
***
Perut ningrum sudah makin membesar dan sudah memasuki tanggal-tanggal menjelang kelahiran. Mama kaila dan ayah virza serta kakek hafizhan sudah datang ke rumah jonathan dan ningrum yang berada di Inggris untuk menemani proses melahirkan ningrum
“mah” panggil ningrum memegang perutnya yang sudah makin membesar
Mama kaila berlari dengan tergopoh-gopoh “kenapa rum?” tanya mama kaila
"perut ningrum sakit” keluh ningrum mengusap perutnya
“ini beneran mau lahir apa kontraksi palsu lagi” balas mama kaila mengusap perut ningrum yang sudah beberapa kali mengalami kontraksi palsu
Ningrum menggeleng “gak tahu mah” balas ningrum merasa kesakitan
“Ya sudah, lurusin kakimu dulu, tarik nafas yang dalam” pinta mama kaila yang sudah beberapa kali melihat ningrum mengeluh perutnya sakit
“uh huuuuh” ningrum menarik nafas dan menghembuskannya perlahan beberapa kali
“sudah gak sakit mah” ucap ningrum, mengusap perutnya yang sudah jauh lebih baik
Mama kaila melirik perut ningrum yang terbilang cukup besar, berbeda saat kehamilan mama kaila dulu “anak kamu beneran satu kan rum? perut kamu buncit banget” tanya mama kaila
“satu mah, kita kan sudah USG bareng, dan gak ada yang nyumput kan?” balas ningrum mengingatkan mamanya bahwa mama kaila pernah menemani ningrum USG saat periksa ke dokter
Mama kaila mengusap perut anaknya “Cuma kok ya gede amat rum” balas mama kaila terheran dan besarnya perut ningrum
“ini gara-gara kebanyakan makan, ningrum kan makan terus gara-gara mama” balas ningrum mengingat dirinya selalu makan semenjak kedatangan mamanya. Padahal dulu ia hanya makan saat disuapi jonathan sampai usia kandungannya 8 bulan sebelum kedatangan mama kaila
“kok mama?” tanya mama kaila tak terima di salahkan
“ya mama masakin ningrum terus gimana ningrum gak makan coba?” tanya ningrum
“itu mah kamunya aja yang rakus, maunya makan terus” balas mama kaila
“oh ya sayang, mama Karin besok terbang dari jepang buat kesini nemenin kamu lahiran” ucap mama kaila
“mama Karin mau kesini?” tanya ningrum dengan raut wajah tak nyaman
Mama kaila menggenggam tangan ningrum “biarin mantan mertua kamu itu melihat kelahiran cucunya” pinta mama kaila
ningrum hanya diam saja tak menanggapi ucapan mama kaila
__ADS_1
***
Jonathan sedang menjadi bulan-bulanan ningrum yang mengalami kontraksi palsu lagi “akhhh!” teriak ningrum
Mama kaila dan ayah virza menghampiri ningrum yang sedang berteriak di kamarnya
“kamu kenapa lagi rum?” tanya mama kaila
“kontraksi palsu lagi?” tanya ayah virza
Ningrum menghela nafas lagi sembari mengusap perutnya “ah iya mah, sudah berapa kali hari ini kontraksi kaya gini, rasanya sakit banget “keluh ningrum menangis sambil mengusap perutnya
Jonathan ikut mengusap perut ningrum dan mengusap pipinya yang sudah basah melihat ningrum kesakitan membuat hatinya juga ikut sakit karena tak tega pada ningrum
“emang HPL (Hari Perkiraan Lahir) dari dokter kapan sih?” tanya kakek hafizhan
“dokter sih bilangnya minggu depan” balas jonathan masih mengusap perut ningrum
Mama kaila menautkan alisnya “minggu depan, bukannya ini sudah terlalu telat ningrum melahirkannya” batin mama kaila
“akhhhh! Sakit lagi mas” teriak ningrum menggenggam erat tangan jonathan
“ sabar ya rum” ucap jonathan mengusap-usap perut ningrum
***
Semua keluarga ningrum sedang menunggu di ruang tunggu VVIP salah satu rumah sakit besar di Inggris yang kebetulan adalah milik keluarga besar Davis
“kamu yakin mau lahiran normal rum ? ini sudah 15 jam dan masih bukaan 3 aja” tanya jonathan
“pokoknya ningrum mau normal aja, ini anak pertama ningrum” balas ningrum yang mulai lemas karena sakit yang ia rasakan
Jonathan dengan telaten mengusap dahi ningrum yang terus berkeringat “sabar ya rum, andai mas bisa gantiin kamu lahiran, pasti mas gantiin deh” ucap jonathan menggenggam erat tangan ningrum
Mama kaila melihat haru dukungan jonathan untuk ningrum. Jonathan sudah tak ke kantor semenjak 3 minggu yang lalu karena ningrum yang selalu merasakan kontraksi palsu membuat jonathan bekerja dari rumah untuk menemani ningrum dan selalu bersiap siaga jika ningrum akan melahirkan
“kamu lahirannya susah amat ya rum? Perasaan mama dulu, mama lahirannya gampang banget, Cuma pas hamilnya aja yang repot. Kamu hamil sama lahiran kok ya susah amat” ucap mama kaila duduk di samping jonathan sambil mengusap perut ningrum
“gak tahu mah” balas ningrum lirih karena menahan sakit
“iya ya rum, mama dulu juga waktu lahiran rafasya juga gak sesusah ini?” tambah mama Karin
__ADS_1
“gak tahu tante, sudah 3 minggu ningrum kontraksi palsu terus” balas jonathan tetap memandangi wajah ningrum yang kesakitan
“Apa karena ningrum kelamaan lahirannya ya? Kan harusnya ningrum sudah lahiran dari kemarin-kemarin” tanya mama Karin
Ningrum mengeratkan genggamannya dengan pertanyaan mama Karin membuat jonathan tahu apa yang dipikirkan ningrum disela sakit yang ia rasakan
Di tengah keheningan yang tercipta, seorang perawat menginterupsi masuk ke dalam ruangan ningrum “maaf semuanya, saya mau periksa pasien dulu ” ucap perawat yang ingin memeriksa ningrum
Suster tersebut membuka kain yang menutup tubuh bagian bawah ningrum “ah sudah bukaan 4, yang sabar ya nyonya” ucap perawat pamit pergi meninggalkan ruangan
Mama Karin yang melihat perawat akan keluar ruangan menghentikannya “tunggu sus, ningrum itu kelamaan lahiran apa karena HPL nya yang sudah lewat ya? “ tanya mama Karin
“gak kok bu, perkiraan lahirnya kan 2 hari lagi, jadi kalau ketubanya pecah kemarin ya gak telat” balas suster pamit pergi
Ningrum memegang perutnya “ah sakit mas” ucap ningrum menangis karena sakit yang ia rasakan
“ya sudah secar aja ya” pinta jonathan tak tega melihat ningrum yang kesakitan
“gak mau mas, maunya normal” kekeh ningrum yang ingin tetap melahirkan secara normal walaupun ia terus berteriak kesakitan dan mencengkeram lengan jonathan
***
48 jam menunggu akhirnya proses persalinan ningrum pun dimulai, jonathan lah yang menemani ningrum melahirkan di dalam ruang persalinan
“sakit mas” keluh ningrum
Jonathan menggenggam kuat tangan ningrum, sambil mengusap keringat ningrum yang terus mengalir “yang kuat ya sayang, mas disini” ucap jonathan yang sudah sembab karena terlalu banyak menangis melihat ningrum kesakitan
“ayo bu tarik nafas” pinta dokter yang diikuti ningrum
“yang kuat sayang” ucap jonathan memberi semangat
“dorong bu” pinta dokter
‘aaaakhh”teriak ningrum dengan sekuat tenaga
“oeeek oek oek “ terdenar tangis bayi dari dalam ruangan
Jonathan menggenggam tangan ningrum “anak kita sudah lahir sayang” jonathan mengecup kening ningrum “terima kasih ya sayang perjuangannya” ucap jonathan mengusap keringat ningrum, mengecup bibir ningrum
lembut
__ADS_1
“iya mas” balas ningrum tersenyum ke arah jonathan
“kami bersihkan dulu bayinya ya pak” ucap dokter membawa bayi ningrum untuk segera dibersihkan