
mohon maaf semuanya ini lanjutan part (keluarga tahu kebenarannya?) kelupaan di upload, malah setelah episode ini di upload lebih dulu đ đ đ
***
Rafasya dan Julian hanya memejamkan matanya bersiap menerima semprotan para orang tua
di hadapannya
âapa?!â teriak nenek angel dan kakek sakti sedangkan ayah virza dan mama kaila hanya
melongo mendengar penuturan anak bungsunya
âjangan main-main kalian!â bentak kakek sakti saking terkejutnya
âenggak kek, om yang cerita sendiri ke kita, ningrum juga tahu ya? â ucap Julian
meminta pembenaran pada ningrum
Ningrum mengangguk mengiyakan âiya kek, makanya ningrum ngelarang om raka deket-deket
kasih. Dia masih ketakutan sama om raka karena perbuatan om Raka pada kasihâ balas ningrum
Kakek sakti memegang pelipisnya merasakan kepalanya berdenyut hebat
Kakek sakti menatap tajam ningrum, rafasya dan Julian  âkapan kejadiannya?â tanya kakek sakti
âsebulan lalu kek â balas ningrum
âkenapa kalian gak cerita ke kita!â bentak kakek sakti
Ningrum mulai ketakutan âkasih gak mau memperpanjang hal ini, dia Cuma minta ningrum
buat minta  om raka menjauh darinyaâ balas ningrum
âkakek akan bicara dengan om kamu, minta dia nikahin kasih. Apa kata wiliam nanti?  kalau sampai dia  tahu anak gadisnya di perlakukan tidak adil oleh anakkuâ ucap  kakek sakti
â tapi kita sudah pernah bicarain hal ini tahu kek, tapi om raka bilang gak mau nikah sama kasihâ jelas Julian
âapa dia sudah gila!â teriak kakek sakti frustasi
âtenang omâ ucap ayah virza mengusap lengan kakek sakti agar meredam emosinya
"kalau dia gak mau nikah, ngapain nyentuh anak gadis orang?!" teriak kakek sakti
Ningrum, rafasya dan julian hanya bisa diak saja tak bisa menjawab
Kakek sakti menatap ayah virza gugup bercampur takut dan marah âgimana ini za? kalau sampai william tahu hal ini, bisa mati anakkuâ balas kakek sakti dengan suara setengah berteriak karena frustasi
Rafasya, ningrum dan Julian melotot  mendengar
__ADS_1
kata mati ângomongnya ngeri amat sih kek, gak mungkinlah ayahnya kasih bakal bunuh om Raka gitu ajaâ ucap ningrum mengibaskan tangannya tak percaya dengan ucapan kakeknya
Kakek sakti menatap tajam ningrum, Julian dan rafasya âkalian gak tahu saja gimana sifat kerasnya William ayah kasih . Orang yang selalu di dekat kasih jauh lebih menyeramkan, dia itu pernah bunuh 20 orang dalam waktu 1 jam seorang diri saat usianya 18 tahun, saat kasih diculik ketika kasih berusia 3 tahun. Dan dia gak akan segan-segan bunuh orang yang menyakiti kasih selagi dia mau. Tante kasih clara Diana istri john davisâ jelas kakek sakti âpernah
ia cekik di depan mata john yang jelas suaminya om kasih adik kandung ayah kasih, saat clara berani mendorong kasih saat kasih masih kecil. Dan pria yang bernama ojo itu gak akan segan membunuh orang, selagi wiliam yang minta ituâ jelas kakek sakti membuat para anak muda
itu bergidik ngeri
âterus gimana kekâ tanya ningrum yang mulai cemas
Nenek angel masih terdiam tak bisa berucap apapun saking terkejutnya dengan kenyataan
yang baru ia dengar tentang putranya
Kakek sakti memegang pelipisnya bingung harus berbuat apa? Karena posisinya serba
salah
Kakek sakti menoleh ke arah rafasya âkamu cari om kalian sekarang, minta dia pulang
jangan sampai memancing kemarahan pria di samping kasih ituâ pinta kakek sakti
dengan wajah gelisah
âiya kekâ balas rafasya dan Julian bergegas pergi mencari raka
***
Mas ojo melihat raut wajah nona mudanya sedih  ânona beneran ingin ke sana lagi?â tanya mas
ojo memastikan
âiya mas, kasih pengen sendiriâ balas kasih tersenyum tapi matanya seolah mengatakan
kesedihan yang sekarang ia rasakan
âjangan paksakan senyuman itu nona, tolong menangis sajaâ pinta mas ojo melihat
ekspresi wajah kasih yang tersenyum tapi matanya menyimpan luka
Kasih menghilangkan senyumnya âmakanya kita ke sana masâ balas kasih memasang raut
wajah sendunya
Mas ojo melajukan mobilnya menuju danau yang biasa di datangi kasih saat bersedih
dengan kecepatan tinggi
40 menit berkendara mereka sampai di sebuah danau yang terlihat sepi dan tak ada
__ADS_1
pengunjung di sana
âmas, tinggalin kasih sendiriâ pinta kasih saat ia sudah duduk di tepi danau
âtapi nonâ mas ojo tak tega meninggalkan kasih seorang diri di saat kondisi kasih
yang sedang rapuh
âkasih mohon masâ pinta kasih memelas
Mas ojo berjalan cukup jauh dari kasih, meninggalkan kasih seorang diri tapi tetap
mengawasi kasih dari kejauhan
Melihat mas ojo yang sudah berjalan menjauh, kasih menekuk lututnya menyembunyikan
wajahnya di antara kedua lututnya âhiks hiks hiksâ kasih meluapkan emosinya
dengan tangisan meraung yang terdengar sayup di telinga mas ojo
Mas ojo mengepalkan tangannya tak sanggup mendekat ke arah kasih. Tanpa kasih lihat
mas ojo menangis mendengar tangisan kasih yang terdengar samar karena memang
posisi mereka yang cukup jauh
Setelah tangisan kasih mulai  reda, mas ojo
menghampiri kasih âkita pulang nonâ pinta mas ojo memakaikan jas pada tubuh
kasih agar tidak kedinginan
âkalau mereka sayang kasih, kenapa meninggalkan kasih seorang diri mas?â tanya kasih masih dengan sesenggukan
âsaya gak bisa jawab nonâ balas mas ojo yang memang di larang kerasa memberitahu
alasan kasih di biarkan tinggal jauh dari kedua orang tuanya
âmas bilang kalau mas ojo sayang kasih karena
kasih adalah keluarga mas satu-satunya, tapi  kenapa gak mau jawab pertanyaan kasih yang
sesederhana ini â tanya kasih lirih
Mas ojo memeluk kasih âmaaf nonâ pinta mas ojo
âkenapa mereka kejam sekaliâ ucap kasih masih sesenggukan
âada hal yang tak bisa mas ojo  ucapkan ke
__ADS_1
kamu â batin mas ojo memeluk erat nona mudanya yang ia anggap sebagai keluarga terdekatnya