
***
Aditya menjemput Miranda yang bekerja di salah satu perusahaan advertising di Inggris. Aditya menyandarkan tubuhnya di badan mobil menunggu Miranda keluar dari perusahaan tempatnya bekerja
“mas” panggil Miranda melambaikan tangannya saat keluar dari perusahaan tempat ia bekerja
“hai mir” sapa aditya memeluk Miranda
“yuk pulang” ajak Miranda menggandeng lengan aditya. Aditya menahan langkah miranda “kamu pengen makan apa?” tanya aditya
miranda tersenyum ke arah aditya “Miranda mau masak hari ini buat mas aditya” ucap Miranda
“masak apa? emangnya kamu gak capek?” tanya aditya
“enggak, Miranda kemarin belajar masak menu baru jadi pengen mas aditya cobain” balas Miranda
“ya sudah, ayok” ajak aditya menggandeng tangan Miranda masuk dalam mobilnya
Aditya mengendarai mobilnya menuju apartemen Miranda “Miranda kamu mau pulang kapan?” tanya aditya
“gak mau pulang” balas Miranda enteng
Aditya melirik kearah Miranda “gak bisa gitu miranda , kalau kita gak pulang, kapan kita bicara dengan orang tuamu tentang hubungan kita?” tanya aditya
“Miranda takut mas” balas Miranda menunduk
Aditya menggenggam tangan Miranda sambil tetap berkonsentrasi menyetir “ mas tahu kamu takut tapi tetap harus kita hadapi sayang” balas aditya
“iya mas, nanti ya” pinta Miranda lirih
“ ya sudah” aditya menghela nafas mendapati jawaban Miranda yang itu-itu saja sejak dulu
Aditya sudah berkali-kali membahas ini tapi selalu berakhir dengan penundaan dari Miranda, dan aditya selalu mengalah pada Miranda
***
“nih mas, sudah matang” Miranda memberikan hasil masakannya, ikan kakap dengan tumpahan saos bercampur buah nanas yang baru ia pelajari dari tempat kerjanya
__ADS_1
“terima kasih” balas aditya menerima piring yang diberikan oleh Miranda
“kemarin Miranda belajar masak dari kokinya langsung loh mas, saat mengerjakan iklan restoranya” ucap Miranda berbangga diri karena sempat belajar memasak saat ia sedang bekerja
“iya “ aditya mengecup pipi Miranda
“cup” Miranda balas mencium bibir aditya tanpa canggung
“sudah ah makan dulu, nanti malah gak jadi makan kalau terus balas-balasan gini” ucap aditya meyudahi acara bermesraan mereka takut kelepasan
***
Di sebuah ruangan bernuansa putih, seorang pria terbaring lemah menatap cahaya dari jendela kamarnya
“makan dulu ya sya” ucap mila menyuapkan makanan pada seorang pria muda yang terbaring lemah di sebuah ranjang
pria tersebut menoleh ke arah Mila “kamu pulang saja, jangan menghabiskan waktumu merawatku. Aku lumpuh mila” ucap rafasya lirih.
Ya pasien tersebut adalah rafasya,setelah ledakan itu terjadi rafasya tidak meninggal dan langsung dilarikan ke rumah sakit dan dibawa berobat ke jepang oleh raksa yang merasa bersalah akan perbuatannya
“kamu lihat tubuhku mila, banyak sekali luka disini dan mungkin gak akan bisa hilang” ucap rafasya menunjukkan bekas luka bakar yang ada di tubuhnya
“gak masalah. Yuk makan” pinta mila menyuapi rafasya kembali
Rafasya masih hidup karena diselamatkan oleh raksa yang merasa bersalah karena perbuatannya, raksa langsung membawa rafasya ke jepang untuk menjalani pengobatan di sana setelah sebelumnya mendapat pertolongan pertama di sebuah rumah sakit di Indonesia . Mila yang kebetulan bekerja di rumah sakit tempat rafasya di rawat dijepang sebagai ahli managemen, pun mengetahui rafasya yang masih hidup dan mulai rutin merawat rafasya
Awalnya tubuh rafasya rusak parah, tapi dengan beberapa kali operasi tubuh rafasya sudah mulai membaik, dan bisa duduk sendiri, walaupun ia tak bisa jalan karena jaringan tubuhnya banyak yang rusak akibat ledakan yang menimpanya
“rafasya” mama Karin memeluk erat rafasya “gimana kabar kamu sayang?” tanya mama Karin yang baru saja sampai dari kepergiannya ke Indonesia untuk menemani ayah kevin yang ada urusan di Indonesia
“masih seperti ini mah, masih lumpuh” balas rafasya tersenyum getir
“jangan bicara seperti itu sayang” balas mama Karin terisak melihat keadaan putranya
“emang benar kan mah?” balas rafasya lirih
Mama Karin mengusap air matanya “oh ya, ini mama baru dapat kiriman foto baby Arthur, dia sudah mulai gemuk padahal masih 2 bulan” ucap mama Karin menunjukkan foto baby Arthur
__ADS_1
Rafasya mengusap foto Arthur di ponsel mamanya “Arthur” gumam rafasya
Mama Karin sedih setiap melihat rafasya “maafin mama ya sayang, kalau saja dulu mama gak ngijinin ningrum nikah lagi, pasti saat kamu ngabarin bahwa kamu masih hidup, kamu masih bisa kembali sama ningrum”
ucap mama Karin
“sudah mah, ini juga sudah terjadi. Yang rafasya mau sekarang, rafasya cepat sembuh dan bisa bertemu anak rafasya ” balas rafasya
“kamu pasti sembuh sya, aku akan merawatmu sampai kamu sembuh” ucap mila menimpali
Mama Karin tak tega melihat mila yang setia merawat rafasya tapi hati rafasya sudah tertambat pada ningrum “terima kasih mila” ucap mama Karin menggenggam tang Mila
“kalau tante mau berterima kasih ke mila" Mila melirik ke arah rafasya "cukup terima kasih dengan kesembuhan kamu saja sya” ucap mila menatap yakin kearah rafasya
***
Zian duduk berhadapan dengan Rebecca menikmati santapan pagi mereka, yang hanya ada mereka berdua. karena mama kaila dan ayah virza beserta kakek hafizhan yang belum pulang dari inggris karena belum ingin berpisah dengan baby Arthur
“kamu kuliah apa mau tidur sih?” tanya zian memindai pakaian rebecca
“kuliah lah” jawab Rebecca polos
“kenapa pakaian kamu gitu?” tanya zian melihat Rebecca memakai celana kulot panjang dan sweater berukuran besar
Rebecca melirik pakaiannya “kalau nyaman gak masalah, toh rebecca gak butuh penilaian orang terhadap Rebecca. Kalau om gak suka cukup jangan lihat dan Anggap Rebecca gak kelihatan aja” balas Rebecca menyantap makanannya
“kenapa kalau ngomong sama kamu berasa tekanan darahku naik” balas zian kesal
“kalau darah tinggi om naik, tinggal banyakin minum jus alpokat yang Rebecca bikin buat om, itu bagus menurunkan darah tinggi” tunjuk Rebecca pada bekal yang ia buat untuk zian
“cih” zian membuang mukanya kasar,saking kesalnya bicara dengan Rebecca
“ya sudah ya om, Rebecca mau berangkat kuliah dulu” ucap Rebecca menyudahi makannya dan bergegas berangkat kuliah
rebecca membuat bekal untuk zian bukan karena keinginannya tapi karena permintaan mama kaila pada rebecca yang tak tega dengan zian yang sering lupa makan saat sibuk bekerja. apalagi tak ada orang yang memperhatikannya
setelah kepergian rebecca, zian memutuskan menyudahi makannya, dan menuju kotak bekal yang disiapkan rebecca untuknya “merepotkan” gumam zian tetap membawa bekal yang di siapkan Rebecca
__ADS_1