
Rafasya dan ayah kevin keluar mengikuti rapat ke ruang rapat yang ada di perusahaan ayah kevin
melihat kepergian rafasya, ningrum memutuskan bermain ponsel sembari menunggu rafasya
“ah bosan” keluh ningrum yang sudah cukup lama bermain ponsel
Ningrum meletakkan ponsel miliknya ke dalam tas, berjalan menyusuri setiap sudut kantor rafasya " bagus" gumam ningrum mengangguk melihat dan mengamati setiap dekorasi ruangan rafasya yang sederhana, rapih dan bersih
ningrum berjalan ke arah meja kerja rafasya “ada apa ya di sini” gumam ningrum memeriksa setiap
sudut meja kerja rafasya “ah foto kita ada di sini” gumam ningrum melihat foto dirinya, kedua kakaknya, om, serta anak sahabat mamanya yang sudah ningrum anggap sebagai kakak karena mereka yang cukup dekat sejak kecil
ningrum mengecek kembali benda-benda yang ada di atas meja kerja rafasya
Ningrum membuka laci meja kerja rafasya bagian atas “aku” gumam ningrum melihat fotonya dirinya terbingkai di sebuah pigura. ningrum mengambil foto dirinya "apa segitu cintanya kakak sama aku? sampai fotoku ada disini" kekeh ningrum
Ningrum menyimpan fotonya kembali di laci, lalu beralih ke laptop yang ada di atas meja kerja rafasya. ningrum menarik sebelah alisnya melihat layar laptop rafasya
“aku lagi” gumam ningrum melihat foto dirinya bersama rafasya sebagai wallpaper
Ningrum membuka laptop rafasya, mengamati setiap isi laptop rafasya “gak ada permainan apa ya?” ningrum kembali membuka isi data D di laptop rafasya, di sana tertera folder bernama dirinya “ada apa ya” gumam ningrum penasaran dengan isi folder itu, ningrum bergegas membuka isi folder itu
Folder itu berisi banyak foto dan video dirinya bersama rafasya "kakak punya banyak foto aku, aku saja tidak terlalu suka berfoto" gumam ningrum tersenyum
ningrum membuka file bertuliskan jadwal harian ningrum "ada catatan jadwal ningrum? "gumam ningrum
ningrum tak menyangka rafasya begitu memperdulikan dirinya
Ningrum terkekeh “pantesan aja kakak inget terus jadwalku, orang ada catatannya. aku aja suka lupa” gumam ningrum membaca jadwal kegiatan sehari-harinya
Ningrum meng close file tersebut, ia kembali menggeser kursor makin kebawah “ini apa ya? gak ada namanya sendiri, tapi keliatan filenya cukup besar” gumam ningrum membuka file microsoft word yang berkisar 15 MB. ukuran untuk file yang berisi cukup banyak
mata ningrum terbelalak lebar melihat isi file tersebut . Di sana terdapat curahan hati rafasya, tentang rasa sukanya pada ningrum dan ketakutannya kalau ningrum menjauh darinya kalau sampai ningrum tahu perasaannya “kakak” ningrum ,menutup mulutnya mengetahui apa saja yang dilakukan rafasya hanya sekedar untuk melihat ningrum setiap harinya, dan selalu peduli apa yang ningrum ingin dan butuhkan
“dia pernah memandangi jendela kamarku semalaman, karena ponselku mati, dan itu gak cuma sekali” gumam ningrum makin semangat membaca catatan rafasya . lebih tepatnya buku hariannya yang semua isinya berkaitan dengan ningrum
ningrum mulai membaca isi catatan itu. ada halaman dengan isi curahan untuk wanita yang ada dalam hatiku yang tak bisa aku suruh pergi "apaan sih judulnya" gumam ningrum terkekeh dengan mata yang sudah berkaca-kaca
__ADS_1
ningrum membaca dengan seksama halaman tersebut
"*ningrum... kakak cinta kamu. kakak tahu mungkin orang meragukan rasa cinta kakak ke kamu karena kakak yang sudah mengenal sejak kamu masih dalam perut mamamu
kamu tau rum? pertama kau lahir kakak bilang kau akan jadi adik yang paling kakak sayang
tapi saat kau dekat dengan orang lain aku tak rela, dan sangat tak suka
sampai kakak yakin kalau yang kakak rasa bukan sekedar sayang seorang kakak pada adiknya tapi perasaan seorang pria pada seorang wanita
bukannya aku kepedean ya rum, tapi banyak wanita yang bilang suka padaku yang mungkin kamu tahu. tapi yang harus kamu tahu, satupun tak ada yang bisa membuatku memperdulikan nya ataupun sekedar Memikirkannya
hanya dirimu yang selalu aku pikirkan dan selalu aku pedulikan
hanya dirimu lah yang bisa membuatku tersenyum hanya melihat senyummu itu
tenang saat kau berada di sisiku
merindukanmu jika tak bertemu sehari saja
aku mencintaimu, sangat mencintaimu
ningrum bagaskara*"
“idiih” muka ningrum memerah membacanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya karena merasa panas
"huuuh"ningrum menarik nafas dalam-dalam untuk mengontrol debaran jantungnya setelah perbuatan-perbuatan kecil yang sering di perbuat rafasya untuk membuat dirinya nyaman dan bahagia
“ningrum” rafasya berjalan sambil menunduk membawa banyak bingkisan “nih kakak bawakan makan siang untukmu" ucap rafasya menenteng bingkisan makanan ke dalam ruangannya
Mendengar suara rafasya ningrum, buru-buru mengeluarkan file yang ia buka dan mengganti dengan hal lain agar rafasya tak curiga
Rafasya mendongak menatap ningrum “kamu ngapain?” tanya rafasya gugup melihat ningrum membuka laptopnya
“Cuma liat video oppa chen” balas ningrum terkekeh
Rafasya bergegas menghampiri ningrum mengambil laptopnya “jangan asal buka laptop kakak ya rum” pinta rafasya melihat benar ningrum membuka YouTube untuk melihat video CHEN EXO yang sedang bernyanyi
__ADS_1
ningrum terkekeh “Cuma ada foto kita berdua doang kan di situ, jadi buat apa kakak takut?” tanya ningrum menunjuk foto dirinya sebagai wallpaper
rafasya menggaruk tengkuknya yang tak gatal “bukannya gitu rum” rafasya bingung akan berkata apa
ningrum tersenyum melihat kebingungan rafasya “sudah, makan yuk kak” ajak ningrum menarik rafasya menuju sofa
Ningrum membuka kotak makan untuk dirinya dan tak lupa juga membukakan kotak makan untuk rafasya
“minggu depan kita ospek bareng apa sendiri-sendiri sih kak?” tanya ningrum di sela makannya
“kakak gak tahu, tapi jadwal kita sama kok” balas rafasya
“jadwal” gumam ningrum tersenyum mengingat apa yang barusan ia baca
Rafasya melihat ningrum yang senyum-senyum sendiri menarik sebelah alisnya bingung “kamu kenapa sih rum,
ketawa-ketawa gak jelas gitu? ” tanya rafasya
“gak kak, Cuma lucu aja sama yang ningrum liat barusan” balas ningrum
Rafasya mengangkat sebelah alisnya “ maksudnya?” tanya rafasya
“lihat oppa tadi lucu” balas ningrum mengalihkan pembicaraan
Rafasya mengusap rambut ningrum “ada-ada saja kamu rum” gumam rafasya
“nanti pulang kantor kita ke supermarket dulu ya , belanja bulanan rumahmu, tadi kakak
liat kulkas mulai kosong, sama bibi bilang, banyak barang yang mau habis” ucap rafasya
“ih kak! ningrum gak pernah belanja, gak ngerti” balas ningrum
rafasya mengusap rambut ningrum “kan ada kakak” balas rafasya
Ningrum bergelanyut manja di lengan rafasya “makasih ya kak” ucap ningrum
ada rasa bahagia saat ningrum mau dekat dengannya seperti yang biasa ningrum lakukan “iya” balas rafasya tersenyum manis pada ningrum
__ADS_1