
“Apa anda masih mencintainya?” tanya kaila
tuan hafizhan tersenyum “tentu saja, dia satu-satunya wanita yang ada dalam hatiku. Dan untuk itu aku tak pernah menikah dengan wanita manapun” balas tuan hafizhan
Kaila menghela nafas panjang " baiklah aku akan membawa mas virza untuk datang ke rumah anda pada acara ulang tahun perusahaan anda nanti ” ucap kaila
“terima kasih” balas tuan hafizhan pamit pergi
Sore harinya kaila menyiapkan makan malam untuk virza suaminya di kediamannya
“sayang” sapa virza memeluk kaila dari belakang
‘iya mas, mas baru pulang? " kaila menyentuh tangan virza dengan lembut
“iya” balas virza
“makan dulu yuk mas” kaila membawa virza duduk di kursi meja makan
“mas mau makan apa?’ tanya kaila
“terserah kau saja" kaila mulai mengambilkan makanan untuk virza dan menyodorkannya pada virza
Mereka pun makan dalam diam, hanya suara sendok yang saling bertautan “ mas” panggil kaila setelah menyudahi makannya
‘iya” balas virza menoleh ke arah kaila
“mas dapat undangan minggu depan” ucap kaila menyerahkan undangan ulang tahun perusahaan tuan hafizhan pada virza
"dari siapa?” tanya virza melihat isi undangan yang di berikan kaila
“tuan hafizhan meminta mas datang ke acara ulang tahun perusahaannya minggu depan di
rumahnya” balas kaila
virza menautkan alisnya menatap kaila “kenapa dia kasih undangannya ke kamu? Bukannya mengirim ke perusahaan mas secara langsung? ” tanya virza penasaran
kaila menggelengkan kepalanya " kaila juga gak tahu mas, tiba-tiba saja dia datang ke klinik dan ngasih undangan ini ke kaila” balas kaila tak ingin berbohong pada suaminya
“aneh” gumam virza melirik kaila
“sudah lah mas, lebih baik kita datang ke sana biar tahu apa tujuannya” balas kaila
“baiklah” balas virza ragu
***
“mas” teriak kaila
“iya sayang” virza lari dengan tergopoh-gopoh menghampiri kaila yang sudah ada di halaman samping mobilnya
“lama amat sih mas” keluh kaila
“belum telat kita kai” ucap virza memasuki mobilnya
45 menit perjalanan mereka sampai di kediaman hafizhan adhitama
“yuk mas” ajak kaila menggandeng tangan virza memasuki rumah tuan hafizhan
Mata kaila terbelalak lebar saat memasuki kediaman tuan hafizhan “ buset! Masih di
__ADS_1
situ saja tuh foto, gak peka amat ya tuh orang” batin kaila melihat foto mama virza terpampang jelas di ruang tamu rumah tuan hafizhan
Virza memandang kaila heran “ kok tiba-tiba berhenti kai?” virza melihat arah pandangan kaila
“apa-apaan ini!” teriak virza membuat semua tamu undangan menatap ke arah virza
Tuan hafizhan bergegas menghampiri virza “ kau datang “ sapa tuan hafizhan ramah pada anak dan menantunya itu
“apa maksud foto itu?” tunjuk virza pada foto mamanya yang terpampang besar di ruang tamu dan virza tak suka itu
Tuan hafizhan menunjuk foto yang dimaksud virza “oh itu, itu sudah ada sejak rumah
ini di bangun, dan ayahmu tahu keberadaan foto itu” ucap tuan hafizhan datar
“kau!”
virza berusaha melayangkan pukulannya tapi di cegah kaila “mas semua orang menatap mas, nanti saja kita bahas lagi” kaila menarik tangan virza untuk masuk ke dalam rumah
tuan hafizhan untuk berbaur dengan para tamu undangan
Acara pun segera di mulai “selamat malam semua” sapa tuan hafizhan ke pada para tamu undangan
“malam” balas para undangan
“kali ini saya merayakan ulang tahun perusahaan adhitama group yang ke 57, perusahaan
yang di dirikan ayah saya ketika beliau masih muda” cicit tuan hafizhan
“dan ada satu pemberitahuan penting dari saya" tuan hafizhan mengedarkan pandangannya ke pada para tamu undangan yang hadir di pesta "bahwa saya akan pensiun dari dunia bisnis
dan akan menyerahkan perusahaan saya ke penerus saya” ucap tuan hafizhan dengan senyum lebar
Tuan hafizhan tersenyum “saya memang tak punya anak tapi saya masih punya kerabat dekat” tuan hafizhan menatap virza
“apa-apaan dia menatapku” gumam virza melihat arah tatapan tuan hafizhan
Tuan hafizhan menunjuk virza “aku akan memberikan semua hartaku padamu, keponakanku satu-satunya” ucap tuan hafizhan tersenyum pada virza
Semua orang menatap ke arah virza dan mulai berbisik “keponakan? Bukannya dulu dia
berseteru dengan kakaknya? , ayah virza itu ya” bisik para tamu
“jangan main-main tuan hafizhan adhitama” ucap virza dengan suara lantang
“harusnya kau adalah bagian keluarga adhitama, tapi karena kesalahan masa mudaku membuatmu
dan ayahmu keluar dari keluarga adhitama, dan bahkan membuatmu menyandang nama
belakang bagaskara bukannya adhitama, untuk itu aku meminta maaf padamu” ucap
tuan hafizhan menunduk pada virza
“kau gila!” teriak virza membawa kaila pergi dari rumah tuan hafizhan
Tuan hafizhan hanya tersenyum simpul melihat kepergian virza dan kaila dan kembali melayani para tamu undangannya
***
Virza menatap dengan kesal kaca jendela mobilnya “jangan ngambek terus dong mas” ucap
__ADS_1
kaila dari balik spion karena sibuk sedang konsen menyetir
“gak kesal gimana coba kai? dia main asal ngasih perusahaannya gitu ke mas, bukannya
dulu dia yang ngusir ayah keluar dari keluarga adhitama, terus apa sekarang?” ucap virza
“mungkin dia sudah lelah ngurus perusahaan” ucap kaila
“terus apa hubungannya denganku” tanya virza
“yakan mas, keponakannya. Anak kakaknya satu-satunya” balas kaila
Virza membenarkan posisi duduknya menatap kaila “ tapi yang paling bikin aku kesal ya
kai, ngapain dia majang foto mama aku di sana, segede itu pula” tanya virza
Kaila tergagap “itu, aku gak tau mas” ucap kaila gugup
Virza mengangkat sebelah alisnya melihat respon kaila “ pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku ya kai?” tanya virza
Kaila mengerem mendadak “apa?” tanya kaila gugup menatap suaminya
“ya makanya aku bertanya, apa yang kamu sembunyikan dariku?” tanya virza
Kaila menghela nafas panjang “mama lilia dulu bertunangan dengan tuan hafizhan sebelum
menikah dengan ayahmu. Cerita lebihnya, lebih baik mas tanya sama tuan hafizhan
secara langsung” ucap kaila
“apa?!" Teriak virza karena kaget
“maaf mas, aku baru tahu ini. Tapi lebih baik mas tanyakan langsung padanya” ucap kaila
“pasti kamu tahu kan ceritanya, jadi lebih baik cerita ke mas” pinta virza
“maaf mas, dia pasti akan menjawabnya kalau mas yang tanya” ucap kaila
“kaila!” bentak virza
Kaila yang ketakutan, pun memegang perutnya “ahhh” keluh kaila
Virza panik “kamu kenapa kaila, apanya yang sakit?” tanya virza memegang tubuh kaila menelusuri setiap inci tubuh istrinya
“sakit mas” kaila memegang perutnya
“tenang ya kai” virza bertukar posisi dengan kaila dan membawanya ke rumah sakit dengan cepat
“maaf ya mas” batin kaila memejamkan matanya dengan wajah menahan sakit
Setibanya kaila di rumah sakit, dokter kebingungan dengan kondisi kaila sehingga
memutuskan untuk kaila rawat inap agar menjalani perawatan lebih lanjut esok
hari
Virza tidur di kursi dengan menggenggam tangan kaila erat “maafin kai ya mas, tapi
lebih baik dia saja yang cerita” batin kaila mengelus puncak kepala virza
__ADS_1