
“pagi semua” sapa ningrum menarik kursi makan dan duduk
“nih nasi gorengmu” rafasya menyodorkan nasi goreng buatannya untuk ningrum
Mata ningrum langsung berbinar “tahu aja ningrum pengen nasi goreng, makasih ya kak” balas ningrum menyendokkan nasi goreng ke mulutnya
Aditya mencebikkan mulutnya “kok ningrum doang yang dapat nasi goreng, aku enggak?” tanya aditya menatap mama kaila dengan wajah di tekuk
Mama kaila memutar bola matanya malas “ yang bikin nasi goreng g rafasya bukan mama “ balas mama kaila
Aditya menyodorkan piring kosongnya pada rafasya “aku mana?” tanya aditya
Rafasya menggaruk tengkuknya yang tak gatal “aku Cuma bikin satu dit, dan itu sudah aku berikan ke ningrum” balas rafasya tak enak hati pada sahabatnya
Ningrum menjulurkan lidahnya ke arah aditya “pilih kasih kamu sya, ningrum doang yang dipedulian, yang lainnya berasa gak ada dan gak kelihatan” ucap aditya nyeleneh dan membuat semua orang tertawa
“udah makan saja yang ada, mama kamu juga masak banyak loh, hargain” ucap ayah virza memperingati anak keduanya itu
***
Rafasya sudah menyelesaikan S1 nya dan menjalani acara wisuda di kampusnya
Para sahabat rafasya, kedua orangtuanya dan juga ningrum hadir di acara wisuda rafasya di luar ruangan wisuda
rafasya berjalan keluar ruangan setelah acara wisudanya selesai, menghampiri orang-orang terdekatnya yang sudah berkumpul “selamat ya ka”ucap ningrum memberikan 1 buket mawar untuk rafasya
Rafasya menerima buket bunga yang di bawa ningrum “terima kasih” balas rafasya tersenyum
manis
“selamat ya nak” ucap mama arinda dan ayah kevin memeluk sang anak secara bergantian
“terima kasih mah, pah” balas rafasya
Zian,raka, aditya, martin, Julian, dan romi memberikan buket Bunga yang cukup besar
pada rafasya secara beruntun membuat rafasya kesulitan untuk membawanya
“ih, mending kasih yang lain gak usah bunga kayak gini, aku bukan perempuan!” kesal
rafasya dengan tingkah sahabatnya
“huuuh! tadi saja di kasih bunga ningrum gak ngomong gitu, giliran kita aja di gituin” ucap romi
“itu, kita beli barengan tahu, satu toko, satu tangan yang rangkai” tambah aditya
“udah ah, susah emang bicara sama kalian. Anakan somplak” ucap rafasya kesal dengan tingkah para sahabatnya
“sama!
Kamu juga anakan somplak “balas ke enam pria muda di sana “ yang di hadiahi tawa renyah semua yang hadir ke acara wisuda rafasya
“tuk tuk tuk” terdengar suara langkah high hells mendekat
__ADS_1
Semua orang menatap arah suara tersebut. Rafasya menyipitkan matanya “selamat ya
sudah wisuda” ucap mila memberikan sebuket bunga pada rafasya
“terima kasih, tapi” rafasya menunjuk tangannya yang masih memegang banyak buket bunga
Ningrum dengan reflek mengambil bunga mila “biar aku yang pegang kak, kak rafasya sedang
kesulitan” ucap ningrum tersenyum
Mila menautkan kedua alisnya menatap ningrum “kamu siapa ya?” tanya mila
Rafasya menyerahkan bunga yang ia pegang pada sahabatnya yang berdiri berdekatan dan
menghampiri ningrum “dia orang terdekatku” balas rafasya menarik bahu ningrum mendekat ke tubuh kekarnya
ningrum menatap arah tangan rafasya menatap heran rafasya “diam dan jangan melawan” bisik rafasya di telinga ningrum
“orang terdekatmu?” tanya mila sambil menunjuk ningrum
Rafasya mengangguk “iya”
Mila menelisik tubuh ningrum dari atas ke bawah, bawah ke atas “seperti ini yang kau suka” ucap mila dengan suara mengejek
Ningrum tak suka dengan cara pandang mila “kenapa memangnya aku?” tanya ningrum
Mila menggeleng “ tidak” mila bergegas pergi meninggalkan rafasya dan keluarga serta sahabatnya
“itu siapa nak?” tanya mama karin
“oh” balas mama karin mengangguk paham
“ya sudah kita ke rumah om yuk, tante kalian sudah siapin banyak makanan untuk
perayaan wisuda rafasysa” ajak ayah kevin pada para sahabat anaknya
***
Rafasya berganti pakaian semi kasual untuk acara yang diselenggarakan orang tuanya di kediaman keluarganya
“kalian sudah makan? Tanya rafasya pada para sahabatnya yang sudah berkumpul di halaman tempat pesta di gelar
“sudah”jawab aditya mengangguk
“kak” panggil ningrum mengerucutkan bibirnya
“baju ningrum kotor” rajuk ningrum memperlihatkan bajunya bagian atasnya yang terkena noda kue
Rafasya meraih lengan ningrum untuk melihat baju ningrum yang kotor “kok bisa?” tanya rafasya
Ningrum melirik aditya kakaknya “gara-gara kakak yang rebutan kue sama ningrum” balas ningrum mengerucutkan bibirnya yang di hadiahi tatapan datar kakaknya
Mama Karin melihatnya dan menghampiri ningrum “kamu ganti pakai baju tante saja, keliatannya ukuran kita gak
__ADS_1
jauh beda” usul mama Karin
“emangnya gak papa tan?” tanya ningrum
“gak papa” balas mama Karin mengusap lembut kepala ningrum
Mama Karin menatap anaknya “sya ajakin dia ke kamar baju-baju mama yang di atas ya” pinta mama Karin pada rafasya
“iya mah” balas rafasya mengajak ningrum masuk rumah menuju ke lantai atas
Rafasya menggenggam tangan ningrum menaiki tangga. Ningrum meliriknya heran tapi tetap mengikuti rafasya
“kak”panggil ningrum
“ya”balas rafasya tanpa berbalik
“kok ada yang aneh ya?” tanya ningrum
Rafasya membawa ningrum masuk ke ruangan khusus baju mamanya dan menutup pintu “apa?”
tanya rafasya berbalik menatap ningrum tanpa melepas pegangan tangannya
Ningrum melirik tangannya yang di genggaman tangan rafasya “berasa ada yang aneh disini” tunjuk
ningrum pada dadanya
“apa?”
rafasya melirik arah pandangan ningrum “ah maaf rum” rafasya buru-buru melepas
tangannya dari ningrum
“gak papa, dah normal lagi kok”balas ningrum tersenyum
“hah?” mulut rafasya menganga heran dengan ucapan ningrum
Ningrum berjalan berkeliling ke deretan baju yang di gantung di sana, ruangan baju mama karin memang tidak terlalu besar seperti tempat mamanya, tapi koleksi mama karin terbilang cukup banyak
“mana ya kak?” tanya ningrum berjalan mengitari pakaian-pakaian mama rafasya
“tinggal pilih saja yang menurutmu bagus” balas rafasya melipat tangannya di dada
“bagus semua kak, mama kakak pintar banget milih baju. Ningrum suka semua” balas
ningrum tersenyum
“ya sudah kakak bantu pilih” rafasya berjalan berkeliling di antara koleksi baju mama Karin yang cukup banyak itu
Mata rafasya terhenti pada gaun berwarna hijau mint dengan lengan pendek dan terlihat elegan dan pas di tubuh ningrum
“sepertinya kamu bagus pakai ini” ucap rafasya berniat mengambil baju tersebut
ningrum menoleh ke arah rafasya “mana?” tanya ningrum girang menghampri rafasya dengan terburu-buru
__ADS_1
“bruk” suara barang terjatuh
Mata rafasya terbelalak lebar dengan posisinya saat ini