Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
ternyata kau benar-benar cinta aku? (season 2)


__ADS_3

Rafasya dan ayah kevin keluar mengikuti rapat ke  ruang rapat yang ada di perusahaan ayah kevin


melihat kepergian rafasya, ningrum memutuskan bermain ponsel sembari menunggu rafasya


“ah bosan” keluh ningrum yang sudah cukup lama bermain ponsel


Ningrum meletakkan ponsel miliknya ke dalam tas,  berjalan menyusuri setiap sudut kantor rafasya " bagus" gumam ningrum mengangguk melihat dan mengamati setiap dekorasi ruangan rafasya yang sederhana, rapih dan bersih


ningrum berjalan ke arah meja kerja rafasya “ada apa ya di sini” gumam  ningrum memeriksa setiap


sudut meja kerja rafasya “ah foto kita ada di sini” gumam ningrum melihat foto dirinya, kedua kakaknya, om, serta anak sahabat mamanya yang sudah ningrum anggap sebagai kakak karena mereka yang cukup dekat sejak kecil


ningrum mengecek kembali benda-benda yang ada di atas meja kerja rafasya


Ningrum membuka laci meja kerja rafasya bagian atas “aku” gumam ningrum melihat fotonya dirinya terbingkai di sebuah pigura. ningrum mengambil foto dirinya "apa segitu cintanya kakak sama aku? sampai fotoku ada disini" kekeh ningrum


Ningrum menyimpan fotonya kembali di laci, lalu beralih ke laptop yang ada di atas meja kerja rafasya. ningrum menarik sebelah alisnya melihat layar laptop rafasya


“aku lagi” gumam ningrum melihat foto dirinya bersama rafasya sebagai wallpaper


Ningrum membuka laptop rafasya, mengamati setiap isi laptop rafasya  “gak ada permainan apa ya?” ningrum kembali  membuka isi data D di laptop rafasya, di sana tertera folder bernama dirinya “ada apa ya” gumam ningrum penasaran dengan isi folder itu, ningrum bergegas  membuka isi folder itu


Folder itu  berisi banyak foto dan video dirinya bersama rafasya "kakak punya banyak foto aku, aku saja tidak terlalu suka berfoto" gumam ningrum tersenyum


ningrum membuka file bertuliskan jadwal harian ningrum "ada catatan jadwal ningrum? "gumam ningrum


ningrum tak menyangka rafasya begitu memperdulikan dirinya


Ningrum terkekeh “pantesan aja kakak inget terus jadwalku, orang ada catatannya. aku aja suka lupa” gumam ningrum membaca jadwal kegiatan sehari-harinya


Ningrum meng close file tersebut, ia kembali menggeser kursor makin kebawah “ini apa ya? gak ada namanya sendiri, tapi keliatan filenya cukup besar” gumam ningrum membuka file microsoft word yang berkisar 15 MB. ukuran untuk file yang berisi cukup banyak


mata ningrum terbelalak lebar melihat isi file tersebut . Di sana terdapat curahan hati rafasya, tentang rasa sukanya pada ningrum dan ketakutannya kalau ningrum menjauh darinya kalau sampai ningrum tahu perasaannya “kakak” ningrum ,menutup mulutnya mengetahui apa saja yang dilakukan rafasya hanya sekedar untuk  melihat ningrum setiap harinya, dan selalu peduli apa yang ningrum ingin dan butuhkan


“dia pernah memandangi jendela kamarku semalaman, karena ponselku mati, dan itu gak cuma sekali” gumam ningrum makin semangat membaca catatan rafasya  . lebih tepatnya buku hariannya yang semua isinya berkaitan dengan ningrum


ningrum mulai membaca isi catatan itu. ada halaman dengan isi curahan untuk wanita yang ada dalam hatiku yang tak bisa aku suruh pergi "apaan sih judulnya" gumam ningrum terkekeh dengan mata yang sudah berkaca-kaca

__ADS_1


ningrum membaca dengan seksama halaman tersebut


"*ningrum... kakak cinta kamu. kakak tahu mungkin orang meragukan rasa cinta kakak ke kamu karena kakak yang sudah mengenal sejak kamu masih dalam perut mamamu


kamu tau rum? pertama kau lahir kakak bilang kau akan jadi adik yang paling kakak sayang


tapi saat kau dekat dengan orang lain aku tak rela, dan sangat tak suka


sampai kakak yakin kalau yang kakak rasa bukan sekedar sayang seorang kakak pada adiknya tapi perasaan seorang pria pada seorang wanita


bukannya aku kepedean ya rum, tapi banyak wanita yang bilang suka padaku yang mungkin kamu tahu. tapi yang harus kamu tahu, satupun tak ada yang bisa membuatku memperdulikan nya ataupun sekedar Memikirkannya


hanya dirimu yang selalu aku pikirkan dan selalu aku pedulikan


hanya dirimu lah yang bisa membuatku tersenyum hanya melihat senyummu itu


tenang saat kau berada di sisiku


merindukanmu jika tak bertemu sehari saja


aku mencintaimu, sangat mencintaimu


ningrum bagaskara*"


“idiih” muka ningrum memerah membacanya sambil mengibas-ngibaskan tangannya karena merasa panas


"huuuh"ningrum menarik nafas dalam-dalam untuk mengontrol debaran jantungnya setelah perbuatan-perbuatan kecil yang sering di perbuat rafasya untuk membuat dirinya nyaman dan bahagia


“ningrum” rafasya berjalan sambil menunduk membawa banyak  bingkisan “nih kakak bawakan makan siang untukmu" ucap rafasya menenteng bingkisan makanan ke dalam ruangannya


Mendengar suara rafasya ningrum, buru-buru mengeluarkan file yang ia buka dan mengganti dengan hal lain agar rafasya tak curiga


Rafasya mendongak menatap ningrum  “kamu ngapain?” tanya rafasya gugup melihat ningrum membuka laptopnya


“Cuma liat video oppa chen” balas ningrum terkekeh


Rafasya bergegas menghampiri ningrum mengambil laptopnya “jangan asal buka laptop kakak ya rum” pinta rafasya melihat benar ningrum membuka YouTube untuk melihat video CHEN EXO yang sedang bernyanyi

__ADS_1


ningrum terkekeh “Cuma ada foto kita berdua doang kan di situ, jadi buat apa kakak takut?” tanya ningrum menunjuk foto dirinya sebagai wallpaper


rafasya menggaruk tengkuknya yang tak gatal “bukannya gitu rum” rafasya bingung akan berkata apa


ningrum tersenyum melihat kebingungan rafasya “sudah, makan yuk kak” ajak ningrum menarik rafasya menuju sofa


Ningrum membuka kotak makan untuk dirinya dan tak lupa juga membukakan kotak makan untuk  rafasya


“minggu depan kita ospek bareng apa sendiri-sendiri sih kak?” tanya ningrum di sela makannya


“kakak gak tahu, tapi jadwal kita sama kok” balas rafasya


“jadwal” gumam ningrum tersenyum mengingat apa yang barusan ia baca


Rafasya melihat ningrum yang senyum-senyum sendiri menarik sebelah alisnya  bingung “kamu kenapa sih rum,


ketawa-ketawa gak jelas gitu? ” tanya rafasya


“gak kak, Cuma lucu aja sama yang ningrum liat barusan” balas ningrum


Rafasya mengangkat sebelah alisnya “ maksudnya?” tanya rafasya


“lihat oppa tadi lucu” balas ningrum mengalihkan pembicaraan


Rafasya mengusap rambut ningrum “ada-ada saja kamu rum” gumam rafasya


“nanti pulang kantor kita ke supermarket dulu ya , belanja bulanan rumahmu, tadi kakak


liat kulkas mulai kosong, sama bibi bilang, banyak barang yang mau habis” ucap rafasya


“ih kak! ningrum gak pernah belanja, gak ngerti” balas ningrum


rafasya mengusap rambut ningrum “kan ada kakak” balas rafasya


Ningrum bergelanyut manja di lengan rafasya “makasih ya kak” ucap ningrum


ada rasa bahagia saat ningrum mau dekat dengannya seperti yang biasa ningrum lakukan “iya” balas rafasya tersenyum manis pada ningrum

__ADS_1


__ADS_2