
Rafasya mengajak ningrum untuk makan di sebuah restoran khas sunda
begitu banyak makanan terhidang dimeja “gimana rum? Suka?” tanya rafasya harap-harap cemas dengan selera makan ningrum apakah sesuai dengan lidah sunda
“lumayan kak” balas ningrum datar, mengambil berbagai macam makanan yang ada di hadapannya
Rafasya bernafas lega “syukur kamu suka” balas
rafasya
Rafasya makan dengan santai bersama ningrum sambil bertukar cerita dengan canda tawa
“ningrum!” panggil seorang pria muda
Ningrum dan rafasya menoleh “kak raksa” gumam
ningrum melihat raksa setelah 1 tahun lebih tidak berjumpa ataupun bertukar kabar
“apa kabar kamu rum?” tanya kak raksa mengangkat tangannya untuk berjabat tangan dengan ningrum
Ningrum diam terpaku menatap raksa, sedangkan
rafasya sudah mulai kesal melihat tatapan keduanya
“kabar ningrum baik” rafasya mewakili ningrum
berjabat tangan
“apa aku boleh gabung?” tanya raksa sopan
“hah?” ningrum bingung harus menjawab apa
“boleh, silahkan duduk kak” tunjuk ningrum di
tempat duduk sebelah rafasya
Raksa berniat duduk di sebelah ningrum tapi
langsung di tarik rafasya untuk duduk di sampingnya “kamu gak liat tadi ningrum
nyuruh kamu duduk di mana?” tanya rafasya
Raksa menggaruk tengkuknya yang tak gatal” maaf” gumam raksa tak enak hati pada ningrum
“kamu sudah selesai SMA ya rum?” tanya raksa membuka obrolan
Ningrum mengangguk “sudah, lusa aku sudah mulai ospek” balas ningrum
“selamat kalau gitu” balas raksa
“terima kasih kak, bagaimana kabar kakak?” tanya
ningrum
“baik, hanya sibuk kerja saja” balas raksa
“kakak kerja di mana?” tanya ningrum lagi
“di Adventure Nature” balas raksa
Rafasya menoleh ke arah raksa menyipitkan matanya “kau kerja di sana?” tanya rafasya
adventure nature adalah salah satu lawan bisnis keluarga ningrum, rafasya tahu betul itu karena dirinya sering membantu zian dan ayah virza yang memang rekan bisnis keluarganya
“ya, ada apa?” tanya raksa tak mengerti dengan
__ADS_1
tatapan rafasya
“tidak apa, hanya tak menyangka kau kerja di sana. Aku dengar CEO mereka baru ganti” balas rafasya
“iya memang, belum lama aku menjabat di sana”
balas raksa tersenyum bangga
Rafasya menyipitkan matanya “wah ternyata kakak CEO” ucap ningrum girang
“iya rum, apa sekarang kakak sudah layak jadi
pacarmu ?” tanya raksa tanpa basa basi membuat ningrum tersedak
Rafasya mendelik tajam ke arah raksa, dan ningrum melihat itu dengan jelas "maaf kak,
ningrum gak bisa” balas ningrum melirik ke arah rafasya
“kenapa? Kamu masih belum pengen pacaran? Kakak masih bisa nunggu kamu sampai selesai kuliah kok rum” balas raksa tersenyum ramah
“ningrum sudah punya pacar” ucap ningrum
memejamkan matanya
Mata raksa membelalak lebar “kamu sudah punya
pacar?” tanya raksa dengan nada kecewa
“iya ningrum sudah pacar, dan aku pacarnya. Jadi jangan mimpi kamu bisa mendekatinya!” ucap rafasya dengan tatapan tajam
Raksa menoleh ke arah rafasya menatap tajam “
selama janur kuning belum melengkung aku masih bisa merebutnya “ ucap raksa
“apa?” rafasya mulai naik pitam dengan ucapan raksa yang menguji kesabarannya
Ningrum bergegas mendekati rafasya, menahan tangan rafasya agar tak tersulut emosi “sabar kak”
"kakak yang lebih dulu nyatain perasaan kakak ke kamu rum, jadi bagaimana bisa kamu milih pacaran sama dia ketimbang kakak" ucap raksa meminta penjelasan pada ningrum
Ningrum menoleh ke arah raksa “maafin aku kak,
tapi dulu ningrum gak pernah menjanjikan akan jadi pacar kakak, jadi ningrum gak ada salah kalau menjalin hubungan dengan orang lain” ucap ningrum
Raksa memaksakan senyumnya menatap sedih ningrum “kamu gak salah rum, sama sekali gak salah. aku yang salah karena membuat sela untuknya " tunjuk raksa pada rafasya tanpa menoleh " masuk dalam hatimu. Aku pastikan
akan merebut mu kembali” ucap raksa bergegas pergi meninggalkan ningrum dan rafasya tanpa berucao sepatah kata apapun
“kurang ajar tuk laki” umpat rafasya berniat
mengejar raksa
ningrum menahan tangan rafasya “tenang kak” pinta ningrum
“gimana kakak bisa tenang. Dia terang-terangan
ngajak kakak perang rum” ucap rafasya kesal
ningrum mulai bingung harus apa? “cup” ningrum mengecup bibir rafasya agar lebih tenang
Muka rafasya merah padam seperti buah tomat masak, mendapat perlakuan ningrum yang begitu tiba-tiba
ningrum tersenyum ke arah rafasya “kakak kan pernah bilang gak perduli dengan orang yang suka dengan kita yang penting yang kita suka bukan dia. Dan yang ningrum suka kan kakak bukan kak raksa” ucap ningrum meyakinkan rafasya
Rafasya menghela nafas “maaf ya rum, kakak sempat kesal gara-gara laki-laki itu” ucap rafasya
__ADS_1
Ningrum tersenyum “gak masalah kak, malah ningrum seneng kakak marah” balas ningrum
Rafasya mengangkat sebelah alisnya “kenapa?”
“itu berarti kakak beneran cinta sama ningrum,
karena kakak cemburu” balas ningrum
Rafasya terkekeh “ada-ada saja kamu” rafasya
mengusap lembut kepala ningrum
***
Ningrum dan rafasya tengah sarapan pagi dengan
tergesa-gesa “kakak sih bikin kita telat” gumam ningrum bergegas meminum susunya dengan sekali tegukan
Rafasya menggandeng tangan ningrum menuju halaman tempat mobilnya terparkir “salah sendiri
kamu goda kakak” rafasya membukakan pintu untuk ningrum bergegas menuju kursi
kemudi memasang sabuk pengaman dengan sigap
ningrum juga memasang sabuk pengamannya “goda gimana? Ningrum kan Cuma nonton drakor doang” balas ningrum mengerucutkan bibirnya
“iya nonton drakor, tapi pakai baju seksi gitu, mana nontonnya adegan kiss gitu” balas rafasya tetap konsen melajukan mobilnya
ningrum mengkerut kan keningnya “seksi gimana sih kak, biasa juga ningrum tidur gitu, lagian ningrum Cuma pakai baju tidur biasa” balas ningrum tak mau di salahkan
“iya biasa tapi gak pake bra dan baju tipis gitu”
kekeh rafasya
Ningrum menutup gundukan kembarnya, menatap tajam suaminya “ah susah ngomong sama orang yang otaknya sudah terkontaminasi hal
mesum” ucap ningrum membuang mukanya kesal
“tenang rum, kakak akan bawa kamu ke sana dalam waktu 20 menit” rafasya langsung tancap gas menuju kampus yang benar saja di
tempuh dalam waktu 20 menit padahal biasanya di tempuh dalam waktu 40-45 menit
jika jalanan lancar
Ningrum dan rafasya di minta berbaris sesuai dengan jurusan yang di ambil membuat, dirinya dann rafasya terpisah karena ningrum
yang S1 sedangkan rafasya S2 di tambah jurusan mereka yang berbeda
“selamat pagi semua” seru ketua mahasiswa yang
mengurus ospek
“pagi” balas semua mahasiswa yang mengikuti ospek
“perkenalkan saya rangga kendrajaya ketua mahasiswa yang mengurus ospek kalian. Saya
mahasiswa S2 jurusan bisnis tahun ke 2” ucap rangga memperkenalkan diri
Kalian sudah dikelompokkan perjurusan, di sebelah kalian ada mahasiswa yang di tugaskan menemani kalian” semua orang melihat
mahasiswa yang sudah memakai baju almamater kampus yang berdiri tak jauh dari barisan mahasiswa baru
“silahkan ikuti mereka” perintah rangga pada mahasiswa baru
Semua mahasiswa mengikuti arahan senior mereka yang bertugas mengurus ospek mereka
__ADS_1