Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
ujian pernikahan (season 2)


__ADS_3

Rafasya mengajak ningrum untuk makan di sebuah restoran khas sunda


begitu banyak makanan terhidang dimeja “gimana rum? Suka?” tanya rafasya harap-harap cemas dengan selera makan ningrum apakah sesuai dengan lidah sunda


“lumayan kak” balas ningrum datar, mengambil berbagai macam makanan yang ada di hadapannya


Rafasya bernafas lega “syukur kamu suka” balas


rafasya


Rafasya makan dengan santai bersama ningrum sambil bertukar cerita dengan canda tawa


“ningrum!” panggil seorang pria muda


Ningrum dan rafasya menoleh “kak raksa” gumam


ningrum melihat raksa setelah 1 tahun lebih tidak berjumpa ataupun bertukar kabar


“apa kabar kamu rum?” tanya kak raksa mengangkat tangannya untuk berjabat tangan dengan ningrum


Ningrum diam terpaku menatap raksa, sedangkan


rafasya sudah mulai kesal melihat tatapan keduanya


“kabar ningrum baik” rafasya mewakili ningrum


berjabat tangan


“apa aku boleh gabung?” tanya raksa sopan


“hah?” ningrum bingung harus menjawab apa


“boleh, silahkan duduk kak” tunjuk ningrum di


tempat duduk sebelah rafasya


Raksa berniat duduk di sebelah ningrum tapi


langsung di tarik rafasya untuk duduk di sampingnya “kamu gak liat tadi ningrum


nyuruh kamu duduk di mana?” tanya rafasya


Raksa menggaruk tengkuknya yang tak gatal” maaf” gumam raksa tak enak hati pada ningrum


“kamu sudah selesai SMA ya rum?” tanya raksa membuka obrolan


Ningrum mengangguk “sudah, lusa aku sudah mulai ospek” balas ningrum


“selamat kalau gitu” balas raksa


“terima kasih kak, bagaimana kabar kakak?” tanya


ningrum


“baik, hanya sibuk kerja saja” balas raksa


“kakak kerja di mana?” tanya ningrum lagi


“di Adventure Nature” balas raksa


Rafasya menoleh ke arah raksa menyipitkan matanya “kau kerja di sana?” tanya rafasya


adventure nature adalah salah satu lawan bisnis keluarga ningrum, rafasya tahu betul itu karena dirinya sering membantu zian dan ayah virza yang memang rekan bisnis keluarganya


“ya, ada apa?” tanya raksa tak mengerti dengan

__ADS_1


tatapan rafasya


“tidak apa, hanya tak menyangka kau  kerja di sana. Aku dengar CEO mereka baru ganti” balas rafasya


“iya memang, belum lama aku menjabat di sana”


balas raksa tersenyum bangga


Rafasya menyipitkan matanya “wah ternyata kakak CEO” ucap ningrum girang


“iya rum, apa sekarang kakak sudah layak jadi


pacarmu ?” tanya raksa tanpa basa basi membuat ningrum tersedak


Rafasya mendelik tajam ke arah raksa, dan ningrum melihat itu dengan jelas "maaf kak,


ningrum gak bisa” balas ningrum melirik ke arah rafasya


“kenapa? Kamu masih belum pengen pacaran? Kakak masih bisa nunggu kamu sampai selesai kuliah kok rum” balas raksa tersenyum ramah


“ningrum sudah punya pacar” ucap ningrum


memejamkan matanya


Mata raksa membelalak lebar “kamu sudah punya


pacar?” tanya raksa dengan nada kecewa


“iya ningrum sudah pacar, dan aku pacarnya. Jadi jangan mimpi kamu bisa mendekatinya!” ucap rafasya dengan tatapan tajam


Raksa menoleh ke arah rafasya menatap tajam “


selama janur kuning belum melengkung aku masih bisa merebutnya “ ucap raksa


“apa?” rafasya mulai naik pitam dengan ucapan raksa yang menguji kesabarannya


Ningrum bergegas mendekati rafasya, menahan tangan rafasya agar tak tersulut emosi “sabar kak”


"kakak yang lebih dulu nyatain perasaan kakak ke kamu rum, jadi bagaimana bisa kamu milih pacaran sama dia ketimbang kakak" ucap raksa meminta penjelasan pada ningrum


Ningrum menoleh ke arah raksa “maafin aku kak,


tapi dulu ningrum gak pernah menjanjikan akan jadi pacar kakak, jadi ningrum gak ada salah kalau menjalin hubungan dengan orang lain” ucap ningrum


Raksa memaksakan senyumnya menatap sedih ningrum “kamu gak salah rum, sama sekali gak salah. aku yang salah karena membuat sela untuknya " tunjuk raksa pada rafasya tanpa menoleh " masuk dalam hatimu. Aku pastikan


akan merebut mu kembali” ucap raksa bergegas pergi meninggalkan ningrum dan rafasya tanpa berucao sepatah kata apapun


“kurang ajar tuk laki” umpat rafasya berniat


mengejar raksa


ningrum menahan tangan rafasya “tenang kak” pinta ningrum


“gimana kakak bisa tenang. Dia terang-terangan


ngajak kakak perang rum” ucap rafasya kesal


ningrum mulai bingung harus apa? “cup” ningrum mengecup bibir rafasya agar lebih tenang


Muka rafasya merah padam seperti buah tomat masak, mendapat perlakuan ningrum yang begitu tiba-tiba


ningrum tersenyum ke arah rafasya “kakak kan pernah bilang gak perduli dengan orang yang suka dengan kita yang penting yang kita suka bukan dia. Dan yang ningrum suka kan kakak bukan kak raksa” ucap ningrum meyakinkan rafasya


Rafasya menghela nafas “maaf ya rum, kakak sempat kesal gara-gara laki-laki itu” ucap rafasya

__ADS_1


Ningrum tersenyum “gak masalah kak, malah ningrum seneng kakak marah” balas ningrum


Rafasya mengangkat sebelah alisnya “kenapa?”


“itu berarti kakak beneran cinta sama ningrum,


karena kakak cemburu” balas ningrum


Rafasya terkekeh “ada-ada saja kamu” rafasya


mengusap lembut kepala ningrum


***


Ningrum dan rafasya tengah sarapan pagi dengan


tergesa-gesa “kakak sih bikin kita telat” gumam ningrum bergegas meminum susunya dengan sekali tegukan


Rafasya menggandeng tangan ningrum menuju halaman tempat mobilnya terparkir “salah sendiri


kamu goda kakak” rafasya membukakan pintu untuk ningrum bergegas menuju kursi


kemudi memasang sabuk pengaman dengan sigap


ningrum juga memasang sabuk pengamannya “goda gimana? Ningrum kan Cuma nonton drakor doang” balas ningrum mengerucutkan bibirnya


“iya nonton drakor, tapi pakai baju seksi gitu, mana nontonnya adegan kiss gitu” balas rafasya tetap konsen melajukan mobilnya


ningrum mengkerut kan keningnya “seksi gimana sih kak, biasa juga ningrum tidur gitu, lagian ningrum Cuma pakai baju tidur biasa” balas ningrum tak mau di salahkan


“iya biasa tapi gak pake bra dan baju tipis gitu”


kekeh rafasya


Ningrum menutup gundukan kembarnya, menatap tajam suaminya “ah susah ngomong sama orang yang otaknya sudah terkontaminasi hal


mesum” ucap ningrum membuang mukanya kesal


“tenang rum, kakak akan bawa kamu ke sana dalam waktu 20 menit” rafasya langsung tancap gas menuju kampus yang benar saja di


tempuh dalam waktu 20 menit padahal biasanya di tempuh dalam waktu 40-45 menit


jika jalanan lancar


Ningrum dan rafasya di minta berbaris sesuai dengan jurusan yang di ambil membuat, dirinya dann rafasya terpisah karena ningrum


yang S1 sedangkan rafasya S2 di tambah jurusan mereka yang berbeda


“selamat pagi semua” seru ketua mahasiswa yang


mengurus ospek


“pagi” balas semua mahasiswa yang mengikuti ospek


“perkenalkan saya rangga kendrajaya  ketua mahasiswa yang mengurus ospek kalian. Saya


mahasiswa S2 jurusan bisnis tahun ke 2” ucap rangga memperkenalkan diri


Kalian sudah dikelompokkan perjurusan, di sebelah kalian ada mahasiswa yang di tugaskan menemani kalian” semua orang melihat


mahasiswa yang sudah memakai baju almamater kampus yang berdiri tak jauh dari barisan mahasiswa baru


“silahkan ikuti mereka” perintah rangga pada mahasiswa baru


Semua mahasiswa mengikuti arahan senior mereka yang bertugas mengurus ospek mereka

__ADS_1


__ADS_2