
rebecca membuka pintu dengan kasar “aku kekasihnya” ucap rebecca lantang kearah zivanca
Zivanca menatap tak percaya kearah rebecca, memindai rebecca dari atas sampai bawah “kau pacaran dengannya?” tanya zivanca menunjuk rebecca tapi tatapan matanya mengarah pada zian
“iya” balas zian datar
“bagaimana bisa kau memilihnya?” Tanya zivanca dengan suara tinggi
“itu sama sekali bukan urusanmu” balas zian
Zivanca berdecih “apa kurangnya aku darinya?” tanya zivanca meremehkan rebecca
Zian hanya diam saja tak menanggapi pertanyaan zivanca
zivanca menunjuk diriny “status social aku berada jauh di atasnya. dari Segi usia?
Aku jauh lebih matang darinya. dari Segi pemikiran? Aku jauh lebih mampu darinyadalam membantumu . Segi
tubuh aku jauh di atasnya” ucap zivanca yang tak terima zian lebih memilih rebecca jadi kekasihnya ketimbang dirinya yang menurut dirinya jauh melebihi rebecca
“lebih baik kamu pulang zivanca, kamu sudah kehilangan akalmu” ucap zian memegang tangan zivanca agar keluar dari ruangannya
“bagaimana aku gak kehilangan akalku zian! Kita mengenal lebih dari 18 tahun” zivanca menatap sendu zian “aku selalu ada di sampingmu selama itu, tapi bagaimana bisa aku tak terlihat olehmu, dan aku dikalahkan
oleh seorang anak kecil” kesal zivanca
“sudah cukup zivanca” ucap zian lirih
rebecca mulai kesal dengan cara zian menghadapi zivanca “emangnya kenapa kalau om zian lebih milih aku dari
pada kamu!” teriak rebecca mulai kesal dengan zivanca
zian tak suka dengan rebecca yang membentak zivanca “rebecca!” bentak zian melarang rebecca untuk bicara
Rebecca menoleh kearah zian tak percaya “om membentakku?” tanya rebecca menunjuk dirinya
zian sadar kalau dia sudah salah bicara “bukan itu maksudku” balas zian berusaha meraih tangan rebecca
Zivanca terkekeh “mungkin dia memilihmu jadi kekasihmu, tapi ternyata dia tak benar-benar mencintaimu” ucap zivanca menertawakan rebecca
Rebecca menoleh kearah zivanca “apa maksudmu?” tanya rebecca tak mengerti arah pembicaraan zivanca
Zivanca menunjuk zian “ coba kau lihat dia” pinta zivanca agar rebecca menatap zian
rebecca menuruti permintaan zivanca untuk menatap zian “apa dia pernah bilang mencintaimu?” tanya zivanca “tidak kan?” jawab zivanca pada pertanyaannya sendiri, yang memang tepat mengenai kenyataan yang terjadi anatara zian dan rebecca
“atau setidaknya, saat ada wanita yang ingin merebut kekasihmu itu. Dia gak akan membentakmu di depan wanita tersebut” kekeh zivanca mengasihani rebecca
rebecca merasa sesak dengan ucapan zivanca tapi ia sama sekali tak bisa membantah ucpan zivanca
“zivanca, tolong jaga kata-katamu” ucap zian lirih kearah zivanca
zivanca kembali menertawakan rebecca “benar kan ucapanku? dia membentakmu tapi tidak denganku, itu berarti dia tak mencintaimu” ucap zivanca
Rebecca menunduk “ah ternyata seperti itu?” tanya rebecca kearah zian
Zian menggelengkan kepalanya “gak gitu rebecca” zian berniat meraih tangan rebecca
Tapi rebecca langsung memundurkan tubuhnya “jangan lagi menyentuhku!”teriak rebecca “jangan! Coba-coba menyentuhku lagi!” teriak rebecca bergegas berbalik
Rebecca menatap Jeremy “berikan ini pada tuanmu” ucap rebecca memberikan kotak makan yang rebecca bawa sejak tadi lalu bergegas pergi dari ruangan zian
Zian menatap tajam kearah zivanca “kalau sampai dia menjauhiku karena hal ini! Sumpah demi apapun aku akan melupakan persahabatan kita selama 18 tahun ini” ucap zian berusaha menahan amarahnya pada zivanca
__ADS_1
“apa kau sudah lupa dengan janjimu padaku untuk tidak menjauhiku demi apapun” tanya zivanca
“kau yang melewati batasanmu!” balas zian berlari mengejar rebecca
Zian berlari sekuat tenaga mengejar rebecca tapi tak mendapati rebecca dalam perusahaan
“kamu di mana sayang” gumam zian mencari keberadaan rebecca mulai dari luar ruangannya sampai jalan menuju keluar perusahaannya
“ah, di rumah” gumam zian langsung bergegas menuju rumahnya
***
Rebecca pulang ke rumah mama kaila dengan mata yang sudah sembab karena menangiis sedari tadi
“tante” rebecca berlari kearah mama kaila, memeluknya dan menangis sesenggukan dalam pelukan mama kaila
“kamu kenapa sayang?” tanya mama kaila mengusap kepala rebecca
“hiks hiks hiks” rebecca menangis sesenggukan memeluk mama kaila erat
“tenang ya” mama kaila mengusap punggung rebecca lembut
“jangan izinin om zian masuk rumah” pinta rebecca
“kenapa?” tanya mama kaila
“jangan biarin om zian masuk, tante” pinta rebecca menangis sesenggukan
“iya sayang, tante suruh satpam untuk gak ngizinin zian msuk” balas mama kaila langsung menghubungi satpam agar zian tak di izinin masuk
“sudah sayang, tante sudah suruh orang jangan izinin zian masuk” ucap mama kaila memeluk rebecca
***
“kurang ajar nih satpam” zian turun dari mobil dengan kesal
“bukain gerbang cepat!" Teriak zian kearah satpam
Satpam itu hanya menunduk tak sanggup menatap wajah zian “maaf tuan muda, kami di suruh nyonya gak ngizinin anda masuk. Kalau ngizinin tuan muda masuk, kita bisa dipecat” balas satpam
“apa?” zian heran dengan mamanya yang tega-teganya tak mengizinkan dirinya masuk
Zian langsung menelpon mama kaila “mah bukain gerbang” pinta zian
“gak bisa” balas mama kaila langsung menutup telponnya
Zian mengumpat kesal, dengan sumpah serapah tak jelas
Ayah virza yang baru sampai rumah setelah bertemu teman pun jadi bingung karena melihat zian yang mengumpat di depan gerbang
ayah virza berjalan keluar mobilnya menghampiri zian “kamu kenapa zian?” tanya ayah virza
Zian berlari menghampiri ayahnya “ayah bantu zian, bantu zian biar bisa masuk rumah” pinta zian
“emang kenapa kamu gak bisa masuk ?” tanya ayah virza
“itu tuan, nyonya ngelarang tuan muda masuk, katanya harus pastikan gak masuk” balas satpam
“kalau saya boleh masuk?” tanya ayah virza
“boleh tuan, tapi tuan muda gak boleh” balas satpam
Ayah virza menoleh kearah zian “ya sudah ayah masuk dulu, nanti biar ayah ngomong sama mama kamu” ucap ayah virza
__ADS_1
“iya yah, cepetan ya” pinta zian
Ayah virz masuk kerumah tanpa zian
Ayah virza berjalan memasuki rumahnya “kaila” panggil ayah virza
“kai di sini mas” balas mama kaila
Ayah virza menghampiri mama kaila yang sedang duduk di ruang keluarga “kamu ngapain ngelarang zian masuk?” tanya ayah virza
Mama kaila melirik rebecca yang ada dalam pelukannya “rebecca kenapa kai?” tanya ayah virza lirih yang baru sadar keberadaan rebecca di sana
Ayah virza duduk di sofa berhadapan dengan rebecca “kamu kenapa?” tanya ayah virza
Rebecca mengusap air matanya “rebecca mau minta om virza sembunyiin rebecca dari om zian” pinta rebecca
ayah virza menautkan kedua alisnya “kenapa?” tanya ayah virza bingung
“pokoknya rebecca mau jauh dari om zian” balas rebecca kembali menangis kencang
Mama kaila kembali memeluk rebecca “kami bisa saja nyembunyiin kamu dari zian, tapi kita harus tahu dulu apa alasannya sayang” ucap mama kaila
“om zian jahat tante sama rebecca” balas rebecca
“jahat gimana?” tanya mama kaila
“dia bentak rebecca Cuma gara-gara wanita lain” balas rebecca
“kenapa gak dibicarain dulu sayang mungkin itu salah paham saja” balas mama kaila
"rebecca gak mau tante, om zian jahat sama rebecca" balas rebecca
"bagaimana kalau tante saja yang bicara dengan zian, kali saja maslahmu bisa ketemu solusinya" tawar mama kaila
“pokoknya rebecca gak mau. Om zian tega sama rebecca. Dia tega bentak rebecca di depan wanita lain padahal kan rebecca lagi hamil anaknya” ucap rebecca sesenggukkan
“ha?” ucap ayah virza dan mama kaila serempak
ayah virza menepuk keningnya “ampun deh, kecolongan lagi kita” gumam ayah virza memegang keningnya yang berdenyut
“husssst” mama kaila meminta ayah virza diam agar tak membuat rebecca makin menangis
“kamu tahu dari mana kalau kamu sedang hamil?” tanya mama kaila
“tadi gak sengaja rebecca tahu waktu mau donor darah ke teman rebecca, tapi gak di bolehin dokter karena rebecca sedang hamil muda” rebecca mengambil foto usg di dalam tasnya “ini foto usg tadi tante. Kalau surat
keterangan dokternya rebecca taro di kotak bekal om zian buat bikin kejutan” rebecca memperlihatkan hasil usg rebecca
rebecca kembali menangis setelah memberikan foto usg miliknya “tapi malah rebecca yang dibikin terkejut karena om zian bentak rebecca gara-gara wanita lain” ucap rebecca
“ya sudah, nanti tante pasti bawa kamu ketempat yang gak bisa ditemuin zian. Jangan nangis lagi ya” pinta mama kaila menenangkan rebecca
“bukannya waktu itu zian bilang tidur hanya sambil meluk kamu, kenapa kamu bisa hamil?” tanya ayah virza penasaran
“itu om zian sering jemput rebecca kuliah dan bawa zeta ke apartemennya. Katanya kalau di rumah nanti diganggu om virza apa tante kaila saat sedang berduaan” balas rebecca jujur
“kok kamu mau begitu sama zian?” tanya ayah virza
“sebenernya awalnya rebecca nolak, tapi om zian suka jalan-jalan tangannya, jadi buat rebecca lupa, jadi gitu deh kejadian ” jawab rebecca polos
ayah virza membelakkan matanya lebar “dasar anak kurang ajar! Berani-beraninya memperdaya anak gadis orang! Biarin di kasih pelajaran tuh anak!” ayah virza menoleh kearah rebecca “om bakal umpetin kamu, dan bikin dia gak bakal bisa nemuin kamu” ucap ayah virza
“makasih ya om” balas rebecca
__ADS_1
Zian menunggu sampa malam tapi mama kaila masih tak mengizinkan zian masuk, bahkan dirinya tak bisa menelpon mama kaila dan ayah virza sama sekali