Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
Dansa Bersama (season 2)


__ADS_3

Rafasya tersenyum “gak papa kok tan, besok juga rafasya libur jadi gak maslah kalau hari ini rafasya nemenin ningrum di acara kelulusannya” balas rafasya


“dapat libur berapa hari sama ayahmu?” tanya ayah virza


“2 hari om” balas rafasya


ayah virza mengangguk “oh ya, bonusmu sudah diberikan ayahmu belum?” tanya ayah virza


Rafasya mengangguk “sudah om” balas rafasya


Ningrum berjalan menuruni tangga dengan semangat  “mamah, cantik tidak?” tanya ningrum memamerkan baju barunya


“cantik” balas mama kaila menganggukan kepala


Ningrum melirik sekeliling “lah mana kak aditya?” tanya ningrum


“kakakmu sudah pergi” balas ayah virza


“lah terus, ningrum siapa yang antar?” tanya ningrum mengerucutkan bibirnya


Rafasya tersenyum mencubit pipi ningrum gemas “kan  ada kakak” balas rafasya


“emang kakak gak sibuk kerja?” tanya ningrum


“enggak, kemarin kan kakak dari urusan bisnis di jerman, jadi kakak dapat libur dari ayah ” balas


rafasya


“asyik” ningrum berteriak girang, menggandeng tangan rafasaya


Mama kaila melihat kepergian anak gadisnya “andai mereka beneran bersama, kita bisa tenang ngelepas anak  perempuan kita ya mas” ucap mama kaila


Ayah virza merangkul pundak mama kaila “ kita doakan saja”


Rafasya membukakan pintumobilnya  untuk ningrum “ terima kasih” ningrum masuk dalam mobil


rafasya


Rafasya melajukan mobilnya membelah jalanan menuju sekolah ningrum


“kakak kapan pulang dari jerman?” tanya ningrum


“barusan” balas rafasya datar


ningrum menatap tak percaya pada rafasya “emang kakak gak capek?” tanya ningrum


rafasya tersenyum“capek sih, tapi kan sudah janji kasih kamu kado kelulusan untukmu . Jadi sepulang kakak


dari bandara langsung ambil baju mu dan mengantarkan ke rumah untuk kau pakai” balas rafasya


“ih so sweet banget kakakku ini, tambah sayang deh ningrum” ningrum bergelanyut manja di lengan rafasya


“untukmu apa sih yang enggak” balas rafasya mencubit pipi ningrum


“aku kangen kakak tau, semenjak kakak ngurus perusahaan, kakak selalu sibuk jarang nemenin ningrum. Mana kakak seringnya ke luar negeri lagi” ucap ningrum


“kakak juga kangen kamu” balas rafasya " selalu" batin rafasya


“ningrum sudah daftar ke kampus nusa bangsa loh kak.  kakak jadi lanjut S2 kakak kan?”


tanya ningrum

__ADS_1


Rafasya mengangguk “iya” balas rafasya


Berkendara 20 menit, mereka sampai di sekolah aira “ sudah sampai ya kak” ningrum berniat


membuka pintu


Rafasya menahan tangan ningrum “ tunggu dulu di sini” ningrum menatap heran rafasya


rafasya turun lebih dulu mengambil sebuah kotak di jok bagian belakang lalu berbegas membuka pintu mobil


tempat ningrum duduk


“apaan sih kak?” tanya ningrum


Rafasya berjongkok di hadapan ningrum “di jerman kakak belikan ini untukmu, dan sepertinya ini cocok kamu pakai” rafasya memasangkan sepatu hells berwarna putih dan menyimpan sepatu sebelumnya dalam kotak


“ayok” rafasya menggandeng tangan ningrum masuk ke dalam gedung sekolah


Ningrum menatap rafasya dengan tatapan yang sulit di artikan


“ningrum” sapa Miranda pada sahabatnya itu


Ningrum tersadar dari lamunannya “eh, Miranda” balas ningrum


“asyik nih, di temenin cogan” ucap Miranda menyenggol lengan ningrum


Ningrum tersenyum kaku” iya”


“yuk rum masuk ke dalam” ajak Miranda


Ningrum menahan tangan Miranda “aku kan sama kak rafasya, masa aku tinggal” ucap


ningrum


genggaman tangan rafasya lalu menggeser rafasya mendekat kea rah kakaknya dimas


“maafin adikku ya sya, dia emang suka nyeleneh” ucap dimas


“gak masalah, mungkin dia mau menghabiskan waktu bersama ningrum, kan adikmu


berangkat ke inggris lusa” balas rafasya yang tahu miranda berancana kuliah di inggris satu kampus dengan aditya


dimas mengangguk “iya, bakalan sepi rumah, gak ada biang huru-hara lagi” balas dimas terkekeh


“tapi seneng kan kamu, gak ada yang minta jemput sana sini” balas rafasya menyenggol


lengan dimas


“iya dong.  kalau kamu lah suruh anter jemput ningrum seneng betul” ucap dimas


“iya, senang banget” balas rafasya menatap ningrum yang sedang bercengkrama dengan para sahabatnya


“kamu gak pernah bilang ke ningrum kalau kamu suka dia?” tanya dimas ikut memandangi


ningrum dan Miranda yang bercanda dengan para sahabatnya


Rafasya


mengangkat sebelah alisnya menatap dimas “maksudmu?” tanya rafasya


“kamu suka kan sama ningrum?” tanya dimas

__ADS_1


Rafasya menghela nafas “kamu tahu ya?” tanya rafasya kembali menatap ningrum


" Semua orang juga tahu kali, keliatan banget kamu suka sama ningrum, palingan ningrum doang yang gak tahu, sama adikku yang bodoh itu” balas dimas


“aku juga gak tahu apakah aku akan mengatakannya atau tidak, aku takut kalau dia menjaga jarak denganku saat aku mengatakannya” ucap rafasya


dimas membenarkan posisinya menatap rafasya “emang sejak kapan sih kamu suka dia?” tanya dimas penasaran


“sejak dia lahir” balas rafasya datar


“plak” dimas memukul punggung rafasya cukup keras “ gila kamu ya! Masa suka orang dari dia lahir” balas dimas tak menyangka pernyataan rafasya


“tapi beneran tau dim, sejak dia lahir aku tak pernah menyukai wanita lain selain dia” balas rafasya


dimas menyipitkan matanya menatap rafasya “apa kamu yakin itu beneran suka antara perempuan dan laki-laki bukan karena kamu yang sayang adikmu melebihi apapun, secara kamu kan anak tunggal” balas dimas


Rafasya tampak berpikir “entahlah, aku belum pernah benar-benar memikirkannya. Yang aku tahu sekarang kalau aku selalu ingin dekat dengannya dan menjaganya” balasrafasya


Dimas menggelengkan kepalanya “ udah beneran gila kamu sya” kekeh dimas


Acara kelulusan ningrum pun di mulai dengan meriah, di isi dengan banyak permainan


yang telah di siapkan panitia.


Setelah menjalani serentetan acara, kini  tiba di acara penghujung


“selamat malam semua” seru pembawa acara di atas podium


Perhatian semua orang tertuju pada pembawa acara tersebut


“akhirnya kita tiba di penghujung acara. Acara penutup kita adalah dansa. Silahkan bagi yang ingin ikut


berpartisipasi ajak seseorang yang cukup berarti untuk kalian untuk menari mengikuti lantunan music ” ucap pembawa acara


Lampu utama mulai di padamkan dan lampu sorot dinyalakan. Terdengar lantunan music klasik di penjuru ruangan


Ningrum mengedarkan pandangannya “mau berdansa denganku?” rafsya menengadahkan


tangannya ke arah ningrum


Ningrum mengedarkan pandangannya ke sekeliling “apaan sih kak” ucap lirih ningrum


Rafasya tersenyum sambil melirik tangannya. Dengan terpaksa ningrum menyambut tangan


rafsaya dan di hadiahi tepuk tangan oleh para sahabat ningrum


Rafasya menarik tangan kiri ningrum untuk di letakkan di pundaknya, tangan kiri rafasya melilit di pinggang ningrum, sedangkan tangan kanannya memegang tangan kanan


ningrum


Lantunan musik pelan bergema “kakak kenapa ajak ningrum dansa sih?” tanya ningrum


“meramaikan acara”balas rafasya datar memutar tubuh ningrum dan kembali melilitkan


tangannya di pinggang ningrum


“tapi kita jadi tontonan kak” balas ningrum mencoba mengedarkan kembali pandangannya, tapi dengan cepat di tahan rafasya dengan tangan kanannya


“cukup lihat kakak saja” ucap rafasya


Mereka pun berdansa dengan saling bertatapan mata sampai lagu selesai di putar. Rafasya melemparkan senyumannya ke arah ningrum sedangkan ningrum menatap

__ADS_1


rafasya dengan kebingungan


__ADS_2