Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
ketakutan (season 2)


__ADS_3

mohon maaf semuanya ini lanjutan part (keluarga tahu kebenarannya?) kelupaan di upload, malah setelah episode ini di upload lebih dulu 😅😅😅


***


Rafasya dan Julian hanya memejamkan matanya bersiap menerima semprotan para orang tua


di hadapannya


“apa?!” teriak nenek angel dan kakek sakti sedangkan ayah virza dan mama kaila hanya


melongo mendengar penuturan anak bungsunya


“jangan main-main kalian!” bentak kakek sakti saking terkejutnya


“enggak kek, om yang cerita sendiri ke kita, ningrum juga tahu ya? ” ucap Julian


meminta pembenaran pada ningrum


Ningrum mengangguk mengiyakan “iya kek, makanya ningrum ngelarang om raka deket-deket


kasih. Dia masih ketakutan sama om raka karena perbuatan om Raka pada kasih” balas ningrum


Kakek sakti memegang pelipisnya merasakan kepalanya berdenyut hebat


Kakek sakti menatap tajam ningrum, rafasya dan Julian  “kapan kejadiannya?” tanya kakek sakti


“sebulan lalu kek ” balas ningrum


“kenapa kalian gak cerita ke kita!” bentak kakek sakti


Ningrum mulai ketakutan “kasih gak mau memperpanjang hal ini, dia Cuma minta ningrum


buat minta  om raka menjauh darinya” balas ningrum


“kakek akan bicara dengan om kamu, minta dia nikahin kasih. Apa kata wiliam nanti?  kalau sampai dia  tahu anak gadisnya di perlakukan tidak adil oleh anakku” ucap  kakek sakti


“ tapi kita sudah pernah bicarain hal ini tahu kek, tapi om raka bilang gak mau nikah sama kasih” jelas Julian


“apa dia sudah gila!” teriak kakek sakti frustasi


“tenang om” ucap ayah virza mengusap lengan kakek sakti agar meredam emosinya


"kalau dia gak mau nikah, ngapain nyentuh anak gadis orang?!" teriak kakek sakti


Ningrum, rafasya dan julian hanya bisa diak saja tak bisa menjawab


Kakek sakti menatap ayah virza gugup bercampur takut dan marah “gimana ini za? kalau sampai william tahu hal ini, bisa mati anakku” balas kakek sakti dengan suara setengah berteriak karena frustasi


Rafasya, ningrum dan Julian melotot  mendengar

__ADS_1


kata mati “ngomongnya ngeri amat sih kek, gak mungkinlah ayahnya kasih bakal bunuh om Raka gitu aja” ucap ningrum mengibaskan tangannya tak percaya dengan ucapan kakeknya


Kakek sakti menatap tajam ningrum, Julian dan rafasya “kalian gak tahu saja gimana sifat kerasnya William ayah kasih . Orang yang selalu di dekat kasih jauh lebih menyeramkan, dia itu pernah bunuh 20 orang dalam waktu 1 jam seorang diri saat  usianya 18 tahun, saat kasih diculik ketika kasih berusia 3 tahun. Dan dia gak akan segan-segan bunuh orang yang menyakiti kasih selagi dia mau. Tante kasih clara Diana istri john davis” jelas kakek sakti “pernah


ia cekik di depan mata john yang jelas suaminya om kasih adik kandung ayah kasih, saat clara berani mendorong kasih saat kasih masih kecil. Dan pria yang bernama ojo itu gak akan segan membunuh orang, selagi wiliam yang minta itu” jelas kakek sakti membuat para anak muda


itu bergidik ngeri


“terus gimana kek” tanya ningrum yang mulai cemas


Nenek angel masih terdiam tak bisa berucap apapun saking terkejutnya dengan kenyataan


yang baru ia dengar tentang putranya


Kakek sakti memegang pelipisnya bingung harus berbuat apa? Karena posisinya serba


salah


Kakek sakti menoleh ke arah rafasya “kamu cari om kalian sekarang, minta dia pulang


jangan sampai memancing kemarahan pria di samping kasih itu” pinta kakek sakti


dengan wajah gelisah


“iya kek” balas rafasya dan Julian bergegas pergi mencari raka


***


Mas ojo melihat raut wajah nona mudanya sedih  “nona beneran ingin ke sana lagi?” tanya mas


ojo memastikan


“iya mas, kasih pengen sendiri” balas kasih tersenyum tapi matanya seolah mengatakan


kesedihan yang sekarang ia rasakan


“jangan paksakan senyuman itu nona, tolong menangis saja” pinta mas ojo melihat


ekspresi wajah kasih yang tersenyum tapi matanya menyimpan luka


Kasih menghilangkan senyumnya “makanya kita ke sana mas” balas kasih memasang raut


wajah sendunya


Mas ojo melajukan mobilnya menuju danau yang biasa di datangi kasih saat bersedih


dengan kecepatan tinggi


40 menit berkendara mereka sampai di sebuah danau yang terlihat sepi dan tak ada

__ADS_1


pengunjung di sana


“mas, tinggalin kasih sendiri” pinta kasih saat ia sudah duduk di tepi danau


“tapi non” mas ojo tak tega meninggalkan kasih seorang diri di saat kondisi kasih


yang sedang rapuh


“kasih mohon mas” pinta kasih memelas


Mas ojo berjalan cukup jauh dari kasih, meninggalkan kasih seorang diri tapi tetap


mengawasi kasih dari kejauhan


Melihat mas ojo yang sudah berjalan menjauh, kasih menekuk lututnya menyembunyikan


wajahnya di antara kedua lututnya “hiks hiks hiks” kasih meluapkan emosinya


dengan tangisan meraung yang terdengar sayup di telinga mas ojo


Mas ojo mengepalkan tangannya tak sanggup mendekat ke arah kasih. Tanpa kasih lihat


mas ojo menangis mendengar tangisan kasih yang terdengar samar karena memang


posisi mereka yang cukup jauh


Setelah tangisan kasih mulai  reda, mas ojo


menghampiri kasih “kita pulang non” pinta mas ojo memakaikan jas pada tubuh


kasih agar tidak kedinginan


“kalau mereka sayang kasih, kenapa meninggalkan kasih seorang diri mas?” tanya kasih masih dengan sesenggukan


“saya gak bisa jawab non” balas mas ojo yang memang di larang kerasa memberitahu


alasan kasih di biarkan tinggal jauh dari kedua orang tuanya


“mas bilang kalau mas ojo  sayang kasih karena


kasih adalah keluarga mas satu-satunya, tapi  kenapa gak mau jawab pertanyaan kasih yang


sesederhana ini ” tanya kasih lirih


Mas ojo memeluk kasih “maaf non” pinta mas ojo


“kenapa mereka kejam sekali” ucap kasih masih sesenggukan


“ada hal yang tak bisa mas ojo  ucapkan ke

__ADS_1


kamu “ batin mas ojo memeluk erat nona mudanya yang ia anggap sebagai keluarga terdekatnya


__ADS_2