
Nenek angel menutup mulutnya dengan kedua tangan “kasih hamil mas?” tanya nenek angel,
matanya tak mampu membendung cairan bening yang lolos begitu saja dari sudut matanya
“iya dia hamil anak putramu. Cucu kita!” balas kakek sakti dengan suara tinggi
Keluarga ningrum yang ada di sana hanya ikut menangis tanpa bisa ikut berkata-kata
Raka mengerjapkan matanya, sayup-sayup mendengar perdebatan kedua orang tuanya
“hamil” raka melepas alat bantu pernafasannya dengan susah payah
“kasih hamil yah?” tanya raka dengan suara lirih
Kakek sakti dan nenek angel menahan raka untuk tidak bergerak terlalu banyak “jangan banyak gerak nak, kau masih lemah” ucap kakek sakti
Raka meraih lengan kakek sakti dengan sekuat tenaganya karena ia yang masih lemah “apa kasih hamil anakku? Aku tak salah dengar kan yah?” tanya raka dengan suara lirih
Kakek sakti mengangguk “iya dia hamil anakmu” balas kakek sakti tak tega melihat putranya
“dimana kasih?” tanya raka memindai ruangannya tak menemukan keberadaan kasih
“dia akan pergi, sesuai dengan janjinya untuk menyelamatkanmu” balas kakek saktilirih
Raka berusaha bangun dari ranjang “aku harus menemuinya” ucap raka duduk dengan susah payah berusaha turun dari ranjangnya
Nenek angel bersiap menjaga raka “jangan bangun raka, kau masih lemah” ucap nenek
angel menahan tubuh raka agar tidak turun dari ranjang
“aku harus menemuinya mah, dia akan pergi dengan anakku” balas raka yang sudah tak
kuasa menahan air matanya
“tapi badanmu masih sangat lemah raka, kau tak akan sanggup ke sana” balas nenek angel
tak tega dengan keadaan putranya itu
“tapi dia akan pergi meninggalkanku mah” protes raka tak ingin menuruti keinginan mamanya
“lihatlahsendiri keadaanmu sekarang ? apa kau ingin cari mati hah!” bentak kakek sakti tak tahu lagi cara menasehati putranya yang keras kepala
__ADS_1
Raka melihat keadaannya yang penuh dengan luka dan memang ia yang kesulitan bergerak “ terus aku harus apa yah? Apa aku harus membiarkannya pergi begitu saja ?” tanya raka
memelas pada kakek sakti
Melihat kekalutan keluarga om istrinya itu, ayah virza memutuskan bersuara “tenanglah raka, mas sudah berusaha menghubungi William ayah kasih, setelah mas mendapati dimana keberadaannya, mas dan ayahmu akan menemuinya untuk membantumu bertemu kasih. Karena dia yang jauh lebih berkuasa tentang kasih ” ucap ayah virza menenangkan
“hiks hiks hiks” raka terisak memegang dadanya, merasakan sesak sekaligus sakit di sana
“ini adalah kesalahanku, aku yang mendekatinya, aku yang memanfaatkan kepolosannya. Aku
sudah melukainya menambah banyaknya luka yang dia terima selama ini” ucap raka terisak
“kenapa kau bisa bicara seperti itu raka?” tanya mama kaila tak tega melihat kesedihan adik sepupunya itu
“semalam saat orang itumenyekap ku dia juga menceritakan penderitaan kasih yang selama
ini di tahannya seorang diri, hatinya sudah sangat rapuh tapi aku malah menambah luka di hatinya” jelas raka mengingat mas ojo yang memukul raka dengan membabi buta sambil mengucapkan sakit yang di rasa kasih selama ini tapi selalu kasih tahan seorang diri
Nenek angel memeluk raka mengusap punggungnya lembut “tenang nak, setelah kau lebih baik kita semua pasti akan membantumu menemui kasih tapi tidak sekarang nak” ucap nenek angel terus mengusap punggung raka membuat isak tangis raka makin kencang mengingat kasih
***
Kasih duduk di balkon kamarnya menatap langit malam yang dipenuhi bintang
Kasih menoleh “siapa mas ?” tanya kasih
“jack” balas mas ojo
Kasih menautkan kedua alisnya menatap mas ojo “untuk apa dia kesini malam-malam begini?” tanya kasih mendapati jam dinding kamarnya yang sudah pukul 10 malam
Mas ojo mengedikkan bahunya “entahlah, dia bilang penting" balas mas ojo yang memang tak tahu maksud kedatangan jack
Kasih berjalan ke ruang tamu menemui jack yang sedang duduk menunggu kedatangan kasih “kasih” sapa jack saat melihat kedatangan kasih
Kasihtersenyum kearah jack “untuk apa kakak ke sini malam-malam ?” tanya kasih sopan
“maaf kasih mengganggu istirahatmu tapi kakak ingin tahu kabarmu” balas jack
“aku baik kok kak ” balas kasih tersenyum lembut
Jack menatap manik mata kasih dalam “kakak tahu kau hamil anak raka dari rafasya ” ucap
__ADS_1
jack
Kasih tersenyum tapi bibirnya bergetar dan matanya mulai berkaca-kaca “kakak tahu?” tanya kasih
Jack mengangguk “apa kau akan menghindar lagi?’ tanya jack
jack membawa tubuh kasih untuk duduk di sofa bersebelahan dengannya
kasih menoleh kearah jack “maksud kakak?” tanya kasih terheran dengan pertanyaan jack
“setiap kau ada masalah kau selalu begitu, selalu menghindar. Apa kau tak bisa menghadapiya saja? Entah bersama dengannya atau tidak bicarakanlah jangan seperti ini” pinta jack tulus
Kasih terkekeh “aku tak menghindar” elak kasih
jack menghela nafas panjang “kau terlalu takut menerima kenyataan sejak dulu ” jack menatap ke arah mas ojo yang berdiri tak jauh dari kasih “kau terlalu takut reaksi orang itu, kau selalu teringat bayangan orang-orang yang mati di tangannya kan?” tanya jack pada kasih dengan tetap menatap mas ojo
Mas ojo hanya terdiam menutup matanya “jangan bicara seperti itu kak” tolak kasih yang tak tega melihat mas ojo yang seperti menahan luka karena ucapan jack
Jack menoleh ke arah kasih “kalian berdua lepaskanlah hal yang sudah berlalu, jangan
terikat dengan kejadian yang sudah lewat” jack kembali menatap mas ojo “dia di culik bukan kesalahanmu, toh kau sudah menyelamatkannya, dan dia masih sehat dan ada di hadapanmu sekarang “ ucapan jack
jack beralih menatap kasih “dan tangannya yang
berlumuran darah bukan kesalahanmu kasih, semuanya atas pilihan dia sendiri" ucap jack menggenggam tangan kasih erat
“hiks hiks hiks” kasih terisak mendengar ucapan jack
Jack memeluk erat kasih “lepaskanlah kasih, jangan terikat dengan masa lalu, jangan terlalu kecewa dengan semua hal. Jalani hidupmu seperti apa yang kau inginkan dan jangan terus menghindar” jack melonggarkan pelukannya menatap kasih lembut "hadapilah dengan berani"
Jack menghela nafas panjang “maafkan aku tak mampu mengucapkan hal ini sejak dulu. Aku mencintaimu kasih, mencintaimu sejak kita pertama bertemu" ucap jack membuat mata kasih membelalak lebar
"apa kak? " tanya kasih takut salah dengar
"kakak jatuh cinta padamu sejak pertemuan pertama kita. tapi kakak tak berani mengucapkannya karena waktu itu kau masih 15 tahun. kakak takut kau menolak kakak yang beda usia 12 tahun denganmu dan kau yang masih remaja" jelas jack
“tapi aku jauh lebih menginginkan kamu bahagia dari pada menjadikanmu milikku . Kejarlah
kebahagiaanmu, tapi jika kau tak ingin dia ada di hidupmu aku rela jadi ayah anak yang kau kandung, menemanimu sepanjang hidupku” ucap jack memberikan pilihan untuk kasih
Kasih menangis dalam pelukan jack dengan jeritan pilu, begitupun mas ojo yang
__ADS_1
menangis dalam diam tak berkata sepatah katapun