal, diajak pun kan gak baik karena kandungan angel yang lemah dan harus banyak istirahat" balas kaila
" ya sudah, bolehin aja, kasihan kakek-kakekmu sudah lama kesepian" balas virza
"iya mas, nanti aku bilang ke kakek kalau mas ngizinin" balas kaila
"mas ke kantor gak hari ini? " tanya kaila
" kayanya iya deh, soalnya ada dokumen yang harus di tanda tangani kata raka dan itu harus cepat" balas virza
" ya kai sendirian dong dirumah" balas kaila sedih
"ya kamu ikut lah ke kantor, biar kelihatan mesra gitu" balas virza terkekeh
"ada-ada saja deh mas" balas kaila tersenyum
***
setelah selesai makan, mereka akhirnya menuju perusahaan bersama
"siang semua" sapa kaila pada para pegawai virza saat baru masuk gedung perusahaan virza
"pagi nyonya" balas para pegawai perusahaan
virza dan kaila menuju lantai ruangan virza dengan bergandengan tangan mesra
semua orang saling berbisik " tuan dan nyonya bos harmonis banget ya" ucap para pegawai saling berbisik melihat kemesraan virza dan kaila
"lama gak mas? " tanya kaila melihat tumpukan berkas di meja virza
" gak sayang, mas cepet kok tanda tangannya" balas virza tersenyum
kaila melototkan matanya ke arah virza " heh jangan asal mas, harus baca dengan teliti" ucap kaila memperingati
__ADS_1
" iya istriku tercinta" balas virza, kembali membuka berkas yang harus ia tandatangani