
Waktu ujian kenaikan kelas ningrum makin dekat, rafasya menyempatkan waktunya
berkunjung ke kediaman ningrum di sela-sela urusan skripsinya untuk mengajarinya belajar persiapan ujian kenaikan kelas
ningrum mendorong pintu kamarnya dengan bahunya “ini mama bikinin camilan buat kita belajar “ ningrum membawa nampan berisi aneka macam camilan dan botol jus kesukaan ningrum
Melihat ningrum kesulitan rafasya berlari menghampiri ningrum “kakak saja yang bawa “ rafasya merebut nampan tersebut dari Ningrum
“terima kasih kak” ningrum bergegas duduk di meja yang sudah ia tata dalam kamarnya untuk ia dan rafasya belajar
“ini kakak sudah bawa macam-macam latihan soal untukmu , mau belajar yang mana dulu? ”
tanya rafasya menyerahkan latihan soal yang sudah ia kumpulkan pada ningrum
Ningrum mengambil salah satu soal latihan yang paling atas “yang ini dulu aja kak” ambil ningrum pada soal matematika
“kamu mau belajar matematika?” tanya rafasya yang di jawab anggukan kepala oleh ningrum
Rafasya membantu ningrum belajar dengan focus, dan ningrum mendengar arahan rafasya dengan semangat dan serius
“ah selesai, terima kasih ya kak” ucap ningrum menutup bukunya karena sudah menyelesaikan 1 kumpulan soal matematika
Rafasya mengacak rambut ningrum “iya” balas rafasya
Ningrum merapihkan rambutnya melirik jam dinding “sudah jam 11 kak, kakak mau pulang?” tanya ningrum
rafasya menggerlingkan sebelah matanya “kamu maunya apa?” tanya rafasya
Ningrum memundurkan tubuhnya sambil memakan kripiknya melirik rafasnya “ ya terserah kakak lah, mau
pulang sana “ tunjuk ningrum pada arah pintunya “ mau nginep juga sana” tunjuk kamar tamu yang ada di seberang kamar ningrum dekat dengan kamar kakaknya zian
Rafsya tersenyum “nginep saja lah, capek bolak-balik, lagian besok kan jadwal kakak nganter kamu” bales rafasya meregangkan otot-otot pundaknya yang terasa pegal
“lah bukannya kakak kemarin lusa yang jemput ningrum , kok kakak lagi?” tanya ningrum
bingung karena biasanya , kakakknya akan bergantian satu minggu sekali karena
jumlah kakak ningrum yang ada 7
“kak zian lagi ada proyek di Singapore, adit lagi di cecar mamamu untuk garap skripsi gara-gara dari kita berlima Cuma dia yang belum garap, kak raka bantu kakek sakti lagi di jerman urusan bisnis. kalau yang lain lagi sibuk sama pacar mereka” balas rafasya
Ningrum mengangguk “terus kapan kakak selesai skripsinya? Kan kemarin kakak bilang sudah sempro?” tanya ningrum
__ADS_1
“dalam waktu dekat selesai, nanti kamu datang ke acara wisuda kakak ya” balas rafasya
Ningrum menyipitkan matanya “ kenapa gak minta pacar kakak datang malah minta ningrum datang?” tanya ningrum
Rafasya menjitak kepala ningrum “ tiap hari menjagamu mana ada waktu pacaran” balas rafasya
Ningrum terkekeh “ gitu ya” ningrum menatap manik mata rafasya “ lagian kakak juga gak
harus jaga ningrum kali, kan yang ngawasin ningrum banyak, kalau kakak mau cari pacar, ya cari aja” balas ningrum
Rafasya mengusap muka ningrum “sudah ah, ngantuk mau tidur” rafasya bergegas keluar kamar
ningrum menuju kamar tamu yang biasa di tempatinya ataupun sahabatnya yang lain saat menginap di rumah ningrum
Rafasya bergegas membersihkan diri dan berganti pakaian tidur yang sudah di siapkan mama kaila di lemari kamar tamu untuk jaga-jaga saat rafasya menginap. Rafasya berjalan menuju balkon menyandarkan tubuhnya di sana menatap arah kamar ningrum yang sudah gelap pertanda pemilik kamar sudah tertidur “selamat malam” gumam rafsaya kembali masuk kamar berjalan menuju ranjang untuk beristirahat
***
Pagi-pagi rafasya membantu mama kaila di dapur “ kamu duduk saja, gak perlu bantu tante” ucap mama kaila melarang rafasya ikut membantunya
“biasanya juga aku bantu tante kan” balas rafasya membantu memotong sayuran
Kak
“hust” hadiah lemparan timun dari mama kaila yang malah di tangkap zian dan langsung
di gigit “rafasya udah mau repot mau bantu mama jangan kamu ledekin, malah kamu dan anak mama yang lain mana ada bantu mama” balas mama kaila berkacak pinggang
“ya mama suruh saja anak gadis mama bantuin mama di dapur lah” usul zian pada mamanya
“masak mi saja dia bisa lembek gitu, apalagi suruh masak yang ?” balas mama kaila
Zian tersenyum cerah menatap rafasya “mama jadikan dia menantu saja “ tunjuk zian
pada rafasya “paket lengkap kan kalau dia jadi mantu” zian menunjuk tangannya sambil berhitung
“1. Mama tahu bibit, bebet, bobotnya dengan jelas
dia selalu bisa di andalkan kalau bantu mama ataupun ayah kan?
__ADS_1
3,dia paling sabar ngehadepin ningrum yang baanyak tingkahnya
ningrum kan paling nurut sama dia ketimbang kita keluarganya” ucap zian semangat
dan itu tak luput dari pendengaran kakek hafizhan dan ayah virza yang barusan sampai di meja makan
Mama kaila tersenyum menatap rafasya “kamu mau jadi mantu tante?” tanya mama kaila penuh harap
Rafasya menggaruk tengkuknya yang tak gatal tertawa pada anggota keluarga ningrum yang menatapnya
“apaan sih pada natap rafasya serius gitu “ tanya aditya dengan raut muka bantal dan wajah berantakan khas bangun tidur
Mama kaila menatap tajam anak ke duanya itu “jam berapa baru bangun? Mana belum mandi!” bentak mama kaila
Aditya mengacak-acak rambutnya “yakan mama yang suruh aditya bikin sripsi, ini jam 3 baru tidur loh mah” rajuk aditya menunjukkan matanya yang hitam seperti panda
Merasa terhindar dari pertanyaan karena semua orang mengarah ke aditya , rafasya melepas apronnya dan memanggil ningrum ke kamarnya
rafasya mengetuk pintu “ningrum” panggil rafasya dari balik pintu
“iya kak, bentar” balas ningrum dari dalam kamarnya
“cepet turun ya, sarapannya udah siap” ucap rafasya bergegas turun ke bawah menuju ruang makan keluarga ningrum
“kamu sudah panggil ningrum turun?” tanya ayah virza melihat rasya menuruni anak tangga
“sudah om, katanya bentar lagi turun” balas rafasya
“oh ya tadi kalian belum jawab kenapa, pada natap rafasya serius kaya tadi?” tanya aditya
zian melihat ningrum berjalan di tangga “sudah makan saja” ucap kak zian memasukkan roti bakar ke mulut aditya
Aditya menggigitnya “yakan Cuma nanya doang kak”
“mendingan cepat garap skripsimu, biar cepet lanjut S2 mu, terus bantu kakak sama ayah di
perusahaan gak Cuma main saja” ucap kak zian menatap tajam adik laki-lakinya itu
“iya, kamu gak malu sama rafasya apa, dia sudah sempro dan waktu dekat mau sidang skripsi” tambah mama kaila
__ADS_1
aditya melorotkan tubuhnya menekuk wajahnya “aku lagi yang kena” gumam aditya memakan rotinya dengan mengerucutkan bibirnya karena diejek dan di bandingkan dengan teman-temannya