Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
berita kematian (season 2)


__ADS_3

Dengan langkah cepat tante fransiska  menarik tubuh  ningrum “jangan coba mendekat atau akan ku bunuh dia” ancam tante fransiska  mencekik leher ningrum yang dalam keadaan terikat tangannya


“sudah cukup ya” ningrum menyikut perut tante fransiska  menghempasnya menjauh,


melepaskan ikatan tangannya yang sudah longgar dengan mudah


“kamu gak papa kan rum” tanya jonathan memeriksa tubuh ningrum setiap inci nya


Mata tante fransiska dipenuhi amarah dan ia berlari mendorong tubuh jonathan ingin menancapkan pisau ke tubuh ningrum tapi di tahan jonathan yang tidak terdorong jauh dengan sigap menahan pisau agar tak melukai ningruk


“ah mas” teriak ningrum khawatir dengan  jonathan karena tangan jonathan terkena sayatan pisau tajam mengeluarkan darah segar dari tangannya


Rafasya yang melihat kejadian didepannya, hatinya serasa sembilu teriris sakit, istrinya mengkhawatirkan orang lain dan bukannya dirinya yang jelas-jelas suaminya yang juga terluka saat itu.


“ahahahah” tawa fransiska ke arah semua orang


“lebih baik kita mati saja semuanya” gumam tante


fransiska memegang bom di tangan kanannya dan remot  pengendali bom di tangan sebelah kirinya


Melihat tante fransiska yang memegang bom di tangannya Dengan sigap rafasya berlari menghampiri tante fransiska mendorong tubuhnya sampai menembus kaca jendela yang memang  kebetulan mereka semua berada di lantai 3 rumah jonathan


“buuuuuum” terdengar suara ledakan keras di lantai bawah


“kakak!” teriak ningrum histeris melihat asap mengepul di hadapannya karena ledakan yang baru saja terjadi


Ningrum yang jatuh karena gelombang ledakan, berjalan dengan merangkak menuju jendela besar yang berada di hadapannyab“kakak…..Kakak!” teriak ningrum hampir jatuh dari jendela yang sudah sudah pecah


sempurna, untung saja jonathan menahan ningrum dengan gerakan cepat


“tenang rum” pinta jonathan menahan tubuh ningrum


agar tak melewati jendela di sebelahnya


Ningrum menoleh kearah jonathan “tenang gimana? Di Sana suamiku mas dalam ledakan itu!” teriak ningrum histeris melihat ledakan


besar di halaman samping rumah jonathann


Jonathan memeluk ningrum erat walaupun ningrum terus


meronta dan membuat luka di lengan jonathan makin mengeluarkan banyak darah tapi


jonathan tak menggubrisnya dan hanya memeluk ningrum erat untuk menguatkannya


dan agar ningrum tak lupa diri melompat ke bawah


***


Ningrum jatuh pingsan setelah ia menangis histeris dalam pelukan jonathan. Semua keluarga besar ningrum pun di bawa ke rumah


sakit untuk menjalani perawatan setelah kejadian itu.


Tante fransiska dinyatakan wafat pasca ledakan yang terjadi. Begitupun  rafasya yang juga


dinyatakan meninggal akibat ledakan, walaupun tubuh rafasya tidak ditemukan seperti


tubuh tante fransiska yang hanya tinggal puing-puing saja yang ditemukanpetugas kepolisian.


Ningrum mulai mengerjapkan mata “mah” panggil ningrum setelah ia membuka matanya melihat mama kaila ada di hadapannya , mengedarkan pandangan ke penjuru ruangan


Mama kaila duduk di samping ningrum “tadi ningrum


abis mimpi serem mah, mimpi kalau kak rafasya kena ledakan dengan seorang wanita aneh” ucap ningrum terkekeh


Mama kaila mengusap kepala ningrum lembut “kamu gak

__ADS_1


mimpi sayang” ucap mama kaila mengusap kepala anaknya “suami kamu kena ledakan bersama fransiska “tambah mama kaila terisak


Kaila menggelengkan kepalanya tak percaya dengan


penuturan mamanya “mama jangan bohongin ningrum mah” ucap ningrum mulai sesenggukan


“suami kamu sudah meninggal sayang” ucap mama kaila


memeluk erat ningrum


“mama bohong, gak mungkin kak rafasya ninggalin


ningrum” balas ningrum


“mama gak bohong sayang, dia sudah meninggal” ucap


mama kaila menangis


“hiks hks hiks hiks gak mungkin kak rafasya ninggalin ningrum” ucap ningrum dan ia pun kembali jatuh pingsan


“dokter” teriak mama kaila memanggil dokter karena


ningrum yang kembali jatuh pingsan


Ningrum pun kembali diperiksa oleh dokter, mama kaila dan keluarga menunggu dengan cemas


Tak lama dokter pun keluar ruangan rawat ningrum ,


menghampiri keluarga ningrum yang sudah menunggunya sejak tadi


mama kaila dan ayah virza langsung menghampiri dokter “begini tuan dan nyonya keadaan non ningrum benar-benar tak baik. Dia benar-benar depresi ini bisa berakibat  fatal bagi dirinya dan bagi janin yang ia kandung” ucap dokter


“hamil, anak saya hamil?” tanya mama kaila menutup mulutnya bingung harus bahagia atau sedih dengan kabar kehamilan ningrum di saat sekarang


“iya nyonya non ningrum hamil, untuk jelasnya bisa diperiksa ke dokter kandungan” balas dokter pamit pergi meninggalkan keluarga


Mama kaila menatap ayah virza dengan wajah sembab


yang sudah dari tadi menangis “gimana ini mas, kalau ningrum tahu di hamil tapi suaminya meninggal pasti dia akan sangat sedih” ucap mama kaila memeluk ayah virza


Zian yang berada tak jauh dari kedua orang tuanya ikut berseru “gimana kalau kita bawa ningrum ke inggris, biar zian dan aditya


akan bergantian menjaganya” usul  zian


“ini beda sayang, suaminya meninggal di depan matanya dan dia sedang mengandung. Kalian akan susah menjaganya, apalagi kalian kan mengurus perusahaan di sana ” ucap mama kaila mengerti kondisi kejiwaan anaknya yang sedang terguncang


“bagaimana ini ya kai? Mas juga bingung” balas ayah virza ikut bingung dengan kondisi anaknya


Jonathan yang berada tak jauh dari tempat pembicaraan berjalan menghampiri “gimana kalau saya saja yang menjaganya, kebetulan saya memang harus ke inggris secepatnya. Nanti zian dan aditya bisa bergantian menjenguk ataupun menemani ningrum” usul jonathan


ayah virza menatap jonathan “kami berterima kasih atas niat baikmu jonathan, tapi ini agak susah. Kalian tidak ada hubungan apapun jadi mana mungkin kami merepotkan kamu untuk merawat anak kami, apalagi dia sedang hamil” balas mama kaila


“bagaimana kalau saya menikahinya saja, jadi akan


lebih nyaman menyerahkannya pada saya” usul jonathan


Aditya menatap tajam jonathan “jangan mengada-ngada kamu jonathan, suaminya itu baru saja meninggal jangan memberi usul di luar nalar. Lagi pula apa kata keluarga suaminya jika dia tahu menantunya langsung menikah setelah kematian anak mereka” balas kak aditya kesal dengan usul


jonathan


Jonathan menunduk “maaf, aku hanya ingin membantu” balas jonathan tak enak hati


Ayah virza menepuk bahu jonathan “kami tahu maksudmu baik, tapi ini sedikit sulit” ucap ayah virza


“biarkan saja ningrum menikah lagi” seru ayah kevin menghampiri keluarga besannya

__ADS_1


“apa maksudmu kevin?” tanya mama kaila


“kami memang sedih dengan kematian rafasya tapi keadaan ningrum dan calon cucu kami jauh  lebih penting sekarang” balas ayah kevin


“biarkan  ningrum menikah dengan jonathan, toh selama ini dia menjaga ningrum dengan baik selama rafasya sibuk. Jadi kita bisa mempercayakan ningrum padanya” ucap ayah kevin mengizinkan ningrum menikah lagi


“tapi kalian yakin dengan keputusan kalian?" tanya


ayah virza pada ayah kevin dan mama Karin


Ayah kevin mengangguk “ya kami yakin” balas mama Karin dan ayah kevin mengangguk


“walaupun kalian setuju, emang ningrum bakal setuju?’ tanya kak aditya


“kalau itu, biar mama yang bicara dengan ningrum” balas mama kaila


***


Ningrum diam menatap jendela kamarnya “rum makan yuk”ajak mama kaila


“nanti mah, ningrum gak lapar” balas ningrum


“kasihan sama anak kamu sayang, jangan seperti ini dia butuh makan” ucap mama kaila


“jangan paksa ningrum makan” balas ningrum


Jonathan yang kebetulan berkunjung masuk ke kamar


ningrum dengan membawa berbagai macam makanan


“tante, biar jonathan saja” ucap jonathan meminta agar ia yang meminta ningrum untuk makan


“terima kasih ya jonathan, dia memang hanya mau


makan denganmu. Maaf merepotkan ” mama kaila keluar kamar ningrum


“ayok rum makan” jonathan menyuapi ningrum makanan


yang ia bawa


Ningrum menatap tajam jonathan “apa maksud mas jo minta ke keluarga ningrum untuk kita menikah?’ tanya ningrum


“mas hanya ingin menjagamu rum” balas  jonathan


“jangan kasihani ningrum, ningrum gak butuh” balas ningrum membuang mukanya kasar


“terserah kamu mikirnya apa, yang pasti mas hanya ingin menjagamu seumur hidup mas” balas jonathan


Ningrum menatap tak suka dengan mata mengembun “sudah


berapa kali ningrum bilang lupakan kejadian itu, dan anggap hal itu tak pernahvterjadi” balas ningrum


“gak bisa” balas jonathann menyuapi ningrum dengan


matanya yang sudah mengembun


Ningrum menerima suapan jonathan dengan mata yang


berair


“ningrum gak akan mencintai mas jo” ucap ningrum


yang sudah tak kuasa menahan air matanya


“hmmm” jonathan mengangguk

__ADS_1


Ningrum menerima suapan jonathan dengan acara


tangisan tanpa kata tersebut


__ADS_2