Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Bonus Chapter #12


__ADS_3

Ney yang merasa difitnah pun tidak terima, Ney tetap memperjuangkan kebenarannya.


"Tidak, pak guru.. Ney tidak bohong." Ucap Ney berusaha membela diri, sedangkan sang ibu hanya bisa diam sebelum suaminya masuk dan ikut menyelesaikan permasalahan putranya.


Tiba tiba yang berada di ruangan guru berubah menjadi hening seketika itu juga, bahkan tidak terdengar ada suara apapun. Ruangan benar benar sangat hening, semua hanya berdiri tegak tanpa bersuara. Namun, kemudian semuanya menyapa dengan ramah.


"Selamat pagi pak kepala sekolah..." sapa semua yang berada di ruangan guru dengan serempak.


"Selamat pagi juga. Ada apa ini, kenapa ada anak anak di ruangan ini, ada masalah?" tanya bapak kepala sekolah penasaran.


"Begini pak, sebenarnya kami sedang menyelesaikan permasalahan dari murid murid kita. Bahwa Daniel dan Zakka tengah berantem, dan kedua belah pihak saling menyalahkan. Lantas, bagaimana caranya untuk mengetahui benar dan salahnya." Jawab salah satu guru.


"Tapi pak, anak saya yang dulu diserang oleh anak ini." Ucap Ibunya Daniel yang tiba tiba menyerobot pembicaraan sang guru dengan kepala sekolah.


Sedangkan nyonya Maura hanya terdiam tanpa bersuara, percuma jika menghadapi seseorang yang tidak bisa diajak baik baik.


"Lihatlah, putra saya merasa kesakitan bagian dadanya. Bukankah itu sangat beresiko, mau tidak mau harus memberikan pengobatan hingga sembuh." Ucap ayahnya Daniel beralasan dan ikut menimpali. Lagi dan lagi, nyonya Maura hanya tersenyum getir saat kedua orang tua Daniel begitu ambisi untuk menghancurkan nama baik orang lain.


"Tunggu!" seru seorang laki laki yang masih terlihat sangat tampan. Semua yang berada di ruangan guru tercengang saat melihat sosok laki laki yang penuh kharisma.


Kedua orang tua Daniel pun ikut tercengang saat melihat kedatangan seseorang laki laki yang tiba tiba masuk ke ruang guru. Terutama ayah dari Daniel, yang lebih terkejut saat Bos besarnya berada di hadapannya. Sedangkan nyonya Maura tersenyum mengembang, saat orang lain terdiam.


Begitu juga dengan guru yang lainnya pun juga ikut kaget, seseorang yang terkenal kesuksesnya kini berada di hadapannya tanpa harus melihatnya di televisi.


'Benarkah ini tuan Ganan yang terkaya itu, tapi untuk apa datang ke sekolahan ini. Apakah mau mendaftarkan anaknya di sekolahan ini? wah.. beruntung sekali.' Gumam salah satu guru baru di sekolahan kanak kanak xxx.


Sedangkan guru yang lainnya hanya bisa bengong, karena identitasnya tidak begitu diteliti oleh anggota dewan guru lainnya. Hanya bapak kepala sekolah yang mengetahui identitas tuan Ganan.


Bapak kepala sekolah segera mendekatinya dan menyapanya.

__ADS_1


"Selamat pagi, Tuan.. mari silahkan duduk." Ucapnya dengan ramah, sedangkan yang lainnya kikuk dibuatnya.


'Tuan Ganan? kenapa berada di sekolahan, untuk apa? apa sedang menyumbang dana di sekolahan ini.' Gumamnya tidak percaya.


"Bapak Andika, silahkan duduk." Perintah kepala sekolah, sedangkan pak Andika segera duduk disamping tuan Ganan.


"Selamat pagi, Tuan.." sapanya kepada Bos besarnya. Tuan Ganan hanya mengangguk.


"Kenapa kamu bolos kerja, siapa yang akan bersih bersih ruanganku. Apakah kamu sudah meminta izin untuk libur?" tanya tuan Ganan santai. Sang istri dari bapak Andika sedikit malu, tatkala Bos besar suaminya berada di ruangan yang sama.


'Ada apa ya, kok Bosnya suamiku berada di ruangan sekolahan ini. Apa ada bantuan untuk murid murid, semoga saja. Jadi.. aku bisa memakai gaji dari suami untuk shoping. Lumayan, gaji suami lebih tinggi dari PNS. Meski hanya jadi OB, tetapi gaji di perusahaan suami kerja jauh lebih besar dari pada gaji PNS.' Gumamnya tanpa menaruh rasa curiga terhadap nyonya Maura.


Tuan Ganan dan bapak Andika masih berada di ruangan guru, sedangkan nyonya Maura dan ibunya Daniel menunggunya di luar. Tidak hanya itu, Daniel dan Zakka juga disuruh kembali masuk ke dalam kelas untuk memulai belajarnya.


Dan tinggal lah Ibunya Daniel bersama nyonya Maura berada di luar ruangan.


"Untuk tuan Ganan, maaf sebelumnya jika kami mengundang tuan untuk datang ke sekolahan. Karena tadi ada salah satu guru memanggil wali murid untuk menyelesaikan permasalahan dari kedua murid. Karena ada wali murid yang tidak terima atas perlakuan putra tuan kepada putranya bapak Andika." Ucap Bapak kepala sekolah menjelaskan, sedangkan bapak Andika tiba tiba tercengang saat mendengar pertanyaan dari bapak kepala sekolah.


Bapak Andika hanya bisa terdiam, dirinya takut salah berucap. Ditambah lagi disampingnya ada Bos besarnya, membuatnya tidak dapat berkutik.


"Apakah masih ada CCTV tersembunyi?" tanya tuan Ganan kemudian menengok kearah pak Andika. Dengan perasaan takut dan gugup, membuat pak Andika semakin cemas. Jika benar Zakka adalah putra dari tuan Ganan.


"Masih, Tuan. Sebentar, akan saya tunjukkan rekaman CCTV nya." Jawabnya kemudian segera bangkit dari tempat duduknya dan mencari benda yang disimpannya.


Sedangkan wajah pak Andika tiba tiba berubah menjadi pucat pasi. Berani tidak berani, pak Andika mencoba bertanya dengah Bos besarnya.


"Maaf Tuan, bolehkah saya bertanya?" tanya pak Andika dengan parasaan takut pastinya.


"Silahkan, katakanlah." Jawabnya singkat.

__ADS_1


"Tuan datang kemari ada perlu apa?" tanyanya yang masih menyimpan rasa penasarannya.


"Kenapa pak Andika bertanya, bukankah pak Andika sudah dapat menyimpulkannya sendiri?" jawabnya penuh heran.


"Jadi benar, bahwa Tuan adalah ayah dari Zakka?" tanyanya yang masih menyimpan rasa penasarannya.


'Benar."


JEDUAR!!


Pak Andika shok dan kaget pastinya. Orang yang mau dikerjainnya dan mau dipermalukan di depan pada guru disekolah tidak tahunya Bos besarnya sendiri.


"Kenapa? kaget?" tanya tuan Ganan santai.


Wajah pak Andika seketika terlihat sangat pucat saat dirinya salah mencari sasaran. Tidak lama kemudian, bapak kepala sekolah sudah membawa bukti hasil CCTV di ruangan kelas putranya tuan Ganan dan putra pak Andika.


Dengan rasa sabar, kedua wali murid teesebut menunggu hasil rekaman CCTV yang berada di ruangan kelas putra putranya.


Dengan lekat, bapak kepala sekolah memutar waktu di jam saat kedua muridnya berkelahi.


Detik demi detik berganti menit, tuan Angga tetap fokus pandangannya ke layar laptop. Begitu juga dengan pak Andika yang ikut fokus menatap ke arah laptop.


Tiba tiba bapak kepala sekolah dan kedua wali murid terbelalak saat melihat video yang begitu miris. Tuan Ganan langsung menengok kearah pak Andi, tatapannya menunjukkan rasa kekesalannya yang sudah berani memfitnah anak kembarnya.


Sedangkan pak Andika tertunduk malu saat dirinya melihat kebenaran, bapak kepala sekolah sangat menyayangkan atas sifat dari orang tuanya Daniel. Ibunya Daniel masih dengan percaya dirinya terhadap rencananya untuk mempermalukan nyonya Nessa.


"Eeeh lihat tuh, suamiku bersanding dengan Bos besarnya. Suami kamu mana? tidak pernah terlihat, sedih sekali ya nasib kamu. Oh iya, kamu kan hanya penjual keliling. Pasti suami kamu tidak lain adalah tukang rongsokan." Ucapnya yang begitu bangganya dapat menghina sama sama wanita.


Nyonya Maura hanya tersenyum saat ibunya Daniel menyombongkan dirinya.

__ADS_1


__ADS_2