Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan
ide menjodohkan (season 2)


__ADS_3

Waktu ujian kenaikan kelas ningrum makin dekat, rafasya menyempatkan waktunya


berkunjung ke kediaman ningrum  di sela-sela urusan skripsinya untuk mengajarinya belajar persiapan ujian kenaikan kelas


ningrum mendorong pintu kamarnya dengan bahunya “ini mama bikinin camilan buat kita belajar “ ningrum membawa nampan berisi aneka macam camilan dan botol jus kesukaan ningrum


Melihat ningrum kesulitan rafasya berlari menghampiri ningrum “kakak saja yang bawa “ rafasya merebut nampan tersebut dari Ningrum


“terima kasih kak” ningrum bergegas duduk di meja yang sudah ia tata dalam kamarnya untuk ia dan rafasya belajar


“ini kakak sudah bawa macam-macam latihan soal untukmu , mau belajar yang mana dulu? ”


tanya rafasya menyerahkan latihan soal yang sudah ia kumpulkan pada ningrum


Ningrum mengambil salah satu soal latihan yang paling atas “yang ini dulu aja kak” ambil ningrum pada soal matematika


“kamu mau belajar matematika?” tanya rafasya yang di jawab anggukan kepala oleh ningrum


Rafasya membantu ningrum belajar dengan focus, dan ningrum mendengar arahan rafasya dengan semangat dan serius


“ah selesai, terima kasih ya kak” ucap ningrum menutup bukunya karena sudah menyelesaikan 1 kumpulan  soal matematika


Rafasya mengacak rambut ningrum “iya” balas rafasya


Ningrum merapihkan rambutnya melirik jam dinding  “sudah jam 11 kak, kakak mau pulang?” tanya ningrum


rafasya menggerlingkan sebelah matanya “kamu maunya apa?” tanya rafasya


Ningrum memundurkan tubuhnya sambil memakan kripiknya melirik rafasnya  “ ya terserah kakak lah, mau


pulang sana “ tunjuk ningrum pada arah pintunya “ mau nginep juga sana” tunjuk kamar tamu yang ada di seberang kamar ningrum dekat dengan kamar kakaknya zian


Rafsya tersenyum “nginep saja lah, capek bolak-balik, lagian besok kan jadwal kakak nganter kamu” bales rafasya meregangkan otot-otot pundaknya yang terasa pegal


“lah bukannya kakak kemarin lusa yang  jemput ningrum , kok kakak lagi?” tanya ningrum


bingung karena biasanya , kakakknya akan bergantian satu minggu sekali karena


jumlah kakak ningrum yang ada 7


“kak zian lagi ada proyek di Singapore, adit lagi di cecar mamamu untuk garap skripsi gara-gara dari kita berlima Cuma dia yang belum garap, kak raka bantu kakek sakti lagi di jerman urusan bisnis. kalau yang lain lagi sibuk sama pacar mereka” balas rafasya


Ningrum mengangguk “terus kapan kakak selesai skripsinya? Kan kemarin kakak bilang sudah sempro?” tanya ningrum

__ADS_1


“dalam waktu dekat selesai, nanti kamu datang ke acara wisuda kakak  ya” balas rafasya


Ningrum menyipitkan matanya “ kenapa gak minta pacar kakak datang malah minta ningrum datang?” tanya ningrum


Rafasya menjitak kepala ningrum “ tiap hari menjagamu mana ada waktu pacaran” balas rafasya


Ningrum terkekeh “ gitu ya” ningrum menatap manik mata rafasya “ lagian kakak juga gak


harus jaga ningrum kali, kan yang ngawasin ningrum banyak, kalau kakak mau cari pacar, ya  cari aja”  balas  ningrum


Rafasya mengusap muka ningrum “sudah ah, ngantuk mau tidur” rafasya bergegas keluar kamar


ningrum menuju kamar tamu yang biasa di tempatinya ataupun sahabatnya yang lain saat menginap di rumah ningrum


Rafasya bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian tidur yang sudah di siapkan mama kaila di lemari kamar tamu   untuk jaga-jaga saat rafasya menginap. Rafasya berjalan menuju balkon menyandarkan tubuhnya di sana menatap arah kamar ningrum yang sudah gelap pertanda pemilik kamar sudah tertidur “selamat malam” gumam rafsaya kembali masuk kamar berjalan menuju ranjang untuk beristirahat


***


Pagi-pagi rafasya membantu mama kaila di dapur “ kamu duduk saja, gak perlu bantu tante” ucap mama kaila melarang rafasya ikut membantunya


“biasanya juga aku bantu tante kan” balas rafasya membantu memotong sayuran


Kak


“hust” hadiah lemparan timun dari mama kaila yang malah di tangkap zian dan langsung


di gigit “rafasya udah mau repot mau bantu mama jangan kamu ledekin,   malah kamu dan anak mama yang lain mana ada bantu mama” balas mama kaila berkacak pinggang


“ya mama suruh saja anak gadis mama bantuin mama di dapur lah” usul zian pada mamanya


“masak mi saja dia bisa lembek gitu, apalagi suruh masak yang ?” balas mama kaila


Zian tersenyum cerah menatap rafasya “mama jadikan dia menantu saja “ tunjuk zian


pada rafasya “paket lengkap kan kalau dia jadi mantu” zian menunjuk tangannya sambil berhitung


“1. Mama tahu bibit, bebet, bobotnya dengan jelas



dia selalu bisa di andalkan kalau bantu mama ataupun ayah kan?


__ADS_1


3,dia paling sabar ngehadepin ningrum yang baanyak tingkahnya



ningrum kan  paling nurut sama dia ketimbang kita keluarganya”  ucap zian semangat



dan itu tak luput dari pendengaran  kakek hafizhan dan  ayah virza yang barusan sampai di meja makan


Mama kaila tersenyum menatap rafasya “kamu mau jadi mantu tante?” tanya mama kaila penuh harap


Rafasya menggaruk tengkuknya yang tak gatal tertawa pada anggota keluarga ningrum yang menatapnya


“apaan sih pada natap rafasya serius gitu “ tanya aditya dengan raut muka bantal dan wajah berantakan khas bangun tidur


Mama kaila menatap tajam anak ke duanya itu “jam berapa baru bangun? Mana belum mandi!” bentak mama kaila


Aditya mengacak-acak rambutnya “yakan mama yang suruh aditya bikin sripsi, ini jam 3 baru tidur loh mah” rajuk  aditya menunjukkan matanya yang hitam seperti panda


Merasa terhindar dari pertanyaan karena semua orang mengarah ke aditya , rafasya melepas apronnya dan memanggil ningrum ke kamarnya


rafasya mengetuk pintu “ningrum” panggil rafasya dari balik pintu


“iya kak, bentar” balas ningrum dari dalam kamarnya


“cepet turun ya, sarapannya udah siap” ucap rafasya bergegas turun  ke bawah menuju ruang makan keluarga ningrum


“kamu sudah panggil ningrum turun?” tanya ayah virza melihat rasya menuruni anak tangga


“sudah om, katanya bentar lagi turun” balas rafasya


“oh ya tadi kalian belum jawab kenapa, pada natap rafasya serius kaya tadi?” tanya aditya


zian melihat ningrum berjalan di tangga “sudah makan saja” ucap kak zian memasukkan roti bakar ke mulut aditya


Aditya menggigitnya “yakan Cuma nanya doang kak”


“mendingan cepat garap skripsimu, biar cepet lanjut S2 mu, terus bantu kakak sama ayah di


perusahaan gak Cuma main saja” ucap kak zian menatap tajam adik laki-lakinya itu


“iya, kamu gak malu sama rafasya apa, dia sudah  sempro dan waktu dekat mau sidang skripsi” tambah mama kaila

__ADS_1


aditya melorotkan tubuhnya menekuk wajahnya “aku lagi yang kena” gumam aditya memakan rotinya dengan mengerucutkan bibirnya karena diejek dan di bandingkan dengan teman-temannya


__ADS_2