
mereka memutuskan makan makanan pedas yang di inginkan kaila di jalanan arah pinggiran kota Jakarta
"dah ketemu belum kai? " tanya virza melirik jalanan yang mereka lewati
"nanti mas, kai mau pilih yang ramai, dan keliatan meyakinkan kalau masakannya enak" balas kaila terus memindai warung makan sepanjang jalan
akhirnya kaila memilih kios ayam bakar yang terlihat ramai dari pada kios-kios di sebelahnya
" mas kita makan di sana ya? " pinta kaila saat melihat warung ayam bakar yang begitu ramai pembeli yang mengantri
virza menepi dekat kios yang ditunjuk kaila
"ya sudah kamu pesan dulu saja , mas mau cari tempat untuk parkir" ucap virza meminta kaila keluar lebih dulu, sedangkan virza akan memarkirkan mobilnya
setelah turun dari mobil, kaila berjalan dengan semangat menuju kios penjual ayam bakar dengan sambal trasi super pedas
" bang saya mau pesan ayam bakarnya 2 satu sambal ekstra pedas, dan satu tidak terlalu pedas" pinta kaila menjelaskan pesananya pada penjual
"eits sambal pedasnya yang banyak ya bang dan cah kangkung juga" tambah kaila
" iya bu, tunggu bentar ya" balas pemilik kios yang sedang menginstruksikan para pegawainya untuk cepat membakar ayam pesanan orang- orang dan juga membuat sambal trasi
kaila menuju tempat duduk yang kosong sembari menunggu virza suaminya
virza melihat sekeliling untuk mencari kaila setelah melihatnya virza menghampiri kaila
"sudah pesan kai? " tanya virza duduk disamping kaila
"sudah mas, tuh lagi dibakar" balas kaila sambil menunjuk pegawai yang sedang membakar ayam
" gak pedas kan? " tanya virza memastikan
"gak suamiku sayang" balas kaila tersenyum
tak lama menunggu, pesanan mereka pun datang. pelayan langsung menata pesanan kaila di meja
"ini bu pesanannya" ucap pegawai kios selesai menata meja
" iya bang, oh iya bang saya juga minta es teh 2 ya " tambah kaila
pegawai kios tersebut mengangguk dan langsung membuatkan pesanan kaila
"yuk makan mas" ucap kaila mendorong pesanan virza kehadapannya
" kamu gak salah sambalnya sebanyak itu? " tanya virza saat melihat sambal yang begitu banyak di mangkok sambal kaila
"gak mas" ucap kaila menyantap makanannya
__ADS_1
"emm enak banget tau mas, coba geh" ucap kaila menyodorkan suapan nasi dengan ayam bakar juga sambal yang banyak pada virza
virza memundurkan sedikit tubuhnya bergidik ngeri melihat kaila yang memberikan sambal begitu banyak
" mas kan gak bisa makan pedas kai" rajuk virza
wajah kaila langsung tertunduk sedih mendengar balasan virza
"mas gak sayang kaila ya gak mau nerima suapan dari tangan kaila" rengek kaila karena virza tak mau menerima suapan nya
virza tak enak hati melihat kaila yang bersedih" ya sudah tapi satu suap saja ya kai, mas bener-benar gak kuat makan pedas" balas virza
kaila langsung tersenyum senang " iya mas cuma satu suap saja kok" ballas kaila menyuapi virza
bilangnya memang satu suapan tapi kenyataannya virza harus menghabiskan sambal pedas milik kaila tanpa bersisa karena kaila yang terus menyuapi virza
sedangkan kaila akhirnya memakan milik virza yang tak begitu pedas, karena memang kaila yang lapar tapi sambalnya habis ia siapkan pada virza
setelah sambal super pedas habis virza memegang perutnya kuat
" keterlaluan kamu kai, mas sampai sakit perut gini" ucap virza memegang perutnya yang sudah tak jelas rasanya
" kaila cuma senang suapi mas tadi" balas kaila merasa tak bersalah sambil menyantap makanannya yang belum habis
" perut mas sakit banget tau kai" rajuk virza dengan memegang perut dan keringat yang bercucuran deras
setelah selesai makan mereka naik ke mobil dengan posisi kaila yang menyetir karena virza yang sakit perut
"kamu tuh kena angin apa sih kai maksa mas makan pedas kaya gitu?" tanya virza
kaila membantu virza memakai sabuk pengaman dan dirinya pun memakai sabuk pengaman, kaila melajukan mobilnya dengan perlahan
" gak tahu, Tiba-tiba kai pengen banget makan yang pedas tapi kai pengennya nyuapin mas" ucap kaila tersenyum lebar
"sudah kaya orang hamil aja sih kai, maunya yang aneh dan gak masuk akal" balas virza terkekeh
" hamil ya? mungkin? soalnya kaila sudah lewat 2 minggu dari jadwal bulanan kaila" balas kaila cuek dengan pertanyaan virza
"apa! " teriak virza menyadari sesuatu
kaila mengerem mendadak mendengar teriakan virza " mas pengen kita celaka apa? mas teriak kenceng gitu" ucap kaila kesal
" ke rumah sakit sekarang" pinta virza dengan wajah tersenyum
"ngapain sih ke rumah sakit? " kaila melirik perut virza yang masih dipeganginya "mas sakit banget apa perutnya? " tanya kaila yang masih belum faham
"sudah jalan saja" balas virza tak mau banyak bicara
__ADS_1
kaila dan virza menuju rumah sakit keluarga kaila, virza langsung menelfon direktur rumah sakit tentang kedatangannya agar mereka semua bersiap akan kedatangan kaila dan virza
" malam tuan nyonya" sapa direktur rumah sakit diikuti dengan dokter yang lain memberi hormat pada kaila dan virza
" siapkan dokter obgyn untuk istriku" pinta virza langsung membawa kaila menuju ruang rawat pribadinya
.
"ngapain ke dokter obgyn mas? kan katanya mas sakit perut, ke dokter umum sudah cukup kali mas" ucap kaila yang masih belum sadar maksud virza
tak lama kemudian dokter obgyn datang dengan serangkaian alat yang ia bawa sekaligus
" selamat malam bu saya eka dokter obgyn yang akan memeriksa ibu" ucap dokter eka
"Selamat malam dokter eka" balas kaila
kaila menoleh ke arah virza "mas kan yang sakit kenapa kaila yang berbaring? " tanya kaila
" mas gak papa sudah sembuh, sekarang kita periksa kamu saja" ucap virza meminta dokter eka melanjutkan tugasnya
dokter eka langsung mengoleskan gel dingin ke perut kaila dan meletakan alat USG ke perut kaila
dokter eka tersenyum melihat layar USG
" liat layarnya ya ibu dan bapak itu ada titik hitam sebesar biji kangkung" ucap dokter eka menunjuk titik hitam sebesar biji kangkung
"ngapain bahas biji kangkung, saya mau mastiin istri saya hamil atau tidak" ucap virza kesal karena dokter bawa-bawa biji kangkung saat memeriksa kaila
kaila menatap tajam virza " mas itu belum pernah lihat orang saat diperiksa kehamilannya, jadi perhatikan baik-baik sampai selesai jangan berisik " ucap kaila dengan nada cukup keras
virza menunduk takut " iya kai" balas virza
"baik Pak, biji kangkung itu maksudnya istri bapak sedang hamil tapi usia kehamilannya masih sangat muda jadi ibunya harus berhati-hati" ucap dokter eka
virza langsung mengembangkan senyumnya mendapat kabar istrinya yang sedang hamil " istriku hamil, ah kamu hamil lagi kai" ucap virza langsung memeluk kaila senang
"iya mas akhirnya yang kita tunggu-tunggu datang juga" balas kaila dengan senyum mengembang
"selamat ya tuan dan nyonya " ucap para dokter yang ada di situ
setelah memastikan kehamilan kaila, mereka pun pulang ke rumah karena waktu yang memang sudah larut malam
" apa kita telfon zian untuk kabari kehamilan kai? " tanya kaila semangat saat memasuki rumah
" nanti saja kai, tunggu dia pulang kan besok dia berangkat kasian nanti kalau liburannya gagal lagian pasti dia juga sudah tidur kalau jam segini" balas virza
"ya sudah" balas kaila mengelus perutnya yang masih rata
__ADS_1