
zian menghabiskan waktu akhir pekan dengan mengawasi ke 5 anak dengan hembusan nafas kasar berkali-kali
"huuuuuuuh" zian menghela nafas kasar
"apaan sih om, dari tadi gitu terus" protesĀ Arthur mengerutkan keningnya
"ya gimana om gak kesel, semua orang sibuk pacaran, om di kasih kalian buat jaga" zian melirik rebecca dengan ekor matanya "dan lihat tuh mamanya rayanza juga lagi pacaran sama makhluk-makhluk id sana" tambah zian
arthur ikut melihat arah pandangan zian "ya ampun im zian cemburu sama tanaman-tanaman yang gak bisa gerak bebas itu?" tanya arthur tak percaya
"bukan itu masalahnya arthur, orang tua kalin menghabiskan waktu quality time dengan pasangan mereka semua di akhir pekan tapi kenapa om zian sama istri om zian gak gitu" balas zian
"kalau om zian pengen pacaran sama tante rebecca ya sudah sana pergi saja, arthur akan jaga saudara-saudara arthur dengan baik" balas arthur
zian melirik arthur dari atas ke bawa. memindai keponakannya yang baru berusia 5 tahun "kamu tuh masih 5 tahun arthur, bagaimana kau bisa menjaga saudaramu yang lain, apalagi sih cantika adikmu yang masih berusia 2 tahun" balas zian tak percaya
arthur tepok jidat "kalau untuk mengurus 4 saudaraku, mana mungkin aku bisa om tapi kan om bisa meminta pelayan untuk menjaga kami sedangkan arthur hanya mengawasi cara kerja mereka menjaga saudara-saudaraku " balas arthur
zian memperbesar pupil matanya, tersenyum lebar "kenapa tak terpikirkan olehku ya" balas zian mengedipkan matanya mulai traveling sembari melirik istri cantiknya
__ADS_1
zian bangun berniat menghampiri istrinya "ayah" panggil rayanza putri kecilnya yang sedang bermain dengan cantika di taman dekat dengan si kembar
zian menoleh ke arah putri cantiknya "iya, putri ayah"balas zian
"minta gendong" pinta rayanza menadahkan tangannya
zian menghela nafas "rayanza kalau minta gendong, nanti ayah harus gendong ke 4 saudaramu yang lain karena mereka yang sangat irian" balas zian melirik ben, bianca dan cantika yang sudah menatap zian penuh harap
"ah rayanza gak mau tahu, minta gendong pokoknya" pinta rayanza merajuk
akhirnya zian mengalah menggendong rayanza di sebelah kanan, dan cantika di tangan sebelah kiri sedangkan binca berada di punggun zian "kenapa jadi haru gendong 3 gadis seperti ini" keluh zian
"harusnya kalian bantu om, jaga adik-adik kalian"pinta zian
"tapi kan mereka yang minta om jaga mereka, bukan kita" balas arthur
dan memang benar kalau bianca, rayanza dan cantika lah yang selalu meminta untuk di jaga zian ketimbang di jaga aditya ataupun ningrum karena bagi mereka bermain dengan zian lebih menyenangkan karena walaupun zian banyak aturan tapi zian selalu memberikan pilihan lain yang menurut ke 5 anak kecil itu menyenangkan tidak seperti bersama aditya yang terkesan kaku sedang jika bersama ningrum akan berakhir latihan bela diri
ben dan bianca sudah tertidur di atas alas di taman, sedangkan rayanza sudah berkali mengucek, ngucek matanya karena mengantuk " sudah tidur saja sayang" ucap zian mengusap punggung rayanza yang ada dalam pangkuannya untuk tertidur
__ADS_1
"cantika juga tidur?" Tanya zian melirik arthur yang sedang mengelus kepala cantika adiknya yang tidur dengan menjadikan paha arthur sebagai bantalan
"iya om" balas arthur
"biarkan adikmu pulas dulu, nanti om akan sruh pelayan gendong mereka semua dan kamu juga bisa tidur siang" balas zian
"iya om" balas arthur yang juga sudah mulai menguap sedari tadi
***
zian menyelimuti tubuh anak-anak di kamar khusus tempat mereka berkumpul untuk tidur siang ataupun bermain
"sudah tidur semua?" tanya rebecca dengan suara lirih ke arah suaminya agar tak mengganggu tidur anak-anak
zian menoleh "iya sayang" zian menghampiri rebecca dan melingkarkan tangannya di pinggang istri cantiknya itu
"mereka sudah tidur, sekarang iliran ngurus istri, ayo mandi, suamimu yang tampan ini akan memandikanmu" ucap zian membawa tubuh rebecca ke arah kamar mereka
"rebecca bisa mandi sendiri kok sayang, gak harus di bantu" balas rebecca dengan wajah polosnya
__ADS_1
zian hanya tersenyum gemas pada istrinya itu "aku tahu kamu bisa sayang, tapi tetap saja, aku harus bantu kamu mandi" ucap zian dengan senyum smirk"