
"Mas, ini adalah lelaki yang kuceritakan waktu itu, yang mencintaiku dan berjanji akan melamarku di depanmu. Katanya, dia ingin bersikap jantan dan memintaku secara baik-baik."
__ADS_1
Kaivan tersentak seketika, tak pernah membayangkan bahwa gadis barbar yang ditemuinya di Puncak Rinjani akan senekat itu. Kaivan terpaku dan tak bisa mengucap kata. Tatapan tajam dari suami si gadis membuatnya kesulitan menelan ludah.
__ADS_1
________________
__ADS_1
Cinta yang seharusnya tidak ada, makin hari makin bersemi dan menyakiti banyak hati, termasuk sang pemilik cinta sendiri. Sampai akhirnya, mereka pasrah dan berusaha mengikhlaskan segalanya. Namun, benarkah mereka sanggup melakukan itu? Sementara kenangan-kenangan indah terus berbisik dan merayu mereka untuk mengulangnya.
__ADS_1