Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
penyesalan hafizhan


__ADS_3

6 bulan kemudian


lilia tengah duduk di bangku taman rumahnya bersama bagaskara " nih makan dulu buahnya" bagaskara menyodorkan potongan buah pada lilia


lilia menerima mangkok berisi buah tersebut dari tangan bagaskara "Terima kasih kak" ucap lilia tersenyum


bagaskara mengelus lembut perut buncit lilia


" hari ini pemeriksaan mingguan kita bukan? " tanya bagaskara


lilia mengangguk mengiyakan " iya kak" balas lilia


"gak kerasa ya, anak kita akan lahir dalam hitungan hari lagi" cicit bagaskara menatap langit biru


lilia tersenyum " iya tak terasa, sebentar lagi dia akan lahir" lilia mengusap perut buncit nya dengan tatapan kosong


bagaskara melihat tatapan lilia yang kosong membuat hatinya pilu " apa kau yakin lilia tidak mau memberitahunya? " tanya bagaskara


lilia menoleh ke arah bagaskara


"apa kau tak mau aku jadi istrimu lagi? " tanya lilia balik


bagaskara menggeleng " bukan seperti itu lilia aku hanya... " ucap bagaskara di potong lilia


"sudah ku bilang kalau aku tak akan pernah memberitahu hafizhan keberadaan anak ini yang bisa memberitahunya hanya kakak ayahnya" ucap lilia lantang


"lagi pula, bukankah dia tak pernah berusaha menghubungi kita? atau sekedar bertanya tentangku. dia masih pada keangkuhannya itu" tambah lilia


"maaf lilia, aku hanya ingin kau bahagia" ucap bagaskara


lilia tersenyum menatap bagaskara


"kebahagiaan ku sekarang bersama anak ini dan kakak" ucap lilia menatap sendu manik mata bagaskara


"hmmm, terserah kau saja lilia" bagaskara mengusap lembut kepala lilia menyandarkan di dada bidangnya, merengkuh erat tubuh lilia dalam pelukannya

__ADS_1


***


sekarang tiba di hari perayaan 100 hari kelahiran anak lilia dan hafizhan. eits🤫 anak lilia dan bagaskara yang diberi nama virza bagaskara


bagaskara melangkah ke podium dengan menggandeng lili yang sedang menggendong putra kecil mereka


" Terima kasih semua sudah hadir di perayaan 100 hari kelahiran putra Kami Virza Bagaskara" ucap bagaskara pada para undangan yang dihadiahi tepuk tangan oleh semua yang hadir


virza terlihat menggemaskan dengan pipi gembul nya di gendongan sang mama lilia. di sana juga ada kedua orang tua lilia dan bagaskara


"apa-apaan ini! " suara bariton seorang pria menggema di seluruh penjuru ruangan


semua orang mencari asal sumber suara. suara langkah kaki terdengar makin mendekat ke arah lilia dan bagaskara yang tengah berdiri di atas podium


"apa maksud semua ini? " tanya hafizhan menatap tajam ke arah lilia


orang tua lilia yang paham betul akan terjadi perdebatan sengit meminta para undangan untuk pulang dan menggantinya dengan makan di salah satu restoran miliknya


lilia menyerahkan virza pada pengasuhnya "apa kau tak lihat? " tunjuk lilia pada baner yang terpasang di podium dengan santai


hafizhan melirik baner bertuliskan perayaan 100 hari kelahiran putra dari bagaskara dan lilia "tentu saja aku melihatnya! tapi bagaimana bisa kau menikah dengannya? " tunjuk hafizhan pada bagaskara yang berada di sebelah lilia


"hubungan kita tak pernah berakhir lilia" balas hafizhan


"apa kau lupa dengan pilihan yang kau ambil saat itu? " tanya lilia dengan sorot mata tajam


"aku memang salah lilia, aku minta maaf untuk itu" balas hafizhan


"sudah terlambat" ucap lilia


"bagaimana bisa kau bilang terlambat padaku? bukankah kau sangat mencintaiku?. aku sudah pernah bilang akan kembali, dan menikah denganmu setelah urusanku selesai. apa kau tak bisa menungguku sebentar? " tanya hafizhan


lilia terkekeh" menunggu katamu? apa kau tak salah mengatakan itu hah! " teriak lilia


lilia menatap tajam hafizhan bagai menghundus pedang " aku sudah berkali-kali mencoba berkompromi denganmu. walaupun kau" tunjuk lilia pada hafizhan " kau berkali-kali mengabaikan ku, aku tetap memaklumi mu, aku selalu bilang pada diriku kalau kau mencintaiku jadi bersabarlah. tapi aku punya batas kesabaran hafizhan adhitama! " lilia berjalan mengitari hafizhan sambil melirik hafizhan " bukankah kau yang bilang untuk menjaga batasan ku? jadi harusnya kau tahu batasan mu! " bentak lilia menggema di seluruh ruangan

__ADS_1


hafizhan berlari menaiki podium menarik tangan lilia menggenggamnya erat


"aku salah lilia, waktu itu aku tersulut emosi dan mengabaikan perasaanmu" ucap hafizhan


lilia menghempas tangan virza kasar


"sudahlah hafizhan. toh hubungan kita memang sudah berakhir sejak kau mengabaikan ku saat itu" balas lilia


hafizhan menatap sendu lilia "aku sangat mencintaimu lilia. bagaimana bisa kau melupakan cinta kita begitu saja" hafizhan menunjuk bagaskara " kau menikah dengannya dan bahkan punya anak dengannya" cicit hafizhan


hafizhan menatap lekat virza, ada rasa yang sulit dijelaskan, hafizhan tak mampu membencinya seperti rasa sakit yang ia rasa pada lilia dan bagaskara


lilia melihat pandang hafizhan pada virza membuat hatinya begitu sakit dan terasa sesak


"kau yang memilih kehilanganku zhan? kau yang memilih duniamu ketimbang melihatku" ucap lilia yang sudah tak sanggup menahan air matanya " kau yang memilih berakhirnya hubungan kita, dan kau yang membuatku tak punya jalan kembali" ucap lilia


"tapi aku sangat mencintaimu lilia, hanya dirimu" elak hafizhan


lilia terkekeh " kau tidak pernah mencintaiku, kalau kau mencintaiku tak mungkin kau menyakitiku. kalau kau mencintaiku? kau pasti datang saat aku begitu membutuhkanmu" ucap lilia


hafizhan tak mampu berucap "bukankah kau tahu aku di bawa ke rumah sakit setelah pertengkaran kita di telfon? " tanya lilia yang di jawab dengan diam oleh hafizhan " tapi kau tak datang untuk melihatku ataupun sekedar bertanya keadaanku. kau mengabaikan ku lagi dan lagi. kau hanya memikirkan duniamu saja" ucap lilia


hafizhan menggeleng " tidak lilia. tidak.. aku memikirkan mu tentu saja selalu memikirkan mu" ucap hafizhan


lilia menghela nafas "yang terjadi sekarang, aku adalah istri kakakmu dan ibu dari keponakan mu" ucap lilia berbalik memunggungi hafizhan


hafizhan merosot di lantai, menangis sejadi-jadinya


"aku tak Terima dengan ini" gumam hafizhan menatap ke semua orang yang berada di ruangan


tatapan hafizhan pertama tertuju pada orang tuanya


" bagaimana bisa kalian mengijinkan kakak menikah dengan tunangan ku! " teriak hafizhan


tuan johan menatap sengit anaknya itu" bukankah kakakmu sudah memintamu pulang saat itu. tapi kau malah menolaknya" ucap tuan johan tak mau di salahkan

__ADS_1


hafizhan balik menatap tajam ayahnya "yang aku tanyakan kenapa kalian mengizinkan mereka menikah saat aku yang jadi tunanganya tak ada? " tanya hafizhan sambil menunjuk lilia


bagaskara bingung harus berbuat apa? di satu sisi istrinya dan sisi lain ada adiknya yang sangat ia sayangi " jangan salahkan mereka hafizhan. ini adalah kesalahanmu sendiri. salahmu tak memperdulikan peringatan semua orang dan kekeh terhadap penilaianmu sendiri" ucap bagaskara


__ADS_2