
semenjak pertemuan malam itu hafizhan dan lilia makin dekat. tepatnya lilia yang gencar mendekati hafizhan yang awalnya beralasan untuk berterima kasih, dan mulai menjalar ke mana-mana.
awalnya hafizhan tetap berusaha menjaga jarak tapi lama kelamaan hafizhan mulai menyerah dengan kegigihan lilia dan mulai terbiasa dengan kehadiran wanita berkulit putih itu.
***
lilia membawa satu buket bunga dengan senyum mengembang diwajahnya. Ia memasuki suatu ruangan dengan banyak kursi penonton, ia memilih duduk di bangku barisan depan " tampan" gumam lilia saat melihat hafizhan duduk di hadapannya dengan posisi membelakanginya
lilia berkali-kali merapihkan buket bunganya sambil terus melirik hafizhan yang tengah bicara dengan beberapa orang yang duduk dihadapannya
" skripsi kamu lulus, dengan predikat A+" ucap seorang pria paruh baya dan kemudian mengetukkan sebuah palu di meja
suara gemuruh tepuk tangan menggema di penjuru ruangan " Terima kasih pak" balas hafizhan tersenyum menyalami para dosen yang menguji sidang skripsinya
hafizhan menoleh dan tersenyum saat manik matanya bertemu lilia "aku lulus" ucap hafizhan tanpa suara
mereka berdua berjalan mendekat " selamat ya" lilia memberikan buket bunganya pada hafizhan.
hafizhan menerimanya dan menghirup aroma bunga yang diberikan lilia " Terima kasih" tangannya terulur mengusap kepala lilia lembut
lilia menengok sekeliling " apa aku saja yang memberikanmu selamat? " tanya lilia tak melihat orang lain mendekati hafizhan
hafizhan tersenyum " mungkin" hafizhan mulai merapihkan buku-buku nya dengan di bantu lilia
"aku hanya memberitahukan dirimu saja kalau aku sidang hari ini" hafizhan menatap lembut lilia dan membawanya keluar ruangan sidang sambil menenteng tas berisi buku miliknya
"temanmu? " tanya lilia penasaran
"temanku hanya bagas dan fredy, mereka punya pekerjaan yang harus dikerjakan. paling nanti kita kumpul bareng saat ada waktu nanti" jelas hafizhan
lilia mengangguk paham "keluargamu? " tanya lilia kembali
hafizhan menghentikan langkahnya tersenyum menatap lilia " mereka sibuk, tapi kan mereka masih bisa datang di acara wisudaku" balas hafizhan
lilia mengangguk "emmmm" mereka melanjutkan jalannya menuju perpustakaan
"aku taro buku ini di loker dulu ya, lalu kita makan siang bareng" ucap hafizhan menuju loker mahasiswa miliknya yang berada di sebelah ruangan perpustakaan
lilia menunggu di depan gedung kuliah hafizhan sambil memainkan kakinya
hafizhan menghampiri lilia " ayo" hafizhan menggandeng tangan lilia menuju parkiran
"kita mau makan dimana? " tanya lilia
hafizhan mengambil helm dan membantu lilia untuk memasangnya " nanti juga tahu" hafizhan menaiki motornya dan mengisyaratkan lilia naik ke motor miliknya
__ADS_1
"pegangan yang erat" lilia ragu-ragu menuruti hafizhan, membuatnya hanya berani memegang ujung jaket kulit hafizhan
hafizhan melirik di balik spion miliknya menarik kedua tangan lilia dan melingkarkannya di perut berotot miliknya " mau jatuh kalau pegangan seperti itu? " tanya hafizhan tanpa menoleh
"tidak" balas lilia
hafizhan mulai melajukan motornya menuju tempat makan
hafizhan berkendara dengan cukup cepat menuju daerah luar kota. 40 menit berkendara hafizhan menghentikan laju motornya. lilia turun melepas helmnya melihat sekeliling " ini di mana? " lilia melihat daerah pegunungan dan tempat makan yang cukup luas dengan pengunjung yang cukup ramai
hafizhan menarik lengan lilia masuk ke dalam restoran menuju meja resepsionis " tempat pesanan atas nama lilia" ucap hafizhan
pegawai restoran tersenyum ramah " mari ikuti saya" pegawai restoran tersebut mengarahkan hafizhan dan lilia untuk masuk ke dalam menuju ruangan yang terdapat pemandangan pegunungan secara jelas
"silahkan pak, itu ada buku menu kami, silahkan memilihnya. kalau sudah memilih bisa panggil kami di sana" tunjuk pegawai restoran pada pos pelayanan di bagian ujung
lilia masih melirik sekelilingnya tanpa memperdulikan hafizhan yang terkekeh melihat kebingungan lilia " biasa saja lihatnya" ucap hafizhan
lilia menatap hafizhan "hah? " jawab lilia masih bingung
" ini salah satu tempat makan favoritku" ucap hafizhan menyerahkan buku menu pada lilia
" bagus ya pemandangannya, aku baru pertama kali loh kesini" ucap lilia mulai melihat buku menu
" sudah pilih dulu mau makan apa" hafizhan mulai menandai pesanannya
"kamu gak pernah makan ini? " hafizhan menerima buku menu lilia dan melambaikan tangan pada pelayanan untuk memberikan buku menu yang sudah ia tandai
lilia menggeleng " belum, biasanya juga kita makan di kampus atau restoran cepat saji kan" balas lilia
hafizhan mengangkat sebelah alisnya, " apa hubungannya kau sudah pernah makan ini dengan kita keluar makan kemana? selama ini" tanya hafizhan bingung
lilia menggaruk tengkuknya yang tak gatal
" hehehe, aku hanya pernah makan diluar denganmu, mama biasanya masak, masakan rumahan di rumah jarang masak yang aneh-aneh" ucap lilia
hafizhan terkekeh " ini juga masakan rumahan lilia bukan makanan aneh-aneh, cuma ini adalah masakan khas Sunda" ucap hafizhan
"ohhh" mulut lilia membulat paham ucapan hafizhan
hafizhan gemas melihat lilia mencubit pipi lilia gemas " kamu lucu banget sih" gumam hafizhan tersenyum
lilia mengusap pipinya dan balik tersenyum " masa sih lucu? " tanya lilia
hafizhan mengusap kepala lilia lembut " iya"
__ADS_1
tak lama menunggu pesanan hafizhan mulai berdatangan " wah banyak sekali " gumam lilia
" iya, biar kamu bisa coba Semua menu makanan yang aku suka" balas hafizhan
lilia dengan semangat mulai mencicipi masakan di hadapannya " aku coba ya" lilia menyuapkan makanan di hadapannya ke mulutnya lalu tersenyum "hmmmm enak zhan " ucap lilia
" tentu saja" hafizhan ikut makan
setelah selesai makan, hafizhan dan lilia duduk menatap pemandangan di hadapannya " kamu sering kesini? " tanya lilia
"hmmm sesekali saja, kalau ingin sendiri" balas hafizhan
" nah ini kamu gak sendiri, gak salah kamu ngajak aku kesini? " tanya lilia polos
hafizhan tersenyum " aku juga ingin membawa orang yang dekat dengan ku ke sini" balas hafizhan
lilia tersenyum senang " berarti kita dekat? " tanya lilia penuh semangat
hafizhan mengusap kepala lilia lembut " menurutmu? " tanya hafizhan
lilia langsung melingkarkan tangannya ke lengan hafizhan " tentu saja kita dekat" ucap lilia menyandarkan kepalanya di lengan hafizhan tanpa canggung
"aku akan melanjutkan kuliahku di London tahun depan " ucap hafizhan dengan tiba-tiba
bak guntur di siang bolong, ucapan hafizhan membuat lilia membulat sempurna " tahun depan? 6 bulan lagi? " tanya lilia
hafizhan mengangguk " hmmmm 6 bulan lagi"
air mata lilia mulai berjatuhan " 6 bulan lagi" gumam lilia melepaskan pegangannya pada lengan hafizhan
melihat tangisa lilia ada rasa sesak di dada hafizhan, lalu memeluk lilia " aku hanya 2 tahun di sana" ucap hafizhan
lilia mulai sesenggukan " kau" gumam lilia tertahan
" maaf lilia, tapi rencana kuliahku sudah di siapkan ayah sejak lama" ucap hafizhan
lilia makin mengeratkan pelukannya menyalurkan perasannya pada hafizhan
setelah cukup tenang hafizhan mengendurkan pelukannya " ini sudah sore ayo kita pulang, takut kemalaman" ucap hafizhan
lilia mengangguk " hmmm"
saat mereka berdua melangkah menuju parkiran tiba-tiba hujan turun dengan derasnya sama dengan hati lilia yang sedang kacau " aduh hujan" gumam hafizhan menatap langit yang mendung dengan awah putih
pelayan restoran mendekati hafizhan " sepertinya hujannya akan lama tuan, jalanan akan berbahaya karena kondisi pegunungan yang banyak belokan memutar" ucap pelayan
__ADS_1
"lalu bagaimana? " tanya hafizhan cemas
" disini ada penginapan tuan, bisa Anda pesan untuk beristirahat sampai hujan reda " hafizhan dan lilia membelalakkan matanya lebar pada pelayan