Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Menikah


__ADS_3

 ningrum beranjak dari duduknya, mengusap air matanya memakasa lengan kakeknya melepas tangan rafasya “aku akan menikah dengan kak rafasya jadi gak ada alasan kakek untuk membawanya” ucap ningrum menatap tajam kakek sakti


Semua orang tertawa simpul mendengar pernyataan ningrum yang tak di sadari ningrum ataupun rafasya


 rafasya mengguncang lengan ningrum “kakak gak papa rum, jadi jangan memaksakan diri” ucap rafasya memperingati


Ningrum tersenyum menatap rafasya “ ningrum yakin dengan keputusan ningrum untuk menikah dengan kakak. ningrum lebih gak bisa melihat kakak di penjara” balas ningrum


***


Ningrum duduk di depan meja riasnya dengan memakain gaun kebaya putih, yang di beli secara kilat oleh mama Karin untuk ningrum


mama karin menatap ningrum dari balik cermin “kamu cantik banget rum”ucap mama Karin yang menemani ningrum di rias


ningrum tersenyum “mama sama ayah kapan sampai tan?” tanya ningrum


“Paling bentar lagi” balas mama Karin melirik ponselnya


Setelah keputusan ningrum menikah, kakek sakti di bantu dengan para sahabat mama kaila menyiapkan acara nikahan dadakan. Bagaimana tidak? Dalam satu hari semua di siapkan, tapi berkat kemampuan orang-orang yang cukup mumpuni dan keluarga virza yang cukup dikenal, semua bisa di atur dengan baik dan cepat


 mama kaila berdiri di depan pintu kamar ningrum dengan mata berkaca-kaca “ningrum”sapa mama kaila memeluk putrinya


ningrum kembali menangis melihat mamanya “mama” balas ningrum memeluk mamanya


Mama kaila melonggarkan pelukannya “jangan nangis sayang nanti make up nya luntur” ucap mama kaila menghapus air mata ningrum


“ayah mana?” tanya ningrum karena tak mendapati ayahnya  masuk kamarnya


“ayah di depan, bicara sama pak penghulu dan rafasya” balas mama kaila


ayah virza yang baru sampai di rumah menatap tajam ke arah rafasya. rafasya hanya menunduk tak saggup untuk menatap calon ayah mertuanya itu


"kamu cinta sama anak om?" tanya virza


rafasya memutar bola matanya , mendongak menatap ayah virza "tentu saja rafasya cinta sama ningrum om" balas rafasya dengan suara lantang


"bagus, itu sudah cukup" balas ayah virza


"om gak salah ngomong gitu?" tanya rafasya tak percaya dengan jawaban ayah virza


"terus om, harus ngomong apa? harus marah gitu?" tanya ayah virza


"iya, kan rafasya tidur sekamar sama ningrum" balas rafasya


"om emang kesal sih, tapi kamu gak ngapa-ngapain anak om kan?" tanya ayah virza


rafasya menggeleng "enggak" balas rafasya


"ya sudah kalau gitu" ucap ayah virza mengajak rafasya duduk di hadapannya


***


 “kamu yakin mau nikah sama rafasya nak?” tanya mama kaila memastikan


Ningrum mengangguk “iya mah” balas ningrum


"kamu gak akan mneyesal kan? kita masih bisa berubah fikiran kok, kita tinggal bawa aja rafasya ke kantor polisi" usul mama kaila


"gak mah, ningrum gak rela kakak di penjara!" teriak ningrum

__ADS_1


***


Para tamu undangan yang terdiri dari keluarga ningrum dan rafasya beserta keluarga, para teman-teman ningrum dan rafasya  pun sudah hadir untuk menyaksikan pernikahan ningrum bersama rafasya


“acara sudah mau di mulai nyonya” ucap salah seorang pelayan menghampiri ningrum di kamarnya


“yuk rum” ajak mama kaila


Ningrum berjalan menuruni tangga dengan di dampingi mama kaila dan mama Karin


Rafasya yang melihat ningrum berjalan menuruni anak tangga menatap takjub kecantikan ningrum setelah di dandani dan memakai gaun kebaya


Ayah virza yang melihatnya pun terkekeh “awas lepas tuh mata karena kebanyakan melotot”ejek ayah virza


Rafasya terkekeh “maaf om” balas rafasya mengalihkan pandangannya


Ningrum duduk di sebelah rafasya


“bisa kita mulai?” tanya ayah virza yang di jawab anggukan kepala oleh rafsya


Ayah virza menjabat tangan rafasya “rafasya revandra ” ayah virza sedikit mengguncangkan genggamannya “saya nikahkan engkau dengan putriku yang bernama ningrum bagaskara dengan maskawin kalung  berlian 10 karat dan uang 10 miliar di bayar tunai” ucap ayah virza memulai ijab qobulnya


“saya terima nikahnya ningrum bagaskara dengan maskawin tersebut di bayar tunai” ucap rafasya lantang


“sah”teriak para undangan yang hadir


Semua orang memanjatkan doa untuk pasangan yang baru menikah


Ningrum dan rafasya mendapat ucapan selamat dari semua orang


“rum“ mama kaila memeluk putri satu-satunya itu  “sekarang sudah ada yang ngurus kamu jadi mama gak perlu repot ngurus kamu lagi” ucap mama kaila terkekeh


ningrum mengerucutkan bibirnya “kok gitu sih mah ngomongnya”rajuk ningrum


“iya sayang, sekarang kamu sudah jadi seorang istri jadi patuh dan berbaktilah pada suamimu” nasehat ayah virza


Mama Karin memeluk ningrum “selamat ya sayang, mama nitip anak mama sama kamu ya” pinta mama Karin


Ningrum mengangguk “iya mah” balas ningrum


“kamu jaga baik-bauk ningrum ya sya” pinta ayah kevin memeluk rafasya


“iya yah” balas rafasya


“berhubung acara pernikahan kalian sudah selesai, kakek dan orang tuamu akan langsung kembali ke korea” ucap kakek hafizhan


“kok gitu?” tanya ningrum


“urusan kami belum selesai di sana sayang” balas mama kaila


“kak zian tinggal kan?” tanya ningrum


“enggak, kakak juga harus balik ke inggris, kerjaan kakak banyak di sana”balas kak zian


"ih tega bener, masa ningrum langsung di tinggal lagi" ucap ningrum


"kan ada suamimu yang bisa nemenin" balas zian


“kalau kalian gak masuk kuliah sebentar lagi, ayah pasti kasih kado honeymoon tapi berhubungan minggu depan kalian sudah masuk kuliah jadi hadiah honeymoonya di pending dulu ya” ucap ayah kevin

__ADS_1


Wajah ningrum memerah menahan malu karena ucapan honeymoon


“ok, karena kita [unya  urusan masing-masing, kita semua pamit. Nikmati malam pertamanya ya” ucap


kakek sakti pamit diikuti semua orang yang mulai pergi meninggalkan ningrum dan rafasya seolah ini tak terjadi apa-apa


“yah pergi semua” gumam ningrum melihat mobil semua orang yang sudah menjauh


Rafasya tersenyum ke arah ningrum “kan masih ada kakak”  balas rafasya tersenyum melihat tingkah ningrum


ningrum membuang pandangannya dari rafasya “tidur yuk kak, capek” ajak ningrum menggandeng tangan rafasya menuju lantai atas


Rafasya melihat tangannya sambil  tersenyum merekah “sekarang kau istriku” batin rafasya menatap tangan ningrum dan dirinya yang bergandengan


“selamat malam” ucap ningrum masuk dalam kamarnya meninggalkan rafasya di depan pintu


Rafasya menahan pintu ningrum “kok di tutup sih rum, nanti kakak tidur di mana?” tanya rafasya


“yah di situ lah” tunjuk ningrum pada kamar yang biasa di tempati rafasya saat menginap


Rafasya


menundukkan kepalanya “padahal sekarang kakak suami kamu, tapi di suruh tidur di ruang tamu “gumam rafasya lirih melangkah pergi dari depan kamar ningrum


“tunggu”ningrum menahan tangan rafasya “ayo masuk”ajak ningrum


Rafasya girang masuk ke dalam kamar ningrum yang sekarang jadi kamarnya juga


Ningrum mulai melepas aksesori yang ada di tubuh dan rambutnya


Merasa badannya yang lengket ningrum berniat mandi dan melepas pakainnya “duh


susah banget sih” gumam ningrum kesulitan melepas seleting bajunya yang berada di bagian belakang


“sini kakak bantu” rafasya menghampiri ningrum membuka seleting itu perlahan


Rafasya menelan salivanya  kasar “glek” terlihat kuliat putih mulus ningrum  terpampang di hadapannya membuat ia berontak ingin menyentuhnya


“udah kak?” tanya ningrum menyadarkan lamunan rafasya


“sudah”balas rafasya berusaha menahan gejolaknya


Ningrum berjalan menuju kamar mandi dengan punggung bagian belakang yang terpampang jelas di hadapan rafasya


Rafasya menghela nafas “tahan sya, jangan kelewatan” ucap rafasya mengepalkan tangannya erat mengingatkan dirinya sendiri


“ah!" teriak ningrum dari balik kamar mandi


Rafasya bergegas menghampiri kamar mandi “ada apa rum?’ tanya rafasya


“ada tikus kak” rengek ningrum melihat tikus masuk kamar mandi miliknya


Rafasya  menangkap tikus tersebut dan melemparkannya ke jendela yang berada di kamar mandi ningrum  “sudah rum” ucap rafasya menatap ke arah ningrum yang sedang berendam di bath up tanpa sehelai benang pun yang menutupinya


“glek” rafasya kesulitan menelan salivanya


‘kakak keluar dulu ya rum” ucap rafasya berniat pergi


“temenin, takut” ucap ningrum menahan celana rafasya agar tak menjauh

__ADS_1


“kamu yakin?” tanya rafasya dengan senyum nakalnya


Ningrum mengangguk “iya, ningrum takut” balas ningrum


__ADS_2