
"haaaaaaaaaa!" teriak lilia melempari barang yang ada di dekatnya "aku membencimu sangat-sangat membencimu" gumam lilia jatuh terduduk di lantai "hiks hiks hiks" tangis pilu lilia yang berada di dalam kamar seorang diri
semua orang saling tukar pandang, bingung harus berbuat apa
ayah hardy mendekat ke arah kamar lilia
"tok tok tok" ayah hardy mengetuk pintu kamar lilia pelan
lilia masih menangis sesenggukan mengabaikan ayahnya
"ingat janjimu lilia, ayah tunggu 30 menit lagi di bawah" ucap ayah hardy meninggalkan kamar lilia yang berada di lantai dua dan menuju ruang tamu yang sudah ada sekelompok orang di sana
ruang tamu rumah lilia di hias dengan indah walaupun sederhana. hiasan di dominasi bunga berwarna putih dan dekorasi berwarna biru laut kesukaan lilia
tak lama berselang lilia turun dengan balutan gaun kebaya putih berekor panjang yang nampak pas di tubuh lilia. lilia memakai riasan tipis dengan rambut ikal yang tergerai panjang menampakan kecantikan alami lilia. lilia berjalan perlahan seorang diri menyusuri tangga menuju tempat berlangsungnya acara yang akan di laksanakan lilia
"itu lilia yah" ucap mama lilia segera menghampiri putrinya dan menggandeng menuju tempat yang sudah disediakan untuk lilia
lilia duduk dengan tatapan kosong di samping bagaskara
ayah hardy menghela nafas melihat putri satu-satunya itu "bisa kita mulai? " tanya ayah hardy pada bagaskara dan lilia
mama lilia memakaikan kerudung putih pada lilia dan bagaskara
bagaskara menatap lilia dengan tatapan sendu
"tunggu dulu" bagaskara melepaskan kerudung yang membalut kepalanya dan lilia
__ADS_1
"tatap aku lilia" bagaskara merengkuh kedua lengan lilia untuk menatapnya
lilia perlahan menatap manik mata bagaskara "apa kau yakin mau menikah denganku? " tanya bagaskara
lilia tersenyum simpul menatap bagaskara
"apa aku punya pilihan? " balas lilia dengan mata berkaca-kaca
"tentu saja, kau yang menikah jadi kau yang paling berhak memutuskan, walaupun kau minta berhenti pasti akan aku lakukan. aku berjanji padamu tetap akan bertanggung jawab untukmu dan anakmu" ucap bagaskara dengan mata berkaca-kaca
lilia memejamkan matanya, membuat air mata lilia jatuh dengan bebas "terserah padamu saja. menikah atau tidak menikah. terserah" balas lilia
"lilia... " gumam bagaskara lirih
bagaskara menghela nafas panjang menatap ayah hardy "baiklah kita akan menikah om. dan bisa kita mulai sekarang" ucap bagaskara mantap pada ayah hardy
"saya Terima nikahnya lilia kennedy dengan maskawin tersebut di bayar tunai" jawab bagaskara
"sah! " teriak orang yang menghadiri pernikahan lilia dan bagaskara
lilia memejamkan matanya "sekarang kita benar berakhir hafizhan dan tak ada jalan kembali lagi" batin lilia
semua orang melantunkan doa atas pernikahan lilia dan bagaskara
lilia mencium tangan bagaskara. saat bagaskara ingin mencium kening lilia. lilia menghindar "maafkan aku" ucap lilia
bahaskara memaksakan senyumnya " kita tiadakan saja proses ini" ucap bagaskara
__ADS_1
lilia menatap manik mata bagaskara " maaf ka, mungkin aku tak bisa memberikan apa yang kau inginkan tapi aku bisa memberikan satu janji untukmu" ucap lilia
bagaskara menautkan alisnya tak paham ucapan lilia
"aku lilia kennedy berjanji akan menjadi istrimu bagaskara adhitama di sepanjang hidupku. aku tak akan pernah meminta perpisahan jika kau tak menginginkannya. dan aku tak akan pernah mengatakan kau bukan ayah kandungnya " lilia mengusap perut ratanya " selagi kau tak memintanya " lilia menatap kedua orang tuanya dan bagaskara secara bergantian " dan kalian harus berjanji padaku, apapun yang terjadi jangan pernah memberitahukannya tentang alasan aku menikah hari ini" pinta lilia yang di angguki para orang tua
bagaskara meneteskan cairan bening dari sudut matanya menatap lilia yang sedang mengucapkan janji untuknyqn
"apa aku harus bahagia? atau harus sedih dengan pernikahan kita? hatiku sakit sekali melihatmu terluka" batin bagaskara menatap lilia yang berada di hadapannya
setelah acara pernikahan selesai, lilia dan bagaskara langsung menuju rumah baru yang di sediakan ayah lilia
"ayo masuk lilia" ajak bagaskara membawa lilia masuk menuju kamarnya yang berada dekat dengan ruang tamu di lantai 1
"kau istirahat ya" ucap bagaskara berniat keluar dari kamar
"kakak mau kemana? " tanya lilia
"aku akan menuju kamar tamu" balas bagaskara
"ini kamar kita jadi tak perlu pindah" pinta lilia
" aku akan berusaha semampuku jadi istrimu kak, walaupun mungkin hati dan tubuhku belum" ucap lilia bergegas tidur dan menarik selimutnya
bagaskara menatap lilia yang tertidur di hadapannya. bagaskara mendekat merapihkan selimut lilia "selamat malam istriku" ucap bagaskara menyusul lilia tidur
setelah bagaskara tertidur lilia membuka matanya "maaf kak, kau benar-benar orang baik.nasib buruk mu adalah mencintaiku" batin lilia
__ADS_1