
***
“oek oek oek” terdengar suara tangis bayi dari dalam ruangan bersalin ningrum
Mama kaila menajamkan pendengarannya di dekat pintu ruang bersalin “syukurlah mas, cucu kita sudah lahir” ucap mama kaila memeluk ayah virza
“iya kai, akhirnya kita jadi kakek dan nenek” balas ayah virza membalas pelukan mama kaila
“selamat ya Karin, sudah jadi nenek” ucap mama kaila
“iya kai, selamat juga untukmu” balas mama Karin
“aku kabarin suamiku dulu ya” ucap mama Karin pamit untuk menelpon ayah kevin
Mama Karin meletakkan ponselnya di pipi “yah” panggil mama Karin
“iya mah” balas ayah kevin
“cucu kita sudah lahir, anak rafasya sudah lahir” ucap mama Karin memberi kabar bahagia untuk suaminya
Ayah kevin menengok kebelakang “iya mah syukur kalau cucu kita sudah lahir “ balas ayah kevin menutup panggilannya
Setelah menutup panggilannya Ayah kevin menangis melihat pemandangan di hadapannya
***
Ningrum sudah di bawa ke ruang rawat bersamaan dengan bayinya yang sudah di pakaikan baju dan di beri selimut
“lihat cucu kita mas” ucap mama kaila melirik cucunya
Ayah virza menengok wajah jonathan yang terus menggenggam tangan ningrum “kamu sudah pilih nama belum untuk anak kalian? ” tanya ayah virza
“sudah yah, jo sudah pilih nama untuk dia, namanya Arthur. O’neills Arthur” ucap jonathan dengan bangga menyebutkan nama anaknya
“bagus sekali namanya” balas mama kaila
“iya bagus mas” tambah ningrum menggenggam tangan jonathan
Mama Karin izin menggendong bayi Arthur “ kamu tampan sekali” gumam mama Karin mengusap pipi baby arthur
Mama Karin menoleh kearah ningrum sambil menggendong baby Arthur “rum karena kamu sudah melahirkan, mama pamit ya” ucap mama Karin
“kok buru-buru tan?” tanya jonathan
“suami tante kasihan sendirian jadi, tante harus balik lagi ke jepang” balas mama Karin
__ADS_1
Jonathan mengangguk paham kegelisahan hati mama Karin yang jauh dari ayah kevin “ya sudah salam buat om ya tante” balas jonathan
“iya salam buat ayah ya mah” ucap ningrum tersenyum kearah mama Karin
“iya” balas mama Karin
***
Setelah baby Arthur berusia 14 hari jonathan dan ningrum mengadakan selamatan kecil-kecilan untuk kelahiran Arthur
“anak mommy tampan sekali” gumam ningrum membelai pipi Arthur yang sedang di susuinya
Jonathan duduk di tepi ranjang ikut membelai pipi baby Arthur “masih nyusu ya rum?” tanya jonathan
“iya mas, dari tadi minta nyusu terus. Tamunya sudah pada datang ya?” tanya ningrum
“sudah, tapi tenang saja mama dan ayah sudah mengurus tamu yang dari Indonesia. Kalau daddy sama mommy sudah mengurus tamu yang dari belanda dan jerman. Kakakkmu aditya yang mengurus tamu dari ingris” balas jonathan mengusap pipi Arthur
“emang undangannya banyak banget apa mas?” tanya ningrum mendengar tamu dari berbagai Negara
“kalau undangan sih gak terlalu banyak, tapi mitra bisnis kita banyak yang datang walaupun tak di undang. Gak enak kalau di tolak kata daddy” balas jonathan mengingat ucapan tuan William untuk tidak boleh menolak tamu yang memberikan selamat
“anak kita tampan kaya kamu ya mas” ucap ningrum membandingkan wajah Arthur dan jonathan
Mama kaila menghampiri ningrum “sudah belum nyusunya rum, gak enak sama tamunya rum, biar langsung di mulai acaranya ” ucap mama kaila
“iya mah” balas ningrum membenarkan pakaiannya dan juga pakaian baby Arthur
Acara selamatan kelahiran baby Arthur pun di gelardengan cukup meriah dan gelak tawa dari keluarga besar ningrum dan jonathan yang hadir di sana. Para tamu undangan juga berbaur dengan baik, karena walaupun banyak tamu yang datang banyak dari mereka yang saling mengenal
Arthur diperkenalkan sebagai anak jonathan yang menyandang keluarga O’neills penerus tahta kerajaan bisnis Davis Group. Walaupun semua orang berfikir Arthur adalah anak rafasya tapi tak ada yang membantah ataupun mencegah jonathan memberikan nama depannya pada baby Arthur
***
Semua orang mulai pamit pulang meninggalkan kediaman jonathan dan ningrum karena acara sudah selesai di gelar
“Arthur” panggil zian menggendong keponakannya
“ganteng banget ya” zian melirik jonathan “ mirip kamu banget ya?” gumam zian melirik baby Arthur dan jonathan secara bergantian
“apa karena kamu yang banyak urusin ketimbang mommy nya kali ya? makanya dia mirip kamu” ucap zian mengingat jonathan lah yang lebih sering begadang saat baby Arthur terbangun, bahkan jonathan lah yang membantu baby Arthur menyusu pada ningrum saat ningrum masih pulas tertidur
Jonathan hanya tersenyum kaku mendengar penuturan zian “tapi iya tahu kak, mirip jonathan banget, udah kaya cetakannya aja wajah Arthur” tambah aditya ikut melirik wajah baby Arthur
“sudah-sudah” ayah virza melirik kearah zian “kamu jadi pulang hari ini?” tanya ayah virza
__ADS_1
“iya yah, perusahaan sudah di tinggal 2 minggu nanti bisa kacau balau ” balas zian
“ya sudah kamu pulang dan urus perusahaan dengan baik , mama sama ayah masih mau disini nemenin baby Arthur beberapa hari lagi” balas ayah virza
“ok, siap” balas zian
“kita juga pamit pulang ke Indonesia ya rum, kasihan keano gak terbiasa dengan udara di inggris sakit terus” ucap raka mengusap kening anaknya yang sedang demam
“keano sakit ya?” tanya ningrum mengusap adik sepupunya “cepet sembuh ya” ningrum mengecup pipi keano yang tertidur dalam dekapan raka
“setelah kamu wisuda, sempetin pulang ya rum, biar aku ada temen main lagi” ucap kasih memeluk ningrum
“iya kasih, setelah acara wisudaku beres, dan suamiku tak terlalu sibuk aku pasti sempetin pulang ke Indonesia” balas ningrum
“daddy sama mommy juga langsung balik ke belanda ya jo, kerjaan daddy masih banyak di sana” ucap tuan William ikut pamit pulang
“iya dad, terima kasih sudah datang ke acara syukuran kelahiran arthur Arthur” ucap jonathan memeluk tuan William dan nyonya janet bergantian
“ya sudah, aditya ikut pulang juga ya” ucap aditya mengikuti jejak semua orang yang pamit pulang
“eits tunggu dulu” ayah virza menarik kerah leher aditya bagian belakang untuk menahan aditya pergi
“yang ngebolehin kamu pergi siapa?” tanya ayah virza
Aditya terkekeh “kan semua orang pulang yah, jadi aditya ikut pulang” balas aditya
“berhubung orang yang bersangkutan gak ada jadi ayah mau tanya sesautu dulu sama kamu” ayah virza menarik aditya masuk ke dalam rumah, dan duduk di sofa berhadapan dengannya
“gimana tentang hubunganmu dengan Miranda. Kau sudah bertemu dengan orang tua Miranda belum?” tanya ayah virza
Aditya menggelengkan kepalanya “belum yah, gimana mau pulang dan bertemu dengan orang tuanya , Miranda di ajak pulang aja gak mau terus. Katanya takut dipaksa di jodohin sama keluarganya kalau dia pulang ”
balas aditya
“pletak” ayah virza memukul kepala aditya “ ya kamu cari akal lah, sudah pacaran 3 tahun kok ya masih gini-gini aja. Kalau sampai keluarga Miranda tahu kamu pacaran diam-diam dengan Miranda. Bisa kena amuk kamu sama mereka. Kamu pikirin juga dimas sahabat kamu. Gimana kalau dia tahu belakangan kamu sudah pacaran lama sama adiknya” ucap ayah virza memperingati aditya
“iya yah, nanti aku cari cara buat bicara dengan keluarga Miranda deh” balas aditya
"jangan Cuma duit doang yang pintar kamu cari tahu solusi dapetinnya tapi hati keluarga calon pasanganmu juga” tambah ayah virza
“iya yah” balas aditya mengangguk
“apa yang harus dihadapi tetap harus di hadapi jangan terlalu lama menunda waktu. Kau tahu sendiri sifat orang tua Miranda yang keras. Ayah saja gak pernah menang kalau berdebat dengannya. Jadi cepat selesaikan maslah kalian, keburu nyesel kamu kalau Miranda di paksa nikah” ucap ayah virza memperingati
“iya yah”balas aditya
__ADS_1