
Rafasya tersenyum “gak papa kok tan, besok juga rafasya libur jadi gak maslah kalau hari ini rafasya nemenin ningrum di acara kelulusannya” balas rafasya
“dapat libur berapa hari sama ayahmu?” tanya ayah virza
“2 hari om” balas rafasya
ayah virza mengangguk “oh ya, bonusmu sudah diberikan ayahmu belum?” tanya ayah virza
Rafasya mengangguk “sudah om” balas rafasya
Ningrum berjalan menuruni tangga dengan semangat “mamah, cantik tidak?” tanya ningrum memamerkan baju barunya
“cantik” balas mama kaila menganggukan kepala
Ningrum melirik sekeliling “lah mana kak aditya?” tanya ningrum
“kakakmu sudah pergi” balas ayah virza
“lah terus, ningrum siapa yang antar?” tanya ningrum mengerucutkan bibirnya
Rafasya tersenyum mencubit pipi ningrum gemas “kan ada kakak” balas rafasya
“emang kakak gak sibuk kerja?” tanya ningrum
“enggak, kemarin kan kakak dari urusan bisnis di jerman, jadi kakak dapat libur dari ayah ” balas
rafasya
“asyik” ningrum berteriak girang, menggandeng tangan rafasaya
Mama kaila melihat kepergian anak gadisnya “andai mereka beneran bersama, kita bisa tenang ngelepas anak perempuan kita ya mas” ucap mama kaila
Ayah virza merangkul pundak mama kaila “ kita doakan saja”
Rafasya membukakan pintumobilnya untuk ningrum “ terima kasih” ningrum masuk dalam mobil
rafasya
Rafasya melajukan mobilnya membelah jalanan menuju sekolah ningrum
“kakak kapan pulang dari jerman?” tanya ningrum
“barusan” balas rafasya datar
ningrum menatap tak percaya pada rafasya “emang kakak gak capek?” tanya ningrum
rafasya tersenyum“capek sih, tapi kan sudah janji kasih kamu kado kelulusan untukmu . Jadi sepulang kakak
dari bandara langsung ambil baju mu dan mengantarkan ke rumah untuk kau pakai” balas rafasya
“ih so sweet banget kakakku ini, tambah sayang deh ningrum” ningrum bergelanyut manja di lengan rafasya
“untukmu apa sih yang enggak” balas rafasya mencubit pipi ningrum
“aku kangen kakak tau, semenjak kakak ngurus perusahaan, kakak selalu sibuk jarang nemenin ningrum. Mana kakak seringnya ke luar negeri lagi” ucap ningrum
“kakak juga kangen kamu” balas rafasya " selalu" batin rafasya
“ningrum sudah daftar ke kampus nusa bangsa loh kak. kakak jadi lanjut S2 kakak kan?”
tanya ningrum
__ADS_1
Rafasya mengangguk “iya” balas rafasya
Berkendara 20 menit, mereka sampai di sekolah aira “ sudah sampai ya kak” ningrum berniat
membuka pintu
Rafasya menahan tangan ningrum “ tunggu dulu di sini” ningrum menatap heran rafasya
rafasya turun lebih dulu mengambil sebuah kotak di jok bagian belakang lalu berbegas membuka pintu mobil
tempat ningrum duduk
“apaan sih kak?” tanya ningrum
Rafasya berjongkok di hadapan ningrum “di jerman kakak belikan ini untukmu, dan sepertinya ini cocok kamu pakai” rafasya memasangkan sepatu hells berwarna putih dan menyimpan sepatu sebelumnya dalam kotak
“ayok” rafasya menggandeng tangan ningrum masuk ke dalam gedung sekolah
Ningrum menatap rafasya dengan tatapan yang sulit di artikan
“ningrum” sapa Miranda pada sahabatnya itu
Ningrum tersadar dari lamunannya “eh, Miranda” balas ningrum
“asyik nih, di temenin cogan” ucap Miranda menyenggol lengan ningrum
Ningrum tersenyum kaku” iya”
“yuk rum masuk ke dalam” ajak Miranda
Ningrum menahan tangan Miranda “aku kan sama kak rafasya, masa aku tinggal” ucap
ningrum
genggaman tangan rafasya lalu menggeser rafasya mendekat kea rah kakaknya dimas
“maafin adikku ya sya, dia emang suka nyeleneh” ucap dimas
“gak masalah, mungkin dia mau menghabiskan waktu bersama ningrum, kan adikmu
berangkat ke inggris lusa” balas rafasya yang tahu miranda berancana kuliah di inggris satu kampus dengan aditya
dimas mengangguk “iya, bakalan sepi rumah, gak ada biang huru-hara lagi” balas dimas terkekeh
“tapi seneng kan kamu, gak ada yang minta jemput sana sini” balas rafasya menyenggol
lengan dimas
“iya dong. kalau kamu lah suruh anter jemput ningrum seneng betul” ucap dimas
“iya, senang banget” balas rafasya menatap ningrum yang sedang bercengkrama dengan para sahabatnya
“kamu gak pernah bilang ke ningrum kalau kamu suka dia?” tanya dimas ikut memandangi
ningrum dan Miranda yang bercanda dengan para sahabatnya
Rafasya
mengangkat sebelah alisnya menatap dimas “maksudmu?” tanya rafasya
“kamu suka kan sama ningrum?” tanya dimas
__ADS_1
Rafasya menghela nafas “kamu tahu ya?” tanya rafasya kembali menatap ningrum
" Semua orang juga tahu kali, keliatan banget kamu suka sama ningrum, palingan ningrum doang yang gak tahu, sama adikku yang bodoh itu” balas dimas
“aku juga gak tahu apakah aku akan mengatakannya atau tidak, aku takut kalau dia menjaga jarak denganku saat aku mengatakannya” ucap rafasya
dimas membenarkan posisinya menatap rafasya “emang sejak kapan sih kamu suka dia?” tanya dimas penasaran
“sejak dia lahir” balas rafasya datar
“plak” dimas memukul punggung rafasya cukup keras “ gila kamu ya! Masa suka orang dari dia lahir” balas dimas tak menyangka pernyataan rafasya
“tapi beneran tau dim, sejak dia lahir aku tak pernah menyukai wanita lain selain dia” balas rafasya
dimas menyipitkan matanya menatap rafasya “apa kamu yakin itu beneran suka antara perempuan dan laki-laki bukan karena kamu yang sayang adikmu melebihi apapun, secara kamu kan anak tunggal” balas dimas
Rafasya tampak berpikir “entahlah, aku belum pernah benar-benar memikirkannya. Yang aku tahu sekarang kalau aku selalu ingin dekat dengannya dan menjaganya” balasrafasya
Dimas menggelengkan kepalanya “ udah beneran gila kamu sya” kekeh dimas
Acara kelulusan ningrum pun di mulai dengan meriah, di isi dengan banyak permainan
yang telah di siapkan panitia.
Setelah menjalani serentetan acara, kini tiba di acara penghujung
“selamat malam semua” seru pembawa acara di atas podium
Perhatian semua orang tertuju pada pembawa acara tersebut
“akhirnya kita tiba di penghujung acara. Acara penutup kita adalah dansa. Silahkan bagi yang ingin ikut
berpartisipasi ajak seseorang yang cukup berarti untuk kalian untuk menari mengikuti lantunan music ” ucap pembawa acara
Lampu utama mulai di padamkan dan lampu sorot dinyalakan. Terdengar lantunan music klasik di penjuru ruangan
Ningrum mengedarkan pandangannya “mau berdansa denganku?” rafsya menengadahkan
tangannya ke arah ningrum
Ningrum mengedarkan pandangannya ke sekeliling “apaan sih kak” ucap lirih ningrum
Rafasya tersenyum sambil melirik tangannya. Dengan terpaksa ningrum menyambut tangan
rafsaya dan di hadiahi tepuk tangan oleh para sahabat ningrum
Rafasya menarik tangan kiri ningrum untuk di letakkan di pundaknya, tangan kiri rafasya melilit di pinggang ningrum, sedangkan tangan kanannya memegang tangan kanan
ningrum
Lantunan musik pelan bergema “kakak kenapa ajak ningrum dansa sih?” tanya ningrum
“meramaikan acara”balas rafasya datar memutar tubuh ningrum dan kembali melilitkan
tangannya di pinggang ningrum
“tapi kita jadi tontonan kak” balas ningrum mencoba mengedarkan kembali pandangannya, tapi dengan cepat di tahan rafasya dengan tangan kanannya
“cukup lihat kakak saja” ucap rafasya
Mereka pun berdansa dengan saling bertatapan mata sampai lagu selesai di putar. Rafasya melemparkan senyumannya ke arah ningrum sedangkan ningrum menatap
__ADS_1
rafasya dengan kebingungan