
ningrum beranjak dari duduknya, mengusap air matanya memakasa lengan kakeknya melepas tangan rafasya “aku akan menikah dengan kak rafasya jadi gak ada alasan kakek untuk membawanya” ucap ningrum menatap tajam kakek sakti
Semua orang tertawa simpul mendengar pernyataan ningrum yang tak di sadari ningrum ataupun rafasya
rafasya mengguncang lengan ningrum “kakak gak papa rum, jadi jangan memaksakan diri” ucap rafasya memperingati
Ningrum tersenyum menatap rafasya “ ningrum yakin dengan keputusan ningrum untuk menikah dengan kakak. ningrum lebih gak bisa melihat kakak di penjara” balas ningrum
***
Ningrum duduk di depan meja riasnya dengan memakain gaun kebaya putih, yang di beli secara kilat oleh mama Karin untuk ningrum
mama karin menatap ningrum dari balik cermin “kamu cantik banget rum”ucap mama Karin yang menemani ningrum di rias
ningrum tersenyum “mama sama ayah kapan sampai tan?” tanya ningrum
“Paling bentar lagi” balas mama Karin melirik ponselnya
Setelah keputusan ningrum menikah, kakek sakti di bantu dengan para sahabat mama kaila menyiapkan acara nikahan dadakan. Bagaimana tidak? Dalam satu hari semua di siapkan, tapi berkat kemampuan orang-orang yang cukup mumpuni dan keluarga virza yang cukup dikenal, semua bisa di atur dengan baik dan cepat
mama kaila berdiri di depan pintu kamar ningrum dengan mata berkaca-kaca “ningrum”sapa mama kaila memeluk putrinya
ningrum kembali menangis melihat mamanya “mama” balas ningrum memeluk mamanya
Mama kaila melonggarkan pelukannya “jangan nangis sayang nanti make up nya luntur” ucap mama kaila menghapus air mata ningrum
“ayah mana?” tanya ningrum karena tak mendapati ayahnya masuk kamarnya
“ayah di depan, bicara sama pak penghulu dan rafasya” balas mama kaila
ayah virza yang baru sampai di rumah menatap tajam ke arah rafasya. rafasya hanya menunduk tak saggup untuk menatap calon ayah mertuanya itu
"kamu cinta sama anak om?" tanya virza
rafasya memutar bola matanya , mendongak menatap ayah virza "tentu saja rafasya cinta sama ningrum om" balas rafasya dengan suara lantang
"bagus, itu sudah cukup" balas ayah virza
"om gak salah ngomong gitu?" tanya rafasya tak percaya dengan jawaban ayah virza
"terus om, harus ngomong apa? harus marah gitu?" tanya ayah virza
"iya, kan rafasya tidur sekamar sama ningrum" balas rafasya
"om emang kesal sih, tapi kamu gak ngapa-ngapain anak om kan?" tanya ayah virza
rafasya menggeleng "enggak" balas rafasya
"ya sudah kalau gitu" ucap ayah virza mengajak rafasya duduk di hadapannya
***
“kamu yakin mau nikah sama rafasya nak?” tanya mama kaila memastikan
Ningrum mengangguk “iya mah” balas ningrum
"kamu gak akan mneyesal kan? kita masih bisa berubah fikiran kok, kita tinggal bawa aja rafasya ke kantor polisi" usul mama kaila
"gak mah, ningrum gak rela kakak di penjara!" teriak ningrum
__ADS_1
***
Para tamu undangan yang terdiri dari keluarga ningrum dan rafasya beserta keluarga, para teman-teman ningrum dan rafasya pun sudah hadir untuk menyaksikan pernikahan ningrum bersama rafasya
“acara sudah mau di mulai nyonya” ucap salah seorang pelayan menghampiri ningrum di kamarnya
“yuk rum” ajak mama kaila
Ningrum berjalan menuruni tangga dengan di dampingi mama kaila dan mama Karin
Rafasya yang melihat ningrum berjalan menuruni anak tangga menatap takjub kecantikan ningrum setelah di dandani dan memakai gaun kebaya
Ayah virza yang melihatnya pun terkekeh “awas lepas tuh mata karena kebanyakan melotot”ejek ayah virza
Rafasya terkekeh “maaf om” balas rafasya mengalihkan pandangannya
Ningrum duduk di sebelah rafasya
“bisa kita mulai?” tanya ayah virza yang di jawab anggukan kepala oleh rafsya
Ayah virza menjabat tangan rafasya “rafasya revandra ” ayah virza sedikit mengguncangkan genggamannya “saya nikahkan engkau dengan putriku yang bernama ningrum bagaskara dengan maskawin kalung berlian 10 karat dan uang 10 miliar di bayar tunai” ucap ayah virza memulai ijab qobulnya
“saya terima nikahnya ningrum bagaskara dengan maskawin tersebut di bayar tunai” ucap rafasya lantang
“sah”teriak para undangan yang hadir
Semua orang memanjatkan doa untuk pasangan yang baru menikah
Ningrum dan rafasya mendapat ucapan selamat dari semua orang
“rum“ mama kaila memeluk putri satu-satunya itu “sekarang sudah ada yang ngurus kamu jadi mama gak perlu repot ngurus kamu lagi” ucap mama kaila terkekeh
ningrum mengerucutkan bibirnya “kok gitu sih mah ngomongnya”rajuk ningrum
“iya sayang, sekarang kamu sudah jadi seorang istri jadi patuh dan berbaktilah pada suamimu” nasehat ayah virza
Mama Karin memeluk ningrum “selamat ya sayang, mama nitip anak mama sama kamu ya” pinta mama Karin
Ningrum mengangguk “iya mah” balas ningrum
“kamu jaga baik-bauk ningrum ya sya” pinta ayah kevin memeluk rafasya
“iya yah” balas rafasya
“berhubung acara pernikahan kalian sudah selesai, kakek dan orang tuamu akan langsung kembali ke korea” ucap kakek hafizhan
“kok gitu?” tanya ningrum
“urusan kami belum selesai di sana sayang” balas mama kaila
“kak zian tinggal kan?” tanya ningrum
“enggak, kakak juga harus balik ke inggris, kerjaan kakak banyak di sana”balas kak zian
"ih tega bener, masa ningrum langsung di tinggal lagi" ucap ningrum
"kan ada suamimu yang bisa nemenin" balas zian
“kalau kalian gak masuk kuliah sebentar lagi, ayah pasti kasih kado honeymoon tapi berhubungan minggu depan kalian sudah masuk kuliah jadi hadiah honeymoonya di pending dulu ya” ucap ayah kevin
__ADS_1
Wajah ningrum memerah menahan malu karena ucapan honeymoon
“ok, karena kita [unya urusan masing-masing, kita semua pamit. Nikmati malam pertamanya ya” ucap
kakek sakti pamit diikuti semua orang yang mulai pergi meninggalkan ningrum dan rafasya seolah ini tak terjadi apa-apa
“yah pergi semua” gumam ningrum melihat mobil semua orang yang sudah menjauh
Rafasya tersenyum ke arah ningrum “kan masih ada kakak” balas rafasya tersenyum melihat tingkah ningrum
ningrum membuang pandangannya dari rafasya “tidur yuk kak, capek” ajak ningrum menggandeng tangan rafasya menuju lantai atas
Rafasya melihat tangannya sambil tersenyum merekah “sekarang kau istriku” batin rafasya menatap tangan ningrum dan dirinya yang bergandengan
“selamat malam” ucap ningrum masuk dalam kamarnya meninggalkan rafasya di depan pintu
Rafasya menahan pintu ningrum “kok di tutup sih rum, nanti kakak tidur di mana?” tanya rafasya
“yah di situ lah” tunjuk ningrum pada kamar yang biasa di tempati rafasya saat menginap
Rafasya
menundukkan kepalanya “padahal sekarang kakak suami kamu, tapi di suruh tidur di ruang tamu “gumam rafasya lirih melangkah pergi dari depan kamar ningrum
“tunggu”ningrum menahan tangan rafasya “ayo masuk”ajak ningrum
Rafasya girang masuk ke dalam kamar ningrum yang sekarang jadi kamarnya juga
Ningrum mulai melepas aksesori yang ada di tubuh dan rambutnya
Merasa badannya yang lengket ningrum berniat mandi dan melepas pakainnya “duh
susah banget sih” gumam ningrum kesulitan melepas seleting bajunya yang berada di bagian belakang
“sini kakak bantu” rafasya menghampiri ningrum membuka seleting itu perlahan
Rafasya menelan salivanya kasar “glek” terlihat kuliat putih mulus ningrum terpampang di hadapannya membuat ia berontak ingin menyentuhnya
“udah kak?” tanya ningrum menyadarkan lamunan rafasya
“sudah”balas rafasya berusaha menahan gejolaknya
Ningrum berjalan menuju kamar mandi dengan punggung bagian belakang yang terpampang jelas di hadapan rafasya
Rafasya menghela nafas “tahan sya, jangan kelewatan” ucap rafasya mengepalkan tangannya erat mengingatkan dirinya sendiri
“ah!" teriak ningrum dari balik kamar mandi
Rafasya bergegas menghampiri kamar mandi “ada apa rum?’ tanya rafasya
“ada tikus kak” rengek ningrum melihat tikus masuk kamar mandi miliknya
Rafasya menangkap tikus tersebut dan melemparkannya ke jendela yang berada di kamar mandi ningrum “sudah rum” ucap rafasya menatap ke arah ningrum yang sedang berendam di bath up tanpa sehelai benang pun yang menutupinya
“glek” rafasya kesulitan menelan salivanya
‘kakak keluar dulu ya rum” ucap rafasya berniat pergi
“temenin, takut” ucap ningrum menahan celana rafasya agar tak menjauh
__ADS_1
“kamu yakin?” tanya rafasya dengan senyum nakalnya
Ningrum mengangguk “iya, ningrum takut” balas ningrum