
Jonathan berbalik memeluk erat ningrum “kalau gitu, aku akan menikahimu jika dia
menceraikanmu. Tapi jika dia memaafkanmu aku akan pulang ke Inggris secepatnya”
balas jonathan
“sudah berapa kali ningrum bilang , mas jo lupakan saja. Jangan ikut terlibat lagi dengan hal ini. Anggap tak terjadi apa-apa di antara kita ” ucap ningrum memukul punggung jonathan pelan
“kau saja tak bisa melupakannya, bagaimana aku bisa?” tanya jonathan dengan mata yang sudah mengembun mengeratkan pelukannya
Ningrum berhenti memukul jonathan dan mengeratkan pelukannya pada jonathan “aku merasa berdosa padanya mas, dia sangat baik padaku dan sangat mencintaiku tapi aku malah….. ” ningrum menutup mulutnya dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang jonathan “aku malah menghianatinya….” seru ningrum yang
tak sanggup lagi menahan air matanya
Jonathan mengusap punggung ningrum “maafkan aku rum. Maaf… mas memang salah padamu” ucap jonathan
“andai saja kita….”ucap ningrum menggantung dalam pelukan jonathan
Flash back
1 bulan lalu
Ningrum sedang menonton TV dengan muka cemberut dan menyilangkan kakinya dengan santai di sebuah sofa besar. Sambil memencet tombol remot asal “bosen” gumam ningrum menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa
Jonathan memijit tengkuknya yang lelah, dan melonggarkan dasinya saat memasuki rumahnya yang terlihat sepi dan menutup pintu rumahnya asal
jonathan melirik TV menyala di ruang tamu, jonathan berjalan mendekat “kok kamu disini rum?” tanya jonathan mendekati ningrum yang duduk di sofa seorang diri
Ningrum membenarkan posisi duduknya “eh mas jo sudah pulang”sapa ningrum tersenyum melihat kedatangan jonathan
“kamu belum jawab, ngapain disini?” tanya jonathan
“di rumah bosen sendirian, kak rafasya pergi keluar kota lagi” balas ningrum
__ADS_1
“dia pergi lagi? bukannya sudah 2 bulan lebih ya apa malah sudah 3 bulan dia tak pulang?” tanya jonathan
“iya sudah hampir 3 bulan dia tak pulang, tadi kakak telpon langsung berangkat ke tempat tujuannya, gak pulang kesini dulu” ucap ningrum
“bi rania mana? Biasanya kamu minta dia nemenin kamu?” tanya jonathan tak melihat keperadaan bi rania
“keponakannya sakit jadi dia ijin pulang, mas gak lihat ponsel ya?” tanya ningrum
Jonathan mengecek ponselnya “oh iya, dia sudah kirim pesan izin pulang ke jogja” balas jonathan
“terus kenapa gak tidur? ini kan sudah malam” tanya jonathan melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 11 malam
“gak bisa tidur” rengek ningrum memajukan bibirnya
Jonathan mengusap kepala ningrum gemas “gemes banget sih” ucap jonathan senang mengacak rambut ningrum
Ningrum melihat dasi jonathan yang tak rapih, langsung menariknya tanpa aba-aba “kalau gini mending di lepas mas, ganggu pemandangan mata aja” gumam ningrum menarik dasi jonathan mengikis jarak mereka menjadi semakin dekat
Jonathan menelan salivanya kasar mendapati jaraknya sekarang bersama ningrum . mata jonathan terus tertuju pada bibir ningrum yang terus berceloteh tapi sama sekali tak di dengar jonathan “mas mau makan apa? atau mau mandi dulu?” tanya ningrum yang awalnya sedang membereskan dasi jonathan mendongak kearah jonathan
“cup” entah keberanian dari mana tiba-tiba jonathan mencium bibir ranum milik ningrum begitu saja tampa permisi
Mata ningrum membelalak lebar mendapat perlakuan mendadak dari jonathan. Awalnya memang ningrum sangat terkejut tapi saat mendapat kehangatan dan kenyamanan dari sentuhan jonathan ningrum memejamkan matanya.
Jonathan menarik tengkuk ningrum, memperdalam pangutannya, memberikan gigitan kecil bibir bagian bawah ningrum, membuat ningrum membukanya, membiarkan jonathan dengan mudah mengakses isi rongga ningrum.
Ningrum mengalungkan tangannya ke leher jonathan. Suara berpangutan mereka terdengar memenuhi penjuru ruangan yang sepi dan hanya suara TV yang lirih menemani kegiatan panas mereka.
Ciuman mereka makin panas membakar suhu ruangan yang sebenarnya suhu AC cukup rendah tapi kegiatan panas mereka membuat keringat membanjiri tubuh keduanya. Tak terasa baju mereka pun sudah tak tahu entah
dimana, mereka sudah polos seperti bayi yang baru lahir tak tahu dosa apa yang mereka perbuat
“tunggu” jonathan melerai pelukan dan ciumannya pada ningrum “ini salah rum” ucap jonathan yang berada di atas ningrum yang sudah polos sama seperti dirinya
__ADS_1
Ningrum mengedarkan pandangannya ke penjuru ruangan
yang sudah gelap dan hanya terkena pantulan cahaya dari teras halaman rumah jonathan . Bajunya dan jonathan sudah berserakan kemana-mana tak berbentuk
“hiks hiks hiks” ningrum menangis memeluk pinggung jonathan yang masih berada di atas tubuhnya
Jonathan mencoba menahan beban tubuhnya agar tak menimpa ningrum “cukup rum ini salah, kita harus berhenti”seru jonathan
“ningrum cinta mas jo” lirih ningrum di sela tangisnya
Mata jonathan membelalak lebar dengan ucapan ningrum “apa maksudmu rum?” tanya jonathan menatap wajah ningrum yang berada di bawahnya
“ningrum tahu ini salah mas, ningrum sudah punya suami yang mencintai ningrum. Tapi ningrum gak tahu ini dari kapan, ningrum jauh lebih nyaman dan bahagia saat di dekat mas ketimbang kak rafasya suami ningrum sendiri. ningrum belajar memasak disini setiap hari hanya alasan ningrum biar bisa melihat mas jo setiap hari. Ningrum…” ucap ningrum menggantung karena jonathan langsung mengecup bibir ningrum
Jonathan mengurai ciumannya memandang ningrum yang masih ada di bawahnya mengusap lembut pipi ningrum yang sudah basah karena tangisan “mas juga cinta sama kamu rum, walaupun mas tahu ini salah tapi mas juga gak tahu kenapa perasaan ini makin tumbuh dengan suburnya karena kamu rum” balas jonathan
Ningrum mengalungkan tangannya ke leher jonathan dan mereka pun kembali melanjutkan aktivitas panas mereka. Yang terbilang dosa besar itu
Entah sampai berapa kali mereka mengulang dosa mereka karena terlalu dalam hanyut dengan dunia mereka sendiri. Dan entah sejak kapan mereka sudah sampai di kamar yang biasa ningrum tempati saat berada di rumah jonathan
“aaaahhh” jonathan mengecup kening ningrum cukup lama dan jatuh di samping tubuh ningrum, menarik selimut menutupi tubuh polos mereka
Jonathan membawa ningrum kedalam pelukannya dan ningrum pun balas memeluk jonathan erat
“lupakan kejadian hari ini mas” ucap ningrum tetap memeluk erat tubuh jonathan
“apa?!” jonathan terkejut dengan ucapan ningrum dan berusaha melonggarkan pelukannya agar bisa menatap wajah ningrum. Tapi ningrum malah makin mengeratkan pelukannya
“kita salah mas, kak rafasya gak salah apapun padaku. Aku berdosa padanya. Kita harus akhiri sampai disini perbuatan dosa kita” seru ningrum
Jonathan langsung lemas dengan penuturan ningrum, baru saja dia bahagia karena cinta yang selama ini ia rasa ternyata berbalas tapi harus kandas saat itu juga karena status ningrum “lupakan hari ini, anggap
tak terjadi apapun. Dan ningrum mohon tetap bersikap seperti biasa seolah hari ini tak terjadi” pinta ningrum menangis di pelukan jonathan
__ADS_1
Jonathan mengeratkan pelukannya, memejamkan matanya, menarik nafas dalam “baiklah kalau ini permintaanmu. Anggap hari ini adalah hari pertama dan terakhir untuk kita” ucap jonathan menangkup wajah ningrum, mengecup lama bibir ningrum. Dan memeluk erat tubuh ningrum
Jonathan tak tidur sama sekali begitupun dengan ningrum yang hanyut dalam pikiran masing-masing walalupun mereka berbaring di ranjang yang sama dengan saling berpelukan berpelukan